Latest Post

10 KISAH PENUH MOTIVASI

Written By Regina Kim on Selasa, 17 Juli 2012 | 18.07



1. Setelah makan malam, seorang ibu dan putrinya bersama-sama mencuci mangkuk dan piring, sedangkan ayah dan putranya menonton TV di ruang tamu.

Mendadak, dari arah dapur terdengar suara piring yang pecah, kemudian sunyi senyap. Si putra memandang ke arah ayahnya dan berkata, "Pasti ibu yang memecahkan piring itu." "Bagaimana kamu tahu?" kata si Ayah. "Karena tak terdengar suara dia memarahi orang lain," sahut anaknya.

Kita semua sudah terbiasa menggunakan standar yang berbeda melihat orang lain dan memandang diri sendiri, sehingga acapkali kita menuntut orang lain dengan serius, tetapi memperlakukan diri sendiri dengan penuh toleran


2. Ada dua grup pariwisata yang pergi bertamasya ke pulau Yi Do di Jepang. Kondisi jalannya sangat buruk, sepanjang jalan terdapat banyak lubang. Salah satu pemandu berulang-ulang mengatakan keadaan jalannya rusak parah dan tak terawat.

Sedangkan pemandu yang satunya lagi berbicara kepada para turisnya dengan nada puitis, "Yang kita lalui sekarang ini adalah jalan protokol ternama di Yi Do yang bernama jalan berdekik yang mempesona."

Walaupun keadaannya sama, namun pikiran yang berbeda akan menimbulkan sikap yang berbeda pula. Pikiran adalah suatu hal yang sangat menakjubkan, bagaimana berpikir, keputusan berada di tangan Anda.

3. Murid kelas 3 SD yang sama, mereka memiliki cita-cita yang sama pula yaitu menjadi badut. Guru dari Tiongkok pasti mencela, "Tidak mempunyai cita-cita yang luhur, anak yang tidak bisa dibina!"

Sedangkan guru dari Barat akan bilang, "Semoga Anda membawakan kecerian bagi seluruh dunia!"

Terkadang orang yang lebih tua, bukan hanya lebih banyak menuntut daripada memberi semangat, malahan sering membatasi definisi keberhasilan dengan arti yang sempit.

4. Istri sedang memasak di dapur. Suami yang berada di sampingnya mengoceh tak berkesudahan, "Pelan sedikit, hati-hati! Apinya terlalu besar. Ikannya cepat dibalik, minyaknya terlalu banyak!"

Istrinya secara spontan menjawab, "Saya mengerti bagaimana cara memasak sayur." Suaminya dengan tenang menjawab, "Saya hanya ingin dirimu mengerti bagaimana perasaan saya … saat saya sedang mengemudikan mobil, engkau yang berada disamping mengoceh tak ada hentinya."

Belajar memberi kelonggaran kepada orang lain itu tidak sulit, asalkan Anda mau dengan serius berdiri di sudut dan pandangan orang lain melihat suatu masalah.

5. Sebuah bus yang penuh dengan muatan penumpang sedang melaju dengan cepat menelusuri jalanan yang menurun, ada seseorang yang mengejar bus ini dari belakang.

Seorang penumpang mengeluarkan kepala keluar jendala bus dan berkata dengan orang yang mengejar bus, "Hai kawan! Sudahlah Anda tak mungkin bisa mengejar!"

Orang tersebut menjawab, "Saya harus mengejarnya . . ." Dengan nafas tersenggal-senggal dia berkata, "Saya adalah pengemudi dari bus ini!"

Ada sebagian orang harus berusaha keras dengan sangat serius, jika tidak demikian, maka akibatnya akan sangat tragis!

Dan juga dikarenakan harus menghadapi dengan sekuat tenaga, maka kemampuan yang masih terpendam dan sifat-sifat khusus yang tidak diketahui oleh orang lain selama ini akan sepenuhnya muncul keluar.


6. Si A : "Tetangga yang yang baru pindah itu sungguh jahat, kemarin tengah malam dia datang ke rumah saya dan terus menerus menekan bel di rumah saya."

Si B : "Memang sungguh jahat! Adakah Anda segera melapor polisi?"

Si A : "Tidak. Saya menganggap mereka orang gila, yang terus menerus meniup terompet kecil saya."

Semua kejadian pasti ada sebabnya, jika sebelumnya kita bisa melihat kekurangan kita sendiri, maka jawabannya pasti berbeda.

7. Zhang San sedang mengemudikan mobil berjalan di jalan pegunungan, ketika dengan santai menikmati pemandangan yang indah, mendadak dari arah depan datang sebuah truk barang.

Si sopir truk membuka jendela dan berteriak dengan keras, "Babi!" Mendengar suara ini Zhang San menjadi emosi, dia juga membuka jendela memaki, "Kamu sendiri yang babi!"

Baru saja selesai memaki, dia telah bertabrakan dengan gerombolan babi yang sedang menyeberangi jalan.

Jangan salah tafsir maksud kebaikan dari orang lain, hal tersebut akan menyebabkan kerugian Anda, juga membuat orang lain terhina.

8. Seorang bocah kecil bertanya kepada ayahnya, "Apakah menjadi seorang ayah akan selalu mengetahui lebih banyak dari pada anaknya?"

Ayahnya menjawab, "Sudah tentu!"

"Siapa yang menemukan listrik?"

"Edison."

"Kalau begitu mengapa bukan ayah Edison yang menemukan listrik?"

Pakar acapkali adalah kerangka kosong yang tidak teruji, lebih-lebih pada zaman pluralis terbuka sekarang ini.

9. Ketika mandi Toto kurang hati-hati telah menelan sebongkah kecil sabun, ibunya dengan gugup menelepon dokter rumah tangga minta pertolongan.

Dokter berkata, "Sekarang ini saya masih ada beberapa pasien, mungkin setengah jam kemudian saya baru bisa datang ke sana."

Ibu Toto bertanya, "Sebelum Anda datang, apa yang harus saya lakukan? Dokter itu menjawab, "Berikan Toto secangkir air putih untuk diminum, kemudian melompat-lompat sekuat tenaga, maka Anda bisa menyuruh Toto meniupkan gelembung busa dari mulut untuk menghabiskan waktu."

Jika peristiwa sudah terjadi, mengapa tidak dihadapi dengan tenang dan yakin. Daripada khawatir lebih baik berlega, dari pada gelisah lebih baik tenang.

10. Sebuah gembok yang sangat kokoh tergantung di atas pintu, sebatang tongkat besi walaupun telah menghabiskan tenaga besar, masih juga tidak bisa membukanya.

Kuncinya datang, badan kunci yang kurus itu memasuki lubang kunci, hanya diputar dengan ringan, 'plak' gembok besar itu sudah terbuka.

Hati dari setiap insan, persis seperti pintu besar yang telah terkunci, walaupun Anda menggunakan batang besi yang besar pun tak akan bisa membukanya. Hanya dengan mencurahkan perhatian, Anda baru bisa merubah diri menjadi sebuah anak kunci yang halus, masuk ke dalam sanubari orang lain.

KUMPULAN UCAPAN BELASUNGKAWA

==============================================================
Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melampaui batas kekuatan manusia, dan ketika ia mengijinkan hal tersebut terjadi, saat itu pulalah ia telah memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang ada
==============================================================
Turut berduka dengan yang telah terjadi, berharap yang terbaik dan semoga kamu kuat menjalani ini semua
==============================================================
Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Tetaplah tegar, karena semua akan indah pada waktunya
==============================================================
Percayalah saat Tuhan memberikan cobaan kepada hamba yang dikasihiNya, saat itu pulalah ia memberikan jalan keluar
==============================================================
Turut berduka dengan yang telah terjadi, berharap yang terbaik dan semoga kamu kuat menjalani ini semua
==============================================================
Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan kita. Tetaplah tegar, karena semua akan indah pada waktunya
==============================================================
Percayalah saat Tuhan memberikan cobaan kepada hamba yang dikasihiNya, saat itu pulalah ia memberikan jalan keluar
==============================================================
Ada kalanya ketika kita meminta roti namun justru diberi ular beracun, namun aku yakin ada maksud besar dibalik kejadian ini
==============================================================
Bertahanlah karena dunia masih terus berputar dan tetaplah tersenyum karena mentari masih bersinar dipagi hari
==============================================================
Nah itulah kumpulan sms duka cita atau kata kata duka cita. Semoga artikel ini bisa bermanfaat buat kita semua.
==============================================================

[Kisah Dua Tukang Sol] Tawakal, Ikhlas, dan Sabar

Written By Regina Kim on Senin, 16 Juli 2012 | 01.34

Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.

Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukang sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap. 


7 dosa besar menurut mahatma gandhi

Written By Regina Kim on Sabtu, 14 Juli 2012 | 01.36

Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa ada tujuh hal yang menghancurkan kita. Ke semuanya berkaitan dengan kondisi sosial dan politik. Obat penangkal dari setiap “dosa besar” ini adalah suatu standar eksternal yang eksplisit atau sesuatu yang berdasarkan pada prinsip dan hukum alam, bukanpada nilai-nilai sosial.

1–Kekayaan tanpa kerja.

Ini mengacu pada praktek mendapatkan sesuatu tanpa modal atau usaha, hanya memanipulasi pasar, aset, orang dan barang, sehingga anda tidak harus bekerja atau menghasilkan nilai tambah. Sekarang banyak profesi yang berkenaan dengan menumpuk kekayaan tanpa bekerja, mengumpulkan banyak uang tanpa membayar pajak, mengambil keuntungan dari dana-dana pemerintah tanpa menanggung bagian beban keuangan yang wajar, dan menikmati semua keuntungan dari status suatu warga negara dan keanggotaan suatu badan hukum tanpa mau memikul resiko atau tanggung jawab apa pun. Ini semua didasarkan pada suatu rencana cepat kaya atau spekulasi yang menjanjikan pelakunya dengan iming-iming, “Anda tidak perlu bekerja untuk menjadi kaya.” Motif emosional yang utama adalah ketamakan.


Tingkah laku dan norma-norma sosial yang demikian akan menimbulkan distorsi. Bagaimanapun apabila anda menjauhi hukum alam, maka cara penilaian anda akan terpengaruh secara negatif. Anda akan mendapatkan ide-ide yang menyimpang. Sering kita ketahui banyak eksekutif yang menceritakan bagaimana mereka meninggalkan hukum dan prinsip-prinsip alam itu selama beberapa waktu, lalu mulai secara berlebihan membangun, meminjam uang dan berspekulasi tanpa benar-benar membaca arus atau memperoleh umpan balik yang obyektif. Kini mereka menanggung hutang besar. Mungkin mereka harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup.

Kembalilah ke hal-hal dasar. Tangan kembali ke bajak. Tak perlu ragu untuk bersikap konservatif, berpegang teguh pada hal-hal yang mendasar, dan lebih suka tetap kecil namun terbebas dari hutang.

2–Kenikmatan tanpa suara hati.

Pertanyaan utama dari orang yang belum matang, egois, dan suka kenikmatan adalah, “Apa manfaatnya bagi saya? Apakah ini akan menyenangkan saya? Apakah ini akan memudahkan saya?” Banyak orang mendambakan kenikmatan namun mengabaikan suara hati dan tanggung jawab, bahkan mereka melupakan atau meninggalkan sama sekali keluarganya dengan alasan mengerjakan urusan mereka sendiri. Mereka menganggapnya sebagai bentuk kemandirian. Tetapi kemandirian bukan keadaan yang paling dewasa, hanya sebuah posisi di tengah jalan menuju kondisi kesalingtergantungan - kondisi yang paling maju dan matang.

Kenikmatan tanpa suara hati merupakan salah satu godaan bagi para eksekutif saat kini. Banyak orang menganggap dirinya telah sukses lalu merasa bebas untuk melakukan apa yang diinginkannya. Mereka mencari kenikmatan. Padahal
kenikmatan tanpa suara hati hanya menimbulkan luka dan sakit hati bagi orang-orang lain.

Suara hati adalah tempat bersemayamnya kebenaran dan prinsip-prinsip abadi monitor internal hukum alam. Belajarlah untuk memberi dan menerima, tidak hidup egois, peka, penuh perhatian.Jika tidak, maka tidak akan ada rasa tanggung jawab sosial dalam kegiatan-kegiatan kenikmatan kita.

3–Pengetahuan tanpa karakter.

Bagaimanapun berbahayanya pengetahuan yang sempit, jauh masih lebih berbahaya pengetahuan tanpa karakter yang kuat dan berprinsip. Perkembangan intelektual yang murni tanpa perkembangan karakter internal yang sepada sama halnya dengan menyerahkan mobil sport bertenaga tinggi ke tangan remaja yang kecanduan obat bius. Sayangnya ada saja orang yang tak suka dengan pendidikan karakter, karena mereka menganggap, “Itu adalah urusan sistem nilai anda.” Tetapi anda bisa mendapatkan seperangkat nilai umum yang disetujui semua orang, bahwa kebaikan, keadilan, martabat, sumbangsih, dan integritas adalah patut untuk dipertahankan. Tak seorang pun akan menentang anda dalam hal ini. Jadi, marilah memulai dengan nilai-nilai yang tidak dapat dipertentangkan kemudian memasukkan nilai-nilai itu ke dalam sistem pendidikan, pelatihan dan pengembangan perusahaan kita. Marilah mencapai keseimbangan yang lebih baik antara perkembangan karakter dan intelektual.

4–Bisnis tanpa moralitas (etika).

Adam Smith, dalam bukunya Moral Sentiments, menjelaskan betapa mendasarnya dasar moral bagi keberhasilan sistem ekonomi; yaitu bagaimana kita saling memperlakukan satu sama lain, semangat untuk berbuat baik, melayani, memberi bantuan. Apabila kita mengabaikan dan membiarkan sistem ekonomi berjalan tanpa dasar moral serta tanpa pendidikan berkelanjutan, kita akan segera membentuk masyarakat dan bisnis yang tidak bermoral, kalau bukan asusila.

Bagi Adam Smith, setiap transaksi bisnis merupakan tantangan moral agar kedua belah pihak memperoleh hasil yang adil. Keadilan dan kemauan baik dalam bisnis adalah tiang penyangga sistem perdagangan bebas yang disebut kapitalisme. Sistem ekonomi kita merupakan hasil dari demokrasi konstitusional dengan pemenuhan hak-hak minoritas juga. Semangat menang-menang adalah semangat moralitas, semangat saling menguntungkan, semangat keadilan bagi semua yang terlibat.

5–Ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan.

Apabila ilmu pengetahuan semuanya menjadi teknik dan teknologi, ilmu pengetahuan dengan cepat akan merosot menjadi manusia melawan kemanusiaan. Teknologi berasal dari paradigma ilmu pengetahuan. Jika hanya sedikit sekali tujuan kemanusiaan yang ingin dicapai oleh teknologi, maka kita akan menjadi korban teknologi kita sendiri. Bagaimana pun teknologi harus bersandar pada dinding yang benar; yaitu kemanusiaan. Bila tidak, maka evolusi atau bahkan revolusi dalam ilmu pengetahuan takkan atau sedikit sekali membawa pada kemajuan manusia yang nyata dan berharga.

Satu-satunya hal yang belum berevolusi adalah hukum dan prinsip-prinsip alam, misal, sebelah utara pada kompas tak pernah berubah. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah wajah hampir semua yang lain. Tetapi hal yang mendasar masih tetap berlaku seiring dengan berlalunya waktu.

6–Agama tanpa pengorbanan.

Tanpa pengorbanan kita mungkin aktif dalam kelompok agama namun tidak hidup beriman. Kelompok agama hanyalah tirai sosial agama belaka. Tidak ada kerja sama nyata dengan orang-orang, atau berusaha lebih keras lagi, atau mencoba memecahkan masalah-masalah sosial kita. Melayani kebutuhan orang lain memerlukan pengorbanan, setidaknya pengorbanan kesombongan dan prasangka diri kita sendiri.

Jika sebuah agama hanya dilihat sebagai suatu sistem hierarki biasa, pemeluknya tidak akan mempunyai semangat pelayanan atau semangat ibadah yang mendalam. Sebaliknya mereka akan memusatkan perhatian pada ritual lahiriyah dan semua bentuk-bentuk luar agama yang bisa dilihat. Namun, mereka bukan orang-orang yang berpusat pada Tuhan atau prinsip.

Pemimpin-pemimpin tangguh yang bersemangat pengabdian tinggi memiliki kerendahan hati. Dan, ini adalah tanda-tanda orang yang benar-benar beriman. Ada banyak CEO yang merupakan pemimpin abdi yang rendah hati, yang mengorbankan kebanggaan dan membagi kekuasaan mereka. Mereka memiliki pengaruh baik di dalam dan di luar perusahaan. Sedihnya banyak orang menginginkan “agama” atau paling tidak berpenampilan beragama tanpa mau melakukan pengorbanan apa pun. Mereka menginginkan spiritualitas yang besar namun tak mau berpuasa sedikit pun atau diam-diam memberikan pelayanan.

7–Politik tanpa prinsip.

Anda lihat banyak politisi menghabiskan banyak uang untuk membangun citra, meskipun citra itu dangkal, tiada isi, hanya untuk memperoleh suara dan jabatan. Bila ini terjadi, maka sistem politik akan bekerja terlepas dari hukum-hukum alam. Padahal Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat menulis, “Kami percaya kebenaran-kebenaran ini dengan sendirinya, bahwa Manusia diciptakan stara, bahwa mereka diberkati oleh Pencipta dengan Hak-hak tertentu yang melekat pada diirnya, antara lain hak akan kehidupan, kemerdekaan, dan pencarian kebahagiaan.”

Kunci bagi masyarakat yang sehat adalah menciptakan kemauan sosial, sistem nilai, selaras degan prinsip-prinsip yang benar. Apabila tak ada prinsip, tidak ada yang bisa anda jadikan tempat bergantung. Prinsip adalah kompas penunjuk arah utara yang sejati. dan indikator bagi landasan tempat kita membangun sistem nilai. Dan, keduanya berjalan selaras.

Adalah ironi, bila banyak perusahaan mencanangkan pernyataan misi yang agung, tetapi di jalan raya orang ditodong di siang bolong, atau banyak orang yang dirampas harga diri, uang, dan jabatannya tanpa melalui proses yang semestinya.

Dalam film The Ten Commandements, Nabi Musa berkata pada Firaun, “Kami harus dipimpin oleh hukum Allah, tidak olehmu.” Sesungguhnya ia berkata, “Kami tidak akan diperintah oleh seseorang kecuali jika orang itu merupakan penjelmaan hukum.

” Di dalam masyarakat dan organisasi-organisasi yang terbaik, hukum alam dan prinsip-prinsip berlaku - inilah konstitusi - dan bahkan orang-orang puncak harus tunduk pada prinsip-prinsip itu. pun lebih tinggi dari hukum.

(diringkas dari Principle Centered Leadership, Stephen R. Covey)

Putus Asa? Menyerah? Beranilah Gagal !

Written By Regina Kim on Kamis, 12 Juli 2012 | 04.34

"Hanyalah orang yang berani gagal total yang akan meraih keberhasilan total" - John F. Kennedy

Hidup bagaikan air, mengalir apa adanya tanpa pernah berbalik. Tak pernah berhenti meski sekejap saja, tak peduli rintangan yang menghadang, tak peduli penghalang yang melintang, tetap memperlihatkan keindahannya meski berbagai masalah dihadapi. Menjadi komponen terpenting dalam sejarah manusia, begitu banyak manfaat namun sangatlah sedikit mudaratnya. Siapa sih yang tidak mau hidup seperti itu?
Tapi nyatanya kehidupan tak pernah semulus yang kita harapkan. Tak pernah ada hidup yang seperti jalan tol, mulus dan lurus sejauh mata memandang, tak berliku-liku dengan tajamnya, indah dan tanpa halangan, tak pernah ada hidup seperti itu. Dalam hidup ini pastilah ada masalah dan tantangan yang menerpa kita yang menyebabkan kita menghadapi kegagalan. Tapi apa itu Tantangan Hidup dan apa juga Kegagalan?

Menurut Roger, tantangan kehidupan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita menjadi lebih cerdas menghadapi tantangan kehidupan. Dan sy pribadi lebih mengarahkan tantangan hidup merupakan suatu cobaan dari Tuhan yang hanya dapat dihadapi dengan sebuah usaha serta kerja keras dengan memanfaatkan kesempatan yang ada dan berlandaskan keyakinan dan ketegaran. Tantangan hidup memang banyak memberi dampak negatif terutama bagi orang-orang yang tidak tahu bagaimana memposisikan dirinya dalam satu masalah serta tidak cukup bijak untuk mengambil pelajaran. Banyak tantangan hidup yang sy terima di umurku yang baru menginjak remaja ini tapi hal itu bukanlah suatu hal yang dapat menghalangiku untuk tersenyum meskipun tak sedikit pula tantangan yang membuatku meneteskan air mata dan menemui kegagalan.

Sedangkan kegagalan berasal dari kata gagal adalah suatu kondisi dimana kita tidak mampu mencapai atau meraih sesuatu yang kita inginkan. Semua orang pastilah mengalami kegagalan pada suatu hal di dalam kehidupan ini, tak terkecuali sy, kegagalan sudah tak asing bagi sy pribadi.

Dalam hidup yang sempit ini kerap kali kita menghadapi kegagalan. Sudah menjadi kebiasaan kita bahwa setelah mengalami apa yang namanya kegagalan, kita cenderung lebih berhati-hati serta takut pada kegagalan bahkan ada beberapa yang mengurungkan mimpi serta harapannya setelah tersandung kegagalan. Namun jika kita mengatakan bahwa diri kita itu adalah seseorang yang cerdas, seharusnya sekeras apapun benturan yang menerpa hidup ini bukanlah apa-apa, begitu banyaknya kegagalan seharusnya tidak membuat kita semakin terpuruk ! Tapi justru keputusasaan yang kita rasakan itu seharusnya membuat kita berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, jangan menjadikan kegagalan sebagai waktu berputusasa namun menjadikan kegagalan sebagai kesempatan intropeksi diri, memahami kelebihan terutama kekurangan yang ada, memaknai dan mengambil hikmah dari kegagalan itu, nah dari sinilah kemuliaan yang sesungguhnya itu muncul. Karna kita takkan pernah belajar dari kesuksesan melainkan kita belajar dari kegagalan ! itulah motivasi sesungguhnya.

Sungguh mulia menurut sy, melihat seseorang yang gagal namun sangat rendah hati untuk mengakui kesalahannya, cukup bijak untuk mengambil hikmah dari kegagalannya dan berani untuk memperbaiki kesalahannya. Maka sangatlah cerdas orang yang menganggap kegagalan hanyalah sebagai perubahan arah sementara yang akan mengarahkannya ke jalan yang lurus menuju kesuksesan dengan melakukan kembali hal yang dianggap gagal dengan lebih cerdik.

Kegagalan itu berhubungan dengan pikiran serta tindakan, dimana pikiran dan tindakan itu saling berhubungan satu sama lain, berpikir dan bertindak ini juga merupakan salah satu penyebab dari kegagalan(untuk salah dua , salah tiganya silahkan cari sendiri :D ), apa sajakah itu? berikut merupakan penyebab kegagalan versi sy.

1. Orang yang hanya berpikir tapi tak mau bertindak
2. Orang yang langsung bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu

Orang yang gagal itu biasa dan kegagalan itu tidaklah buruk selama kegagalan itu tidak mengarah dan berujung pada "menyerah". Sungguh memalukan orang yang menyerah apalagi menyerah dalam menggapai mimpinya hanya karna terjatuh oleh kegagalan sesaat. Menurut John Charles Salak orang yang gagal lalu menyerah itu dibagi menjadi dua kelompok ; yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah melakukannya dan mereka yang melakukan kegagalan dan tidak pernah memikirkannya.

Menurut Paul G. Stoltz, Phd, dalam bukunya berjudul Adversity Quotient (AQ), ada tiga tipe manusia dalam analogi mendaki gunung:

1. Quitters – orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.
2. Campers – orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.
3. Climbers – orang-orang yang selalu optimis, berpikir positif dan terus bersemangat kerja sampai benar-benar mendapatkan yang mereka
inginkan.

Ayo kita bahas satu persatu ! mulai dari nomor satu. Hmmm.....
1. Rasanya yang disebut Quitters ini sudah tak asing dalam kehidupan ini, biasanya orang yang masuk kategori ini malah menganggap kegagaln sebagai kesempatan berputusasa, tidak pernah mengakui dan membenahi kesalahannya, melakukan hal yang sama tanpa pernah dipelajari kembali alhasil kegagalan yang bertubi-tubi yang didapatkannya dan semakin terpuruklah orang tersebut.

2. Campers, tak jarang begitu banyak orang yang termasuk dalam tipe ini. Mereka pada umumnya hanya mengambil jalur aman, tidak mau mengambil resiko. Namun mudah puas pada hasil yang dicapai, menurut sy bukanlah hal bagus, karena puas dengan mudahnya terhadap satu hal yang dicapai tidak akan memberi suatu motivasi lebih yang menuntut orang tersebut bekerja lebih keras untuk mencapai yang lebih baik.

3. Inilah yang terbaik dari segalanya, Climbers. Menurut sy orang-orang yang masuk kategori ini secara garis besar adalah para penemu atau tokoh dunia yang sangat terkenal, seperti Thomas Alfa Edison(salah satu penemu paling berpengaruh), Kolonel Harland Sanders(pendiri KFC), Albert Einstein(ilmuwan terbesar abad ke-20), Bill Gates(pendiri Microsoft), Antonio Meucci( penemu Telepon yang sebenarnya), dan masih banyak lagi ! Mereka seakan tidak pernah puas pada apa yang dicapainya, terus berimajinasi untuk menciptakan hasil yang lebih baik. Dalam hidup, mereka menemui begitu banyak kegagalan namun tidak menyerah justru menganggap kegagalan itu hanyalah sebuah batu loncatan yang pada akhirnya menemui kesuksesan meskipun sempat bertemu kegagalan yang membuat putus asa

Banyak orang berkata bahwa Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, dan sy setuju dengan itu. Namun secara pribadi sy lebih menganggap kegagalan adalah sebuah keberhasilan kecil yang tak terlihat, hanya bisa dirasakan jika kita benar-benar memaknai kegagalan.

Coba kita simak apa yang dikatakan salah satu tokoh penemu dunia kita, Thomas Alfa Edison. Ketika ditanya akan kegagalannya justru ia hanya menjawab “Aku tidak gagal, aku berhasil membuktikan bahwa 9.999 jenis bahan mentah itu tidak bisa dipakai. Aku akan meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok”

Tantangan hidup memang tak ada habisnya menyerang kita, seakan tak pernah puas melihat kita menderita di dunia ini, tapi sebenarnya tantangan hidup bukanlah suatu persoalan yang patut dipermasalahkan sepenuhnya. Tantangan hidup yang terkadang memberi kegagalan dapat menjadi awal dari sebuah kesuksesan, dan memberikan kita pembelajaran, hal itu bergantung pada cara kita memahami kegagalan sendiri. Oleh karena itu jadilah orang yang selalu mengintropeksi diri dari tantangan hidup, semua kegagalan di dunia ini memiliki arti tersendiri dan memberi peringatan akan suatu hal yang harus diperbaiki sebelum keterpurukan dan penyesalan benar-benar mendatangi kita.

"Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we fail. – Kejayaan tertinggi bukan karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita selalu bangkit lagi ketika gagal," cetus Confucius.


Cobalah untuk bernostalgia sejenak, coba rasakan segala masalah yang pernah menerpa kita hingga detik ini dan tanyalah pada hati kalian seberapa banyak pelajaran yang pernah kalian ambil. Rasakan, rasakan dengan sepenuh hati bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, jadikan kegagalan sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan dalam hidup ini, dan menjadikan tantangan hidup sebagai ajang menuju kekedewasaan dan kebijaksanaan. Dengan begitu kita dapat bangkit dari keterpurukan dan kekecewaan yang selalu mengitari kehidupan ini.

Kunci untuk menuju kegagalan, keputusasaan, keterpurukan itu banyak sebetulnya, namun kunci menuju kesuksesan hanyalah satu yaitu kegagalan. Maka BERANILAH GAGAL !

Lajur Kanan Hanya Untuk Mendahului

Pernahkah kita merenungkan, bahwa dalam menjalani kehidupan ini, kita layaknya seperti berkendara di jalan Tol. Ada banyak ketentuan disana, yang membantu pengendara dapat menjaga keselamatan dan meminimalisir kecelakaan. Baik itu urusan kecepatan maksimum maupun minimul, rambu-rambu tanjakan turunan jalan, hingga ruas-ruas jalur darurat.
Yang paling khas dari jalan tol itu adalah keberadaan Lajur Kiri dan Lajur Kanan. Lajur kiri identik dengan jalur lambat, sementara lajur kanan adalah untuk mendahului. Ciri khas kendaraan yang selalu berada di lajur kiri adalah pengendara yang berfikir biar lambat asal selamat, alon-alon asal kelaok. Atau biasanya kendaraannya yang berat-berat, seperti truk, tronton, atau yang merasa khawatir dengan kondisi kendaraannya serta mengendarai dengan perasaan penuh kekhawatiran.

Sementara yang sering berada di lajur kanan, sebagaimana rambu dari Jasa Marga sendiri “Gunakan Lajur Kanan Untuk Mendahului”, dia selalu memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi, mungkin sekali-kali berpindah ke tengah, tapi selanjutnya menyalip lagi dan mendahului kendaraan lainnya. Pengendara yang mengambil lajur kanan, memacu kendaraannya dengan cepat, otomatis dia akan lebih cepat sampai ke tujuan, meskipun tentunya dalam irama kecepatan, penuh dengan resiko-resiko. Tapi tentu intinya ada pada kemampuan kendali mengemudi kendaraan itu sendiri, mnegatur gas dan rem.

Dalam hidup, sebenarnya kita juga bisa belajar dari philosofi berkendara di jalan tol. Orang yang selalu berfikir dengan otak kiri penuh kehati-hatian, penuh pertimbangan, rasional, tertib, meskipun lambat. Seperti dalam hal merencanakan menikah misalnya, dia berfikir dengan penuh pertimbangan. “Belum punya penghasilan tetap, belum punya rumah dll”. Atau dalam hal ketika kita punya uang 20 ribu, disaat kita belum makan, lalu ada pengemis miskin yang kelaparan menengadahkan tangannya, dia akan berfikir, kalau uang ini dikasihkan ke pengemis iotu 5000 berarti uang saya tinggal 15 ribu, gak cukup untuk makan dan ongkos saya.

Tapi bagi orang yang berada di lajur kanan, ibarat orang yang menjalani kehidupan dengan otak kanan. Dia bergerak cepat, berani mengambil resiko dan Dia percaya pada hal-hal diluar kemampuan dirinya. Dia berpegang pada DUIT ” Do’a, Usaha, Ikhtiar dan Tekad”. Jika bermaksud menikah, dia percaya bahwa saat menikah dia membawa peluang rezeki untuk 2 orang dari Tuhan, dalam menyatunya dua manusia, akan memungkinkan saling berbicara dan berdiskusi menyikapi hidup, sehingga akan lebih memungkinkan membuka peluang-peluang keberlimpahan rezeki dengan segala ikhtiarnya.

Jika dia punya uang 10 ribu, lalu ada ada pengemis dan dia shodaqohkan 2 ribu, orang kanan percaya bahwa uang 10 ribu itu akan menjadi 70 ribu atau bahkan 700 ribu, karena yakin pada kemukzijatan shadaqoh. Itulah mengapa bahwa orang-orang yang selalu berada di jalur kanan, akan melewati fase-fase percepatan. Dan disana tidak semata-mata rasionalitas. Yang lebih mendominasi adalah keyakinan, tekad, dan kesiapan menghadapi segala resiko.

Nah jika sudah begini, apakah kita mau terus mengambil jalur kiri, ataukah Jalur Kanan…??
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger