Latest Post

KISAH NYATA : PEMUDA KOMA DEMI GAYA RAMBUT

Written By Regina Kim on Jumat, 30 Agustus 2013 | 21.07


Hati orang tua mana yang tidak hancur melihat anak kesayangannya hanya bisa terbaring koma akibat kecelakaan.

Semoga hal ini tidak terjadi pada anak lain

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, pemuda tampan ini bernama Ryan Smith, 16 tahun. Dia tidak mau mendengarkan saran sang ayah untuk memakai helm, alasannya, agar gaya rambutnya tetap keren. Dalam perjalanan, motornya ditabrak sebuah mobil. Akibat kecelakaan parah tersebut, dokter mengatakan bahwa Ryan mengalami kerusakan otak. Sudah lebih dari lima minggu Ryan hanya terbaring di ranjang rumah sakit karena koma.

"Saya tidak ingin hal ini terjadi pada siapapun," ujar ayah Ryan, Mark Smith, 44 tahun. Keluarga Ryan tidak tahu kapan putra mereka akan sadar kembali dan sehat. Semua hanya bisa memasrahkan kehidupan Ryan pada alat-alat kedokteran yang terpasang pada tubuhnya. Semua ini bagai mimpi buruk.

Sulit memberi nasihat pada remaja

"Saya selalu memakai helm, saya selalu mengatakan pada Ryan untuk memakai helm. Tetapi dia sudah 16 tahun, gaya rambutnya sangat dia sukai, dia juga sering mengatakan kecelakaan itu tidak akan terjadi padaku," kenang Mark. "Dia sama seperti para pemuda, berpikir dirinya tidak akan terkalahkan. Tetapi secepat jentikan ajari, kehidupan bisa berubah," lanjutnya


Mark juga mengatakan dirinya sulit memberi nasihat pada anaknya yang sedang memasuki masa remaja. Hal ini tentu sangat menyakitkan, karena putranya adalah kebanggaannya, suka olahraga, cerdas, terkenal di sekolah dan selalu bersemangat. Mark dan istrinya, Julie, 46 tahun berharap agar orang tua lain lebih waspada, terutama perlindungan pada bahaya kecelakaan kendaraan.

Helm dapat melindungi nyawa Anda

Hollie Simpson, sahabat Ryan mengatakan bahwa Ryan adalah anak yang menyenangkan, dia selalu bangga pada rambutnya. Hollie menambahkan bahwa kecelakaan ini adalah pukulan, dan membuat teman-teman sebayanya lebih menyadari pentingnya penggunaan helm saat memakai sepeda motor.

"Ada bukti jelas bahwa memakai helm dapat mengurangi risiko kematian, melindungi tengkorak dan cedera otak," ujar Sally Robinson dari lembaga sosial yang menangani kerusakan otak.

Sementara itu penelitian dari Department for Transport menunjukkan bahwa helm dapat melindungi pemakai dari risiko kematian akibat kecelakaan sebanyak 10 hingga 16 persen.

RENUNGAN :
Semoga kejadian ini bisa jadi masukan para orang tua untuk selalu menjaga keselamatan anak dan remaja dengan memakai helm. Untuk para remaja, nyawa dan keselamatan Anda adalah yang utama, karena Anda adalah kebanggaan keluarga.

KISAH KELUHAN ANAK KEPADA AYAHNYA


Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”

” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”

” Nah, akhirnya kau mengerti”

” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda beragama yang kuat, yang tetap tabah dan sabar maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”

” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah ,aku akan tegar saat yang lain terlempar ”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

RENUNGAN :
Dear all…. terkadang kita terburu-buru ingin mencapai sesuatu dalam hidup ini, kita lupa akan adanya proses yang harus dilalui terlebih dahulu apa lagi dalam hal pencarian materi. kita hanya menginginkan yg instan tanpa melalui proses bekerja dan berusaha.

Hidup ini ibaratnya pendakian gunung, berjalan diatas batu yang terjal dan badai serta kabut untuk sampai ke puncak. setelah sampai kepuncak akan menikmati keindahan alam yang jarang kita temui…

KISAH KELUHAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG TIDAK BEKERJA


Seorang suami mengeluh karena merasa capek... capek dan capek.... dan ingin agar isterinya membantu mencari nafkah sebab selama ini menurutnya merasa isterinya "Tidak Bekerja"

Berikut tanya jawab antara seorang suami (J) dan Psikolog (T)..

T : Apakah pekerjaan Pak Bandi?
J : Saya bekerja sebagai akuntan di sebuah Bank.

T : Isteri Bapak ?
J : Dia tidak bekerja. Hanya ibu rumah tangga saja.

T : Tiap-tiap pagi siapa yang menyediakan sarapan?
J : Isteri saya yang menyediakan sebab dia tidak bekerja.

T : Jam berapa isteri bangun untuk sediakan sarapan ??
J : Jam 4 pagi dia bangun karena sebelum membuat sarapan dia beres-beres rumah dulu..

T : Anak-anak Pak Bandi ke sekolah bagaimana??
J : Isteri saya yang mengantar sebab dia tidak bekerja.

T : Selepas mengantar anak-anak, apa yang selanjutnya isteri Bapak lakukan ?
J : Pergi ke pasar, kemudian kembali ke rumah untuk memasak dan membereskan jemuran serta menyetrika. Lepas siang menjemput anak pulang sekolah dan membantu anak belajar pada sore hari.

T : Petang hari selepas Pak Bandi pulang ke rumah, apa yang Bapak lakukan?
J : Beristirahat, karena seharian saya capek bekerja.

T : Lalu apa yang istri bapak lakukan ?
J : Sediakan makanan, melayani anak, menyiapkan makan untuk saya dan membereskan sisa-sisa makanan dan bersih-bersih lalu lanjut menidurkan anak-anak.

RENUNGAN :Marilah kita cermati bersama, berdasarkan cerita di atas, anda rasa siapa yang lebih banyak bekerja???

Rutinitas seharian istri anda dimulai dari sebelum pagi sehingga lewat malam, itu juga dikatakan TIDAK BEKERJA??!!

Ibu Rumah Tangga memang bukan pekerjaan, tidak memerlukan segulung ijazah, sederet pangkat atau segunung jabatan yang besar, tetapi peranan IBU RUMAH TANGGA sangatlah penting!

Hargailah seorang isteri. Karena bagaimanapun pengorbanannya tidak terkira. Ini merupakan renungan untuk kita semua untuk senantiasa saling memahami dan menghargai peran masing-masing. Karena adanya rasa "SALING MENGHARGAI " maka semua akan bahagia.

KISAH NASIHAT DARI SEEKOR BERUANG


Pada suatu hari, ada dua orang anak muda yang sedang melakukan pengamatan bunga langka di hutan. Kedua anak muda itu sudah berteman sejak lama. Mereka adalah siswa tingkat atas di sebuah sekolah setempat.

Ketika mereka sedang asyik-asyiknya mengamati bunga-bunga nan indah, muncul seekor beruang dari balik semak-semak. Beruang tersebut terlihat seram dan ganas, ditambah lagi karena ukuran tubuhnya yang besar.

Seketika juga salah seorang dari mereka dengan cepat berlari dan langsung memanjat pohon, sebisa mungkin mencapai dahan tertinggi dan menyembunyikan diri di sela cabang-cabang pohon.

Sedangkan temannya yang masih dalam keadaan terkejut tidak bisa berlari dengan cepat dan tidak sempat lagi untuk memanjat pohon.

Ia sadar bahwa ia akan segera diserang beruang itu, ia pun menjatuhkan diri dan berbaring pasrah di tanah.

Beruang itu mulai mendekat dan mengendus-endus seluruh muka dan tubuhnya. Ia pun menahan napas dan berpura-pura mati.

Ajaib! Tak berapa lama, beruang itu pergi menjauhinya.

Setelah beruang itu pergi jauh, temannya yang bersembunyi di atas pohon segera turun dan merasa lega karena ia tidak terluka.

Kemudian ia mendekati temannya yang masih terlunglai lemas di tanah dan dengan sedikit bercanda ia bertanya kepada sang teman, "Apa sih yang dibisikkan beruang tadi kepadamu?"

Temannya itu menjawab, "Beruang itu membisikkan nasihat padaku, jangan berpergian dengan seorang teman yang suka meninggalkan temannya bila terjadi bahaya."

KISAH SPIRIT DARI PEKERJAAN YANG KECIL


Seorang lelaki tua sepanjang hari menyusuri rel kereta, tangannya selalu membawa sebuah kunci memeriksa satu persatu mur penyangga rel jika ditemukan mur yang kendor / mau lepas, dengan cekatan baut itu kembali dirapatkan sehingga tertanam dengan sempurna seperti sedia kala tidak pernah terlewatkan satu murpun.

seorang anak muda yang baru dikenalnya mencoba menemaninya sudah berapa lama kau lakukan pekerjaan ini pak tua ?'sejak usia 20 tahun pertama kali aku bekerja sebagai tenaga honorer di perusahaan Kereta Api Negeri ini anak muda' sahut pak tua sambil tersenyum.

Hah selama itukah bapak melakukan pekerjaan yang sama terus menerus, bapak tidak bosan . . ???'tidak anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini . . .sampai matipun aku akan tetap melakukan pekerjaan ini' disinilah hidupku !''pasti gaji bapak besar, sehingga bapak betah dengan pekerjaan ini' sang pemuda masih penasaran . .' gajiku hanya cukup untuk makan aku dan istriku di rumah' 'apakah bapak punya anak yang masih harus dibiayai hidupnya ?''anakku semua sudah menjadi orang sukses, sudah tidak memerlukan uangku, bahkan tidak jarang anakku yang memberi uang padaku . . .' sahut pak tua sambil tetap tersenyum.

'mestinya bapak tinggalkan pekerjaan ini, sudah waktunya beristirahat dirumah menikmati hari tua bersama istri' sang pemuda masih penasaran . . . 'bapak terlihat rapuh dan ringkih melakukan pekerjaan ini. . .'

lagi-lagi pak tua tersenyum 'anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini, tidak mungkin aku meninggalkannya' . . . .'tapi apa yang kau cari pak tua ??? anak sudah menjadi orang sukses, istri setia menunggu di rumah, gaji juga tidak seberapa, lihatlah tubuhmu yang sudah renta !!!'

'anak muda . . . rupanya kau masih belum mengerti juga kenapa aku begitu mencintai pekerjaan ini . . bukan uang yang kucari anak muda' pak tua semakin tersenyum lebar . . .'lalu apa yang kau cari ?? potong sang pemuda dengan cepat .

'Spirit anak muda . . semangat . ..lihatlah, berapa nyawa yang terselamatkan karena pekerjaanku ini . .! bayangkan . . .sehari aja kutinggalkan pekerjaan ini, kemudian ada mur penyangga rell yang lepas . .itu bisa membahayakan perjalanan kereta api, ingatlah satu penumpang di kereta api ini pasti memiliki beberapa orang yang mencintainya , , ... bayangkan lagi jika seandainya kereta api mengalami kecelakaan dan seluruh penumpangnya meninggal, akan ada beberapa ribu orang yang meratapi kepergian orang-orang yang dicintainya . Spirit itulah yang selalu menemaniku bekerja selama ini,

RENUNGAN:
Temukan spirit dalam setiap pekerjaanmu, maka kamu akan menikmatinya .

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (4 TAMAT)


Mengapa Yan Zi menolak hadiah dari raja?

Raja Qi Jing mengutus Yan Zi untuk mengatur wilayah Donge. Tak disangka, tiga tahun kemudian nama Yan Zi banyak dipergunjingkan orang diseluruh kerajaan.

Ketika Raja Qi mendengar reputasi miring mengenai Yan Zi, dia sangat tidak suka. Kemudian dia memangil Yan Zi ke istana dan menegurnya, “Saya mengira Anda sungguh cakap, dan seharusnya tidak ada masalah saat mengatur Donge. Itulah sebabnya mengapa saya mengutus Anda. Sekarang saya mendengar Donge sangat kacau. Anda pulang ke rumah dan pikirkan masalah ini. Saya akan memberi hukuman berat pada Anda.” Raja Qi hendak memecat Yan Zi.

Yan Zi menyadari dia telah mengecewakan hati raja, namun dia tidak mengatakan sebuah alasan pun, hanya meminta maaf. “Saya tahu kesalahan saya, Yang Mulia. Mohon berikan saya satu kali lagi kesempatan. Tiga tahun dari sekarang, reputasi bagus saya akan menyebar ke seluruh negeri. Jika saya gagal, saya akan membayarnya dengan nyawa saya.”

Ketika Raja Qi mendengarnya, ia merasa tidak ada salahnya memberikan Yan Zi satu kali kesempatan. Akhirnya, Yan Zi kembali ke Donge.

Tiga tahun kemudian, seperti yang diperkirakan Yan Zi, semua orang memujinya. Ketika Yan Zi menghadap raja dengan membawa setumpuk upeti, Raja Qi sangat bergembira. Secara pribadi dia menyambut dan mengucapkan selamat pada Yan Zi atas keberhasilannya.

Raja Qi memuji kecakapan Yan Zi. Ketika Raja Qi ingin memberikan hadiah padanya, Yan Zi menolak dengan halus.

Raja Qi sangat terkejut dan bertanya alasannya. Yan Zi berkata, “Tiga tahun pertama saya bertugas di Donge, saya memperluas perdagangan dan membangun jalan. Saya sangat ketat mematuhi aturan dan memerangi pencurian, sehingga para penjahat tidak menyukai saya. Saya bekerja keras dan hidup hemat, sehingga orang-orang malas tidak menyukai saya. Saya cukup adil melihat masalah sehingga banyak bangsawan tidak menyukainya, begitu juga para orang kaya dan penguasa. Saya tidak mencoba menyenangkan hati setiap orang yang ada disekitar saya, sehingga membuat orang-orang ini juga tidak menyukai saya. Ketika saya bertransaksi dengan pejabat tinggi, saya mengikuti aturan yang berlaku, sehingga banyak pejabat yang tidak menyukai saya.”

“Sebagai hasilnya, para penjahat, orang malas dan bangsawan tidak menyukai saya. Mereka merusak reputasi saya diluar istana. Orang-orang yang bekerja dengan saya, juga para penguasa, merusak reputasi saya di istana. Jadi, setelah tiga tahun saya menjadi sangat terkenal dengan reputasi buruk di dalam istana, dan bahkan Yang Mulia telah mengetahuinya. Oleh karena itu saya mengubah cara lama saya.”

“Saya lebih berhati-hati mengaturnya. Saya tidak lagi membangun jalan dan mendorong perdagangan. Saya tidak lagi memberikan penghargaan kepada orang atas usaha keras dan hidup sederhananya. Saya berhenti menghukum pencuri ataupun pelaku kesalahan. Ketika melihat permasalahan, saya menghormati pendapat penguasa dan orang kaya. Kemudian para penjahat, pencuri dan bangsawan semuanya gembira, mereka memuji saya. Orang yang bekerja dengan saya pun juga gembira karena saya mengabulkan keinginan mereka dan menerima suap. Saya memungut pajak lebih banyak dan menyanjung orang-orang di sekitar Anda.”

“Sekarang setiap orang memuji prestasi saya.”
“Dulu, saya berusaha semaksimal mungkin membantu orang miskin, sehingga tidak satu pun yang kelaparan. Sekarang, orang berkuasa di Donge memiliki banyak simpanan, dan lebih banyak rakyat kecil kelaparan. Apa yang saya lakukan pada tiga tahun pertama lah yang seharusnya di beri penghargaan, akan tetapi Yang Mulia malah tidak berkenan dan ingin menjatuhkan hukuman berat pada saya. Sekarang saya telah berbuat kejahatan pada negara ini, namun Yang Mulia malah menerimanya secara khusus dan memujinya. Saya hanya terlalu lambat untuk menyadari seluruh masalah ini. Saya ingin meninggalkan posisi saya dan membiarkan seseorang yang lebih berbakat menjabatnya. Jadi bagaimana bisa saya menerima hadiah dari Yang Mulia!”
Kemudian Yan Zi dengan hormat berpamitan pada raja, dan bersiap-siap untuk pergi.

Raja Qi tersadar dan segera berdiri, “Tolong Anda lakukan yang terbaik untuk Donge. Itu hak Anda. Saya tidak akan pernah ikut campur tangan lagi.”

Raja Qi kemudian menyadari bagaimana bijaknya Yan Zi, dan kemudian mengangkatnya sebagai perdana menteri.

RENUNGAN :
Disini dapat kita lihat ketika Yan Zi melakukan pekerjaannya dengan baik dia malah ditegur. Yan Zi berada dalam masalah besar, namun dia tidak mengemukakan satu alasan pun. Dia hanya dengan tenang mundur dan mengakui kesalahannya. Kemudian dia berbalik dan menggunakan metode yang berbeda untuk memecahkan kesalah pahaman dan membantu raja memahami dari perspektif lain.

Penolakan Yan Zi untuk mengikuti arus dan ketulusannya dalam melayani sangat menggerakkan hati orang. Kebijakannya, bakat kecakapannya serta kesetiaannya sungguh mengagumkan!
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger