Home » » KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (3)

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (3)

Written By Regina Kim on Jumat, 30 Agustus 2013 | 01.03


Sepatu yang murah dan Yong yang mahal

Ketika Raja Qi memerintah kerajaan, banyak terjadi praktik hukuman kejam. Untuk satu kejahatan kecil, seseorang dapat kehilangan kakinya. Yan Zi berusaha berkali-kali memohon kepada raja untuk menghapus cara brutal ini, namun tidak berhasil.

Suatu hari Raja Qi ingin menunjukkan perhatiannya terhadap tempat tinggal Yan Zi. Dia merasa bahwa rumah Yan Zi terlalu kecil dan bising, ia ingin memberikan Yan Zi tempat tinggal yang lebih besar.

Namun Yan Zi dengan sopan menolaknya, “Saya terikat dengan tempat ini, karena leluhur saya tinggal di sini sebelumnya. Kedua, rumah ini berada di dekat pasar, saya dapat dengan mudah memantau jalannya perdagangan. Selain itu, sangat mudah untuk membeli sesuatu.” Raja memuji Yan Zi dan bertanya, “Apakah Anda tahu barang apa yang murah dan apa yang mahal di pasar saat ini?”

Yan Zi menangkap sebuah peluang dan berkata, “Tentu saja, saya tahu. Harga sepatu orang normal sangat murah, dan harga Yong, sepatu untuk orang yang berkaki tunggal, sangat mahal.”

Raja Qi tidak memahami jawaban Yan Zi, “Mengapa begitu?”
“Karena begitu banyak orang yang melakukan kejahatan pada berbagai tingkat kejahatan, semuanya berakhir dengan kehilangan satu kaki, sepatu yang normal tidak lagi berharga bagi mereka. Yong lebih bermanfaat.”

Setelah mendengar itu, Raja Qi merasa sangat tidak nyaman dan kemudian memperingan hukuman.

Memutilasi seorang kriminal

Suatu ketika seseorang melakukan kesalahan terhadap Raja Qi, sehingga membuatnya jadi sangat murka dan memerintahkan pelanggar itu untuk diikat dan dimutilasi. Raja Qi bahkan mengumumkan siapa pun yang berani mencegahnya juga akan dibunuh.

Yan Zi datang ke tempat kejadian dan menjambak rambut pesakitan itu dengan satu tangan, dan tangan satunya lagi memegang sebilah pisau. Yan Zi mengenal baik bahwa leluhur kaisar pendiri kerajaan tidak pernah menggunakan cara keji untuk menghukum orang. Lalu Yan Zi mengangkat kepalanya dan bertanya pada Raja Qi, “Di zaman dulu, bagian tubuh mana yang dipotong lebih dahulu oleh para leluhur kaisar?”

Seketika itu Raja Qi segera bangkit dari duduknya dan berkata, “Lupakan, dan biarkan dia pergi. Ini kesalahan saya.”

RENUNGAN :
Bijaksanalah dalam mengambil tindakan.
Share this article :

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger