Home » » MenyelamatKan Putri Naga Bag.3

MenyelamatKan Putri Naga Bag.3

Written By Kim Regina on Selasa, 31 Januari 2012 | 02.39

Setelah pertempuran besar terjadi maka mereka berhasil memboyong Putri Naga kembali ke keluarganya dengan selamat.

Tak Harap Imbalan
Sebuah perjamuan besar digelar untuk merayakan kembalinya Putri dan sebagai ungkapan rasa terima kasih terhadap Liu yang telah berjasa dalam penyelamatan tersebut.

Kelak dimasa depan tulisan dalam surat tersebut dibuat menjadi sebuah lagu dan cerita yang terus di dengar dari waktu ke waktu.


Sang Putri terus berterima kasih kepada Liu atas budi jasanya, namun Liu hanya merasa gembira bisa membantunya dan tidak meminta imbalan apapun. Dalam mengenakan busana kerajaan, penampilan sang putri terlihat berbeda, kini tampak anggun dan cantik dengan memakai mahkota bunga di rambutnya.

Setelah meneguk minuman tiga putaran, Qiantang menawari Liu untuk menikah dengan kemenakannya. Dia katakan Putri Naga tentu tidak akan keberatan sebagai balas budi atas kebaikan Liu.

Seketika Liu terkejut keheranan dan menggoyang-goyangkan kepalanya. Saat dia mampu menguasai diri, ia berkata, “Tidak, tidak, nanti dunia akan mengira saya melakukan ini karena kecantikannya dan ada maksud lain. Sebagai seorang pria, sudah seharusnya siap menolong setiap orang yang membutuhkan.”

Masih dalam keadaan sedikit ling-lung, dia berkata, “Ada perkataan bahwa seorang ksatria tidak akan mengharap imbalan atas kebaikan yang dilakukannya. Dia melakukan itu bagi kebaikan orang yang membutuhkannya. Maafkanlah saya, saya tidak bisa menerima maksud baik Anda. Namun yakinlah, saya sangat mengagumi Putri.” Setelah mengatakan ini, Liu meninggalkan istana Raja Naga, layaknya seorang ksatria tanpa mengambil hadiah dan imbalan yang ditawarkan.

Pasangan Serasi
Sesampai di rumah, Liu menceritakan kepada ibunya semua peristiwa yang terjadi. Si Ibu menatapnya dengan perasaan takjub, dan berkata, “Ternyata Dewa benar-benar ada di dunia ini.” Ibunya merasa bangga terhadap tindakan Liu yang telah berbuat layaknya seorang ksatria.

Tak terasa waktu telah berlalu satu tahun. Ibu Liu menginginkan putranya untuk segera menikah dan berkata bahwa laki-laki dan perempuan bila telah beranjak dewasa sudah seharusnya menikah.

“Ibu telah memilihkan calon yang sesuai untukmu. Dia putri dari Keluarga Lu di Wilayah Jie-ang, tidak jauh dari sini. Keluarga baik-baik, dia juga telah dididik untuk menjadi istri yang baik, selain itu dia baik dan pintar, juga pekerja keras. Kamu akan menyukainya. Jadi segeralah pilih hari pernikahanmu.”

Pada malam pernikahannya, Liu hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Pengantin perempuan sangat mirip dengan putri ketiga Raja Naga Dong Ting. Kemudian Liu menceritakan kisahnya dan mengaku masih memikirkan sang putri. Namun demikian dia akan selalu menjadi seorang pria sejati, baik dalam perkataan maupun perbuatannya, dia berjanji akan selalu menghormati dan menghargai istrinya.

Mendengar pengakuan Liu, hati pengantin perempuan sangat tersentuh. Kemudian dia juga mengaku bahwa sebenarnya dia adalah putri ketiga Dong Ting. Selama ini dia tidak dapat melupakan kebaikan hati Liu. Sang putri sangat percaya pada perkataan orang dulu, bahwa seseorang yang menerima setetes air kebajikan, akan membalasnya dengan sumber mata air. Sebenarnya keluarga Putri telah lama memeras otak untuk mewujudkan impiannya.

Paman Qiantang Jun tinggal bersama putri di Wilayah Jieyang. Mereka telah menemukan cara untuk menyatukan sepasang kekasih ini, dan penyatuan ini nampak seolah-olah direstui Langit.

Petikan Moral
Kisah ini termasuk salah satu legenda yang paling disukai, dan dimasa lalu ditulis ulang dalam bentuk fiksi, drama dan film. Kebanyakan orang pernah mendengar kisah ini dan dapat menceritakannya.

Liu Yi menjadi contoh dari kebijakan tradisional Tiongkok yang mengatakan bahwa seorang ksatria tidak mengharapkan imbalan ketika memberikan bantuan ataupun manfaat pada orang lain. Perkataan ini telah menjadi panutan orang saat melakukan perbuatan baik.

Selain itu, kisah ini juga menceritakan bagaimana seseorang bersikap ketika memperoleh kebajikan dari orang lain: seseorang yang menerima setetes air kebajikan, akan membalasnya dengan sumber mata air.

Prinsip-prinsip ini adalah sederhana, prinsip moralitas yang universal, dan dengan kisah-kisah seperti ini, mereka tetap bersemayam di dalam benak setiap orang Tiongkok selama berabad-abad, namun kini telah diabaikan dan dilupakan. Sekarang di RRT ada perkataan umum, “Setiap orang seharusnya mawas diri. Jika tidak, Langit akan menghancurkan.”

Perkataan ini sungguh berbalikan dengan kebijakan kuno. Manusia telah kehilangan martabatnya yang membuat mereka menjadi seorang manusia. Betapa bahayanya ini bagi dunia! (Angela Wang)
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

14 September 2015 12.04

Syukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak
pernah terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya
adalah orang yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan
pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan
suatu saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada dukun
yang bisa menembus semua nomor yg namanya KI JONGGOL dan saya
meminta nomor KI JONGGOL pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya langsun menghubungi
KI JONGGOL dan alhamdulillah dgn senang hati KI JONGGOL ingin membantu saya asalkan saya
bisa memenuhi pendaftaran untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah
itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih banyak kepada KI JONGGOL berkat bantuan beliau,
sekaran saya sdh mau membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa mengunkapkan dengan kata kata,
bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi KI JONGGOL di No 0852-1654-8879 Atau KLIK DISINI KI JONGGOL memang para normal yg paling
terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya cuma bisa menguras uang orang,
jika ada yang memakai atau mengambil pesan ini tanpa ada nama KI JONGGOL dan nomor beliau itu cuma penipuan dan itu cuma palsu,,
ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya.

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger