Latest Post

KISAH ANAK INDIGO BERNAMA SAM

Written By Kim Regina on Selasa, 22 Juli 2014 | 04.29


Sam, salah seorang sahabat baikku saat berkuliah di Perth, Australia mengikuti program pertukaran pelajar selama 3 bulan. Nama lengkapnya Samuel Fernandez, ayahnya orang Spanyol dan ibunya orang Australia. Sam ramah kepada siapa saja dan dia juga punya banyak teman.

Pertama kali kami bertemu ketika dia menawarka...n bantuannya saat aku tersesat di Universitas tersebut. Karena ternyata mengambil kelas yang sama, kami jadi cepat akrab.
Ada rahasia yang ia ceritakan padaku setelah berteman dengannya selama 1 bulan. Ia seorang anak Indigo. Selama ini, ia menyimpan rahasia itu karena tak ingin orang-orang menganggapnya “freak”. Tetapi setelah kuceritakan kisah yang kualami 8 tahun lalu, ia mulai terbuka tentang kekuatannya.

Sejak ia dapat mengingat, Sam sudah bisa melihat makhluk gaib. Hal pertama yang ia ingat adalah kakeknya. Sang kakek telah meninggal puluhan tahun sebelum Sam lahir. Tetapi, Sam kecil mengira kakeknya masih hidup dan selalu bermain dengannya ketika Sam tinggal sendirian di rumah sementara kedua orang tuanya pergi berkerja.

“Kakekku orang yang ramah dan baik. Ia menceritakan banyak kisah zaman perang dunia ketika ia masih menjadi seorang tentara. Kakek selalu melindungiku dari makhluk-makhluk mengerikan. Pernah terjadi ketika seseorang dengan muka hancur dan otak terburai berusaha menyerangku. Kakek menghalaunya dan menembak orang tersebut dengan senapan miliknya yang selalu ia bawa.” Itu adalah salah satu kisah yang diceritakan Sam padaku.
Pertama kali ia mengetahui bahwa kakeknya ternyata telah meninggal adalah ketika ibunya membawa Sam ke kuburan sang kakek. fp beranda mistery. Sejak saat itu, sang kakek yang baik hati tidak pernah menampakkan dirinya lagi di depan Sam.

Hal yang paling membuat dirinya bersyukur memiliki kekuatan itu adalah kejadian saat umurnya masih 12 tahun. Saat itu, ia dalam perjalanan pulang ke rumah sehabis latihan sepak bola. Sam menunggu bus yang menuju ke arah rumahnya seperti biasa. Akhirnya, sebuah Bus datang dan Sam menaiki bus tersebut.
Tetapi, dirinya sungguh terkejut. Hampir semua orang yang ada di dalam Bus tersebut menderita luka bakar dan ada beberapa yang bahkan sudah tidak bisa dikenali. ‘Apakah semua orang ini adalah hantu?’ pikirnya. Karena perasaannya tidak enak, Sam membatalkan niatnya menaiki bus itu dan menunggu bus lainnya.
Tidak berapa lama, terdengar suara ledakan dari arah bus tersebut melaju pergi. Ternyata, bus yang rencananya akan ditumpangi Sam, menabrak mobil pembawa bensin dan meledak. Hanya 2 orang yang selamat dari kecelakaan tersebut. Keduanya mengalami luka bakar berat dan cacat selamanya.

Itu adalah kemampuan unik Sam. Ia dapat melihat bagaimana kondisi seseorang yang sebentar lagi akan mati. Kemampuannya itu membuatnya bersyukur selamat dari maut sekaligus membuat hatinya sakit karena tidak bisa menolong orang-orang yang telah mendekati ajalnya.

Hari itu adalah hari terdingin pada bulan Desember. Sam dan kedua temannya berencana untuk bermain Ski. Ketika bersiap untuk meluncur dari puncak lembah tertinggi, Sam melihat leher salah satu temannya patah. Belum sempat ia berteriak memperingatinya, temannya meluncur dengan cepat dan kepalanya menghantam batu yang tersembunyi di tumpukan salju dengan keras. Seperti yang Sam lihat sebelumnya, temannya meninggal dengan leher yang patah.

Entah sudah berapa kali ia berusaha memperingati orang-orang yang sudah mendekati ajal mereka. Namun tidak ada satupun yang selamat. Kejadian ia melihat kondisi kematian orang-orang tersebut dengan kejadiannya yang sebenatnya berlangsung begitu cepat. Kekuatan itu hanya bisa ia gunakan untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Terkadang ia memohon agar kekuatannya tersebut itu dihapus. Tetapi, dirinya masih hidup hingga sekarang pun berkat kemampuannya itu.

Setelah berteman dengannya beberapa bulan terakhir ini, aku menyadari bahwa senyuman dan sikap Sam hanyalah sebuah topeng. Topeng untuk menyembunyikan hatinya yang rapuh dan terluka. Terkadang, aku melihat Sam duduk menyendiri, termenung dengan kesedihan yang begitu terpancar dari matanya.
Sam, temanku. Seorang anak indigo yang tersiksa akibat kelebihannya. Hatiku masih merasakan sakit mengingat senyum pilunya.

Kini Sam telah tiada. Tidak berapa lama ketika aku pulang ke Indonesia, aku mendengar berita bahwa Sam meninggal dalam kecelakaan Bus. Entah mengapa, aku kembali teringat dengan pengalaman Sam saat umurnya 12 tahun. Mungkin Sam sudah tidak ingin lagi lari dari kematian. Mungkin Sam memang sudah ditakdirkan mati 6 tahun yang lalu. Dengan mencurangi kematian, ia berhasil bertahan hidup hingga ia menjadi lelah dengan kematian yang terus mengejar dirinya.

Hingga saat ini, aku tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Sam yang memilih kematian. Hanya saja, aku memiliki firasat bahwa ia memang sudah lelah dengan dunia ini. Kata-kata terakhirnya padaku saat mengantarkanku pulang di Bandara masih kuingat hingga saat ini.

“Maybe this is our last meeting. But, I beg you, do not forget about me.”
“Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir kalinya. Tapi, kumohon padamu, jangan lupakan aku.”

RENUNGAN:
Hargailah semua temanMu biarpun dia mempunyai kelebihan atau kejanggalan dalam dirinya, apalagi peringatan yang ia berikan ada baiknya kita dengarkan dan laksanakan yang untuk kebaikan kita juga.

KISAH SIKAP KITA ADALAH PENENTU SEGALANYA


Adalah sebuah cerita tentang Josh, seseorang yang berkepribadian menyenangkan. Tidak ada orang yang tidak senang berada di dekatnya dan berbicara dengan dia. Moodnya selalu baik dan setiap kata-katanya selalu positif. Dari dialah setiap orang merasakan pentingnya melihat segala sesuatu dari sisi lain sebelum memutuskan sesuatu.

Mungkin Anda sering mendapati orang yang begitu ceria dan disenangi teman-temannya, tapi ketika tidak bersama orang yang dikenalnya atau saat berada di tempat asing, dia bisa menjadi sosok acuh. Namun tidak demikian dengan Josh, setiap sikapnya selalu positif dan ramah sehingga dia jauh dari masalah. Oleh karena itu, semua orang yang mengenal Josh sangat terkejut ketika mengetahui dia mengalami perampokan dengan luka tembak yang cukup mengerikan. Syukurlah Josh masih sempat dilarikan di rumah sakit.

Ketika operasi telah dilakukan dan Josh sudah dalam tahap pemulihan, teman-temannya menjenguk di ranjang rumah sakitnya. Beberapa orang menanyakan apa yang dirasakannya saat peluru itu bersarang di tubuh Josh dan saat-saat hidupnya bisa berakhir saat itu juga. Josh pun menceritakan dengan senang hati pengalaman buruknya ini, dengan riang.

Awalnya Josh merasa optimis, atau tepatnya meyakinkan dirinya sendiri dengan keras, bahwa dia akan tetap hidup dan luka ini bukan apa-apa. Namun ketika sampai di rumah sakit di mana para perawat dan dokter mengerubutinya, dia bisa mendengar ketegangan di suara dan wajah mereka. Ketakutan mulai menyerang rasa optimis Josh. Untung saja ketika perawat menanyakan apakah dia alergi sesuatu, Josh masih ingat untuk berdiam sejenak dan membuat pilihan, seperti yang biasa dia lakukan. Kemudian dia menjawab 'Ya', dan membiarkan para ahli medis yang menanganinya berhenti sejenak untuk mendengarkan apa alergi yang dimiliki Josh.

Secepat kilat Josh memutuskan untuk mencairkan ketegangan ini, maka dia pun menyahut "saya alergi bullet peluru itu!" dengan ekspresi menyenangkan yang masih bisa dia berikan. Meledaklah tawa di ruang medis itu, kemudian Josh melanjutkan, "saya alergi itu, maka cepatlah operasi dan ambil bullet itu karena saya masih ingin hidup". Bisakah Anda membayangkan jika Josh memilih untuk bersikap apatis atau malah sarkastis pada tim medis itu, mungkin operasinya akan mengalami kegagalan karena ketegangan saat operasi.

RENUNGAN :
Anda boleh tidak percaya, tapi begitulah adanya. Apa yang terjadi dalam hidup Anda sangat ditentukan oleh sikap Anda. Tepatnya adalah sikap yang Anda pilih.

Hidup adalah pilihan, tentu kita semua sudah tahu dengan kata-kata ini. Namun mungkin Anda tidak menyadari bahwa sampai bagian terkecil dari hidup, sebenarnya Anda bisa memilih. Bagian terkecil itu adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap segala hal yang datang pada Anda.

Orang diam-diam ditampar, tentu saja orang itu akan marah. Seseorang menumpahkan air jus ke atas iPad Anda dengan sengaja, sudah selayaknya Anda menuntut ganti rugi pada orang itu dengan menggamparnya, mungkin. Itulah reaksi umum seseorang. Tapi tidak ada yang mengharuskan Anda demikian bukan? Di sinilah reaksi harus dihadapkan pada kesadaran bahwa hidup adalah pilihan!

Coba perhatikan setiap reaksi kecil dalam hidup Anda, tunda dulu seper sekian detik untuk memutuskan sikap apa yang harus diambil. Membuat diri sendiri dan orang lain bahagia adalah pilihan Anda sendiri, so.. jangan biarkan orang lain memilihkannya untuk Anda.

KISAH AIR SUNGAI YANG KOTOR


Suatu kala, seorang pemuda sedang berkelana bersama dengan gurunya ke suatu tempat yang cukup jauh. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu berhari-hari. Karena mereka hanya berjalan kaki, mereka harus beristirahat jika sedang lelah atau mencari tempat menginap jika hari sudah menjelang malam.

Suatu hari, di tengah perjalanan, mereka berhenti untuk beristirahat dan melepas lelah. Mereka saat itu sedang berada di sebuah hutan. Sang guru meminta muridnya untuk mencari air minum.

Pemuda itu kemudian pergi. Setelah mencari ke sana kemari, akhirnya ia berhasil menemukan sebuah sungai yang airnya cukup jernih. Maka ia pun menuju ke sungai tersebut untuk mengambil air minum.

Tapi sayang, ternyata ada beberapa wanita yang sedang mencuci pakaian di sungai tersebut. Tentu saja air sungai tersebut menjadi kotor dan tidak bisa di minum. Dalam hati ia berkata, "Airnya begitu kotor. Bagaimana mungkin saya memberi air ini pada guru?" Pemuda itu pun bergegas kembali menemui gurunya.

Pemuda itu berkata, "Guru, sebenarnya saya sudah menemukan sungai. Sayang, airnya tidak bisa diambil. Ada orang yang mencuci di sana sehingga airnya menjadi kotor."

Gurunya memberitahu pemuda itu, "Oh, begitu ya. Coba tunggu sebentar dan kemudian pergi ke sana lagi."

Tanpa bertanya, pemuda itu menuruti perintah gurunya yang terkenal bijaksana. Setelah beberapa saat, ia kembali ke sungai tersebut. Setelah tiba, ia memang tidak melihat wanita-wanita yang tadi karena mungkin sudah selesai mencuci. Yang ada hanyalah sekumpulan anak-anak yang sedang mandi. Melihat hal ini, ia segera kembali menemui gurunya.

Ia berkata, "Guru. Tadi saya sudah kembali ke sungai itu. Tapi, anak-anak sedang mandi. Sudah pasti airnya tidak bisa diambil untuk minum. Bagaimana baiknya? Apakah kita melanjutkan perjalanan saja dan mencari air di tempat lain?"

Gurunya tersenyum dan menjawab, "Oh, begitu ya. Coba tunggu sebentar dan kemudian pergi ke sana lagi."

Pemuda itu bingung dan bertanya-tanya mengapa gurunya terus memintanya pergi ke sungai itu padahal jelas-jelas ia tidak akan bisa mendapatkan air untuk diminum.

Namun ia turuti juga apa kata gurunya dan setelah beberapa saat, ia kembali ke sungai tersebut.

Sesampainya di sana, ternyata di sungai itu sudah tidak ada orang. Anak-anak sudah selesai mandi. Ia mendekat ke tepi sungai dan melihat air sungai sudah menjadi jernih. Dengan senyum, ia minum air tersebut dan kemudian memasukkan air ke dalam tempat minum.

Pemuda itu segera kembali dan memberitahu gurunya. Ia berkata, "Guru, ternyata setelah saya kembali ke sungai itu, airnya sudah jernih. Jadi, kita bisa mendapat air minum."

Dengan senyum gurunya bertanya, "Airnya menjadi jernih karena air sungai senantiasa mengalir. Airnya mungkin saja kotor, tapi itu hanya sementara. Setelah beberapa saat air akan kembali jernih karena air terus mengalir. Air kotor mengalir jauh dan digantikan air jernih. Semua ini terjadi dengan sendirinya."

Gurunya melanjutkan, "Begitu juga dengan dirimu. Kamu bisa belajar dari air yang mengalir ini. Setiap kali kamu terganggu oleh banyak pikiran yang rumit penuh masalah, biarkan saja mengalir. Sabar dan beri waktu, maka pikiran tersebut akan hilang dan digantikan dengan pikiran yang lebih jernih. Ini akan terjadi dengan sendirinya."

Pemuda itu berkata, "Terima kasih guru telah memberi saya sebuah pelajaran yang amat berharga."

RENUNGAN : .
Sebagai manusia kita selalu tidak terlepas dari berbagai beban dan masalah. Kadang kala masalah yang sedang kita hadapi cukup rumit sehingga membuat pikiran kita seakan-akan mau 'meledak'.

Semakin dipikir, semakin rumit masalah tersebut. Kadang-kadang kita pasti mengalami hal seperti ini. Namun, pikiran yang kusut tidak akan banyak membantu, malah akan semakin memperumit keadaan. Pikiran yang tenang dan jernih akan membuat Anda lebih bijaksana dalam mengambil keputusan maupun solusi atas penyelesaian masalah tersebut.

Ketenangan pikiran tidak sulit diraih jika kita bersedia membiarkan pikiran kita yang sedang kusut untuk pergi menjauh. Relakan pikiran tersebut lenyap. Sama seperti air yang senantiasa mengalir, pikiran kita juga senantiasa mengalir.

Mungkin saat ini, pikiran kita sedang kacau dan tidak bisa berpikir jernih. Beri sedikit waktu untuk menenangkan diri. semua akan mengalir dengan sendirinya. Pikiran yang sedang kacau akan digantikan pikiran yang jernih.

Saat pikiran sudah jernih, mungkin akan timbul ide atau bahkan solusi yang sebelumnya tidak terbayangkan. Dengan munculnya ide atau solusi, masalah kita akan bisa diselesaikan dengan bijaksana.

Ketahuilah juga bahwa masalah selalu datang dan pergi silih berganti layaknya air yang senantiasa mengalir. Hari ini masalah datang, esoknya beres. Esoknya datang masalah baru dan esoknya beres. Semuanya mengalir. Jika pikiran Anda bisa mengalir bebas seperti air, maka seberat apa pun masalah yang muncul, tidak akan berarti apa-apa. Anda sudah tahu masalah akan mengalir jauh digantikan dengan datangnya solusi.

6 QUESTION FOR AWARENESS


Suatu hari seorang Guru berkumpul bersama dengan para muridnya. Guru itu mengajukan 6 pertanyaan pada mereka. Dengan penuh khidmad para muridpun mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh sang guru.

Sang guru mengawali sesi tanya jawab itu dengan sebuah pertanyaan yang cukup membuat mereka antusias. Sang gurupun memulai dengan pertanyaan Pertama
“Anak-anakku taukah kalian Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?”
Murid-muridnya ada yang menjawab…”orang tua”, “guru”, “teman”, dan “kerabatnya”. Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”. Sebab kematian adalah PASTI adanya. Kita tidak bisa lepas dari kematian ini barang sedetikpun. Karena kedatangnnya bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. Namun bukan ketakutan yang harus kita rasakan tapi yang harus menjadi fokus kita adalah bagaimana kita bisa mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk menghadapi datangnya kematian itu.

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua.
“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini ?”
Dengan tetap antusia beberapa murid ada yang menjawab…”negara Cina”, “bulan”, “matahari”, dan “bintang-bintang”. Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “masa lalu”. Siapapun kita, bagaimana pun kita, dan betapa kayanya kita, tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang. Jadikan masa lalu sebagai guru dan penasehat terbaik yang akan mengajarkan kita tentang hikmah2 kehidupan. Sehinggan kita tidak akan pernah mengulang kesalahan yang terjadi di masa lalu. Dan kita juga tidak perlu meratapi kesedihan yang terjadi pada masa lalu. Karena meratapi apa yang sudah terjadi tidak akan memperbaiki kondisi karena bagaimanapun yang sudah terjadi biarlah terjadi yang akan menjadi sejarah yang penuh dengan hikmah. Bekerja keraslah merangkai hidup yang penuh makna sebagai ladang amalan untuk hidup yang kekal nantinya.

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga.
“Apa yang paling besar di dunia ini ?”
Murid-muridnya ada yang menjawab…”gunung”, “bumi”, dan “matahari”. Semua jawaban itu benar kata Sang Guru. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”. Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya. Banyak manusia yang masuk ke lembah kenistaan karena tidak mampu menjadi pengendali hawa nafsunya buruknya. Segala cara dihalalkan, semua jalan dilegalkan untuk memuaskan kehausan syahwatnya. Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini,karena saat kita sudah ditunggangi oleh hawa nafsu ini maka tidak hanya sengsara di dunia tapi kita juga akan menderita di akhirat.Smoga kita dikumpulkan kedalam golongan hamba-hamba yang pandai mengendalikan hawa nafsu ini. Amin

Pertanyaan keempat adalah:
“Apa yang paling berat di dunia ini ?”
Di antara muridnya ada yang menjawab…”baja”, “besi”, dan “gajah”. “Semua jawaban hampir benar”, kata Sang Guru, tapi yang paling berat adalah “memegang amanah”. Jadi saat lihat sekarang ini begitu banyak manusia yang mengejar jabatan, sebenanya mereka sama saja dengan sedang mengejar amanah yang sangat besar dan pastinya akan dimintai pertanggungjawaban nantinya di akherat.

Pertanyaan yang kelima adalah:
“Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Ada yang menjawab “kapas”, “angin”, “debu”, dan “daun-daunan”. “Semua itu benar…”, kata Sang Guru, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan ibadah”.

Lalu pertanyaan keenam adalah:
“Apakah yang paling tajam di dunia ini ?”
Murid-muridnya menjawab dengan serentak… “PEDANG…!! !”. “(hampir) Benar…”, kata Sang Guru , tetapi yang paling tajam adalah “lidah manusia”. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri. Jadi mulai sekarang kita harus berusaha sekuat hati kita untuk menghindari dari berkata yang sia-sia apalagi yang bisa menyakiti saudara kita. BERKATA BAIK ATAU DIAM.

RENUNGAN :
Mari kita merenung sejenak..Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN…?
Sudahkah kita senantiasa belajar dari MASA LALU…?
dan tidak memperturutkan NAFSU ?
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun…
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita ?
Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. Sebelum nafas masih berhembus mari kita manfaatkan kesempatan yang Tuhan beri ini untuk melakukan yang terbaik. Smoga kita tidak tertipu oleh fatamorgana dunia yang melenakan. Amin

KISAH ANAK PENGEMIS BUTA

Written By Kim Regina on Rabu, 16 Juli 2014 | 21.14


Seorang anak buta duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.” Ada Seorang pria dewasa yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria kaya itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya, dan menuliskan beberapa kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria dewasa itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya. Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria dewasa itu kembali menemui si anak lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu, lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya. Pria itu menjawab, “Saya menulis, ‘Hari yang sangat indah, tetapi saya tidak bisa melihatnya.’ Saya hanya ingin mengutarakan betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.”

Pria itu melanjutkan kata kata motivasi nya, “Selain untuk menambah penghasilanmu, saya ingin memberi pemahaman bahwa ketika hidup memberimu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa masih ada 1000 alasan untuk tersenyum.“

3 THINGS IN LIFE (3 HAL DALAM HIDUP)


3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali:
1. Waktu
2. Perkataan
3. Kesempatan

WAKTU. Kita tak bisa memutar kembali waktu, tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti. Time is free but it’s priceless, u can’t own it but u can use it. U can’t keep it but u can spend it.

PERKATAAN. Kita tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting dari pada menariknya kembali dan mengucapkan maaf.
Kita tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis.Tapi kita bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima kasih dari pada keluhan atau komplain, dan lebih banyak nasihat positif dari pada sulutan amarah.

KESEMPATAN. Kita tak bisa mendapatkan kembali kesempatan yang sudah kita lewatkan. Tapi kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempatan lain datang dalam hidup kita dengan lebih memperhatikannya.

3 hal dalam hidup yang tak boleh hilang:
1. Kehormatan
2. Kejujuran
3. Harapan

Jika kita tidak memiliki uang, dan masih memiliki kehormatan, maka bersyukurlah karena kehormatan merupakan salah satu kekayaan yang masih berharga di mata orang lain.
Jika kita telah kehilangan kehormatan dan ingin memulihkannya, maka pergunakanlah kejujuran untuk meraih kehormatan kita kembali karena orang-orang yang jujur adalah orang-orang yang terhormat.
Jika kita telah kehilangan kehormatan karena ketidakjujuran kita, milikilah harapan bahwa suatu saat mereka akan mengerti alasan dibalik semuanya. Milikilah harapan bahwa kita bisa memperbaiki kehormatan meski dengan susah payah. Milikilah harapan bahwa meski banyak orang yang takkan lagi percaya karena kita pernah melakukan hal-hal yang tidak jujur, pada waktunya nanti, mereka akan melihat sendiri upaya kita.
Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

3 hal dalam hidup yang paling berharga:
1. Keluarga
2. Sahabat
3. Cinta

Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang anda miliki.
Kekayaan adalah apa yang masih anda miliki saat anda kehilangan semua uang anda.
Jika anda kehilangan semua uang anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki keluarga.
Jika anda kehilangan semua keluarga anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki sahabat.
Jika anda kehilangan semua keluarga anda dan tak ada satu pun sahabat, maka ingatlah bahwa anda masih memiliki cinta untuk mendapatkan mereka kembali, untuk mengenang masa-masa indah bersama mereka dan untuk menciptakan persahabatan yang baru dengan kehangatan kasih yang mampu anda berikan.
If love hurts, then love some more.
If love hurts some more, then love even more.
If love hurts even more, then love till its hurt no more.
Diberdayakan oleh Blogger.

My Link

Followers

Total Tayangan Laman

 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger