Latest Post

KISAH AH LONG ANAK BERUSIA 6 TAHUN YANG BERTAHAN HIDUP HANYA DITEMANI DENGAN SEEKOR ANJING

Written By Regina Kim on Selasa, 10 Desember 2013 | 20.54


Kisah nyata ini terjadi pada tahun 2010 yang lalu, tentang seorang anak bernama Ah Long yang hidup sendiri di sebuah desa di kaki bukit Gunung Malu, Liuzhou di provinsi Guangxi, China. Umurnya baru 6 tahun, kedua orang tuanya telah meninggal dikarenakan mengidap penyakit AIDS berturut-turut di tahun 2008 dan 2010.

Orang-orang di sekitarnya mengucilkannya karena Ah Long dilahirkan dengan virus HIV yang mengalir di darahnya. Ah Long harus menjaga dirinya sendiri karena kebanyakan orang takut untuk mendekat, Satu-satunya sahabat sejatinya adalah anjingnya yang bernama Lao Hei yang selalu setia menemani disampingnya.


Satu-satunya keluarga yang ia miliki adalah neneknya yang berusia 84 tahun. Kadang si nenek mengunjunginya dan memasak untuknya, namun tidak bersedia tinggal bersamanya. Karena penyakitnya, orang-orang di sekitarnya tidak menghiraukan Ah Long. Pihak sekolah tidak mau menerimanya lagi, bahkan para orang tua murid sepakat akan mencelakainya apabila Ah Long muncul ke sekolah dan bermain dengan anak-anak mereka.


Bahkan dokterpun enggan mengobatinya apabila Ah Long kecil sakit, penderitaan anak itu bertambah ketika Departemen Kesejahteraan juga tidak mau mengurus anak tersebut.


Biro Sipil setempat menyediakan dana sebesar 70 yuan per bulan atau sekitar Rp 90.000 per bulan.


Jumlah ini tidak cukup untuk anak kecil seumur Ah Long untuk hidup. Ah Long menjalani kehidupan sendiri. Dia menanam cabai, daun bawang dan memelihara ayam. Dia mencuci dan memasak sendiri. Dia tidur dan bermain dengan anjingnya.








Ada juga yang bersimpati dengan Ah Long dengan memberikan pakaian, makanan dan selimut bekas. Ada yang memberikan Ah Long 20 kilogram beras dan 5 kilogram mie, ada juga yang membawakan dia sebuah surat kabar mingguan untuk mengikuti berita dunia terbaru.


Sejak cerita Ah Long diangkat oleh media, ia mendapatkan banyak perhatian termasuk dari pemerintah Cina. Sebuah rumah amal di kota Liuzhou setuju untuk mengurusnya. Ah Long juga mendapat perhatian dari orang-orang yang baik hati. Ah Long pun dibangunkan rumah baru tepat di sebelah rumahnya yang lama dengan dua kamar tidur, satu ruang keluarga dan satu toilet.


Sebenarnya masih banyak bocah-bocah seperti Ah Long, tidak hanya di China di negara-negara lainpun mereka banyak yang diabaikan dan hidup sebatang kara. Hidup yang mereka jalani bukan kesalahan mereka, mereka tidak bisa memilih dilahirkan dengan mengidap HIV yang diturunkan oleh orang tuanya.






KISAH LIMA PENGEMBARA

Written By Regina Kim on Minggu, 08 Desember 2013 | 17.31


Alkisah, di sebuah negeri antah berantah, hiduplah lima orang pengembara. Kelima orang ini sudah banyak mengunjungi berbagai kota di negeri tersebut. Meski begitu, bagaimana mereka melakukan perjalanan mereka tidaklah sama. Setiap pengembara memiliki cara berjalan mereka sendiri, yang membuat mereka memiliki kekhasan tersendiri.

Pengembara yang pertama selalu berjalan sambil melihat lke atas. Karena ia mengembara sambil melihat langit, ia sering salah mengambil jalan, membuat dirinya tersesat. Terkadang, ia juga memperoleh luka yang tidak perlu akibat menabrak hal yang sepele.

Pengembara yang kedua, sebaliknya, selalu berjalan sambil melihat ke bawah. Karena selalu melihat tanah itulah ia sering melewatkan berbagai toko. Padahal, toko itu dapat ia gunakan untuk menyuplai bekal perjalanannya dan juga memperbaiki berbagai perlengkapannya yang semakin lama semakin aus.

Pengembara yang ketiga selalu berjalan sambil melihat ke belakang. Karena selalu melihat ke belakang itulah ia sering tidak sadar bahwa ia sebenarnya memiliki kemampuan untuk memilih ketika ada percabangan jalan, dan menganggap bahwa jalan yang ia tempuh adalah jalan yang tidak bercabang.

Pengembara yang keempat selalu berjalan sambil melihat ke kanan dan kiri. Karena selalu melihat ke kanan dan kiri itulah ia menjadi pengembara yang paling lambat dibanding yang lain. Itu karena dia selalu menghampiri setiap toko yang kebetulan dia lihat.

Pengembara yang kelima selalu berjalan sambil melihat ke depan. Karena selalu melihat ke depan itulah ia selalu yakin dengan pilihan jalurnya dan enggan mencoba jalur yang lain. Padahal, jalur yang ia tempuh itu sering dibilang berbahaya oleh pengembara lain.

Kelima pengembara ini melambangkan beberapa sifat buruk yang seharusnya dihindari manusia.

Pengembara yang selalu melihat ke atas melambangkan sikap rendah diri dan tidak pernah puas. Mereka selalu membandingkan dirinya dengan orang lain yang lebih baik dari mereka, dan saat mereka mendapati dirinya ternyata inferior, mereka mulai merasakan sakit yang tidak perlu, yang disebabkan oleh rasa iri hati. Mereka juga merasa bahwa apa yang mereka perbuat tidak akan cukup, dan oleh sebab itu, mereka selalu berusaha untuk memuaskan keinginan itu, menjadikan diri mereka orang yang tamak. Sifat-sifat ini menjadikan mereka sering mengambil tindakan yang salah dalam hidup mereka.

Pengembara yang selalu melihat ke bawah melambangkan sikap sombong. Mereka selalu merasa bahwa diri mereka lebih baik dibandingkan orang lain, dan oleh sebab itu, selalu merendahkan orang lain. Selain itu, karena merasa bahwa diri mereka sudah hebat, mereka sering menolak kesempatan untuk belajar karena gengsi, padahal kesempatan itu sangat mungkin sebenarnya begruna bagi kehidupan mereka.

Pengembara yang selalu melihat ke belakang melambangkan sikap menyesal. Mereka selalu merasa bahwa pilihan yang mereka buat salah, berkata “Seandainya saja…”, dan berpikir bahwa hidup mereka tidak seharusnya seperti ini. Bahkan, mereka sebegitu larutnya dalam penyesalan, sampai-sampai mereka merasa bahwa hidup mereka tak berguna lagi. Sebagai akibatnya, mereka gagal melihat alternatif yang ditawarkan oleh kehidupan.

Pengembara yang selalu melihat ke kanan dan kiri melambangkan sikap menunda pekerjaan. Mereka tidak mampu menahan keinginan mereka untuk melakukan berbagai kegiatan sampingan, membuat kegiatan utama mereka justru terbengkalai. Akibatnya, banyak waktu yang terbuang, dan mereka menjadi orang yang tertinggal dibandingkan dengan orang lain.

Pengembara yang selalu melihat ke depan melambangkan sikap keras kepala. Mereka selalu merasa bahwa diri mereka paling benar, menjadikan mereka seorang yang berpikiran sempit dan tidak toleran. Dalam benak mereka, yang paling penting adalah opini mereka, sementara opini orang lain adalah salah, bahkan meskipun opini orang lain itu mengandung kebenaran.

RENUNGAN:
Karena itu, jadilah pengembara yang dapat melihat ke mana pun, tahu kapan harus melihat, itu dan seberapa lama atau sering kita melakukannya

3 HARI DALAM HIDUP

Written By Regina Kim on Rabu, 04 Desember 2013 | 19.10


Hari pertama : Hari kemarin.
Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;
lepaskan saja…

Hari ke dua : hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit,
Kita tak tahu apa yang akan terjadi.
Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya
biarkan saja…

Hari ke tiga : yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup,
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri Kita untuk hari ini.
Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini. Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.
Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri

RENUNGAN:
Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga

KISAH PEMBUAT PERAHU KAYU (KISAH PAPAN DAN RAYAP)


Dikisahkan dua orang laki-laki bekerja keras membuat sebuah perahu. Ketika sedang sibuk bekerja mereka berdua menemukan rayap disebuah papan. Salah seorang dari mereka kemudian ingin membuang papan itu tapi temannya melarang. Dia berkata, ”kenapa papan ini dibuang? Kan sayang. Lagipula tidak ada masalah. Cuma kena rayap sedikit saja.”
Karena tidak ingin mengecewakan temannya, papan yang ada rayapnya pun digunakan untuk membuat perahu. Selang beberapa hari, perahu pun selesai dan sudah bisa digunakan untuk melayari lautan.

Tapi beberapa tahun kemudian, rayap-rayap itu ternyata bertelur dan menetas. Rayap-rayap itu kemudian menggerogoti kayu kapal. Bahkan rayap-rayap itu menyebar kemana-mana hingga memakan kayu yang ada di lambung kapal.

Kapal terus digunakan dan tak seorang pun sadar hingga akhirnya, kayu-kayu perahu itu pun mulai keropos. Dan, ketika dihantam oleh ombak besar, air berhasil menembus masuk dari celah-celah dan lubang-lubang kayu.

Karena hujan juga sering turun dengan deras, para awak perahu tidak mampu lagi menguras air yang masuk ke dalam perahu sehingga akhirnya perahu itu karam. Di dalamnya terdapat barang-barang berharga dan nyawa manusia.

RENUNGAN :
Kalau saja kita sadar bahwa malapetaka besar ini sebenarnya berasal dari hal yang remeh dan tidak berharga seperti papan yang sudah kena rayap. Kalau saja ketika membuat perahu dahulu papan itu dibuang, tentu saja malapetaka ini bisa dicegah.

Dan, begitulah kalau pada kenyataannya kita sering tidak sadar kalau perbuatan-perbuatan kesalahan kecil dan remeh yang kita lakukan kadang-kadang justru malah menimbulkan malapetaka besar.

KISAH DARI SEBUAH KEBIASAAN


Disuatu sore Ayah mengajak anak remajanya yang agak nakal dan mempunyai kebiasaan-kebiasaan buruk untuk berjalan-jalan dihutan sekitar perkebunan mereka. "Engkau melihat pohon itu? Cobalah engkau mencabutnya," kata sang Ayah sambil menunujuk pada salah satu pohon kecil dipinggir hutan.

Dengan segera anak remaja itu berlari dengan satu tangan saja mencabut pohon kecil itu. Mereka terus berjalan dan kali ini sang ayah menunjuk sebuah sebuah pohon yang sudah agak besar . "Sekarang coba cabut pohon itu. Dengan segera pula si anak remaja mencabut pohon itu, tetapi kali ini tidak dengan satu tangan. Ia harus mencabutnya dengan kedua tangannya.

Setelah berjalan beberapa langkah lagi sang Ayah menunjuk sebuah pohon cemara yang cukup besar. "Sekarang Ayah mau engkau mencabut pohon itu." Dengan kaget anak remaja itu menjawab, "Yang benar saja Ayah, itu kan besar dengan seluruh kekuatanku pun aku tak dapat mencabutnya. Pohon itu hanya dapat ditebang dengan Buldozer.”

"Benar katamu," jawab sang Ayah. Mereka kemudian duduk berdua dipinggir Hutan. "Sekarang dengar," kata sang Ayah memulai pelajarannya. Sesuatu yang belum terlalu lama dibiarkan, masih bisa dihilangkan dengan mudah. Seperti ketika engkau mencabut pohon kecil tadi dengan satu tanganmu. Tetapi kebiasaan yang sudah agak lama dibiarkan, masih bisa dihilangkan tetapi dengan usaha dan kerja keras, seperti ketika engkau mencabut pohon kedua dengan kedua tanganmu.

Sedangkan kebiasaan yang sudah mendarah daging karena sudah dibiasakan dan dipelihara, akan sangat sulit menghilangkannya kecuali dengan tekad kita yang bulat.

RENUNGAN :
Maka belajarlah segera membuang hal-hal yang tidak berkenan bagi kita dan jangan membiasakan dirimu melakukan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik.

KISAH SEBUAH KETULUSAN DALAM KELUARGA

Written By Regina Kim on Selasa, 19 November 2013 | 22.49


Alkisah di sebuah rumah mewah yang terletak dipinggiran sebuah kota, hiduplah sepasang suami istri. Dari sekilas orang yang memandang, mereka adalah pasangan yang sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana usaha mereka dalam meraih kehidupan mapan yang seperti saat ini. Sayang, pasangan itu belum lengkap. Dalam kurun waktu sepuluh tahun pernikahan mereka, pasangan itu belum juga dikaruniai seorang anak pun yang mereka harapkan.

Karenanya walaupun masih saling mencinta, si suami berkeinginan menceraikan istrinya karena dianggap tak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasinya. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sedih dan duka yang mendalam, si istri akhirnya menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.

Dengan perasaan tidak menentu, suami istri itu menyampaikan rencana perceraian kepada orang tua mereka. Meskipun orang tua mereka tidak setuju, tapi tampaknya keputusan bulat sudah diambil si suami. Setelah berbincang-bincang cukup lama dan alot, kedua orang tua pasangan itu dengan berat hati menyetujui perceraian tersebut. Tetapi, mereka mengajukan syarat, yakni agar perceraian pasangan suami istri itu diselenggarakan dalam sebuah sebuah pesta yang sama besarnya seperti pesta saat mereka menikah dulu.

Agar tidak mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan mengadakan pesta perceraian itu pun disetujui. Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Sungguh, itu merupakan pesta yang tidak membahagiakan bagi siapa saja yang hadir dalam pesta itu. Si suami tampak tertekan dan terus meminum arak sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara sang istri tampak terus melamun dan sesekali mengusap air matanya di pipinya. Di sela mabuknya si suami berkata lantang, “Istriku, saat kau pergi nanti. semua barang berharga atau apapun yang kamu suka dan kamu sayangi, Ambillah dan Bawalah !!“. Setelah berkata seperti itu, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.

Keesokan harinya, setelah pesta usai, si suami terbangun dari tidur dengan kepala berdenyut-denyut. Dia merasa tidak mengenali keadaan disekelilingnya selain sosok yang sudah dikenalnya bertahun-tahun yaitu sang istri yang ia cintai. Maka, dia pun bertanya “Ada dimakah aku ? Kenapa ini bukan di kamar kita ? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi ? tolong jelaskan.”

Si istri menatap penuh cinta pada suaminya dengan mata berkaca-kaca dan menjawab, “Suamiku, ini karena dirumah orang tuaku. Kemaren kau bilang didepan semua orang bahwa engkau berkata kepadaku, bahwa aku boleh membawa apa saja yang aku mau dan aku sayangi. Di dunia ini tidak ada satu barang yang berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati selain kamu. karena itu kamu sekarang kubawa serta ke rumah orang tuaku. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu.”

Dengan perasaan terkejut setelah sesaat tersadar, si suami bangun dan memeluk istrinya, “Maafkan aku Istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa dalamnya cintamu padaku. Walaupun aku telah menyakitimu, dan berniat menceraikanmu, tetapi engkau masih mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun“.

KISAH HAKIM BAO TENTANG KASIH DAN WELAS ASIH


Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka parah.

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada hakim Bao. Hakim Bao mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, “Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?” Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.

“Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman.” Mendengar solusi hakim Bao, petani itu setuju.

Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi hakim Bao. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.

Di samping rasa terima kasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani. Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.

RENUNGAN:
Sebuah ungkapan Tiongkok Kuno mengatakan, “Cara Terbaik untuk mengalahkan dan mempengaruhi orang adalah dengan kebajikan dan belas kasih.”

KISAH KASIH TERBESAR KORBAN PERANG VIETNAM


Pada suatu siang, sebuah peluru mortir mendarat di sebuah panti asuhan di sebuah perkampungan kecil Vietnam. Seorang petugas panti asuhan dan dua orang anak langsung tewas, beberapa anak lainnya terluka, termasuk seorang gadis kecil yang berusia sekitar 8 tahun.

Orang-orang dari kampung tersebut segera meminta pertolongan medis dari kota terdekat. Akhirnya, seorang dokter Angkatan Laut Amerika dan seorang perawat dari Perancis yang kebetulan berada di kota itu bersedia menolong. Dengan membawa Jeep yang berisi obat-obatan dan perlengkapan medis mereka berangkat menuju panti asuhan tersebut.

Setelah melihat keadaan gadis kecil itu, dokter menyimpulkan bahwa anak tersebut sudah dalam keadaan yang sangat kritis. Tanpa tindakan cepat, anak itu akan segera meninggal kehabisan darah. Transfusi darah adalah jalan terbaik untuk keluar dari masa kritis ini.

Dokter dan perawat tersebut segera mengadakan pengujian singkat kepada orang-orang di panti asuhan - termasuk anak-anak, untuk menemukan golongan darah yang cocok dengan gadis kecil itu. Dari pengujian tersebut ditemukan beberapa orang anak yang memiliki kecocokan darah dengan gadis kecil tersebut.

Sang dokter, yang tidak begitu lancar berberbahasa Vietnam - berusaha keras menerangkan kepada anak-anak tersebut - bahwa gadis kecil itu hanya bisa ditolong dengan menggunakan darah salah satu anak-anak itu. Kemudian, dengan berbagai bahasa isyarat, tim medis menanyakan apakah ada di antara anak-anak itu yang bersedia menyumbangkan darahnya bagi si gadis kecil yang terluka parah.

Permintaan itu ditanggapi dengan diam seribu bahasa. Setelah agak lama, seorang anak mengacungkan tangannya perlahan-lahan, tetapi dalam keraguan ia menurunkan tangannya lagi, walaupun sesaat kemudian ia mengacungkan tangannya lagi.

“Oh, terima kasih,” kata perawat itu terpatah-patah. “Siapa namamu ?”

“Heng,” jawab anak itu.

Heng kemudian dibaringkan ke tandu, lengannya diusap dengan alkohol, dan kemudian sebatang jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darahnya. Selama proses ini, Heng terbaring kaku, tidak bergerak sama sekali.

Namun, beberapa saat kemudian ia menangis terisak-isak, dan dengan cepat menutupi wajahnya dengan tangannya yang bebas.

“Apakah engkau kesakitan, Heng ?” tanya dokter itu. Heng menggelengkan kepalanya, tetapi tidak lama kemudian Heng menangis lagi, kali ini lebih keras. Sekali lagi dokter bertanya, apakah jarum yang menusuknya tersebut membuatnya sakit, dan Heng menggelengkan kepalanya lagi.

Tetapi tangisan itu tidak juga berhenti, malah makin memilukan. Mata Heng terpejam rapat, sedangkan tangannya berusaha menutup mulutnya untuk menahan isakan tangis.

Tim medis itu menjadi khawatir, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Untunglah seorang perawat Vietnam segera datang. Melihat anak kecil itu yang tampak tertekan - ia berbicara cepat dalam bahasa Vietnam. Perawat Vietnam itu mendengarkan jawaban anak itu dengan penuh perhatian, dan kemudian perawat itu menjelaskan sesuatu pada Heng dengan nada suara yang menghibur.

Anak itu mulai berhenti menangis - dan menatap lembut mata perawat Vietnam itu beberapa saat. Ketika perawat Vietnam itu mengangguk - tampak sinar kelegaan menyinari wajah Heng.

Sambil melihat ke atas, perawat itu berkata lirih kepada dokter Amerika tersebut, “Ia mengira bahwa ia akan mati. Ia salah paham. Ia mengira anda memintanya untuk memberikan seluruh darahnya agar gadis kecil itu tetap hidup.”

“Tetapi kenapa ia tetap mau melakukannya ?” tanya sang perawat Perancis dengan heran.

Perawat Vietnam itu kembali bertanya kepada Heng.. dan Heng pun menjawab dengan singkat :

“Ia sahabat saya..”

DON'T JUDGE BY COVER (ISI LEBIH PENTING DIBANDING BUNGKUSNYA)


Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan
bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUSAN-nya saja dan mengabaikan ISINYA.

Bedakanlah apa itu Bungkusan dan apa itu Isinya.

Rumah yg indah hanya bungkusan;
Keluarga Bahagia itu isinya.

Pesta nikah hanya bungkusan;
Cintakasih, Pengertian dan komitmen, itu isinya

Ranjang mewah hanya bungkusan;
Tidur nyenyak itu isinya.

Makan enak hanya bungkusan;
Gizi dan energi itu isinya.

Kecantikan hanya bungkusan;
Kepribadian itu isinya.

Bicara itu hanya bungkusan;
Kerja nyata itu isinya.

Buku hanya bungkusan;
Pengetahuan itu isinya.

Jabatan hanya bungkusan;
Pengabdian dan pelayanan itu isinya.

Pergi ke Rumah Ibadah itu bungkusan;
Melakukan perintah Tuhan dalam hidup itu isinya.

Utamakanlah isinya...
namun rawatlah bungkusnya...

KISAH TUAN OENG DENGAN SEORANG GADIS KECIL


Dari dalam toko mainannya, seorang pria tua yang biasa dipanggil Tuan Oeng oleh para pelanggannya menatapLAH seorang gadis berseragam putih-merah yang sedang terpaku di depan kaca etalase toko. Sudah dua minggu ini di waktu yang sama, yaitu pukul 13.15, gadis itu selalu berdiri di depan etalase toko.

”Bisa aku bantu?” tegur Tuan Oeng tersenyum ramah.GADIS itu menoleh ke arah Tuan Oeng kemudian mengetuk kaca etalase.”Berapa harga Lily?” tanya gadis itu kemudian.Tuan Oeng menoleh ke arah etalase dan menemukan sebuah boneka bergaun ungu yang ditunjuk oleh gadis berkepang dua itu.
”Lima puluh ribu rupiah,” jawabnya singkat.

”Mahal, ya...,” ujar gadis itu terdengar seperti menggumam. Ia kemudian melangkah meninggalkan toko dan pemiliknya.

Keesokannya, Tuan Oeng kembali menemukan gadis kecil itu terpana di depan etalase. Matanya bergeming dari Lily yang telah dipajang sejak dua minggu lalu. Kali ini Tuan Oeng tak menegur. Ia membiarkan saja gadis itu menatap Lily sampai puas.

SAMPAI di suatu Minggu, Tuan Oeng melihat gadis itu datang bersama seorang anak laki-laki yang lebih kecil. Keduanya mengendarai sepeda dan memarkir sepeda tepat di depan etalase toko. Terlihat raut gembira di wajah gadis itu.

”Selamat datang. Ada yang bisa dibantu, Nak?” sambut Tuan Oeng.
Kedua bocah itu adalah pembeli pertama di hari itu. ”Saya ingin membeli Lily,” ujar gadis itu mantap.
Tuan Oeng tersenyum. ”Apakah kau meminta orangtuamu untuk membelikannya?”
tanyanya.

Gadis itu menggeleng. ”Tidak, Pak. Saya memecahkan celengan yang sudah saya isi sejak setahun.”
Tuan Oeng terpana memandang gadis kecil yang mulai berceloteh bangga itu.

”Walaupun hanya memiliki empat puluh ribu dari uang celengan saya, Ayah memberi uang dua puluh ribu untuk menutupi kekurangannya.”

Tuan Oeng mengangguk mengerti. ”Berarti kau sudah tak punya tabungan lagi, ya?”

Gadis itu mengangguk. ”Kali ini iya, tetapi mulai besok saya akan makin rajin menyisihkan uang jajan. Itu sebabnya Ayah melebihkan sepuluh ribu agar saya dapat membeli celengan baru.”

Tuang Oeng mengacungkan kedua jempolnya tanda bangga. ”Hebat!” ujarnya.SESAAT kemudian transaksi berlangsung. Gadis itu menulis nama dan alamatnya. Kemudian ia membayar Lily dengan satu lembar uang lima puluh ribu.

”Bisakah Bapak membungkus Lily dengan rapi?” pinta gadis itu.
”Tentu. Untuk gadis kecil yang rajin menabung, Bapak akan bungkus dengan kotak cantik berwarna ungu.”

Ketika sedang membungkus Lily, Tuan Oeng memerhatikan kedua bocah tadi berada di depan rak mainan tentara. ”Aku akan menabung seperti Kakak agar bisa membeli paket mainan tentara ini,” ujar bocah lelaki itu kepada kakak perempuannya.

”Kamu suka, ya?” tanya gadis kecil itu kepada adiknya.
”Iya. Hampir semua teman-temanku memilikinya. Namun, mana mungkin Ayah membelikannya untukku,” nada bocah lelaki itu terdengar kecewa.

”Ayah, kan, pernah bilang kepada, kita jika kita menginginkan sesuatu, kita harus berusaha sendiri. Namun, jika kita membutuhkan sesuatu, Ayah dan Ibu akan membelikannya.”

BOCAH lelaki itu mengangguk. ”Aku akan berusaha keras seperti Kakak! Aku akan menabung.”
”Sebaiknya kau menabung dengan cepat,” timpal satu anak buah Tuan Oeng, masuk ke dalam percakapan.

”Paket mainan tentara itu edisi terbatas dan tidak diproduksi lagi. Di toko ini bahkan hanya tinggal dua paket.”

Raut wajah bocah lelaki itu berubah kecewa. ”Benarkah? Ya....”
Gadis kecil itu menepuk pundak adiknya. Ia tidak bisa berkata apa-apa.

BEBERAPA saat kemudian kedua bocah itu sudah melangkah ke luar toko. Namun, beberapa menit kemudian, gadis itu datang kembali ke toko sendirian. Ia membawa sebuah kotak berwarna ungu.

”Maaf, Pak. Bolehkan saya menukar Lily dengan satu paket tentara edisi terbatas itu?” ujar gadis itu.

Tuan Oeng terkejut dan terbengong sejenak. ”Kenapa kau mau menukarnya?”

Gadis itu menggeleng. ”Saya tidak tahu kenapa saya sedih setelah mendapatkannya. Mungkin karena saya takut adik saya tidak bisa mendapatkan apa yang ia mau. Sepertinya ia masih terlalu kecil untuk menabung cepat.”

Tuan Oeng tersenyum. Ia merasa gadis di depannya sudah dewasa. Padahal, gadis kecil itu dan adiknya sama-sama masih kecil. Transaksi penukaran berlangsung. Harga miniatur tentara itu lebih murah sepuluh ribu rupiah daripada harga Lily.

KETIKA gadis itu keluar dari toko, Tuang Oeng sibuk menulis sesuatu di atas kartu. Selesai menulis, ia memanggil salah satu anak buahnya dan berkata,”Kirimkan kotak ungu ini ke alamat gadis kecil tadi. Ini alamat dan nomor
teleponnya.”

Anak buah Tuan Oeng sekilas membaca isi kartu ucapan yang ditulis Tuan Oeng. Tulisannya berbunyi:

”Untuk seorang kakak yang murah hati dan rajin menabung. Tertanda Tuan Oeng,
dari toko Hati.”

RENUNGAN :
Jika kita menginginkan sesuatu, kita harus berusaha sendiri semua itu berasal dari diri kita sendiri..seperti kita mencari pekerjaan atau mencari jodoh bila kita tidak berusaha mana mungkin bisa mendapatkannya dengan gratis..

KISAH ANTENNA TV YANG BERKARAT

Written By Regina Kim on Jumat, 20 September 2013 | 22.27


Malam itu, acara menonton televisi dirumah kami agak terganggu. Ribuan semut memenuhi layar televisi kami. Belum lagi bunyi kresek-kresek tak jelas mengganggu telinga. Padahal dua hari yang lalu, setidaknya 80% dari gambarnya masih dapat kami nikmati. Program hiburan favorit yang telah ditunggu-tunggu menjadi sama sekali tidak menghibur. Malam yang seharusnya indahpun, perlahan tapi pasti jadi menjengkelkan.

Jelas bukan salah stasiun televisi. Mereka tentu tetap memancarkan sinyalnya sedemikian rupa. Apalagi tawa riuh tetangga memberitahu kami bahwa televisi mereka baik-baik saja. Kesalahan bukan terletak pada stasiun televisi, bukan juga pada pemancarnya, apalagi pada televisi diruang keluarga, kesalahan ada pada antena televisi kami.

Entah apa penyebabnya antena kami lebih cepat berkarat dari yang seharusnya. “Begini nih kalau beli antena China !”, timpal salah satu dari antara kami menyalahkan. Aku sendiripun tidak mengingat dengan pasti, apakah benar antena yang kami beli memang import dari China. Ucapan itu lebih dari sekedar mencari kambing hitam untuk menyalurkan kekesalan. Lagu lama manusia : mau benar atau salah, yang penting buang sampah !

Namun jika dipikir-pikir, betapa hidup kita seringkali sangat mirip dengan Si Antena Berkarat itu. Cukup banyak penderitaan, pergumulan dan masalah yang timbul hanya karena salah memutuskan. Kita mengira TUHAN diam jauh disana tak peduli, padahal diri-diri kitalah yang harusnya berbenah diri. Ribuan kali bertanya dan mengeluh lewat doa. Kita kira Ia, Sang Pemberi Petunjuk diam seribu bahasa, padahal telinga inilah yang tak mampu mendengar akan suara Surga.

Dunia membutakan mata hati kita, hingga tak mampu melihat kebaikan Nya. Lalu hidup terasa kian sulit. Kehidupan yang seharusnya indah, malah berbalik menghajar kita hingga lebih dari sekedar babak belur. Berputar-putar kelelahan. Compang-camping mengenaskan.

Jelas itu bukan takdir kita. Kita adalah kalifah, pemimpin. Rahmat bagi semesta alam. Bahkan lebih dari itu semua : biji mata TUHAN. Lalu mengapa ini semua terjadi ? Pasti ada sesuatu yang salah !!

Padahal, TUHAN yang Maha Kasih itu dapat dipastikan tetap setia. Tidak hanya menunggu, namun dengan segala inisiatif yang proaktif. Pasti tak terhitung jumlahnya, Ia sudah dan selalu berusaha mengarahkan kita menuju kehidupan yang ‘penuh’ dengan segala kebaikan dan rahmat.

Ternyata memang sesuatu harus dilakukan. Sesuatu yang memang merupakan porsi kita. Dan sesuatu itu adalah : membersihkan diri dari segala karat. Sehingga kita tidak salah pilih, tersesat kemudian menderita, bukan karena tidak dikasihi, bukan karena ditinggalkan, namun hanya karena berkarat.

Mungkin itu adalah satu-satunya cara untuk merasakan kehadiran-Nya. Secara penuh mengalami kebaikan hidup. Dan yang paling penting, membuat kasih TUHAN yang mesra, memeluk kita lalu mengalir bebas, menyelesaikan segala perkara. Sehingga kita dapat menikmati surga di bumi dan surga di surga nanti

PESAN DAN RENUNGAN DARI PAK TANI KEPADA KITA


Di belakang rumah saya, lima tahun yang lalu adalah sekedar tanah urugan yang dipastikan tidak subur, maklum diambil dari tanah padas berkapur ditambah bongkaran gedung.

Lalu mulai tumbuh pohon pisang, lalu di bawah pohon pisang mulai kulihat gembur oleh humus dan mikroorganisme yang berkembang biak…

Dan lewat satu tahun yang tadinya dari 2-3 pohon pisang, sekarang telah rindang oleh lebih dari 10 pohon pisang.
Pohon jeruk dari biji buangan anakku, lengkuas jahe yang bersemi ditanam istriku…
Lalu belakang rumahku sekarang menjadi rindang dan subur…

Demikian dalam kebun - ladang kehidupan kita, tidak perlu menyesali apabila mendapati gersang kerontangnya ladang kehidupan kita...

Mulailah menanam
Mulailah menyiram
Mulailah memupuk
Hingga suatu saat ladang kehidupan kita menghijau dan sejuk penuh buah dan bunga…

Apabila keluarga kita terasa gersang kerontang
Mulailah menanam cinta
Mulailan menyiram dengan kesabaran
Mulailah memupuk dengan syukur dan kasih sayang
Maka bunga-bunga kebahagiaan perlahan akan bersemi indah pada saatnya…

Apabila rejeki anda terasa seret
Mulailah menanam kasih sayang pada sesama
Mulailah menyirami dengan berbagi dan sodaqoh
Mulailah memupuk dengan kejujuran dan tawakal
Maka buah rejeki yang penuh keberkahan bersemi indah pada saatnya

… apa yang kita panen adalah tergantung apa yang kita tanam…
Demikian renungan dari Petani

PESAN DOROTHY LAW NOLTE : BAGAIMANA CARA MENDIDIK ANAK


Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian
Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai
Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawanan
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

KISAH TENTANG MENERIMA APA ADANYA


Seorang pelajar yang baru saja pulang dari medan perang menelepon orangtuanya di rumah. Orangtuanya begitu senang mendengar bahwa anaknya telah kembali. Mereka segera menyuruh pemuda itu untuk pulang ke rumah. Pemuda itupun sudah tidak sabar lagi rasanya untuk berkumpul kembali dengan keluarganya setelah berbulan bulan lamanya ia harus berada di negara lain untuk berperang.

Pemuda itu menanyakan pada orangtuanya apakah ia boleh membawa sahabatnya untuk tinggal bersama sama mereka. Orangtuanya setuju saja lagipula mereka masih punya satu kamar extra di rumah, satu orang tentunya tidak akan begitu merepotkan. ” tetapi sahabatku itu cacat Ia hanya memiliki satu lengan dan satu kaki saja “. Demikian si pemuda itu memberi penjelasan agar orangtuanya tidak terkejut nantinya.

Mendengar hal itu orangtuanya mengurungkan niatnya. Mereka mencoba memberi penjelasan pada putranya, “Tidakkah sebaiknya kita membawa temanmu itu ke panti perawatan korban perang? Kita akan kerepotan mengurus segala keperluannya nantinya. Sudahlah, sebaiknya kamu segera pulang saja. Kami sudah sangat merindukanmu. Besok pagi kami akan segera menjemputmu. Dimana kamu tinggal sekarang?”. Mendengar jawaban orangtuanya, pemuda itu memberikan hotelnya dan menutup telepon dengan kecewa.

Keesokan harinya orangtua pemuda itu menjemputnya di Hotel dan menemukan kabar bahwa pemuda itu telah bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya lewat jendela. Setelah melihat mayat putranya,betapa hancur hati mereka mengetahui bahwa ternyata putranya itu hanya memiliki satu Lengan dan satu kaki.

RENUNGAN:
Seringkali kita lupa bahwa mengasihi adalah menerima diri orang lain SEUTUHNYA tanpa syarat.
Mengasihi suami bukanlah hanya pada saat dirinya begitu gagah dan mapan dengan pekerjaan yang menjanjikan.
Mengasihi isteri adalah menerima dirinya apa adanya dengan kondisi fisik seperti apapun.
Mengasihi anak adalah bisa memuji dan memberinya semangat sekalipun kemampuannya jauh di bawah rata rata anak seumurannya.
Mengasihi Orangtua adalah bangga memiliki mereka sekalipun mereka bukan orangtua yang sempurna.

MENGASIHI ADALAH MENERIMA ORANG LAIN APA ADANYA.

BELAJAR MEMBIASAKAN DIRI DENGAN BERBUAT NYATA



Suatu hari, seorang pemuka agama dimintai bantuan oleh seorang wanita malang yang tidak punya tempat berteduh.
Karena sangat sibuk, pemuka agama itu berjanji akan mendoakan wanita tersebut.

Beberapa saat kemudian wanita itu menulis puisi seperti ini :

Saya kelaparan ...
dan Anda membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparan saya

Saya tergusur ...
dan Anda ke tempat ibadah untuk berdoa bagi kebebasan saya

Saya ingin bekerja ....
dan Anda sibuk mengharamkan pekerjaan yang Anda anggap tidak pantas, padahal halal dan saya membutuhkannya

Saya sakit ...
dan Anda berlutut bersyukur kepada Tuhan atas kesehatan Anda sendiri

Saya telanjang, tidak punya pakaian ...
dan Anda mempertanyakan dalam hati kesopanan penampilan saya,
bahkan Anda menasehati saya tentang aurat.

Saya kesepian ...
dan Anda meninggalkan saya sendirian untuk berdoa

Anda kelihatan begitu suci, begitu dekat kepada Tuhan
tetapi saya tetap amat lapar, kesepian, dan kedinginan ...

Setelah membaca puisi itu ...
Pemuka agama tadi terharu dan berkata : "kasihan wanita itu" ... lalu sibuk berdoa kembali, dan wanita itu tetap tidak memperoleh tempat berteduh.

RENUNGAN: 

Dear all, dalam memberi bantuan, kita sering lebih banyak menyampaikan teori, nasihat, atau perkataan-perkataan manis. Namun, sedikit sekali tindakan nyata yang kita lakukan. Berusahalah untuk membantu orang, mengasihi orang, bukan hanya dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan nyata.

KISAH NYATA : PEMUDA KOMA DEMI GAYA RAMBUT

Written By Regina Kim on Jumat, 30 Agustus 2013 | 21.07


Hati orang tua mana yang tidak hancur melihat anak kesayangannya hanya bisa terbaring koma akibat kecelakaan.

Semoga hal ini tidak terjadi pada anak lain

Dilansir oleh Dailymail.co.uk, pemuda tampan ini bernama Ryan Smith, 16 tahun. Dia tidak mau mendengarkan saran sang ayah untuk memakai helm, alasannya, agar gaya rambutnya tetap keren. Dalam perjalanan, motornya ditabrak sebuah mobil. Akibat kecelakaan parah tersebut, dokter mengatakan bahwa Ryan mengalami kerusakan otak. Sudah lebih dari lima minggu Ryan hanya terbaring di ranjang rumah sakit karena koma.

"Saya tidak ingin hal ini terjadi pada siapapun," ujar ayah Ryan, Mark Smith, 44 tahun. Keluarga Ryan tidak tahu kapan putra mereka akan sadar kembali dan sehat. Semua hanya bisa memasrahkan kehidupan Ryan pada alat-alat kedokteran yang terpasang pada tubuhnya. Semua ini bagai mimpi buruk.

Sulit memberi nasihat pada remaja

"Saya selalu memakai helm, saya selalu mengatakan pada Ryan untuk memakai helm. Tetapi dia sudah 16 tahun, gaya rambutnya sangat dia sukai, dia juga sering mengatakan kecelakaan itu tidak akan terjadi padaku," kenang Mark. "Dia sama seperti para pemuda, berpikir dirinya tidak akan terkalahkan. Tetapi secepat jentikan ajari, kehidupan bisa berubah," lanjutnya


Mark juga mengatakan dirinya sulit memberi nasihat pada anaknya yang sedang memasuki masa remaja. Hal ini tentu sangat menyakitkan, karena putranya adalah kebanggaannya, suka olahraga, cerdas, terkenal di sekolah dan selalu bersemangat. Mark dan istrinya, Julie, 46 tahun berharap agar orang tua lain lebih waspada, terutama perlindungan pada bahaya kecelakaan kendaraan.

Helm dapat melindungi nyawa Anda

Hollie Simpson, sahabat Ryan mengatakan bahwa Ryan adalah anak yang menyenangkan, dia selalu bangga pada rambutnya. Hollie menambahkan bahwa kecelakaan ini adalah pukulan, dan membuat teman-teman sebayanya lebih menyadari pentingnya penggunaan helm saat memakai sepeda motor.

"Ada bukti jelas bahwa memakai helm dapat mengurangi risiko kematian, melindungi tengkorak dan cedera otak," ujar Sally Robinson dari lembaga sosial yang menangani kerusakan otak.

Sementara itu penelitian dari Department for Transport menunjukkan bahwa helm dapat melindungi pemakai dari risiko kematian akibat kecelakaan sebanyak 10 hingga 16 persen.

RENUNGAN :
Semoga kejadian ini bisa jadi masukan para orang tua untuk selalu menjaga keselamatan anak dan remaja dengan memakai helm. Untuk para remaja, nyawa dan keselamatan Anda adalah yang utama, karena Anda adalah kebanggaan keluarga.

KISAH KELUHAN ANAK KEPADA AYAHNYA


Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…

aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…

aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…

Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah krn ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…

“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.

“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.

” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”

” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”

” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”

” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”

” Nah, akhirnya kau mengerti”

” Mengerti apa? aku tidak mengerti”

” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”

” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”

” Aku tau, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda beragama yang kuat, yang tetap tabah dan sabar maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”

” Ya ayah, aku tau.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah ,aku akan tegar saat yang lain terlempar ”

Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

RENUNGAN :
Dear all…. terkadang kita terburu-buru ingin mencapai sesuatu dalam hidup ini, kita lupa akan adanya proses yang harus dilalui terlebih dahulu apa lagi dalam hal pencarian materi. kita hanya menginginkan yg instan tanpa melalui proses bekerja dan berusaha.

Hidup ini ibaratnya pendakian gunung, berjalan diatas batu yang terjal dan badai serta kabut untuk sampai ke puncak. setelah sampai kepuncak akan menikmati keindahan alam yang jarang kita temui…

KISAH KELUHAN SUAMI TERHADAP ISTRI YANG TIDAK BEKERJA


Seorang suami mengeluh karena merasa capek... capek dan capek.... dan ingin agar isterinya membantu mencari nafkah sebab selama ini menurutnya merasa isterinya "Tidak Bekerja"

Berikut tanya jawab antara seorang suami (J) dan Psikolog (T)..

T : Apakah pekerjaan Pak Bandi?
J : Saya bekerja sebagai akuntan di sebuah Bank.

T : Isteri Bapak ?
J : Dia tidak bekerja. Hanya ibu rumah tangga saja.

T : Tiap-tiap pagi siapa yang menyediakan sarapan?
J : Isteri saya yang menyediakan sebab dia tidak bekerja.

T : Jam berapa isteri bangun untuk sediakan sarapan ??
J : Jam 4 pagi dia bangun karena sebelum membuat sarapan dia beres-beres rumah dulu..

T : Anak-anak Pak Bandi ke sekolah bagaimana??
J : Isteri saya yang mengantar sebab dia tidak bekerja.

T : Selepas mengantar anak-anak, apa yang selanjutnya isteri Bapak lakukan ?
J : Pergi ke pasar, kemudian kembali ke rumah untuk memasak dan membereskan jemuran serta menyetrika. Lepas siang menjemput anak pulang sekolah dan membantu anak belajar pada sore hari.

T : Petang hari selepas Pak Bandi pulang ke rumah, apa yang Bapak lakukan?
J : Beristirahat, karena seharian saya capek bekerja.

T : Lalu apa yang istri bapak lakukan ?
J : Sediakan makanan, melayani anak, menyiapkan makan untuk saya dan membereskan sisa-sisa makanan dan bersih-bersih lalu lanjut menidurkan anak-anak.

RENUNGAN :Marilah kita cermati bersama, berdasarkan cerita di atas, anda rasa siapa yang lebih banyak bekerja???

Rutinitas seharian istri anda dimulai dari sebelum pagi sehingga lewat malam, itu juga dikatakan TIDAK BEKERJA??!!

Ibu Rumah Tangga memang bukan pekerjaan, tidak memerlukan segulung ijazah, sederet pangkat atau segunung jabatan yang besar, tetapi peranan IBU RUMAH TANGGA sangatlah penting!

Hargailah seorang isteri. Karena bagaimanapun pengorbanannya tidak terkira. Ini merupakan renungan untuk kita semua untuk senantiasa saling memahami dan menghargai peran masing-masing. Karena adanya rasa "SALING MENGHARGAI " maka semua akan bahagia.

KISAH NASIHAT DARI SEEKOR BERUANG


Pada suatu hari, ada dua orang anak muda yang sedang melakukan pengamatan bunga langka di hutan. Kedua anak muda itu sudah berteman sejak lama. Mereka adalah siswa tingkat atas di sebuah sekolah setempat.

Ketika mereka sedang asyik-asyiknya mengamati bunga-bunga nan indah, muncul seekor beruang dari balik semak-semak. Beruang tersebut terlihat seram dan ganas, ditambah lagi karena ukuran tubuhnya yang besar.

Seketika juga salah seorang dari mereka dengan cepat berlari dan langsung memanjat pohon, sebisa mungkin mencapai dahan tertinggi dan menyembunyikan diri di sela cabang-cabang pohon.

Sedangkan temannya yang masih dalam keadaan terkejut tidak bisa berlari dengan cepat dan tidak sempat lagi untuk memanjat pohon.

Ia sadar bahwa ia akan segera diserang beruang itu, ia pun menjatuhkan diri dan berbaring pasrah di tanah.

Beruang itu mulai mendekat dan mengendus-endus seluruh muka dan tubuhnya. Ia pun menahan napas dan berpura-pura mati.

Ajaib! Tak berapa lama, beruang itu pergi menjauhinya.

Setelah beruang itu pergi jauh, temannya yang bersembunyi di atas pohon segera turun dan merasa lega karena ia tidak terluka.

Kemudian ia mendekati temannya yang masih terlunglai lemas di tanah dan dengan sedikit bercanda ia bertanya kepada sang teman, "Apa sih yang dibisikkan beruang tadi kepadamu?"

Temannya itu menjawab, "Beruang itu membisikkan nasihat padaku, jangan berpergian dengan seorang teman yang suka meninggalkan temannya bila terjadi bahaya."

KISAH SPIRIT DARI PEKERJAAN YANG KECIL


Seorang lelaki tua sepanjang hari menyusuri rel kereta, tangannya selalu membawa sebuah kunci memeriksa satu persatu mur penyangga rel jika ditemukan mur yang kendor / mau lepas, dengan cekatan baut itu kembali dirapatkan sehingga tertanam dengan sempurna seperti sedia kala tidak pernah terlewatkan satu murpun.

seorang anak muda yang baru dikenalnya mencoba menemaninya sudah berapa lama kau lakukan pekerjaan ini pak tua ?'sejak usia 20 tahun pertama kali aku bekerja sebagai tenaga honorer di perusahaan Kereta Api Negeri ini anak muda' sahut pak tua sambil tersenyum.

Hah selama itukah bapak melakukan pekerjaan yang sama terus menerus, bapak tidak bosan . . ???'tidak anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini . . .sampai matipun aku akan tetap melakukan pekerjaan ini' disinilah hidupku !''pasti gaji bapak besar, sehingga bapak betah dengan pekerjaan ini' sang pemuda masih penasaran . .' gajiku hanya cukup untuk makan aku dan istriku di rumah' 'apakah bapak punya anak yang masih harus dibiayai hidupnya ?''anakku semua sudah menjadi orang sukses, sudah tidak memerlukan uangku, bahkan tidak jarang anakku yang memberi uang padaku . . .' sahut pak tua sambil tetap tersenyum.

'mestinya bapak tinggalkan pekerjaan ini, sudah waktunya beristirahat dirumah menikmati hari tua bersama istri' sang pemuda masih penasaran . . . 'bapak terlihat rapuh dan ringkih melakukan pekerjaan ini. . .'

lagi-lagi pak tua tersenyum 'anak muda, aku sangat mencintai pekerjaan ini, tidak mungkin aku meninggalkannya' . . . .'tapi apa yang kau cari pak tua ??? anak sudah menjadi orang sukses, istri setia menunggu di rumah, gaji juga tidak seberapa, lihatlah tubuhmu yang sudah renta !!!'

'anak muda . . . rupanya kau masih belum mengerti juga kenapa aku begitu mencintai pekerjaan ini . . bukan uang yang kucari anak muda' pak tua semakin tersenyum lebar . . .'lalu apa yang kau cari ?? potong sang pemuda dengan cepat .

'Spirit anak muda . . semangat . ..lihatlah, berapa nyawa yang terselamatkan karena pekerjaanku ini . .! bayangkan . . .sehari aja kutinggalkan pekerjaan ini, kemudian ada mur penyangga rell yang lepas . .itu bisa membahayakan perjalanan kereta api, ingatlah satu penumpang di kereta api ini pasti memiliki beberapa orang yang mencintainya , , ... bayangkan lagi jika seandainya kereta api mengalami kecelakaan dan seluruh penumpangnya meninggal, akan ada beberapa ribu orang yang meratapi kepergian orang-orang yang dicintainya . Spirit itulah yang selalu menemaniku bekerja selama ini,

RENUNGAN:
Temukan spirit dalam setiap pekerjaanmu, maka kamu akan menikmatinya .

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (4 TAMAT)


Mengapa Yan Zi menolak hadiah dari raja?

Raja Qi Jing mengutus Yan Zi untuk mengatur wilayah Donge. Tak disangka, tiga tahun kemudian nama Yan Zi banyak dipergunjingkan orang diseluruh kerajaan.

Ketika Raja Qi mendengar reputasi miring mengenai Yan Zi, dia sangat tidak suka. Kemudian dia memangil Yan Zi ke istana dan menegurnya, “Saya mengira Anda sungguh cakap, dan seharusnya tidak ada masalah saat mengatur Donge. Itulah sebabnya mengapa saya mengutus Anda. Sekarang saya mendengar Donge sangat kacau. Anda pulang ke rumah dan pikirkan masalah ini. Saya akan memberi hukuman berat pada Anda.” Raja Qi hendak memecat Yan Zi.

Yan Zi menyadari dia telah mengecewakan hati raja, namun dia tidak mengatakan sebuah alasan pun, hanya meminta maaf. “Saya tahu kesalahan saya, Yang Mulia. Mohon berikan saya satu kali lagi kesempatan. Tiga tahun dari sekarang, reputasi bagus saya akan menyebar ke seluruh negeri. Jika saya gagal, saya akan membayarnya dengan nyawa saya.”

Ketika Raja Qi mendengarnya, ia merasa tidak ada salahnya memberikan Yan Zi satu kali kesempatan. Akhirnya, Yan Zi kembali ke Donge.

Tiga tahun kemudian, seperti yang diperkirakan Yan Zi, semua orang memujinya. Ketika Yan Zi menghadap raja dengan membawa setumpuk upeti, Raja Qi sangat bergembira. Secara pribadi dia menyambut dan mengucapkan selamat pada Yan Zi atas keberhasilannya.

Raja Qi memuji kecakapan Yan Zi. Ketika Raja Qi ingin memberikan hadiah padanya, Yan Zi menolak dengan halus.

Raja Qi sangat terkejut dan bertanya alasannya. Yan Zi berkata, “Tiga tahun pertama saya bertugas di Donge, saya memperluas perdagangan dan membangun jalan. Saya sangat ketat mematuhi aturan dan memerangi pencurian, sehingga para penjahat tidak menyukai saya. Saya bekerja keras dan hidup hemat, sehingga orang-orang malas tidak menyukai saya. Saya cukup adil melihat masalah sehingga banyak bangsawan tidak menyukainya, begitu juga para orang kaya dan penguasa. Saya tidak mencoba menyenangkan hati setiap orang yang ada disekitar saya, sehingga membuat orang-orang ini juga tidak menyukai saya. Ketika saya bertransaksi dengan pejabat tinggi, saya mengikuti aturan yang berlaku, sehingga banyak pejabat yang tidak menyukai saya.”

“Sebagai hasilnya, para penjahat, orang malas dan bangsawan tidak menyukai saya. Mereka merusak reputasi saya diluar istana. Orang-orang yang bekerja dengan saya, juga para penguasa, merusak reputasi saya di istana. Jadi, setelah tiga tahun saya menjadi sangat terkenal dengan reputasi buruk di dalam istana, dan bahkan Yang Mulia telah mengetahuinya. Oleh karena itu saya mengubah cara lama saya.”

“Saya lebih berhati-hati mengaturnya. Saya tidak lagi membangun jalan dan mendorong perdagangan. Saya tidak lagi memberikan penghargaan kepada orang atas usaha keras dan hidup sederhananya. Saya berhenti menghukum pencuri ataupun pelaku kesalahan. Ketika melihat permasalahan, saya menghormati pendapat penguasa dan orang kaya. Kemudian para penjahat, pencuri dan bangsawan semuanya gembira, mereka memuji saya. Orang yang bekerja dengan saya pun juga gembira karena saya mengabulkan keinginan mereka dan menerima suap. Saya memungut pajak lebih banyak dan menyanjung orang-orang di sekitar Anda.”

“Sekarang setiap orang memuji prestasi saya.”
“Dulu, saya berusaha semaksimal mungkin membantu orang miskin, sehingga tidak satu pun yang kelaparan. Sekarang, orang berkuasa di Donge memiliki banyak simpanan, dan lebih banyak rakyat kecil kelaparan. Apa yang saya lakukan pada tiga tahun pertama lah yang seharusnya di beri penghargaan, akan tetapi Yang Mulia malah tidak berkenan dan ingin menjatuhkan hukuman berat pada saya. Sekarang saya telah berbuat kejahatan pada negara ini, namun Yang Mulia malah menerimanya secara khusus dan memujinya. Saya hanya terlalu lambat untuk menyadari seluruh masalah ini. Saya ingin meninggalkan posisi saya dan membiarkan seseorang yang lebih berbakat menjabatnya. Jadi bagaimana bisa saya menerima hadiah dari Yang Mulia!”
Kemudian Yan Zi dengan hormat berpamitan pada raja, dan bersiap-siap untuk pergi.

Raja Qi tersadar dan segera berdiri, “Tolong Anda lakukan yang terbaik untuk Donge. Itu hak Anda. Saya tidak akan pernah ikut campur tangan lagi.”

Raja Qi kemudian menyadari bagaimana bijaknya Yan Zi, dan kemudian mengangkatnya sebagai perdana menteri.

RENUNGAN :
Disini dapat kita lihat ketika Yan Zi melakukan pekerjaannya dengan baik dia malah ditegur. Yan Zi berada dalam masalah besar, namun dia tidak mengemukakan satu alasan pun. Dia hanya dengan tenang mundur dan mengakui kesalahannya. Kemudian dia berbalik dan menggunakan metode yang berbeda untuk memecahkan kesalah pahaman dan membantu raja memahami dari perspektif lain.

Penolakan Yan Zi untuk mengikuti arus dan ketulusannya dalam melayani sangat menggerakkan hati orang. Kebijakannya, bakat kecakapannya serta kesetiaannya sungguh mengagumkan!

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (3)


Sepatu yang murah dan Yong yang mahal

Ketika Raja Qi memerintah kerajaan, banyak terjadi praktik hukuman kejam. Untuk satu kejahatan kecil, seseorang dapat kehilangan kakinya. Yan Zi berusaha berkali-kali memohon kepada raja untuk menghapus cara brutal ini, namun tidak berhasil.

Suatu hari Raja Qi ingin menunjukkan perhatiannya terhadap tempat tinggal Yan Zi. Dia merasa bahwa rumah Yan Zi terlalu kecil dan bising, ia ingin memberikan Yan Zi tempat tinggal yang lebih besar.

Namun Yan Zi dengan sopan menolaknya, “Saya terikat dengan tempat ini, karena leluhur saya tinggal di sini sebelumnya. Kedua, rumah ini berada di dekat pasar, saya dapat dengan mudah memantau jalannya perdagangan. Selain itu, sangat mudah untuk membeli sesuatu.” Raja memuji Yan Zi dan bertanya, “Apakah Anda tahu barang apa yang murah dan apa yang mahal di pasar saat ini?”

Yan Zi menangkap sebuah peluang dan berkata, “Tentu saja, saya tahu. Harga sepatu orang normal sangat murah, dan harga Yong, sepatu untuk orang yang berkaki tunggal, sangat mahal.”

Raja Qi tidak memahami jawaban Yan Zi, “Mengapa begitu?”
“Karena begitu banyak orang yang melakukan kejahatan pada berbagai tingkat kejahatan, semuanya berakhir dengan kehilangan satu kaki, sepatu yang normal tidak lagi berharga bagi mereka. Yong lebih bermanfaat.”

Setelah mendengar itu, Raja Qi merasa sangat tidak nyaman dan kemudian memperingan hukuman.

Memutilasi seorang kriminal

Suatu ketika seseorang melakukan kesalahan terhadap Raja Qi, sehingga membuatnya jadi sangat murka dan memerintahkan pelanggar itu untuk diikat dan dimutilasi. Raja Qi bahkan mengumumkan siapa pun yang berani mencegahnya juga akan dibunuh.

Yan Zi datang ke tempat kejadian dan menjambak rambut pesakitan itu dengan satu tangan, dan tangan satunya lagi memegang sebilah pisau. Yan Zi mengenal baik bahwa leluhur kaisar pendiri kerajaan tidak pernah menggunakan cara keji untuk menghukum orang. Lalu Yan Zi mengangkat kepalanya dan bertanya pada Raja Qi, “Di zaman dulu, bagian tubuh mana yang dipotong lebih dahulu oleh para leluhur kaisar?”

Seketika itu Raja Qi segera bangkit dari duduknya dan berkata, “Lupakan, dan biarkan dia pergi. Ini kesalahan saya.”

RENUNGAN :
Bijaksanalah dalam mengambil tindakan.

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (2)


1. Raja Qi berhenti mabuk
Qi Jing Kong, raja Kerajaan Qi, sangat gemar mabuk-mabukan dan melakukannya hampir setiap hari. Seorang menteri berusaha berbicara terus terang kepada raja, “Yang Mulia, Anda telah bermabuk-mabukan selama tujuh hari berturut-turut. Mohon utamakan kepentingan negara dan berhentilah minum. Jika tidak, bunuhlah saya.”

Ketika Menteri Yan Zi menemui Raja Qi, sang raja mulai berkeluh kesah, “Xuan Chang menginginkan saya berhenti mabuk, atau menjatuhkan hukuman mati padanya. Jika saya mendengarkannya, saya tidak akan pernah merasakan anggur lagi. Jika saya tidak menghiraukannya, dia ingin saya membunuhnya. Apa yang harus saya lakukan?”

Yan Zi berkata, “Sungguh beruntung dia dapat mengabdi kepada raja yang bermurah hati seperti Anda! Jika dia melayani seorang raja seperti Jie ataupun Zhou, yang keduanya dikenal sebagai tiran, dia akan kehilangan nyawanya jauh-jauh hari.”
Setelah mendengar perkataan Yan Zi, Raja Qi berhenti mabuk-mabukan.

2. Anjing Raja Qi
Ketika anjing Raja Qi Jing Gong mati, dia memerintahkan membuat peti mati khusus dan upacara pemakaman yang megah.
Begitu Menteri Yan Zi mendengarnya, dia bertanya pada raja untuk mempertimbangkannya kembali.

Raja Qi berkata, “Tetapi ini hanyalah sekedar kegembiraan.”
Yan Zi menjawab, “Yang Mulia, ini tidak benar. Ketika Anda meminta rakyat membayar pajak, Anda tidak mengembalikan kepada mereka, malah menggunakannya untuk menyenangkan orang-orang di sekitar Anda. Apa yang kami harapkan dari negara ini? Ada rakyat yang miskin, lemah dan orang tua yang mati kedinginan, namun seekor anjing malah memperoleh kehormatan upacara pemakaman. Tidak satu pun yang peduli ketika orang miskin meninggal, namun seekor anjing mati mendapatkan peti mati dan upacara pemakaman yang mewah.

Disaat rakyat mengetahui perilaku Anda, mereka akan memprotesnya. Ketika negara tetangga mendengarnya, mereka akan memandang rendah kita. Yang Mulia, Anda harus memperhatikan hal ini secara serius.”

Akhirnya Raja Qi mendengarkan nasehat Yan Zi, dan membatalkan upacara pemakaman tersebut.

3. Burung Raja Qi
Raja Qi memiliki kegemaran menangkap burung dan memeliharanya. Suatu hari seorang pekerja yang merawat burung, Zhu Zou tidak sengaja melepaskan seekor burung.

Raja Qi sangat murka mendengarnya dan menjatuhkan hukuman mati kepada Zhu Zou. Yan Zi berkata, “Zhu Zou telah melakukan tiga tindak kejahatan. Bagaimana jika Anda membiarkan saya mengatakan padanya, sehingga dia bisa meninggal dengan tenang?”

Raja Qi sangat gembira mendengarnya dan berkata, “Ya.” Ketika Zhu Zou masuk ke ruangan raja, Yan Zi berkata pada Zhu Zou dengan serius, “Anda telah melakukan tiga kejahatan, apakah Anda mengetahuinya?
Pertama, Anda seharusnya merawat dengan baik burung-burung milik raja, namun Anda malah membiarkannya lepas.
Kedua, raja kita harus membunuhmu demi seekor burung.
Ketiga, ketika berita ini tersebar keluar, setiap orang akan mengetahui bahwa raja kita lebih memedulikan burung daripada rakyatnya.
Anda telah menodai reputasi baik raja. Anda memang pantas mati ribuan kali.”

Setelah mendengarnya, Yan Zi meminta Raja Qi segera membunuh Zhu Zou. Namun Raja Qi berkata, “Tidak, jangan bunuh dia. Saya telah cukup mendapatkan pelajaran dari kalian.”

RENUNGAN :
Pikirkan matang-matang dalam melakukan segala sesuatunya terlebih dahulu sebelum menjalankan atau memvonis suatu masalah yang belum dipelajari lebih dalam yang sesudahnya menyesal kemudian.

KISAH KEBAJIKAN YAN ZI DE GU SHI (1)

Written By Regina Kim on Kamis, 29 Agustus 2013 | 23.59


Pada masa Chun Qiu, kerajaan Qi memiliki seorang perdana menteri yang bernama Yan Zi. Yan Zi sangat pandai berbicara & cerdik. Yan zi mempunya tinggi badan kurang dari 1,5 meter dan berwajah pucat, namun dia dikenal sebagai pejabat yang adil dan baik terhadap rakyat. Dia hidup sangat sederhana dan hemat. Sebagai seorang menteri istana, ia sering memberi nasehat apa adanya apabila raja melakukan sesuatu hal yang tidak pantas.
Melakukan hal itu harus membutuhkan keberanian yang luar biasa, karena nyawa sebagai taruhannya apabila menyinggung raja. Namun, Yan Zi seorang yang cerdas dan terampil sehingga ia bisa mencapai tujuannya.

Sima Qian, sejarahwan besar Tiongkok kuno, pemikir dan penulis, menyebut Yan Zi sebagai diplomat paling handal. Yan Zi menjabat selama masa pemerintahan 3 raja dari Kerajaan Qi. Dia seorang jenius yang langka, sehingga membuat Kerajaan Qi kuat dan makmur selama masa tersebut.

Suatu ketika raja Qi memerintankan Yan Zi untuk mengunjungi kerajaan Chu. Raja Chu ingin mempermalukannya. Raja bertanya kepada Yan Zi, “Apakah tidak ada orang lain di ibukota? Mengapa mengirim Anda?” Yan Zi menjawab, “Oh iya, di ibukota jika semua orang mengangkat lengan bajunya, mereka dapat menghalangi sinar matahari, karena ada 8.000 jiwa di sana.”

Raja menambahkan, “Tapi mengapa orang pendek seperti Anda berani datang ke Negara Chu?”

Yan Zi Menjawab, “Yang Mulia, sistem pemerintahan tiap negara berbeda dengan yang lainnya. Raja Qi mengirimkan seorang utusan cerdas untuk seorang raja yang cerdas, dan utusan yang bodoh untuk seorang raja bodoh. Saya seorang yang berkemampuan, jadi saya datang ke Negara Chu.”

Pada kesempatan berbeda, ketika Yan Zi pergi ke Negara Chu, Raja Chu dan semua menterinya berencana untuk menghinanya.

Raja Chu mengetahui postur tubuh Yan Zi yang tidak pada umumnya. Ketika rombongan Yan Zi tiba di depan gerbang ibu kota, penjaga membukakan pintu kecil untuknya. Yan Zi sangat jelas apa yang ada dalam pikiran raja. Lantas dia mengatakan pada penjaga, “Tolong tanyakan pada raja, negara macam apa ini. Jika saya seorang utusan untuk negara anjing, saya akan lewat melalui pintu kecil ini. Apabila tidak, saya akan berjalan melalui pintu biasa.”

Setelah raja mendengar pesan Yan Zi, ia tidak mempunyai pilihan selain mempersilakan Yan Zi masuk melalui pintu biasa.
Di tengah-tengah perjamuan makan, tiba-tiba penjaga membawa masuk seorang pria yang diborgol. Raja Chu bertanya, “Siapa orang ini dan mengapa ia berada di sini?”
Penjaga berkata, “Dia pencuri dan datang dari Negara Qi.” Raja menoleh dan bertanya pada Yan Zi, “Apakah rakyat Qi suka mencuri?”

Yan Zi bangkit dari kursinya, dan berjalan ke hadapan raja. Dia lalu berkata, “Saya mendengar bahwa pohon jeruk dari selatan Sungai Huai akan menghasilkan jeruk, tetapi jika mereka tumbuh di sebelah utara Sungai Huai mereka akan menghasilkan Zhi. Daun jeruk dan Zhi mirip, tapi rasa buah mereka sangat berbeda. Mengapa demikian? Hal ini karena mereka tumbuh di tanah yang berbeda. Sekarang apa bedanya dengan orang Qi ini. Ketika ia tinggal di Negara Qi, dia tidak pernah mencuri. Setelah pindah ke Negara Chu, ia telah menjadi seorang pencuri. Apakah Yang Mulia pikir itu dikarenakan air dan tanah Chu yang membuatnya berubah?”

Setelah mendengar itu, dengan perasaan malu Raja Chu berkata, “Orang tidak boleh mengolok-olok orang yang berbudi luhur. Saya telah mempermalukan diri sendiri.”

RENUNGAN :
Pesan kisah diatas adalah Jangan memandang rendah bagi setiap orang, karena hidup kita selalu berubah-ubah kadang ada yang sukses kadang ada yang terpuruk juga.(ada yang diatas ada yang dibawah).

KISAH PERILAKU PEMUDA IBARAT MENCABUT POHON

Written By Regina Kim on Jumat, 23 Agustus 2013 | 05.21


Pada suatu hari seorang tua yang bijaksana berjalan melalui hutan bersama seorang muda yang terkenal tidak bertanggung jawab dan kepala batu. Orang tua itu menghentikan langkahnya, lalu menunjuk sebuah pohon yang masih kecil. "Cabutlah pohon itu," katanya. Segara pemuda itu membungkuk, dan hanya dengan dua jari saja ia dengan mudah dapat mencabut pohon itu.

Setelah berjalan lebih jauh lagi, orang tua itu berhenti di depan sebuah pohon yang agak besar. "Coba cabut pohon ini," katanya. Sekali lagi pemuda itu menuruti perimtahnya, namun kali ini dia menggunakan kedua tangannya dan dengan sekuat tenaga mencabut akar pohon itu.

Akhirnya, mereka berhenti lagi di depan sebuah pohon yang sangat besar. "Sekarang, cabutlah pohon ini!" perintahnya lagi.
"Wah, itu tidak mungkin!" protes pemuda itu.

"Aku tidak dapat mencabut pohon sebesar ini. Untuk memindahkannya diperlukan sebuah buldoser."

"Engkau benar sekali," Jawab orang tua itu.

"Kebiasaan, entah baik ataupun buruk, sama seperti pohon-pohon itu. Kebiasaan yang belum berakar dalam seperti pohon yang masih sangat kecil, dapat dicabut dengan sangat mudah. Kebiasaan yang akarnya mulai mendalam seperti pohon yang sudah agak besar; untuk mencabutnya diperlukan usaha dan tenaga yang kuat. Kebiasaan yang sudah sangat lama telah berakar sangat dalam, sehingga orang itu sendiri tidak bisa lagi mencabutnya. Jagalah dirimu agar kebiasaan yang sedang engkau tanamkan adalah kebiasaan-kebiasaan baik."

RENUNGAN:
Dear all, Coba ambil waktu dan selidiki hati Anda. Adakah kebiasaan buruk Anda yang masih sangat kecil tertanam di hati Anda? Adakah ‘pohon’ buruk yang sudah agak besar? Yang lebih penting, adakah ‘pohon’ besar yang sudah tertanam begitu lama? Jika ada, carilah penyelesaian masalah atas kebiasaan buruk Anda. Tanya orang lain yang menurut Anda bisa dipercaya dan mampu menyelesaikan masalah. Ubah sedikit demi sedikit perilaku yang buruk menjadi baik. Walau sesekali Anda gagal, terus ulangi. Dengan sikap ingin berubah yang total, Anda bisa membuang ‘akar’ jelek tersebut.

PETUAH KABAYAN TENTANG AWAN DAN AIR


Di sebuah tempat nan jauh dari kota di Jawa Barat , tampak seorang pemuda bergegas menuju surau kecil. Wajahnya menampakkan kegelisahan dan kegamangan.
Ia seperti mencari sesuatu di surau itu.

"Assalamu'alaikum, Kabayan " ucapnya ke Kabayan yang terlihat sibuk menyapu ruangan surau. Spontan, si Kabayan itu menghentikan sibuknya. Ia menoleh ke si pemuda dan senyumnya pun mengembang.

"Wa'alaikumussalam. Mangga. Mari masuk!" ucapnya sambil meletakkan sapu di sudut ruangan.
Setelah itu, ia dan sang tamu pun duduk bersila.

"Ada apa, Jang ?" ucapnya dengan senyum yang tak juga menguncup.
"Kabayan , Aku diterima kerja di kota!" ungkap sang pemuda kemudian.
"Syukurlah," timpal si Kabayan bahagia. "Kabayan, kalau tidak keberatan, berikan aku petuah agar bisa berhasil!" ucap sang pemuda sambil menunduk.

Ia pun menanti ucapan si Kabayan di hadapannya.

"Jang , Jadilah seperti air. Dan jangan ikuti jejak awan," untaian kalimat singkat meluncur tenang dari mulut si Kabayan.
Sang pemuda belum bereaksi. Ia seperti berpikir keras memaknai kata-kata Kabayan.

"Maksud, Kabayan?" ucapnya kemudian.
"Jang , Air mengajarkan kita untuk senantiasa merendah. Walau berasal dari tempat yang tinggi, ia selalu ingin ke bawah. Semakin besar, semakin banyak jumlahnya; air kian bersemangat untuk bergerak kebawah. Ia selalu mencari celah untuk bisa mengaliri dunia dibawahnya," jelas si Kabayan dengan tenang.

"Lalu dengan awan,Kabayan?" tanya si pemuda penasaran.

"Jangan sekali-kali seperti awan, Jang. Perhatikanlah! Awan berasal dari tempat yang rendah, tapi ingin cepat berada di tempat tinggi.

Semakin ringan, semakin ia tidak berbobot; awan semakin ingin cepat meninggi," terang si Kabayan begitu bijak.

KISAH PENGADUK BESI DAN GARAM DAPUR


Seorang pemulung berjalan-jalan ditengah tumpukan sampah. Di tengah-tengah sampah tersebut ia menemukan sebuah pengaduk besi yang sudah tua dan berkarat. Sang pemulung kemudian memungut pengaduk besi tersebut dan kemudian meletakkannya di dalam tasnya. Kemudian ia pun berjalan lagi dan di dekat tempat ia menemukan pengaduk besi tadi, ia menemukan sebongkah garam dapur yang sudah sangat kotor. Garam tersebut kemudian ia pungut dan ia masukkan ke dalam tasnya juga. Di dalam tas si pemulung tersebut, garam dan pengaduk besi menjadi akrab. Mereka saling mengenal dan mengasihi satu sama lain, saling berbagi rasa, dan saling sharing tentang perjalanan mereka selama ini.

Sesampainya di rumah, si pemulung mengamplas pengaduk besi yang ia temukan tadi sehingga mengkilap kemudian melumurinya dengan minyak dan meletakkannya di tempat perkakasnya. Sedangkan bongkahan garam dapur yang ia temukan ia bersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel padanya kemudian mencucinya sebentar dan meletakkannya di tempat bumbu dapur.

Pengaduk besi dan garam dapur sangat bersedih hati. Mereka yang sudah akrab merasa dipisahkan oleh si pemulung. Mereka menganggap si pemulung kejam karena telah memisahkan mereka. Dan mereka pun sepakat akan protes kepada si pemulung.

Akhirnya si pemulung mendengar protes kedua benda tersebut. Besi berkata “Tuanku, mengapa engkau memisahkan aku dari garam dapur. Ia sahabat sejatiku.” Garam dapur pun protes serupa : “Tidakkah sangat kejam tuan. Aku menyayangi pengaduk besi sahabatku. Mengapa engkau memisahkan kami ?”

Si pemulung menjawab mereka : “Hei pengaduk besi dan garam dapur. Tidak tahukah kalian bahwa jika kalian bersatu terlalu lama akan merusakkan satu sama lain. Tidak tahukah kalian bahwa garam dapur akan larut oleh uap air dan membentuk air garam. Air garam dapat bereaksi dengan besi dan menimbulkan karat kemudian karat itu akan mengotori kalian semuanya. Aku akan menyatukan kalian lagi saat aku memasak, kemudian aku akan membersihkan kalian lagi.”

RENUNGAN:
Kisah garam dapur dan pengaduk besi ini adalah kisah perumpamaan tentang kehidupan kita sehari-hari. Mungkin kita selalu dihadapi dengan masalah dan kesulitan terus menerus tapi janganlah berputus asa dari semua keadaan tersebut pasti ada jalan keluar untuk mengatasinya dan mengasah kita tuk menjadi tabah dan sabar.

KISAH KEBIJAKSANAAN SEORANG ANAK TERHADAP KEKAYAAN


Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung, dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.

' Bagaimana perjalanan kali ini?'

' Wah, sangat luar biasa Ayah'

' Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin' kata ayahnya.

' Oh iya' kata anaknya

' Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?' tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab.

' saya saksikan bahwa kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.

Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.

Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.

Kita memiliki patio sampai ke! halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.

Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.

Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.

Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi.'

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.

Kemudian sang anak menambahkan ' Terimakasih Ayah, telah menunjukan kepada saya betapa miskinnya kita.'

RENUNGAN:
Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.

TIPS RAHASIA HIDUP BERUNTUNG DARI RICHARD WISEMAN


Professor Richard Wiseman dari University of Hertfordshire Inggris, mencoba meneliti hal-hal yang membedakan orang2 beruntung dengan yang sial. Wiseman merekrut sekelompok orang yang merasa hidupnya selalu untung, dan sekelompok lain yang hidupnya selalu sial-bermasalah. Memang Ternyata memang orang yang beruntung bertindak berbeda dengan mereka yang sial.

Berdasarkan hasil penelitian yang diklaimnya “scientific” ini, Wiseman menemukan 4 faktor yang membedakan mereka yang beruntung dari yang sial. Keempat faktor tersebut adalah:

1) Sikap terhadap peluang

Orang beruntung ternyata memang lebih terbuka terhadap peluang. Mereka lebih peka terhadap adanya peluang, pandai menciptakan peluang, dan bertindak ketika peluang datang. Ternyata orang-orang yg beruntung memiliki sikap yang lebih rileks dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Mereka lebih terbuka terhadap interaksi dengan orang-orang yang baru dikenal, dan menciptakan jaringan-jaringan sosial baru. Sebaliknya, kelompok Orang yang sial memiliki perasaan dan sikap yang lebih tegang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

2) Orang yang beruntung ternyata lebih mengandalkan intuisi daripada logika.
Keputusan-keputusan penting yang dilakukan oleh orang beruntung ternyata sebagian besar dilakukan atas dasar bisikan “hati nurani” (intuisi) daripada hasil otak-atik angka yang canggih. Angka-angka akan sangat membantu, tapi final decision umumnya dari “good feeling”. Pada kondisi mental yang tenang, dan pikiran yang jernih, intuisi akan lebih mudah diakses. Dan makin sering digunakan, intuisi kita juga akan semakin tajam.

3) Selalu berharap kebaikan akan datang.
Orang yang beruntung ternyata selalu bersikap positif terhadap kehidupan. Berprasangka dengan optimis bahwa kebaikan akan datang kepadanya. Dengan sikap mental yang demikian, mereka lebih tahan terhadap ujian yang menimpa mereka, dan akan lebih positif dalam berinteraksi dengan orang lain.

4) Mengubah hal yang buruk menjadi baik
Orang-orang beruntung sangat pandai menghadapi situasi buruk dan merubahnya menjadi kebaikan. Bagi mereka setiap situasi selalu ada sisi baiknya.

RENUNGAN :
Jadi, menurut Profesor Richard Wiseman => rahasia orang yang berUntung adalah cukup sederhana. Dikatakannya, hampir semua orang normal juga bisa beruntung. Termasuk Anda. Apakah sudah Siap mulai menjadi si Untung?

First, Open your Mind, and Enjoy your life……
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger