Home » » ~Hati Yang Sempurna~

~Hati Yang Sempurna~

Written By Regina Kim on Kamis, 05 Mei 2011 | 18.08

Pada  suatu  hari,  seorang pemuda berdiri  di  tengah  kota  dan  menyatakan bahwa dialah  pemilik hati yang terindah di kota itu. Banyak  orang kemudian berkumpul  dan  mereka semua mengagumi hati  pemuda itu,  karena memang benar-benar  sempurna.  Tidak ada  satu  cacat  atau  goresan sedikitpun  di hati  pemuda  itu.  Pemuda itu  sangat  bangga  dan   mulai   menyombongkan hatinya yang indah.Tiba-tiba,  seorang lelaki tua  menyeruak  dari kerumunan,  tampil  ke depan dan berkata "Mengapa hatimu masih belum seindah hatiku ?".

Kerumunan orang-orang dan  pemuda itu melihat pada hati pak  tua itu. Hati pak  tua  itu  berdegup dengan kuatnya,  namun  penuh dengan bekas  luka, dimana ada  bekas potongan  hati  yang  diambil dan  ada  potongan yang  lain ditempatkan   di   situ;   namun   tidak   benar-benar   pas  dan   ada    sisi-sisi potongan   yang   tidak  rata.Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena dicungkil dan  tidak  ditutup  kembali. Orang-orang itu tercengang dan  berpikir, bagaimana mungkin  pak  tua  itu  mengatakan  bahwa hatinya lebih indah ?

Pemuda itu melihat kepada pak tua itu,memperhatikan   hati   yang dimilikinya dan tertawa   "Anda pasti bercanda, pak tua",katanya. "Bandingkan hatimu  dengan hatiku,  hatiku  sangatlah  sempurna  sedangkan hatimu  tak lebih dari  kumpulan bekas luka dan cabikan".

"Ya", kata pak  tua itu," Hatimu kelihatan sangat sempurna meski demikian aku tak akan  menukar hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah  tanda  dari  orang-orang  yang   kepadanya  kuberikan  kasihku,  aku menyobek  sebagian   dari  hatiku  untuk  kuberikan  kepada  mereka,  dan seringkali mereka juga  memberikan sesobek hati  mereka untuk  menutup kembali sobekan yang kuberikan.
Namun  karena setiap  sobekan itu  tidaklah  sama, ada  bagian-bagian yang kasar, yang  sangat aku  hargai, karena itu mengingatkanku akan  cinta kasih yang   telah   bersama-sama   kami   bagikan.  Adakalanya,  aku   memberikan potongan  hatiku  begitu  saja dan   orang  yang  kuberi itu  tidak  membalas dengan  memberikan   potongan  hatinya.Hal   itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun  bekas  cabikan itu  menyakitkan,  mereka tetap  terbuka,  hal  itu mengingatkanku    akan    cinta   kasihku pada orang-orang itu,dan aku berharap,  suatu  ketika  nanti  mereka akan   kembali  dan   mengisi lubang- lubang  itu. Sekarang, tahukah  engkau keindahan hati  yang  sesungguhnya itu?" 

Pemuda  itu  berdiri  membisu  dan   airmata  mulai  mengalir  di  pipinya.Dia berjalan  ke arah pak  tua  itu, menggapai  hatinya  yang  begitu muda  dan indah, lalu  merobeknya sepotong. Pemuda itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-tangan yang  gemetar. Pak tua itu menerima pemberian  itu,  menaruhnya di  hatinya  dan  kemudian  mengambil sesobek dari hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka,kemudian menempatkannya  untuk  menutup  luka  di hati  pemuda itu.  Sobekan itu  pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama rata.
Pemuda itu  melihat  ke dalam  hatinya,  yang  tidak  lagi sempurna  tetapi  kini lebih  indah dari  sebelumnya, karena  cinta  kasih dari  pak  tua  itu  telah mengalir ke  dalamnya. Mereka  berdua kemudian berpelukan  dan berjalan beriringan.
Share this article :

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger