Latest Post

~5 MENIT BERSAMA BIDADARIKU~

Written By Regina Kim on Senin, 01 Agustus 2011 | 22.28

Mau nikah ? ntar dulu, siapa calonnya ? cantik gak ? gantengnya seperti siapa ? udah kerja belum ? anaknya orang kaya ya ? tinggi badannya setara gak ? bodinya gimana ? umurnya sudah tua ya ? sudah sarjana ?

SahabatQ pertanyaan-pertanyaan yang sangat fisikal dan duniawi sekali ini sering menghantui para gadis dan pemuda masuk ke jenjang pernikahan yang sangat dianjurkan untuk disegerakan pelaksanaannya ketika nafsu sudah bergolak tak terkendali.

Mereka lebih senang melampiaskan nafsunya dengan permainan-permainan yang dibuat oleh Setan yang sekilas begitu indahnya namun akan berujung kepada kehinaan dan kesengsaraan yang berlarut-larut dalam hidupnya. Dan jadilah ia Pengikut Setan yang sebenar-benarnya, na’udzubillahi min dzalik
(gk ngerti artinya ^_^)

Jarang sekali para gadis atau pemuda atau bahkan orang tua yang mempertanyakan kepada calon pasangan, bagaimana baca Qur’annya ? Sholat 5 waktunya tepat waktu ? suka Sholat lail ? suka Puasa Sunnah ? Akhlahnya bagaimana ? Belajar Agamanya dimana ?
Namanya Aini. begitu saya biasa memanggilnya. Salah satu "adik" terbaik yang pernah saya miliki, yang pernah saya temui dan alhamdulillah Allah pertemukan saya dengannya.

Seharusnya 20 Nopember nanti genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya, banyak contoh yang bisa saya ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa dalam meretas jalan dakwah . Seorang Penggerak dakwah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki prasangka baik yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah saya terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.

Ketika beberapa gadis lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang pernikahan, maka Aini ,Allah taqdirkan harus terus meretas kesabaran. Beberapa kali saya berikhtiar membantunya menemukan pemuda shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang pemuda begitu " lemahnya " hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika masalah fisik, suku, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang pemuda mengundurkan diri , Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes " kenapa pemuda sekarang seperti ini ?

Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya. Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.

Hingga, akhirnya seorang pemuda shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna "Alhamdulillah..jazakillah saya sudah membantu...mohon doa agar diridhai Allah "

Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta’arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal pemuda shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 8 tahun lebih muda dari usianya.

Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang pemuda menyelesaikan studi di negeri Mesir.

Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..

2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai Aini mengisi sebuah kajian , motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer didepannya. Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa itu, Rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga Aini juga sang pemuda pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdoa agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Ya Rabb...sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang pemuda pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga Aini.

" Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Agamanya ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah..."

Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?

Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang pemuda.

Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga Aini. Dan baru kali itulah saya melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.

Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat...pernikahan yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan.

Tepat setelah ijab kabul terucap...sang pemuda pun mencium kening Aini serta membacakan doa diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala Aini. Lirih, kami pun masih mendengar Aini berucap, " Tolong Ikhlaskan saya....."

Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.

Sang Pemuda telah menjemput seorang bidadari... sebuah karunia indah dan janji yang telah Allah berikan padanya...

Dan sang pemuda pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya...

" ..SAYA TELAH MENIKAHI SEORANG BIDADARI.. NIKMAT MANA LAGI YANG HARUS SAYA DUSTAKAN..."

Begitulah sang pemuda shalih mengutip ayat Ar RahmanNya...

Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan...

Selamat jalan adikku sayang ...engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan seorang pemuda pun didunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para pemuda shalih yang berkhidmat di jalan dakwah dengan ikhlas, tawadhu dan siap berjihad dijalanNya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada...."

Selamat jalan Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya....Semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surgaNya...amiin)

~Terlalu berlebihan berharap~

Terlalu berlebihan berharap untuk hidup tanpa rasa sakit,Adalah salah berharap untuk hidup tanpa rasa sakit,Karena rasa sakit adalah pertahanan tubuh kita.
Tak peduli seberapa tak sukanya kita,Dan tak ada yang suka rasa sakit,Rasa sakit itu penting,Dan kepada rasa sakitlah kita harus berterima kasih.
Bagaimana lagi kita bisa tahu,Untuk menarik tangan kita dari api?
Jari kita dari belati?
Kaki kita dari duri?
Jadi rasa sakit itu penting Dan kepada rasa sakitlah kita harus berterima kasih.
Namun, Ada sejenis rasa sakit yang tak ada gunanya,
itulah rasa sakit kronis, Itulah pasukan elite rasa sakit yang bukan untuk pertahanan,Itu adalah kekuatan yang menyerang.
Penyerang dari dalam, Penghancur kebahagiaan pribadi, Penyerang ganas bagi kemampuan pribadi, Penyerbu tak kenal ialah bagi kedamaian pribadi,
Dan, pelecehan berkelanjutan bagi hidup!
Rasa sakit kronis adalah aral rintang terberat bagi pikiran.
Kadang rasa sakit itu nyaris mustahil untuk dilampaui, Namun, kita harus tetap mencoba,Dan mencoba,Dan mencoba, Sebab jika tidak, ia akan menghancurkan kita.
Dan Dari pertempuran itu akan rnuncul hal-hal yang baik, Kepuasan penaklukan rasa sakit. Pencapaian kebahagiaan dan kedamaian, Pada kehidupan sekalipun darinya.
Ini sungguhlah suatu pencapaian, Pencapaian yang sangat istimewa, sangat pribadi,
Rasa akan kekuatan, Kekuatan batiniah, Yang harus dialami untuk bisa dipahami.
Jadi, kita semua harus menerima rasa sakit, Sekali pun rasa sakit yang merusak.
Karena itu bagian dari segala sesuatu, Dan pikiran dapat mengatasinya, Dan pikiran akan menjadi lebih kuat dalam mengalaminya.

~ Jonathan Wilson Fuller~

‎~MENGENAL ” CARA MEREDAM AMARAH PASANGAN BERDASARKAN ZODIAK”.~

Memiliki pasangan yang mudah marah dan tersinggung memang bisa membuat anda kesal sekali. Hal sepele terkadang bisa menjadi pemicu pertengkaran. Tapi jika sudah cinta, pasti anda yang harus mengalah. Untuk menghindari terjadinya pertengkaran mungkin anda bisa mempelajari beberapa pemicu amarah pasangan anda berdasarkan zodiaknya.

1. Aries.

Biasanya perasaannya peka dan mudah sekali tersinggung, harga dirinya mudah sekali terluka sehingga dia perlu sering dipuji. Caranya mengambil keputusan, menyelesaikan masalah atau hanya pujian kecil soal penampilannya.

2. Taurus.

Orang dengan zodiaknya suka sekali ‘menimbun’ barang-barang lama yang menurutnya memiliki kenangan. Hal itu berarti dia juga senang dengan masa lalunya. Usahakan jangan menunjukkan rasa tidak suka dengan cerita-cerita masa lalu yang keluar dari mulutnya karena akan menyulut amarahnya.

3. Gemini.

Anda harus berhati-hati dengan pemilik zodiak ini karena mudah sekali marah dan suka meledak-ledak, apalagi jika dia dalam kondisi yang lelah. Gemini juga mudah sekali bosan, jadi hati-hati saja jika anda memiliki pasangan berzodiak ini. Dia selalu menuntut kesempurnaan dari pasangannya dan kurang bisa menerima kesalahan yang dilakukan oleh pasangannya.

4. Cancer.

Pemilik zodiak ini terkenal dengan sikapnya yang lembut. Selalu perhatian dan suka menyenangkan pasangannya. Tetapi sayang, sikapnya yang overprotective terkadang membuat anda sebal dan menjadi pemicu pertengkaran. Jadi sebaiknya, sebelum dia menanyakan sesuatu sebaiknya anda coba untuk bercerita terlebih dahulu.

5. Virgo.

Jika pasangan anda berbintang ini maka dia sangat bennci dengan orang yang tidak tepat waktu. Dia sangat menyenangi kebersihan dan selalu dalam kondisi siaga. Bila anda tahu apa yang menjadi kelemahannya maka akan sangat membantu anda untuk menghindari pertengkaran dengan pasangan anda.

6. Libra.

Pasangan anda berbintang Libra maka selalu cenderung mengharapkan bahwa pasangannya bisa menyelesaikan masalah sesuai dengan caranya. Tapi Libra sangat suka sekali mendengarkan pendapat yang keluar dari mulut pasangannya. Libra sangat jujur dan berperasaan lembut sehingga dia sangat tidak bisa memaafkan orang yang telah membohonginya.

7. Scorpio.

Hidup bersama Scorpio memang tidak akan pernah membosankan karena dia adalah orang yang menyenangkan. Intuisinya selalu akurat sehingga dia selalu benar dan jarang meleset jika memprediksi suatu masalah. Dia sangat kesal jika pasangannya ‘tulalit’ dan tidak bisa memahami apa yang dia inginkan.

8. Sagitarius.

Dia paling tidak suka jika pasangannya tidak bisa menerima dia apa adanya. Apalagi jika pasangannya terlalu banyak mengatur. Agar anda bisa lebih dekat dengan pemilik bintang ini sebaiknya anda mengalah dahulu dan mengikuti apa maunya. Setelah itu baru anda bisa mengatur strategi untuk menaklukkan hatinya.

9. Capricorn.

Egonya lumayan tinggi, satu-satu cara agar bisa jalan dengan pemilik bintang ini adalah mengalah dan mengikuti apa maunya. Soal kegigihan dan pengorbanan pada pasangan, pemilik bintang ini patut diacungi jempol.

10. Aquarius.

Pemilik bintang ini bisa dijadikan sahabat seumur hidup anda. Karena dia bisa meluangkan banyak waktu buatnya adalah nilai plus untuk anda. Tetapi sayangnya, pemilik bintang ini suka membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain. Hal yang membuat dia marah adalah saat anda membanding-bandingkan dia dengan orang lain. Jadi anda harus lebih bersabar dalam menghadapi pasangan anda.

11. Pisces.

Sifatnya yang terus menerus murah hati kadang termotivasi oleh harapannya sendiri bahwa orang lain akan melakukan hal yang sama untuknya. Dia paling enggan jika pasangannya selalu menurut dengan pendapat atau dengan apa yang dikatakannya. Benar atau tidak hanya anda yang mengetahuinya.

~Jika~

Jika dunia ini segalanya Tuhan yang menentukan....

jika dunia ini segalanya Tuhan yg menentukan
mungkin aku sebagai manusia
tidak perlu lelah merencanakan ini semua

biarpun direncanakan ataupun tidak direncanakan
semuanya dari awal sudah ditentukan

jika kebahagian dan penderitaan merupakan suatu kehendak
aku tidak akan perlu mencari lg dimana sumber kebahagiaan
yg bisa kuperoleh di dunia ini utk mengakhiri penderitaan
karena iman yg buta...

manusia tidak mau menerima suatu bukti kebenaran
maka selamanya dia akan terbelenggu oleh kebodohannya sendiri...

bila ia hanya percaya apa yg ia dengar dan ia baca
siang dan malam aku merenung
kenapa aku ada di dunia ini..

semuanya hanya menjawab karena aku adalah ciptaan Tuhan.
jika manusia adalah ciptaanya

kenapa begitu byk belenggu penderitaan, kemiskinan, dan kebodohan...
aku bertanya tanya tapi tidak menemukan jawaban itu..

semua hanya bisa menjawab itulah cobaan....
atas dasar apa tuhan menguji dan mencobai manusia ?

apa karena ketidak tahuan tuhan itu.
waktu berlalu berkalpa-kalpa
dan saat ini aku menemukan jawabannya...

jika bukan karena AjaranNya
mungkin aku disini akan duduk pasrah menerima semua kehendak
tanpa perlu mencari penyebabnya
baik kebahagiaan ataupun penderitaan

jika itu adalah kehendak....
mungkin manusia yg terlahir sengsara
dikarenakan segala penderitaan
akan berkata Tuhan adalah sumber malapetaka bagi mereka
karena sabda Nya ada sekarang
membuat pikiran ini terbuka untuk melangkah
dihari depan yg lebih baik

terima kasih AjaranMu BBU

~TIGA PERTANYAAN~

Leo Tolstoy menceritakan sebuah kisah indah tentang seorang raja yang ingin mengetahui jawaban atas 3 pertanyaan: Kapan waktu yang tepat untuk melakukan segala hal? Siapa yang terpenting? Dan apa hal terpenting yang harus dilakukan? Raja menjanjikan hadiah besar bagi mereka yang berhasil menjawab ketiga pertanyaan tersebut dengan tepat.

Untuk pertanyaan pertama, ada yang menasehatkan raja untuk membuat jadwal kerja dan berkonsentrasi. Yang lain menganjurkan supaya raja tidak membuang-buang waktu.

Ada yang menganjurkan raja untuk mengangkat penasehat-penasihat yang bijak. Yang berikutnya menganjurkan supaya raja memakai juru ramal saja karena lebih cepat daripada mencari dan merekrut orang bijaksana.

Pertanyaan kedua, seseorang berkata bahwa raja perlu mempercayai pegawai-pegawainya, pendeta, dan ahli-ahli perang.

Pertanyaan ketiga, ada yang mengatakan ilmu pengetahuan, ada yang mengatakan agama atau ilmu kemiliteran.

Raja tidak puas dengan semua jawaban yang ada. Akhirnya ia memutuskan untuk mengunjungi seorang pertapa bijaksana yang hidup di puncak gunung.
Raja kemudian menyamar menjadi seorang rakyat jelata dan pergi mengunjungi orang tersebut. Sampai di puncak gunung, ia mendapati sang pertapa sedang menggali beberapa lubang di kebunnya. Ketika raja menanyakan ketiga pertanyaannya, si pertapa hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk pundak sang raja dan meneruskan pekerjaannya.
Raja berkata, "Anda kelihatannya lelah mari saya bantu menggali."
Pertapa itu mengucapkan terima kasih, dan memberikan sekopnya kepada raja. Ia duduk di bawah pohon untuk beristirahat.Ketika raja telah menyelesaikan 2 lubang, kembali ia menanyakan 3 pertanyaannya kepada si pertapa. Pertapa itu tidak menjawabnya, malahan ia mengatakan hal lainnya,
"Kenapa Anda tidak beristirahat dulu? Biarkan saya meneruskan pekerjaan itu lagi."
Tetapi raja meneruskan pekerjaannya. Satu,dua jam pun berlalu.
Akhirnya Matahari terbenam. Raja meletakkan sekop dan duduk di samping Si Pertapa. Raja menanyakan kembali pertanyaannya.Tiba-tiba seorang laki-laki lari mendekati mereka dari dalam hutan.
Ia meletakkan tangannya di perutnya yang terluka. Laki-laki itu pingsan di tanah. Seluruh tubuhnya berlumuran darah. Tak tahan melihatnya, raja membuka pakaian laki-laki itu dan membersihkan lukanya.

Saat siuman, raja memberi ia minum. Berdua bersama Si Pertapa, ia menggendong laki-laki itu ke pondok karena hari mulai gelap. Raja merasa kelelahan, dan jatuh tertidur.

Keesokan paginya, ketika raja membuka mata, laki-laki itu telah siuman. Ketika melihat raja, laki-laki itu berbisik, "Maafkan saya."
"Mengapa saya harus memaafkanmu?" tanya raja.
"Saya adalah musuh Anda, saya datang untuk membunuh Anda. Tetapi saya bertemu pengawal-pengawal istana, Mereka melukai saya. Untung saya bisa melarikan diri. Kalau saja Anda tidak menolong saya, pasti saat ini saya sudah mati. Anda telah menyelamatkan saya! Saya merasa malu dan saya ingin berterima kasih atas kebaikan Anda. Saya bersumpah, saya, anak dan cucu saya akan mengabdi kepada Anda.? Maafkan saya."
Raja merasa sangat bersukacita karena begitu mudah ia didamaikan dengan musuhnya. Sebelum pulang, raja menemui Pertapa untuk berpamitan. Pertapa itu berkata,
"Pertanyaan-pertanyaan Anda telah terjawab."
Ketika Pertapa melihat raja kebingungan, ia segera melanjutkan pernyataannya.
"Kemarin seandainya Anda tidak merasa kasihan kepada saya dan menolong saya di kebun, maka Anda sudah terbunuh di hutan. Maka Anda pasti akan menyesal mengapa tidak tinggal saja di sini.
Jadi waktu yang tepat adalah saat Anda menggali lubang, orang yang terpenting adalah saya dan pekerjaan yang terpenting adalah menolong saya.
Kemudian saat laki-laki itu datang, waktu yang terpenting adalah saat Anda mengobati lukanya, karena bila tidak Anda lakukan ia akan mati dan Anda akan kehilangan kesempatan berdamai dengannya.

Demikian juga, ia adalah orang yang terpenting. Sedangkan hal yang terpenting adalah mengobati lukanya.
"Ingatlah bahwa waktu yang terpenting itu cuma satu dan waktu itu adalah "Sekarang". "Sekarang" adalah satu-satunya waktu yang ada di tangan kita.
Orang yang terpenting selalu adalah orang yang ada di sisi kita, di depan kita karena siapa yang tahu hubungan apa yang akan kita miliki dengannya di masa yang akan datang.
Pekerjaan yang terpenting adalah membuat orang itu bahagia.


~CARA MEREDAKAN PASANGAN YANG SEDANG MARAH~

Melihat pasangan Marah2 rasanya emang bikin Sumpek...Jangankan masih Pacaran ,Terkadang Pasangan suami Istripun pun tidak luput dari saling marah..
Ya,biarpun kita dengan pasangan kita merasa cocok ataupun banyak kesamaan ,tapi ingat tidak ada mahluk tuhan yang sama ,pasti selalu ada Perbedaan ,entah beda pendapat ataupun pemikiran .sehingga bisa memicu timbulnya kesalah pahaman.

Mungkin Ketika PAcaran,melihat Pacar MArah akan terlihat lain ,mungkin tambah cantik ataupun ganteng (entah itu gombal atau beneran hehe)..MArah adalah sedikit bumbu dalam pacaran...mungkin itu dulu .
tapi sekarang ketika kita sudah menikah ,RAsa marah Pasangan Bisa membuat keharmonisan rumah tangga akan terganggu apalagi kalo itu sering terjadi.
lalu apa yang perlu anda lakukan...

ini ada beberapa cara Untuk meredakan kemarahan pasangan kita ,agar keharmonisan serta kebaikan di rumah tetap terjaga.

1. Memaklumi

Pasangan Anda bukan malaikat, dia adalah manusia, dia tidak mungkin lepas dari sisi-sisi kemanusiaan, suka dan benci, rela dan marah pasti terjadi padanya, wajar kalau pasangan Anda marah, tentu ada penyebabnya, maklumi dan terimalah, tidak perlu berpikir negatif atau terlalu memikirkannya sehingga menambah beban berat Anda, tetapi jangan pula dianggap angin lalu karena bisa jadi angin lalu tersebut berubah besar sehingga menjadi angin ribut. Jadi sikapi dengan wajar dan proporsional.

2. Menenangkan

Marah adalah api, dan kita mengetahui bahwa api akan menyambar apa yang mungkin terbakar. Api tidak akan menyambar air. Kemarahan pasangan akan meninggi jika Anda memposisikan diri sebagai sesuatu yang mungkin disambar api, kalau Anda memposisikan diri ibarat air, maka itu akan meredakan kemarahan pasangan. Dari sini jika pasangan Anda marah maka bersikaplah tenang, tidak perlu terpancing emosi dan ikut-ikutan marah karena hal itu ibarat mengipasi bara api atau menyiramkan bensin ke dalam api. Di samping Anda mesti bersikap tenang, Anda juga sebaiknya diam, biarkan pasangan Anda ngedumel dan nerocos menumpahkan kekesalannya, tampung saja ibarat Anda adalah ember baginya, tidak perlu menimpali atau membantah karena orang marah akan bertambahn marah jika dia dibantah atau disangkal.

jadi bisa dikatakan Posisikan diri anda sebagai air ataupun es yang bisa memadamkan api .

3. Melakukan

Melakukan sesuatu yang positif untuk meredakan kemarahan pasangan. Memeluknya dan mendekapnya sambil membisikkan kalimat-kalimat manis dan kata-kata indah adalah langkah mujarab, lebih-lebih jika Anda melakukan dengan tulus dan dengan penuh perasaan, dijamin pasangan Anda akan normal kembali. Atau Anda juga bisa membuatkan sesuatu makanan atau minuman cepat saji kesukaannya. Buatkan segelas susu atau teh manis untuk meredakan kemarahannya.

4. Menghindari

Kemarahan pasangan biasanya terjadi karena suatu sebab, ada sesuatu pada diri Anda yang menurutnya keliru dan tidak sejalan dengan keinginannya. Cari tahu apa itu dan setelah itu hindari agar kemarahan pasangan tidak terulang. Bukankah pengobatan terbaik adalah pencegahan? Bukankah untuk menghilangkan asap Anda mesti memadamkan api? Ini tentu menuntut Anda menyediakan kondisi yang menyenangkan bagi pasangan. Dengan kondisi yang demikian maka pasangan akan merasa nyaman, bukankah kemarahan seseorang dipicu oleh ketidaknyamanan?


5. Membicarakan

Saya mengetahui walaupun pasangan Anda marah kepada Anda tidak secara otomatis dia berada di pihak yang benar dan Andalah di pihak yang salah, belum tentu demikian karena pada umumnya kemarahan rumah tangga terjadi hanya karena kesalahpamahan dalam menyikapi dan memandang. Oleh karena itu Anda merasa perlu berbicara kepada pasangan untuk mendudukkan persoalan di tempat yang proporsoinal. Saya setuju dengan Anda, membicarakan dengan pasangan Anda akan tetapi ada baiknya bila Anda bersabar sejenak menunggu amarahnya meredah, pada saat itulah Anda boleh berbicara. Jelaskan masalahnya dengan bahasa yang baik, halus, tidak menggurui, tidak menyudutkan dan tidak mengungkit kemarahan yang baru mereda, insya Allah dengan cara ini pasangan bisa menyadari dan menerima pikiran-pikiran Anda. Jika perlu sampaikan keutamaan menahan amarah dari sisi agama mudah-mudahan dia mengambil pelajaran.

6. Muhasabah

Muhasabah adalah melihat diri, siapa tahu pasangan marah kepada Anda karena memang Andalah yang salah, supaya tidak terulang maka perbaiki, kalaupun bukan Anda yang salah muhasabah tetaplah berguna karena ia berarti belajar dari peristiwa untuk bekal menghadapi peristiwa yang mungkin terjadi .

Kalau ada yang kurang silahkan tambahkan di KOment....

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger