Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah-Kisah Kebijaksanaan China Klasik. Tampilkan semua postingan
22.48
Xia Tong hidup pada zaman Dinasti Jin. Ia berbakat dalam berbagai bidang, termasuk menjadi seorang pembicara yang fasih. Suatu ketika ia berada di ibukota untuk melakukan beberapa bisnis, seorang pejabat militer berpangkat tinggi bernama Jia Chong mendengar reputasi Xia Tong dan bermaksud mengunjunginya.
Jia Chong tidak hanya mengagumi Xia Tong tetapi juga ingin menang darinya demi memperkuat kekuasaannya.
Xia Tong tidak mementingkan keuntungan dan ketenaran, tidak suka bertarung demi kekuasaan, dan tidak berkeinginan untuk ditunjuk menjadi seorang pejabat. Ketika Jia Chong datang mengunjunginya, ia sudah mengetahui bahwa Jia Chong akan mencoba meyakinkannya. Xia Tong menolak dengan halus. Namun, Jia Chong tidak menyerah dan mencoba merayunya dengan cara lain.
Tubuh Kayu dan Hati Batu
Written By Regina Kim on Senin, 04 Juni 2012 | 22.48
Xia Tong hidup pada zaman Dinasti Jin. Ia berbakat dalam berbagai bidang, termasuk menjadi seorang pembicara yang fasih. Suatu ketika ia berada di ibukota untuk melakukan beberapa bisnis, seorang pejabat militer berpangkat tinggi bernama Jia Chong mendengar reputasi Xia Tong dan bermaksud mengunjunginya.Jia Chong tidak hanya mengagumi Xia Tong tetapi juga ingin menang darinya demi memperkuat kekuasaannya.
Xia Tong tidak mementingkan keuntungan dan ketenaran, tidak suka bertarung demi kekuasaan, dan tidak berkeinginan untuk ditunjuk menjadi seorang pejabat. Ketika Jia Chong datang mengunjunginya, ia sudah mengetahui bahwa Jia Chong akan mencoba meyakinkannya. Xia Tong menolak dengan halus. Namun, Jia Chong tidak menyerah dan mencoba merayunya dengan cara lain.
01.01
Menghukum Tanpa Kekerasan
Written By Regina Kim on Kamis, 31 Mei 2012 | 01.01
Alkisah di negeri tiongkok kuno, tinggallah seorang ayah yang sangat bijaksana, beserta anak lelakinya disuatu desa yang damai. Sang ayah sangat menyayangi anak lelaki, namun dalam mendidik anaknya sang ayah tidak pernah memarahinya ataupun menggunakan kekerasan.
Pada suatu hari, sang ayah mengajak sang anak ke kota untuk membeli kuda. Mereka pun menumpang kereta kuda dari desa ke kota, karena jarak antar desa ke kota sangat jauh, tanpa merasa lelah, dan sang anak sangat senang karena baru kali ini lah dia menuju ke kota.
Sesampainya di kota, sang anak yang begitu gembira terus melihat sekeliling kota, dia menoleh ke kiri dan ke kanan, dan tanpa disadari, dia melihat ada pertunjukkan drama di tengah kota, dan timbullah niat untuk menonton pertunjukkan tersebut. Dia pun memisahkan diri dari ayahnya yang berjalan didepannya menuju ke pasar kota.
Pada suatu hari, sang ayah mengajak sang anak ke kota untuk membeli kuda. Mereka pun menumpang kereta kuda dari desa ke kota, karena jarak antar desa ke kota sangat jauh, tanpa merasa lelah, dan sang anak sangat senang karena baru kali ini lah dia menuju ke kota.
Sesampainya di kota, sang anak yang begitu gembira terus melihat sekeliling kota, dia menoleh ke kiri dan ke kanan, dan tanpa disadari, dia melihat ada pertunjukkan drama di tengah kota, dan timbullah niat untuk menonton pertunjukkan tersebut. Dia pun memisahkan diri dari ayahnya yang berjalan didepannya menuju ke pasar kota.
05.16
Jembatan Bisikan
Written By Regina Kim on Jumat, 25 Mei 2012 | 05.16
Sekitar 3000 tahun lalu, kaum terapung dari negeri Cina kuno tinggal di atas rumah-rumah di atas air. Mereka makan malam di udara terbuka. Setiap keluarga tinggal di atas panggung di sebuah teluk. Ketika seorang anak lelaki sudah tumbuh dewasa, dia akan berdiri di tepi panggungnya dan memanggil. Gadis yang dicintainya akan memanggilnya kembali.
Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.
Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu. Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.
Lalu pemuda itu akan membangun sebuah jembatan dari panggungnya menuju panggung si gadis.
Jika keluarga si pemuda menyukai si gadis, mereka akan membantu membangun jembatan itu. Kedua rumah mereka akan digabungkan dan kedua keluarga akan menjadi satu.
04.07
Pada zaman Chun Qiu ada seorang wanita yang terkenal dengan kecantikannya, namanya Xin Shi. Xin Shi diakui sebagai salah satu dari empat wanita tercantik sepanjang perjalanan sejarah bangsa China. Karena itu, jika kita berjalan-jalan ke negeri China, ada eksesori dengan gambar empat wanita tercantik di China, salah satu di antaranya Xin Shi. Sayangnya Xin Shi yang cantik saat itu sakit-sakitan. Wajahnya pucat dan ia sering mengeluh sakit di bagian dadanya.
Akan tetapi, saat ia meringis kesakitan, orang yang melihatnya masih mengatakan bahwa dia tetaplah cantik. Tak mengherankan ada orang-orang saat itu mengatakan, “Meskipun sakit dan wajahnya pucat, Xin Shi masih tetap kelihatan cantik.”
Xin Shi yang Cantik
Written By Regina Kim on Rabu, 16 Mei 2012 | 04.07
Pada zaman Chun Qiu ada seorang wanita yang terkenal dengan kecantikannya, namanya Xin Shi. Xin Shi diakui sebagai salah satu dari empat wanita tercantik sepanjang perjalanan sejarah bangsa China. Karena itu, jika kita berjalan-jalan ke negeri China, ada eksesori dengan gambar empat wanita tercantik di China, salah satu di antaranya Xin Shi. Sayangnya Xin Shi yang cantik saat itu sakit-sakitan. Wajahnya pucat dan ia sering mengeluh sakit di bagian dadanya.Akan tetapi, saat ia meringis kesakitan, orang yang melihatnya masih mengatakan bahwa dia tetaplah cantik. Tak mengherankan ada orang-orang saat itu mengatakan, “Meskipun sakit dan wajahnya pucat, Xin Shi masih tetap kelihatan cantik.”
05.14
Mujur atau Malang?
Written By Regina Kim on Senin, 14 Mei 2012 | 05.14
Ada sebuah cerita Cina kuno tentang seorang laki-laki tua yang sikapnya dalam memandang kehidupan berbeda sama sekali dengan orang-orang lain di desanya.
Rupanya laki-laki tua ini hanya mempunyai seekor kuda, dan pada suatu hari kudanya kabur. Para tetangganya datang dan menaruh belas kasihan kepadanya, mengatakan kepadanya betapa mereka ikut sedih karena kemalangan yang menimpanya.
Jawabannya membuat mereka heran.
Rupanya laki-laki tua ini hanya mempunyai seekor kuda, dan pada suatu hari kudanya kabur. Para tetangganya datang dan menaruh belas kasihan kepadanya, mengatakan kepadanya betapa mereka ikut sedih karena kemalangan yang menimpanya.
Jawabannya membuat mereka heran.
03.58
Oey Tambah Sia - Sang PlayBoy Jakarta Dihukum Gantung Belanda
Written By Regina Kim on Rabu, 09 Mei 2012 | 03.58
Mengaet pesinden
Pesta meriah di kabupaten Pekalongan semakin semarak karena kehadiran seorang pesinden tenar bernama Mas Ajeng Gundjing. M.A. Gundjing itu sebenarnya putri seorang mamtancamat. Kenapa ia menjadi pesinden? konom semasa kecil ia pernah sakit parah,sehingga hampir tidak tertolong. Dalam keadaan sulit itu, orang tua untuk bernadar. Kalau anak ini sembuh,kelak ia akan belajar menjadi pesinden.
Pesta meriah di kabupaten Pekalongan semakin semarak karena kehadiran seorang pesinden tenar bernama Mas Ajeng Gundjing. M.A. Gundjing itu sebenarnya putri seorang mamtancamat. Kenapa ia menjadi pesinden? konom semasa kecil ia pernah sakit parah,sehingga hampir tidak tertolong. Dalam keadaan sulit itu, orang tua untuk bernadar. Kalau anak ini sembuh,kelak ia akan belajar menjadi pesinden.
04.28
Pot Kosong
Written By Regina Kim on Selasa, 01 Mei 2012 | 04.28
Pada suatu ketika, seorang Kaisar China ingin memilih pengganti tahtanya. Kaisar tersebut sudah tua & tidak memiliki putra. Karena ia sangat menyukai bunga & tumbuhan, ia memutuskan untuk memanggil semua anak di kerajaannya & memberikan mereka masing – masing sebiji benih.
Ia mengatakan bahwa anak yang memiliki hasil terbaik dalam waktu enam bulan akan memenangkan kompetisi tersebut & akan menjadi penerus tahtanya.
Semua anak di China ingin memenangkan kontes tersebut. Berkumpullah banyak anak – anak di istana pada hari ketika Sang Kaisar memberikan biji benih. Setiap anak membawa pulang satu biji benih di tangannya.
Ia mengatakan bahwa anak yang memiliki hasil terbaik dalam waktu enam bulan akan memenangkan kompetisi tersebut & akan menjadi penerus tahtanya.
Semua anak di China ingin memenangkan kontes tersebut. Berkumpullah banyak anak – anak di istana pada hari ketika Sang Kaisar memberikan biji benih. Setiap anak membawa pulang satu biji benih di tangannya.
02.45
Kisah Tang Jiangshan ( Reinkarnasi yang Mengharukan )
Written By Regina Kim on Rabu, 25 April 2012 | 02.45
sebuah kisah reinkarnasi yang mengharukan, mengisahkan pengalaman dari Tang Jiangshan dari kecamatan Gan Cheng, kota Dong Fang di timur pulau/propinsi Hai Nan.
Tang Jiangshan lahir pada tahun 1976, sewaktu berumur 3 tahun pada suatu hari ia tiba-tiba mengatakan kepada kedua orangtuanya: “Saya bukan anak kalian, pada kehidupan lampau nama saya adalah Chen Mingdao, ayah kehidupan lampauku bernama San Die. Rumah saya di Dan Zhou, dekat laut.” Omongan ini kalau didengar orang lain bagaikan omong kosong, perlu diketahui, Dan Zhou terletak di utara pulau Hai Nan, berjarak 160 km dari kota Dong Fang.
Tang Jiangshan lahir pada tahun 1976, sewaktu berumur 3 tahun pada suatu hari ia tiba-tiba mengatakan kepada kedua orangtuanya: “Saya bukan anak kalian, pada kehidupan lampau nama saya adalah Chen Mingdao, ayah kehidupan lampauku bernama San Die. Rumah saya di Dan Zhou, dekat laut.” Omongan ini kalau didengar orang lain bagaikan omong kosong, perlu diketahui, Dan Zhou terletak di utara pulau Hai Nan, berjarak 160 km dari kota Dong Fang.
16.57
AKU GEMBIRA MASUK NERAKA
Written By Regina Kim on Sabtu, 09 Juli 2011 | 16.57
Empat bayangan hitam mengendap-endap mendekati bangunan rumah yang luas itu. Tembok tinggi bukan merupakan halangan berarti bagi empat bayangan yang tampaknya adalah tokoh dunia persilatan.Dalam sekejab mereka telah masuk ke dalam halaman dan bersiap menuju ruang tidur utama. Tampak mereka sangat menguasai lapangan,
membuktikan market survey telah dilakukan dengan baik. Tapi mereka tak sadar, ada satu sosok berjubah abu-abu menguntit di belakang mereka. Jubah abu- abu dan toya tampaknya sudah menjadi brand image Wu Wo (Tiada Aku).
membuktikan market survey telah dilakukan dengan baik. Tapi mereka tak sadar, ada satu sosok berjubah abu-abu menguntit di belakang mereka. Jubah abu- abu dan toya tampaknya sudah menjadi brand image Wu Wo (Tiada Aku).
Diberdayakan oleh Blogger.






