Latest Post

GUNAKAN

Written By Regina Kim on Rabu, 21 September 2011 | 03.17

≈Gunakan SENYUM≈
Tatkala kau terluka...

≈Gunakan SYUKUR≈
Untuk apapun yang kau hadapi. ..

≈Gunakan KASIH≈
Untuk menjalani Hidupmu...

≈Walaupun seperti air diujung daun talas...≈

≈Tuhan Pasti akan menadahkan tanganNya untuk menyelamatkanmu.≈

≈ (◦'⌣'◦ ) Tersenyumlah utk pagi yg sdh membuka matamu. ≈

≈ ( '•̃⌣•̃') Tersenyumlah utk cinta yg sdh membuka hatimu ≈

≈ \(^0^)/ Hanya bersyukurlah yg membuat segalanya jadi indah...≈ ......
********(¨`♥´¨)*******

HIDUP itu - Life is :

butuh "BATU KERIKIL" supaya qt berhati-hati,

butuh "SEMAK BELUKAR" supaya qt waspada,

butuh "PERSIMPANGAN" supaya qt bijaksana memilih,

butuh "PETUNJUK JALAN" supaya qt memiliki arahan utk masa depan,

butuh "MASALAH" supaya qt tahu kalo qt punya kekuatan,

butuh "PENGORBANAN" supaya qt tahu cara bekerja keras,

butuh "AIR MATA" supaya qt tahu merendahkan hati,

butuh "DICELA" supaya qt tahu bagaimana menghargai,

butuh "TERTAWA" supaya qt tahu mengucap syukur,

butuh "SENYUM" supaya qt tahu apa itu bahagia,

butuh "DITINGGALKAN" supaya qt mengerti arti dari kebersamaan,

butuh "ORANG LAIN" supaya qt tahu apa itu cinta...

Hidup itu INDAH,jika qt tahu harus bagaimana menjalaninya...

in every good or bad times....be Satisfied....be Glad..

SAAT BANGUN PAGI

SaaT Kau baNGUN Pagi iNi..bELaJarLaH u/ LeBih DewaSa..

SaaT Kau BuKa maTa pagi ini..beLaJarLaH u/ LeBih mNciNTai orG2 yG meNciNTaiMu..

SaaT Kau HiruP uDaRa paGi iNi..
BeLaJarLah u/ TDk meNguLanGi kesaLaHan2 keMarin..

SaaT Kau B'raNJak Dr t4 tiDurmu..
iNgatLah Hari iNi aDa k'Rna TUHAN mNGasiHimu..

"Jk" Ciñtå-peñüh Årti, Jañgañlåh di hìañåti-Åplågi-di kàlahkåñ oleh-måteri.
"Jk" Ciñtå-peñüh måkñä-hàrgailah $perti-ñyäwå- kitå.
"Jk" Ciñtå-Ådaläh hidüpmü-måka biårkañläh-Çiñtå-itù meñjadi-bagiån "ÑåfåsmU"
Kitå-päntàs memLikiñyä,,
"Krñä $suåtù-yg _$üÇi & Åbådi didüñiå-ìñi täk læñ ådalåh kåsih Çhäyåñg.

slåmåt Mñjåläni häri -yg dipeñuhi ďgň "Çiñtå"

( "Rumåh pàris terbųät- ðařį kàcå §aläm- "mànis" bûåt yg Băcã_)

Nilai Kehidupan

Written By Regina Kim on Selasa, 20 September 2011 | 23.08

Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.Teman-teman yang luar biasa,

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.

Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!

Kanker dan Keheningan

Disadur dari buku siCacing dan kotoran kesayangannya no.2 (Ajahn Brahm)

Pada suatu acara makan malam, seorang perempuan ahli biokimia mulai berbicara dengan saya. Mereka terutama ingin tahu bagaimana seorang biksu mengetahui sifat dan cara kerja meditasi. la sedang melakukan riset mutakhir untuk melihat apa yang ia sebut sebagai "ombak" dari satu unit pikiran dalam otak dan bagaimana hal itu berombak melalui sistem saraf sampai memengaruhi tubuh,terutama sel kanker. Ia mengatakan bahwa ia bisa mellhat sebab-akibat dari satu pikiran ke pikiran lainnya dan bagaimana hal itu memengaruhi tumor. Banyak orang tahu apa yang terjadi, namun bagaimana mekanismenya, hubungan sebenarnya antara seluruh ”ombak pengaruhnya" ia sebut begitu, yang membuat tumor bertambah besar atau malah menekan dan menyusutkannya. la bisa melihat hal itu dalam risetnya. Itulah mengapa ia ingin menjalin komunikasi dengan saya sebagai seorang meditator mengenai bagaimana kita bisa mengendalikan cara kita berpikir. Dan saya tahu berdasarkan pengalaman bahwa pikiran terbaik dari segala pikiran adalah tidak ada pikiran sama sekali hening. Dalam keheningan itu, dalam damai, di situlah terjadi banyak penyembuhan fisik. Saya selalu ingat seorang pria yang mengikuti retret saya di Sydney bertahun-tahun lalu. Dalam retret meditasi, peserta seharusnya diam ketika bermeditasi, namun pria ini terus menarik dan mengembus napas lewat mulutnya dengan berisik. Ia bernapas begitu berat dalam setiap sesi meditasi duduk. Lalu ada peserta yang menghadap saya dan mengeluh, "Bisakah Ajahn memberitahu orang ini agar diam? Saya sedang belajar meditasi? Saya berkata, "Ia punya tumor di saluran pernapasannya yang memblokir kedua lubang hidungnya. Tumornya fatal. Dokter-dokter sudah menyerah melakukan operasi, kemoterapi, radiasi, dan angkat tangan merawatnya. la datang ke retret meditasi ini sebagai upaya terakhirnya?
Ketika saya memberitahu semua peserta lain mengenai hal ini, mereka merasa sangat malu dan bersalah karena mengeluhkan orang yang umurnya hanya tersisa beberapa minggu ini. Pria dengan tumor itu kemudian memberitahu saya pada hari terakhir retret bahwa ia tengah bernapas keras-keras, namun tanpa berpikir, hening, ketika ia mendengar bunyi “pop” Saat itu ia bisa bernapas lagi dengan hidungnya. ltulah yang ia katakan, bunyi pop, ketika saluran hidungnya terbuka, namun hanya selama 5-1O menit Ialu menutup lagi. Bagaimanapun, itu Iuar biasa. Tapi saya pikir meditasi bekerja agak terlambat baginya. Saya tak pernah mengira ia akan bertahan hidup. Beberapa tahun kemudian, saat
mengajar meditasi di Sydney, pria ini datang dan berkata, ”Ajahn ingat saya?"”Tentu saja tidak. Siapa ya?"sebagai biksu saya kan harus jujur. la adalah pria dengan tumor itu. la berhasil mengatasi penyakitnya dangan meditasi dan saluran napas di hidungnya telah membuka. Lalu la berkeliling mengajar orang-orang bagaimana menjadi damai, hening, karena kankernya telah mengalaml penyusutan, padahal seharusnya ia telah meninggal bertahun-tahun yang Ialu. Keheningan seperti itu sangat ampuh bagi tubuh kita. Ketika kita berpikir, kita menciptakan ketegangan bagi diri sendiri dan malah memberi makan penyakit kita.

‎Hidup itu sederhana~Life is simple

Written By Regina Kim on Jumat, 16 September 2011 | 20.26

Seorang murid mengeluh kepada gurunya :

'Bapak menuturkan banyak cerita Tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami'Jawab sang Guru :'Bagaimana pendapatmu, Nak,Andaikata seseorang menawarkan buah kepadamu,namum mengunyahkannya dahulu bagimu'.Tak seorang pun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi dirimu sendiri. Sang Guru pun tidak mampu.

Ternyata hidup itu sederhana Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/ diambil kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat cantik."

Ibu menjawab: "Mengapa?" Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah." Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.

Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."

Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku." Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?" Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi."

Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."

*Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."

Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."

Beberapa hari kemudian katak 'sawah' menjenguk katak 'pinggir jalan' dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat. Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?" Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja
.
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger