Latest Post
20.40
~Inikah Nasib ?~
Written By Regina Kim on Senin, 01 Agustus 2011 | 20.40
* 25 tahun yang lalu,
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania
harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali
kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami
selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.
* 22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku.
Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna,maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.
* 19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari,
melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke
lantai kemudian berteriak "Horeee, Iya bisa terbang". Begitulah dia
memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah
seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak jarang berteriak,
"Iya sayaaang," jika sudah terdengar suara "Prang". Itu artinya, ada yang
pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin rias
ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka
kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang "Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah, Ma?"
* 18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari
pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. "Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!" tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. "Horee, Iya jadi pemain bola."
* 17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di
rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku
tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas
sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan "Iyaaaa". Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata "Coba kalau kamu tak belikan ia bola!"
* 15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia.
* 13 tahun yang lalu,
Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.
* 10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya. "Biar cantik kalo kere ya kelaut aje." Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung
menangis juga. "Sabar ya, Nak!" hiburku. "Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!" pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.
* 7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui
pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin
bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan
itu pula yang membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi
TKI ke Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan
SMP. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.
* 4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di
sana. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang.
Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.
* 3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia,
kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia
terbukti membunuh suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin
membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.
* 2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus
menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa
selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya
tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti
lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku.
Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin
aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua
matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.
"Bapak, Iya Takut!" aku memeluknya lebih erat lagi. Andai bisa ditukar,
aku ingin menggantikannya. "Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?" "Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!" Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.
* 2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir
melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di
belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan 'blass" Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.
Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku mendongakkan
kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis
wajah yang kukenal.
"Kania?"
"Mas Har, kau . !"
"Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!"
"Iya? Dia..dia . Iya?" serunya getir menunjuk jenazah anakku.
"Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar."
"Tidak ... tidaaak ... " Kania berlari ke arah jenazah anakku. Diguncang
tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri
Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya "Terima kasih Mama." Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.
* Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku
tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, "Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak." Kamu tahu Kania, kali ini yang pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Benarkah begitu Iya sayang?
Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania
harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali
kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami
selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.
* 22 tahun yang lalu,
Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku.
Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna,maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.
* 19 tahun yang lalu,
Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari,
melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke
lantai kemudian berteriak "Horeee, Iya bisa terbang". Begitulah dia
memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah
seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak jarang berteriak,
"Iya sayaaang," jika sudah terdengar suara "Prang". Itu artinya, ada yang
pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin rias
ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka
kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang "Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah, Ma?"
* 18 tahun yang lalu,
Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari
pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. "Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!" tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. "Horee, Iya jadi pemain bola."
* 17 Tahun yang lalu
Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di
rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku
tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas
sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan "Iyaaaa". Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat Kania menangis sedih, bibir cuma berkata "Coba kalau kamu tak belikan ia bola!"
* 15 tahun yang lalu,
Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia.
* 13 tahun yang lalu,
Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.
* 10 tahun yang lalu,
Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya. "Biar cantik kalo kere ya kelaut aje." Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung
menangis juga. "Sabar ya, Nak!" hiburku. "Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!" pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.
* 7 tahun yang lalu,
Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui
pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin
bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan
itu pula yang membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi
TKI ke Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan
SMP. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.
* 4 tahun lalu,
Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di
sana. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang.
Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.
* 3 tahun 6 bulan yang lalu,
Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia,
kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia
terbukti membunuh suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin
membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.
* 2 tahun 6 bulan yang lalu,
Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus
menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa
selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya
tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti
lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku.
Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin
aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua
matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.
"Bapak, Iya Takut!" aku memeluknya lebih erat lagi. Andai bisa ditukar,
aku ingin menggantikannya. "Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?" "Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!" Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.
* 2 tahun yang lalu,
Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir
melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di
belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan 'blass" Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku.
Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sinis. Aku mendongakkan
kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis
wajah yang kukenal.
"Kania?"
"Mas Har, kau . !"
"Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!"
"Iya? Dia..dia . Iya?" serunya getir menunjuk jenazah anakku.
"Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar."
"Tidak ... tidaaak ... " Kania berlari ke arah jenazah anakku. Diguncang
tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri
Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya "Terima kasih Mama." Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.
* Setahun lalu,
Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku
tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, "Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak." Kamu tahu Kania, kali ini yang pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Benarkah begitu Iya sayang?
Label:
~Inikah Nasib ?~
20.39
Renungan Kehidupan Manusia
Kehidupan manusia berlalu dgn cepatnya....
Banyak sekali yg telah dilalui,
ada yg lancar...
ada yg penuh rintangan...
ada yg penuh kegembiraan...
ada pula yg penuh kegetiran...
Semua pasti mengalaminya...
Itulah kehidupan manusia.
Saat kita berumur 20thn merasa sungguh enak kalo kita tampan/cantik.
Saat kita 30thn merasa sungguh enak andaikan kita kembali muda lg.
Saat kita 40thn merasa sungguh enak andai kita punya banyak uang
Saat kita 50thn merasa ada kesehatan sungguh enak sekali.
Saat kita 60thn merasa utk dpt hidup aja sudah sangat bagus.
Saat kita 70/80thn merasa kenapa hidup ini serasa sangat singkat sekali.
Sebenarnya hidup ini tidak perlu selalu merasa disesali.
Tidak perlu merasa diri ini cakep/ jelek.
Tidak perlu saling menyalahkan mencari siapa yg benar siapa yg salah.
Hidup ini indah....
Nikmati lah....Sadari dengan penuh Perhatian
Semoga anda semua selalu sehat,
Semoga anda semua selalu berbahagia.
Semoga semua makhluk berbahagia.
Banyak sekali yg telah dilalui,
ada yg lancar...
ada yg penuh rintangan...
ada yg penuh kegembiraan...
ada pula yg penuh kegetiran...
Semua pasti mengalaminya...
Itulah kehidupan manusia.
Saat kita berumur 20thn merasa sungguh enak kalo kita tampan/cantik.
Saat kita 30thn merasa sungguh enak andaikan kita kembali muda lg.
Saat kita 40thn merasa sungguh enak andai kita punya banyak uang
Saat kita 50thn merasa ada kesehatan sungguh enak sekali.
Saat kita 60thn merasa utk dpt hidup aja sudah sangat bagus.
Saat kita 70/80thn merasa kenapa hidup ini serasa sangat singkat sekali.
Sebenarnya hidup ini tidak perlu selalu merasa disesali.
Tidak perlu merasa diri ini cakep/ jelek.
Tidak perlu saling menyalahkan mencari siapa yg benar siapa yg salah.
Hidup ini indah....
Nikmati lah....Sadari dengan penuh Perhatian
Semoga anda semua selalu sehat,
Semoga anda semua selalu berbahagia.
Semoga semua makhluk berbahagia.
Label:
Filsafat hidup
20.35
~Mengembangkan Rasa Pede~
Jika Anda termasuk orang yang tidak atau kurang �pede�, jangan cuma diam. Kembangkan rasa percaya diri Anda! Dan jika Anda sudah memiliki rasa percaya diri yang baik, peliharalah rasa �pede� tersebut, tentu saja agar rasa pede Anda tetap dalam batas yang proporsional. Caranya? Lakukan hal-hal berikut ini:
* Pujilah diri sendiri
Jangan ragu untuk memberi selamat pada diri sendiri ketika Anda berhasil meraih prestasi, walau sekecil apapun. Caranya yaitu dengan berbicara pada diri sendiri, �ya saya memang pantas mendapatkannya karena saya telah bekerja keras�. Kalau perlu berikan hadiah pada diri sendiri, misalnya dengan membeli sepatu atau jam tangan yang telah lama Anda inginkan. Lagipula memuji diri sendiri sepanjang tidak merugikan dan menggangu orang lain dapat berpengaruh positif pada Anda. Tindakan ini dapat membantu Anda lebih percaya diri dan optimis dalam mengerjakan apapun, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas Anda. Anda pun telah belajar menghargai diri sendiri.
* Buatlah agar orang lain menghormati Anda
Ingat, Anda tidak bisa memaksa orang lain menghormati Anda jika Anda sendiri tidak menghormati diri sendiri dan orang lain. Cara bicara yang seenaknya dan gaya berpakaian yang tidak sopan adalah contoh bahwa Anda tidak menghormati diri sendiri. Jika Anda tidak bisa menghormati diri sendiri bagaimana orang lain mau menghormati Anda? Menghormati orang lain tanpa memandang pangkat dan jabatan juga merupakan upaya agar orang lain menghormati Anda. Jika Anda merasa orang lain menghormati Anda, tentu Anda akan lebih pede dalam melakukan apapun. Tentu saja Anda bisa membuat orang lain agar menghormati Anda tanpa terkesan Anda �gila hormat� bukan?
* Jangan takut gagal
Orang yang selalu takut gagal mustahil bisa mempunyai rasa �pede� yang lebih baik. Mereka yang takut gagal selalu dihantui rasa bersalah setiap ingin melakukan apapun. Hal ini jelas akan menghambat kemajuan karir Anda. Jika Anda pernah mengalami kegagalan di masa lalu, jangan jadikan kegagalan itu sebagai masalah �traumatis�. Tapi sebaliknya jadikan kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk meraih yang lebih baik. Dengan mengenyahkan rasa cemas dan takut �gagal� otomatis rasa percaya diri Anda akan tumbuh.
* Buatlah target sukses yang lebih luas
Membatasi target sukses hanya membuat Anda terbelenggu pada ukuran sukses yang sesungguhnya amat relatif. Umumnya, jika Anda sudah mencapai kesuksesan yang diinginkan, Anda akan merasa puas dan membuat Anda berhenti sampai disitu. Sehingga Anda merasa tidak perlu berjuang lebih keras. Karena itu jangan batasi target kesuksesan Anda. Sekali Anda menargetkan kesuksesan, Anda akan sulit untuk lebih maju dan berkembang. Dan ingat, setiap kali Anda memimpikan sukses, setiap kali itu pula Anda akan merasa lebih pede dalam menggapainya.
* Yakinlah bahwa Anda bisa
Tanamkan keyakinan pada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukan dan menyelesaikan pekerjaan apapun, bahkan yang paling sulit sekalipun. Dengan demikian Anda telah berpikir positif terhadap diri sendiri. Hal ini dapat memberi kekuatan dan menumbuhkan percaya diri pada Anda setiap kali Anda ingin melakukan sesuatu.
Pada dasarnya rasa pede ini perlu untuk membantu dan mendorong kesuksesan Anda tetapi jangan sampai rasa pede itu membuat Anda sombong dan besar kepala. Dan yang perlu Anda catat, rasa 'pede' saja tidak cukup untuk menggapai sukses. Untuk menggapainya perlu dibarengi usaha, kerja keras, dan doa. Sukses untuk Anda...!
* Pujilah diri sendiri
Jangan ragu untuk memberi selamat pada diri sendiri ketika Anda berhasil meraih prestasi, walau sekecil apapun. Caranya yaitu dengan berbicara pada diri sendiri, �ya saya memang pantas mendapatkannya karena saya telah bekerja keras�. Kalau perlu berikan hadiah pada diri sendiri, misalnya dengan membeli sepatu atau jam tangan yang telah lama Anda inginkan. Lagipula memuji diri sendiri sepanjang tidak merugikan dan menggangu orang lain dapat berpengaruh positif pada Anda. Tindakan ini dapat membantu Anda lebih percaya diri dan optimis dalam mengerjakan apapun, terutama dalam melaksanakan tugas-tugas Anda. Anda pun telah belajar menghargai diri sendiri.
* Buatlah agar orang lain menghormati Anda
Ingat, Anda tidak bisa memaksa orang lain menghormati Anda jika Anda sendiri tidak menghormati diri sendiri dan orang lain. Cara bicara yang seenaknya dan gaya berpakaian yang tidak sopan adalah contoh bahwa Anda tidak menghormati diri sendiri. Jika Anda tidak bisa menghormati diri sendiri bagaimana orang lain mau menghormati Anda? Menghormati orang lain tanpa memandang pangkat dan jabatan juga merupakan upaya agar orang lain menghormati Anda. Jika Anda merasa orang lain menghormati Anda, tentu Anda akan lebih pede dalam melakukan apapun. Tentu saja Anda bisa membuat orang lain agar menghormati Anda tanpa terkesan Anda �gila hormat� bukan?
* Jangan takut gagal
Orang yang selalu takut gagal mustahil bisa mempunyai rasa �pede� yang lebih baik. Mereka yang takut gagal selalu dihantui rasa bersalah setiap ingin melakukan apapun. Hal ini jelas akan menghambat kemajuan karir Anda. Jika Anda pernah mengalami kegagalan di masa lalu, jangan jadikan kegagalan itu sebagai masalah �traumatis�. Tapi sebaliknya jadikan kegagalan itu sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk meraih yang lebih baik. Dengan mengenyahkan rasa cemas dan takut �gagal� otomatis rasa percaya diri Anda akan tumbuh.
* Buatlah target sukses yang lebih luas
Membatasi target sukses hanya membuat Anda terbelenggu pada ukuran sukses yang sesungguhnya amat relatif. Umumnya, jika Anda sudah mencapai kesuksesan yang diinginkan, Anda akan merasa puas dan membuat Anda berhenti sampai disitu. Sehingga Anda merasa tidak perlu berjuang lebih keras. Karena itu jangan batasi target kesuksesan Anda. Sekali Anda menargetkan kesuksesan, Anda akan sulit untuk lebih maju dan berkembang. Dan ingat, setiap kali Anda memimpikan sukses, setiap kali itu pula Anda akan merasa lebih pede dalam menggapainya.
* Yakinlah bahwa Anda bisa
Tanamkan keyakinan pada diri sendiri bahwa Anda bisa melakukan dan menyelesaikan pekerjaan apapun, bahkan yang paling sulit sekalipun. Dengan demikian Anda telah berpikir positif terhadap diri sendiri. Hal ini dapat memberi kekuatan dan menumbuhkan percaya diri pada Anda setiap kali Anda ingin melakukan sesuatu.
Pada dasarnya rasa pede ini perlu untuk membantu dan mendorong kesuksesan Anda tetapi jangan sampai rasa pede itu membuat Anda sombong dan besar kepala. Dan yang perlu Anda catat, rasa 'pede' saja tidak cukup untuk menggapai sukses. Untuk menggapainya perlu dibarengi usaha, kerja keras, dan doa. Sukses untuk Anda...!
Label:
~Mengembangkan Rasa Pede~
18.43
~Matematika itu ajaib juga lho~
Matematika itu ajaib juga lho.
Lihat aja nih:
0 x 9 + 0 = 0
1 x 9 + 1 = 10
12 x 9 + 2 = 110
123 x 9 + 3 = 1110
1234 x 9 + 4 = 11110
12345 x 9 + 5 = 111110
123456 x 9 + 6 = 1111110
1234567 x 9 + 7 = 11111110
12345678 x 9 + 8 = 111111110
123456789 x 9 + 9 = 1111111110
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Another Magic of Math:
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
Then... Check this out ...
1 x 18 + 1 = 19
12 x 18 + 2 = 218
123 x 18 + 3 = 2217
1234 x 18 + 4 = 22216
12345 x 18 + 5 = 222215
123456 x 18 + 6 = 2222214
1234567 x 18 + 7 = 22222213
12345678 x 18 + 8 = 222222212
123456789 x 18 + 9 = 2222222211
Coba yg ini....
123456789 + 987654321 = 1111111110
1 x 142857 = 142857 (angka sama)
2 x 142857 = 285714 (angka sama beda urutan )
3 x 142857 = 428571 (angka sama beda urutan)
4 x 142857 = 571428 (angka sama beda urutan )
5 x 142857 = 714285 (angka sama beda urutan)
6 x 142857 = 857142 (angka sama beda urutan)
7 x 142857 = 999999 ( waw......suatu hasil yang
Fantastis )
ada lagi lho.......udah tau belon?
bilangan sembarang jika dikalikan 9 maka jumlah
hasilnya = 9 kita buktikan.....
1 x 9 = 9
2 x 9 = 18, jumlah 1 + 8 = 9
3 x 9 = 27, jumlah 2 + 7 = 9
4 x 9 = 36, jumlah 3 + 6 = 9
dst. sampai tak terhingga .....Ok khan ...
ada lagi....
22 x 9 = 198, ..... cara cepatnya 2 x 9 = 18, lalu
selipkan angka 9 ditengah, jadi 198....ok
buktikan sendiri cara cepatnya berikut ini...
33 x 9 = 297, cara cepat 3 x 9 = 27, selipkan 9
ditengah
44 x 9 = 396
55 x 9 = 495
66 x 9 = 594
77 x 9 = 693
88 x 9 = 792
99 x 9 = 891
lalu bagaimana dengan 3 angka kembar yach ....???
sama aja tuch tinggal selipkan 99 ditengahnya....
gak percaya ....kita buktikan yach...
222 x 9 = 1998, cara cepat 2 x 9= 18, selipkan 99
ditengah
333 x 9 = 2997
444 x 9 = 3996
555 x 9 = 4995
dst.......
Met Nyoba !
Lihat aja nih:
0 x 9 + 0 = 0
1 x 9 + 1 = 10
12 x 9 + 2 = 110
123 x 9 + 3 = 1110
1234 x 9 + 4 = 11110
12345 x 9 + 5 = 111110
123456 x 9 + 6 = 1111110
1234567 x 9 + 7 = 11111110
12345678 x 9 + 8 = 111111110
123456789 x 9 + 9 = 1111111110
1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321
Another Magic of Math:
1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
Then... Check this out ...
1 x 18 + 1 = 19
12 x 18 + 2 = 218
123 x 18 + 3 = 2217
1234 x 18 + 4 = 22216
12345 x 18 + 5 = 222215
123456 x 18 + 6 = 2222214
1234567 x 18 + 7 = 22222213
12345678 x 18 + 8 = 222222212
123456789 x 18 + 9 = 2222222211
Coba yg ini....
123456789 + 987654321 = 1111111110
1 x 142857 = 142857 (angka sama)
2 x 142857 = 285714 (angka sama beda urutan )
3 x 142857 = 428571 (angka sama beda urutan)
4 x 142857 = 571428 (angka sama beda urutan )
5 x 142857 = 714285 (angka sama beda urutan)
6 x 142857 = 857142 (angka sama beda urutan)
7 x 142857 = 999999 ( waw......suatu hasil yang
Fantastis )
ada lagi lho.......udah tau belon?
bilangan sembarang jika dikalikan 9 maka jumlah
hasilnya = 9 kita buktikan.....
1 x 9 = 9
2 x 9 = 18, jumlah 1 + 8 = 9
3 x 9 = 27, jumlah 2 + 7 = 9
4 x 9 = 36, jumlah 3 + 6 = 9
dst. sampai tak terhingga .....Ok khan ...
ada lagi....
22 x 9 = 198, ..... cara cepatnya 2 x 9 = 18, lalu
selipkan angka 9 ditengah, jadi 198....ok
buktikan sendiri cara cepatnya berikut ini...
33 x 9 = 297, cara cepat 3 x 9 = 27, selipkan 9
ditengah
44 x 9 = 396
55 x 9 = 495
66 x 9 = 594
77 x 9 = 693
88 x 9 = 792
99 x 9 = 891
lalu bagaimana dengan 3 angka kembar yach ....???
sama aja tuch tinggal selipkan 99 ditengahnya....
gak percaya ....kita buktikan yach...
222 x 9 = 1998, cara cepat 2 x 9= 18, selipkan 99
ditengah
333 x 9 = 2997
444 x 9 = 3996
555 x 9 = 4995
dst.......
Met Nyoba !
18.41
KETEGASAN ADALAH KASIH SAYANG YANG KUAT, Decisiveness Is A Forceful Love
Orang yang ragu melakukan yang baik untuk dilakukannya, adalah orang yang tegas membiarkan dirinya menerima yang tidak disukainya.
Marilah kita perhatikan, bahwa …Kehidupan ini berisi persaingan antara kemampuan kita dengan masalah-masalah kita.Semua orang yang berhasil, mencapai keberhasilan mereka melalui ketegasan untuk menjadikan diri mereka lebih kuat daripada masalah-masalah mereka.
Dan dia yang hidup dalam keluhan, adalah biasanya orang yang menunda menyelesaikan masalah kecil, untuk kemudian membiarkannya tumbuh menjadi masalah besar.
Seperti juga dia yang mengeluhkan kesulitan hidup, adalah biasanya orang yang tidak menyelesaikan masalah saat masalah itu masih mudah ditangani, dan membiarkannya tumbuh menjadi masalah yang terlalu sulit untuk diselesaikannya.
Ketegasan..!!
Seandainya saja setiap jiwa ikhlas untuk berlaku tegas bagi kebaikan hidupnya sendiri
Marilah kita berhati-hati dan bersikap tegas terhadap daya tarik dari kesenangan-kesenangan sementara.
Karena, kesenangan sementara berperan menarik perhatian, merampas waktu, dan memboroskan tenaga kita untuk hal-hal yang tidak akan menjadikan kita lebih mampu.
Jutaan orang di dunia, setiap tahun, menjadi lebih tua tanpa menjadi lebih mampu – karena mendahulukan kesenangan-kesenangan sementara.
Dan Tuhan Yang Maha Pengasih memberikan kepada mereka sebuah tanda, yaitu ketidak-damaian.
Ketidak-damaian adalah tanda penuh kasih yang secara khusus ditujukan kepada jiwa-jiwa baik yang sedang mendahulukan kesenangan sementara.
Dan kepada kita, orang tua dan pendidik yang super, semakin besar keyakinan kita atas kebenaran yang kita nasehatkan, harus semakin tinggi kualitas kesabaran kita.
Karena sesungguhnya, dalam menasehatkan yang baik – tugas kita bukanlah untuk menjamin terjadinya perubahan kepada yang membutuhkan perbaikan, tetapi apakah kita telah berupaya menjadi penyampai nasehat dengan cara yang se-pengasih mungkin.
Perubahan kualitas hidup seseorang sepenuhnya adalah hak Tuhan.
Jika keluhan kita penuh berisi ketidak-nyamanan, kekurangan, kesulitan, dan keterbatasan dalam hidup – akan indah sekali jika kita menengadahkan wajah, membuka telapak tangan, dan melamatkan ratapan hati kita ke langit – ke arah kerajaan langit yang sistem pemerintahannya di tata dalam keterhubungan langsung antara setiap jiwa dengan Tuhan-nya Yang Maha Berkuasa.
Ya ..., langsung - antara satu jiwa dengan Tuhan-nya.
Dan,Untuk setiap jiwa yang sedih, Tuhan Yang Maha Mendengar sedang menanti ketulusan keluhannya, yang termasuk mengakui perannya sendiri dalam mendekatkan dirinya dengan yang menyedihkannya.
Untuk setiap jiwa yang merasa diperlakukan tidak adil, Tuhan Yang Maha Adil sedang menanti pengertiannya untuk ikhlas menerima keadaan yang diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi, dan juga berlaku adil kepada sesama dan kepada Tuhan.
Untuk setiap jiwa yang marah, Tuhan Yang Maha Perkasa sedang menanti keterbukaannya bahwa kemarahannya adalah tenaga yang harus digunakan untuk memindahkan dirinya sendiri dari sikap-sikap dan cara-cara yang memarahkan, dan naik kelas ke keadaan-keadaan yang lebih baik.
Untuk setiap jiwa yang pedih karena perendahan oleh orang lain, Tuhan Yang Maha Memuliakan akan menemaninya dalam perjalanan tenggelam dalam kesedihannya, menemuinya di dasar kesedihannya, dan dengan penuh kasih akan menyisipkan kekuatan yang magis kedalam pikiran, hati, dan otot-ototnya untuk bangkit dan menghadapi perendahan dengan gagah berani - sebagai jiwa yang berhak bagi kemuliaan, yang menyandarkan harapannya bagi kemuliaan diri hanya kepada Tuhan Yang Maha Mulia.
Dan untuk setiap jiwa yang hampir menyerah, Tuhan Yang Maha Penolong akan mendekatkan telinga dari jiwa yang hampir menyerah itu kepada suara-suara yang menasehati, menampilkan teladan baik bagi penglihatannya, dan memasukkannya kedalam pergaulan dengan orang-orang yang menyabarkan diri dan kemudian dimuliakan karena kesabarannya.………..
Lebih baik dikatakan sok tua, daripada sok keren hari ini, tapi menua tanpa jadi lebih mampu.
Lebih baik dikatakan sok tua, tapi jadi orang sukses tanpa harus jadi tua.
Jangan izinkan orang lain menentukan apa yang bisa membuat Anda merasa yakin, selain kesungguhan Anda untuk mencapai TITIK LEDAK keberhasilan pribadi.
Ya, akan datang suatu saat yang menjadi titik ledak keberhasilan Kita, karena, ketahuilah bahwa kehidupan ini sering berlaku tiba-tiba dan tahu-tahu.Tiba-tiba Kita dikenalkan kepada seorang besar yang membutuhkan bantuan Kita, atau tiba-tiba Kita dikenal di kalangan yang luas sebagai pribadi yang bernilai.
Tahu-tahu Kita bisa menyelesaikan hal-hal besar yang tadinya sulit dilakukan oleh kebanyakan orang lain, atau tahu-tahu Kita sudah hidup dalam kualitas yang tadinya tidak terbayang dalam mimpi Kita.
Jika Kita mengasihi diri Kita sendiri, dan jika Kita ingin membahagiakan mereka yang mengasihi Kita, tegaslah melakukan yang baik untuk Kita lakukan, dan tegaslah menghindari yang tidak menjadikan Kita lebih sehat dan lebih mampu.
We are the sons and daughters of life.We were born to groom yourselves to become leaders gleaming with decisive kindness.We are the owners of life.We are the shapers of the future.
Kita adalah putra dan putri kehidupan.Kita dilahirkan untuk menumbuhkan diri menjadi pemimpin yang berkilau dengan ketegasan yang penuh kasih.Kita adalah pemilik kehidupan.Kita adalah pembentuk masa depan.Make our parents proud!………..
Berhentilah memikirkan hanya kesusahan kita sendiri.Sadarilah ada jiwa-jiwa yang mengasihi Kita, yang sedang menanti kelembutan suara Kita dalam mengatakan terima kasih dan pujian atas kehadiran mereka dalam hidup Kita.
Tersenyumlah dengan manis kepada mereka. Senyum itu mudah sekali bagi Kita, dan mungkin tidak bernilai, tetapi bagi hati-hati yang sedang merasa sendiri dan tak terperhatikan – senyuman Kita terasa seperti sentuhan Tuhan yang telah lama mereka rindukan.
Jadikanlah diri Kita pembahagia kehidupan sesama.Jadilah jiwa kecintaan Tuhan, yang menghadiahkan senyuman dan kata-kata penuh kasih kepada mereka yang terluka oleh kurangnya kasih sayang dalam keluarga dan kehidupan mereka.
Nasehatkanlah kesabaran, walaupun Kita sendiri sedang dalam ujian kesabaran.
Nasehatkanlah kekuatan, meskipun Kita sendiri merasakan kesedihan yang melemahkan tubuh Anda.
Berlakulah penuh hormat dan kasih kepada diri sendiri.
Berlakulah penuh hormat dan kelembutan kepada orang tua.Berlakulah penuh kasih dan dukungan kepada anak-anak.
Berlakulah penuh pengertian dan penerimaan kepada orang lain yang berbeda pendapat.
Berlakulah penuh kebaikan kepada kehidupan.
Karena …itu semua, adalah cara berlaku baik kepada Tuhan.………..
Tuhan Memberkati
Marilah kita perhatikan, bahwa …Kehidupan ini berisi persaingan antara kemampuan kita dengan masalah-masalah kita.Semua orang yang berhasil, mencapai keberhasilan mereka melalui ketegasan untuk menjadikan diri mereka lebih kuat daripada masalah-masalah mereka.
Dan dia yang hidup dalam keluhan, adalah biasanya orang yang menunda menyelesaikan masalah kecil, untuk kemudian membiarkannya tumbuh menjadi masalah besar.
Seperti juga dia yang mengeluhkan kesulitan hidup, adalah biasanya orang yang tidak menyelesaikan masalah saat masalah itu masih mudah ditangani, dan membiarkannya tumbuh menjadi masalah yang terlalu sulit untuk diselesaikannya.
Ketegasan..!!
Seandainya saja setiap jiwa ikhlas untuk berlaku tegas bagi kebaikan hidupnya sendiri
Marilah kita berhati-hati dan bersikap tegas terhadap daya tarik dari kesenangan-kesenangan sementara.
Karena, kesenangan sementara berperan menarik perhatian, merampas waktu, dan memboroskan tenaga kita untuk hal-hal yang tidak akan menjadikan kita lebih mampu.
Jutaan orang di dunia, setiap tahun, menjadi lebih tua tanpa menjadi lebih mampu – karena mendahulukan kesenangan-kesenangan sementara.
Dan Tuhan Yang Maha Pengasih memberikan kepada mereka sebuah tanda, yaitu ketidak-damaian.
Ketidak-damaian adalah tanda penuh kasih yang secara khusus ditujukan kepada jiwa-jiwa baik yang sedang mendahulukan kesenangan sementara.
Dan kepada kita, orang tua dan pendidik yang super, semakin besar keyakinan kita atas kebenaran yang kita nasehatkan, harus semakin tinggi kualitas kesabaran kita.
Karena sesungguhnya, dalam menasehatkan yang baik – tugas kita bukanlah untuk menjamin terjadinya perubahan kepada yang membutuhkan perbaikan, tetapi apakah kita telah berupaya menjadi penyampai nasehat dengan cara yang se-pengasih mungkin.
Perubahan kualitas hidup seseorang sepenuhnya adalah hak Tuhan.
Jika keluhan kita penuh berisi ketidak-nyamanan, kekurangan, kesulitan, dan keterbatasan dalam hidup – akan indah sekali jika kita menengadahkan wajah, membuka telapak tangan, dan melamatkan ratapan hati kita ke langit – ke arah kerajaan langit yang sistem pemerintahannya di tata dalam keterhubungan langsung antara setiap jiwa dengan Tuhan-nya Yang Maha Berkuasa.
Ya ..., langsung - antara satu jiwa dengan Tuhan-nya.
Dan,Untuk setiap jiwa yang sedih, Tuhan Yang Maha Mendengar sedang menanti ketulusan keluhannya, yang termasuk mengakui perannya sendiri dalam mendekatkan dirinya dengan yang menyedihkannya.
Untuk setiap jiwa yang merasa diperlakukan tidak adil, Tuhan Yang Maha Adil sedang menanti pengertiannya untuk ikhlas menerima keadaan yang diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi, dan juga berlaku adil kepada sesama dan kepada Tuhan.
Untuk setiap jiwa yang marah, Tuhan Yang Maha Perkasa sedang menanti keterbukaannya bahwa kemarahannya adalah tenaga yang harus digunakan untuk memindahkan dirinya sendiri dari sikap-sikap dan cara-cara yang memarahkan, dan naik kelas ke keadaan-keadaan yang lebih baik.
Untuk setiap jiwa yang pedih karena perendahan oleh orang lain, Tuhan Yang Maha Memuliakan akan menemaninya dalam perjalanan tenggelam dalam kesedihannya, menemuinya di dasar kesedihannya, dan dengan penuh kasih akan menyisipkan kekuatan yang magis kedalam pikiran, hati, dan otot-ototnya untuk bangkit dan menghadapi perendahan dengan gagah berani - sebagai jiwa yang berhak bagi kemuliaan, yang menyandarkan harapannya bagi kemuliaan diri hanya kepada Tuhan Yang Maha Mulia.
Dan untuk setiap jiwa yang hampir menyerah, Tuhan Yang Maha Penolong akan mendekatkan telinga dari jiwa yang hampir menyerah itu kepada suara-suara yang menasehati, menampilkan teladan baik bagi penglihatannya, dan memasukkannya kedalam pergaulan dengan orang-orang yang menyabarkan diri dan kemudian dimuliakan karena kesabarannya.………..
Lebih baik dikatakan sok tua, daripada sok keren hari ini, tapi menua tanpa jadi lebih mampu.
Lebih baik dikatakan sok tua, tapi jadi orang sukses tanpa harus jadi tua.
Jangan izinkan orang lain menentukan apa yang bisa membuat Anda merasa yakin, selain kesungguhan Anda untuk mencapai TITIK LEDAK keberhasilan pribadi.
Ya, akan datang suatu saat yang menjadi titik ledak keberhasilan Kita, karena, ketahuilah bahwa kehidupan ini sering berlaku tiba-tiba dan tahu-tahu.Tiba-tiba Kita dikenalkan kepada seorang besar yang membutuhkan bantuan Kita, atau tiba-tiba Kita dikenal di kalangan yang luas sebagai pribadi yang bernilai.
Tahu-tahu Kita bisa menyelesaikan hal-hal besar yang tadinya sulit dilakukan oleh kebanyakan orang lain, atau tahu-tahu Kita sudah hidup dalam kualitas yang tadinya tidak terbayang dalam mimpi Kita.
Jika Kita mengasihi diri Kita sendiri, dan jika Kita ingin membahagiakan mereka yang mengasihi Kita, tegaslah melakukan yang baik untuk Kita lakukan, dan tegaslah menghindari yang tidak menjadikan Kita lebih sehat dan lebih mampu.
We are the sons and daughters of life.We were born to groom yourselves to become leaders gleaming with decisive kindness.We are the owners of life.We are the shapers of the future.
Kita adalah putra dan putri kehidupan.Kita dilahirkan untuk menumbuhkan diri menjadi pemimpin yang berkilau dengan ketegasan yang penuh kasih.Kita adalah pemilik kehidupan.Kita adalah pembentuk masa depan.Make our parents proud!………..
Berhentilah memikirkan hanya kesusahan kita sendiri.Sadarilah ada jiwa-jiwa yang mengasihi Kita, yang sedang menanti kelembutan suara Kita dalam mengatakan terima kasih dan pujian atas kehadiran mereka dalam hidup Kita.
Tersenyumlah dengan manis kepada mereka. Senyum itu mudah sekali bagi Kita, dan mungkin tidak bernilai, tetapi bagi hati-hati yang sedang merasa sendiri dan tak terperhatikan – senyuman Kita terasa seperti sentuhan Tuhan yang telah lama mereka rindukan.
Jadikanlah diri Kita pembahagia kehidupan sesama.Jadilah jiwa kecintaan Tuhan, yang menghadiahkan senyuman dan kata-kata penuh kasih kepada mereka yang terluka oleh kurangnya kasih sayang dalam keluarga dan kehidupan mereka.
Nasehatkanlah kesabaran, walaupun Kita sendiri sedang dalam ujian kesabaran.
Nasehatkanlah kekuatan, meskipun Kita sendiri merasakan kesedihan yang melemahkan tubuh Anda.
Berlakulah penuh hormat dan kasih kepada diri sendiri.
Berlakulah penuh hormat dan kelembutan kepada orang tua.Berlakulah penuh kasih dan dukungan kepada anak-anak.
Berlakulah penuh pengertian dan penerimaan kepada orang lain yang berbeda pendapat.
Berlakulah penuh kebaikan kepada kehidupan.
Karena …itu semua, adalah cara berlaku baik kepada Tuhan.………..
Tuhan Memberkati
18.39
~MASALAH DAN TANTANGAN~
Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap bergerak,
anda menciptakan kemajuan.
Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
Karena “kompetisi” hidup ini akan semakin ketat , bila gerak anda pelan atau malah berhenti maka anda disalip oleh kompetitor dibelakang anda .
Bila anda menganggap masalah sebagai beban,
anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan,
anda mungkin akan menghadapinya.
Namun, anggaplah bahwa masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita.
Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi.
Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda.
Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi.
Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin.
Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku!
Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang.
Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang yang sukses sejati.
Keberhasilan tidak hanya diukur dengan apa yang telah anda raih, tapi juga dari kegagalan yang pernah anda hadapi dan atasi , keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus.
Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja dari langit.
Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk berusaha.
Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan.
Jangan hanya berhenti pada langkah pertama! Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang.
Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang.
Disitulah tanda kesejatian diri akan teruji.
Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan.
Hakikat diri anda adalah berkarya menuju kesuksesan dan menemukan kebahagiaan.
Jangan anda terkecoh hanya dengan melihat keberhasilan seseorang.
Karena di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjuaangan dan pengorbanan.
Keringat dan kepayahan. Ingat Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan.
Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya.
Namun bila anda terkagum pada ketegaran seseorang dalam berusaha, anda akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran.
Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan.
Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu.
Berusahalah terus! Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti.
Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda.
Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar tapi sukses juga bisa diraih melalui hal-hal kecil yang terakumulasi ,juga oleh orang-orang yang bisa memelihara momentum dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.
Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan Kebaikan Hati dan dengan Sepenuh Hati .
Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun diatas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain.
Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan anda.
Seorang bijak berujar. ” Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan tetap harus dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu.”
Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda.Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda.
Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang kembali dan bukan tak mungkin akan melukai anda sendiri.
Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang.
Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.
anda menciptakan kemajuan.
Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
Karena “kompetisi” hidup ini akan semakin ketat , bila gerak anda pelan atau malah berhenti maka anda disalip oleh kompetitor dibelakang anda .
Bila anda menganggap masalah sebagai beban,
anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan,
anda mungkin akan menghadapinya.
Namun, anggaplah bahwa masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita.
Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi.
Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda.
Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi.
Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin.
Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku!
Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang.
Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang yang sukses sejati.
Keberhasilan tidak hanya diukur dengan apa yang telah anda raih, tapi juga dari kegagalan yang pernah anda hadapi dan atasi , keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus.
Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja dari langit.
Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk berusaha.
Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan.
Jangan hanya berhenti pada langkah pertama! Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang.
Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menantang.
Disitulah tanda kesejatian diri akan teruji.
Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan.
Hakikat diri anda adalah berkarya menuju kesuksesan dan menemukan kebahagiaan.
Jangan anda terkecoh hanya dengan melihat keberhasilan seseorang.
Karena di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjuaangan dan pengorbanan.
Keringat dan kepayahan. Ingat Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan.
Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya.
Namun bila anda terkagum pada ketegaran seseorang dalam berusaha, anda akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran.
Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan.
Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu.
Berusahalah terus! Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti.
Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda.
Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar tapi sukses juga bisa diraih melalui hal-hal kecil yang terakumulasi ,juga oleh orang-orang yang bisa memelihara momentum dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.
Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan Kebaikan Hati dan dengan Sepenuh Hati .
Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun diatas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain.
Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan anda.
Seorang bijak berujar. ” Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan tetap harus dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu.”
Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda.Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda.
Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang kembali dan bukan tak mungkin akan melukai anda sendiri.
Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang.
Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.
Label:
~MASALAH DAN TANTANGAN~
Diberdayakan oleh Blogger.





