Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kisah tentang Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah tentang Cinta. Tampilkan semua postingan
17.22
Ibu saya adalah seorang yg sangat baik, sejak kecil saya melihatnya begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur untuk ayah krn lambung ayah kurang baik.
Setelah itu, masih hrs memasak nasi untuk anak-anak yg sdg dlm masa pertumbuhan..
Setiap sore, ibu selalu menyikat panci supaya tidak ada noda sedikitpun.
Menjelang malam, dgn giat ibu membersihkan rumah agar tidak berdebu.
Ibu adalah seorg wanita yg sangat rajin. Namun, di mata ayah, ibu bukan pasangan yg baik. Tidak hanya sekali ayah menyatakan kesepian dalam perkawinan, tapi saya tdk memahaminya...
Ayah saya adalah seorang laki-laki yg bertanggung jawab. Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu dan saat libur ayah punya wkt unt mengantar kami ke sekolah. Ia seorg ayah yg penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berprestasi dalam pelajaran.
Ayah adalah seorang laki-laki yg baik di mata anak-anak, ia besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.
Hanya saja, di mata ibu, ia bukan pasangan yg baik. Kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam.
Saya melihat dan mendengar ketidakberdayaan dlm perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka. Seharusnya mereka layak mendapat perkawinan yg baik. Saya bertanya pada diri sendiri, "Dua orang yang baik mengapa tdk diiringi dgn perkawinan yg bahagia?"
Setelah dewasa, akhirnya saya memasuki perkawinan dan perlahan-lahan saya mengetahui jawaban itu..
Di masa awal perkawinan, saya juga sama spt ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, rajin bekerja dan mengatur rumah dgn sungguh2 berusaha memelihara perkawinan sendiri.
Anehnya, saya tidak merasa bahagia dan suamiku sepertinya juga tidak bahagia. Saya merenung, mungkin rumah kurang bersih, masakan tidak enak, lalu dgn giat saya membersihkan rumah dan memasak dgn sepenuh hati.
Namun, rasanya, kami berdua tetap tidak bahagia. Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan rumah, suami saya berkata, "temani aku sejenak mendengar alunan musik!" Dengan mimik tidak senang saya berkata, "Apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yg belum dipel?"
Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan Ibu. Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka. Ada beberapa kesadaran muncul..
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah yg tidak mendapat apa yang dia butuhkan dalam perkawinannya.
Waktu ibu habis untuk membersihkan rumah pdhal yg dibutuhkan ayah adal menemaninya. Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga adalah cara ibu dlm mempertahankan perkawinan. Ia memberi ayah sebuah rumah yg bersih namun ibu jarang menemani ayah. Ia berusaha mencintai ayah dengan caranya.
KESADARAN MEMBUAT SAYA MEMBUAT KEPUTUSAN YG SAMA
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.
Saya bertanya pada suamiku, "Apa yang kau butuhkan?"
"Aku membutuhkanmu unt menemaniku.. rumah kotor sedikit tidak apa-apa.." ujar suamiku.
Saya kira dia perlu rumah yg bersih, ada yang memasak, dst.
"Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku."
Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut. Kami meneruskan menikmati kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara yang diinginkan pasangan kita.
Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja. Begitu juga suamiku, dia menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.
Puluhan kebutuhan yg panjang dan jelas, misal: Waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk setiap pagi, memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat, dstnya.
Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yg sulit, misal: dengarkan aku, jangan memberi komentar. Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang dirinya merasa tampak seperti org bodoh. Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.
Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya, kalau tidak saya hanya mendengarkan dgn serius..
Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yg sulit dipelajari, namun jauh lebih bermakna dlm pernikahan kami..
Bertanya pada pasangan kita, "Apa yang kau inginkan?" ternyata dpt menghidupkan pernikahan.
Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, MEREKA TERLALU BERSIKERAS MENGGUNAKAN CARA SENDIRI DALAM MENCINTAI PASANGANNYA, BUKAN MENCINTAI PASANGANNYA DENGAN CARA YANG DIINGINKAN PASANGAN KITA.
RENUNGAN:
Kita mungkin sangat lelah melayani pasangan kita, namun dia tidak menghargai.. akhirnya kita kecewa dan hancur.SETIAP ORANG PANTAS DAN LAYAK MEMILIKI SEBUAH PERKAWINAN YANG BAHAGIA, asalkan cara yg kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan oleh pasangan kita! Semoga manfaat..
Lebih baik terlambat menyadari, daripada tidak menyadari sampai akhir.
Mengapa Perkawinan Tidak Bahagia?
Written By Regina Kim on Rabu, 30 Januari 2019 | 17.22

Ibu saya adalah seorang yg sangat baik, sejak kecil saya melihatnya begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur untuk ayah krn lambung ayah kurang baik.
Setelah itu, masih hrs memasak nasi untuk anak-anak yg sdg dlm masa pertumbuhan..
Setiap sore, ibu selalu menyikat panci supaya tidak ada noda sedikitpun.
Menjelang malam, dgn giat ibu membersihkan rumah agar tidak berdebu.
Ibu adalah seorg wanita yg sangat rajin. Namun, di mata ayah, ibu bukan pasangan yg baik. Tidak hanya sekali ayah menyatakan kesepian dalam perkawinan, tapi saya tdk memahaminya...
Ayah saya adalah seorang laki-laki yg bertanggung jawab. Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu dan saat libur ayah punya wkt unt mengantar kami ke sekolah. Ia seorg ayah yg penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berprestasi dalam pelajaran.
Ayah adalah seorang laki-laki yg baik di mata anak-anak, ia besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami.
Hanya saja, di mata ibu, ia bukan pasangan yg baik. Kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam.
Saya melihat dan mendengar ketidakberdayaan dlm perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka. Seharusnya mereka layak mendapat perkawinan yg baik. Saya bertanya pada diri sendiri, "Dua orang yang baik mengapa tdk diiringi dgn perkawinan yg bahagia?"
Setelah dewasa, akhirnya saya memasuki perkawinan dan perlahan-lahan saya mengetahui jawaban itu..
Di masa awal perkawinan, saya juga sama spt ibu, berusaha menjaga keutuhan keluarga, rajin bekerja dan mengatur rumah dgn sungguh2 berusaha memelihara perkawinan sendiri.
Anehnya, saya tidak merasa bahagia dan suamiku sepertinya juga tidak bahagia. Saya merenung, mungkin rumah kurang bersih, masakan tidak enak, lalu dgn giat saya membersihkan rumah dan memasak dgn sepenuh hati.
Namun, rasanya, kami berdua tetap tidak bahagia. Hingga suatu hari, ketika saya sedang sibuk membersihkan rumah, suami saya berkata, "temani aku sejenak mendengar alunan musik!" Dengan mimik tidak senang saya berkata, "Apa tidak melihat masih ada separoh lantai lagi yg belum dipel?"
Begitu kata-kata ini terlontar, saya pun termenung, kata-kata yang sangat tidak asing di telinga, dalam perkawinan ayah dan Ibu. Saya sedang mempertunjukkan kembali perkawinan ayah dan ibu, sekaligus mengulang kembali ketidakbahagiaan dalam perkwinan mereka. Ada beberapa kesadaran muncul..
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu memandang suamiku, dan teringat akan ayah yg tidak mendapat apa yang dia butuhkan dalam perkawinannya.
Waktu ibu habis untuk membersihkan rumah pdhal yg dibutuhkan ayah adal menemaninya. Terus menerus mengerjakan urusan rumah tangga adalah cara ibu dlm mempertahankan perkawinan. Ia memberi ayah sebuah rumah yg bersih namun ibu jarang menemani ayah. Ia berusaha mencintai ayah dengan caranya.
KESADARAN MEMBUAT SAYA MEMBUAT KEPUTUSAN YG SAMA
Saya hentikan sejenak pekerjaan saya, lalu duduk di sisi suami, menemaninya mendengar musik, dan dari kejauhan, saat memandangi kain pel di atas lantai seperti menatapi nasib ibu.
Saya bertanya pada suamiku, "Apa yang kau butuhkan?"
"Aku membutuhkanmu unt menemaniku.. rumah kotor sedikit tidak apa-apa.." ujar suamiku.
Saya kira dia perlu rumah yg bersih, ada yang memasak, dst.
"Yang paling kuharapkan adalah kau bisa lebih sering menemaniku."
Ternyata sia-sia semua pekerjaan yang saya lakukan, hasilnya benar-benar membuat saya terkejut. Kami meneruskan menikmati kebutuhan masing-masing, dan baru saya sadari ternyata dia juga telah banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia, kami memiliki cara masing-masing bagaimana mencintai, namun, bukannya cara yang diinginkan pasangan kita.
Sejak itu, saya menderetkan sebuah daftar kebutuhan suami, dan meletakkanya di atas meja. Begitu juga suamiku, dia menderetkan sebuah daftar kebutuhanku.
Puluhan kebutuhan yg panjang dan jelas, misal: Waktu senggang menemani pihak kedua mendengar musik, saling memeluk setiap pagi, memberi sentuhan selamat jalan bila berangkat, dstnya.
Beberapa hal cukup mudah dilaksanakan, tapi ada juga yg sulit, misal: dengarkan aku, jangan memberi komentar. Ini adalah kebutuhan suami. Kalau saya memberinya usul, dia bilang dirinya merasa tampak seperti org bodoh. Menurutku, ini benar-benar masalah gengsi laki-laki.
Saya juga meniru suami tidak memberikan usul, kecuali dia bertanya, kalau tidak saya hanya mendengarkan dgn serius..
Bagi saya ini benar-benar sebuah jalan yg sulit dipelajari, namun jauh lebih bermakna dlm pernikahan kami..
Bertanya pada pasangan kita, "Apa yang kau inginkan?" ternyata dpt menghidupkan pernikahan.
Kini, saya tahu kenapa perkawinan ayah ibu tidak bisa bahagia, MEREKA TERLALU BERSIKERAS MENGGUNAKAN CARA SENDIRI DALAM MENCINTAI PASANGANNYA, BUKAN MENCINTAI PASANGANNYA DENGAN CARA YANG DIINGINKAN PASANGAN KITA.
RENUNGAN:
Kita mungkin sangat lelah melayani pasangan kita, namun dia tidak menghargai.. akhirnya kita kecewa dan hancur.SETIAP ORANG PANTAS DAN LAYAK MEMILIKI SEBUAH PERKAWINAN YANG BAHAGIA, asalkan cara yg kita pakai itu tepat, menjadi orang yang dibutuhkan oleh pasangan kita! Semoga manfaat..
Lebih baik terlambat menyadari, daripada tidak menyadari sampai akhir.
Label:
Kisah tentang Cinta
19.42
Alkisah, hiduplah seorang kakek dan seorang pemuda. Pada masa itu, semua manusia bisa memamerkan hatinya, setiap hati bisa diperlihatkan pada orang lain, karena tubuh di bagian dada tidak tertutup daging, sehingga bila pakaian dibuka, hati terlihat, tidak seperti sekarang di mana hati tidak tampak dan harus diperlihatkan dengan suara, tulisan, pandangan dan sentuhan.
Sang kakek dan sang pemuda jelas berbeda umur, berbeda pemikiran dan memiliki hati yang sangat berbeda. Sang kakek yang bekerja sebagai penebang kayu sering tidak memakai pakaian atas karena panasnya cuaca, sehingga hatinya terlihat. Hati sang kakek penuh dengan bekas luka dan berlubang. Hati kakek itu lebih mengerikan daripada keriput pada kulitnya.
Sedangkan sang pemuda yang masih gagah dan tampan, dia sering tidak memakai pakaian atas sebagai bentuk pamer dan kesombongan. Pemuda itu memiliki hati yang bersih, mulus, tanpa cacat sedikitpun. Baginya, hal itu adalah hal yang membanggakan. Dia akan memamerkan pada semua orang yang ditemui mengenai hati yang bersih tanpa satu goresan.
Lalu pada suatu hari, mereka bertemu. Si pemuda tertawa terbahak-bahak dengan angkuh. Dia menepuk dadanya dan sesumbar mengatakan, "Hai, kakek yang malang, coba kau lihat hatiku! Tidak ada cacatnya, aku menjaga dengan baik benda berharga ini. Sedangkan milikmu... Astaga, kau pasti tidak bisa menjaganya dengan baik,"
Sang kakek yang sudah renta itu hanya tersenyum, tidak ada guratan marah di dalam matanya. Dia menatap hatinya yang penuh luka, sangat berbeda dengan milik sang pemuda. Lalu kakek itu berkata, "Wahai pemuda, kenapa kau sangat menjaga hatimu?"
Pemuda sombong itu mengangkat sebelah alisnya, "Tentu saja, karena hati adalah benda yang sangat berharga, seharusnya kau tahu itu," Si kakek menjawab, "Tentu saja aku tahu, wahai anak muda. Aku tahu bahwa hati adalah sesuatu yang berharga. Kenapa dia berharga? Karena selama hidup, kau harus membaginya dengan orang lain,"
Sang pemuda terdiam lama, suara sang kakek yang bijaksana membuatnya berniat untuk mendengarkan kalimat sang kakek hingga habis. "Kau boleh saja sangat menjaga hatimu, tetapi apakah kau bahagia hanya dengan memamerkannya dan tidak membaginya dengan orang lain? Wahai pemuda, aku membiarkan hatiku dilukai orang lain, termasuk wanita. Aku juga memberikan beberapa potong hatiku untuk orang lain, bahkan orang-orang yang tidak aku kenal, dan aku bahagia karenanya, karena hatiku bisa membahagiakan orang lain. Sekalipun hatiku penuh luka dan berlubang, itulah hati yang seharusnya kau bagi dengan orang lain,"
Sang pemuda akhirnya menyadari bahwa makna dari hati adalah untuk dibagikan dengan orang lain, sekalipun hatinya harus rusak dan berlubang. Akhirnya dia mencongkel sedikit bagian hatinya dan diberikan untuk sang kakek untuk menambal sedikit bagian yang berlubang. Sang kakek berterima kasih atas pemberian itu. Dan sang pemuda, sejak hari itu mulai membagi hatinya pada orang lain. Tidak hanya itu, ada beberapa orang yang menambal hatinya yang berlubang. Dia berbahagia karena hal itu.
RENUNGAN :Tidak selamanya Anda harus meratapi hati Anda yang terluka, patah, atau hancur. Percayalah, akan ada orang lain yang bisa menambal hati Anda. Berbahagialah karena Anda telah berani membagikan hati Anda pada orang lain.
Bahagia Dengan Hati Yang Rusak
Written By Regina Kim on Selasa, 20 September 2016 | 19.42
Alkisah, hiduplah seorang kakek dan seorang pemuda. Pada masa itu, semua manusia bisa memamerkan hatinya, setiap hati bisa diperlihatkan pada orang lain, karena tubuh di bagian dada tidak tertutup daging, sehingga bila pakaian dibuka, hati terlihat, tidak seperti sekarang di mana hati tidak tampak dan harus diperlihatkan dengan suara, tulisan, pandangan dan sentuhan.
Sang kakek dan sang pemuda jelas berbeda umur, berbeda pemikiran dan memiliki hati yang sangat berbeda. Sang kakek yang bekerja sebagai penebang kayu sering tidak memakai pakaian atas karena panasnya cuaca, sehingga hatinya terlihat. Hati sang kakek penuh dengan bekas luka dan berlubang. Hati kakek itu lebih mengerikan daripada keriput pada kulitnya.
Sedangkan sang pemuda yang masih gagah dan tampan, dia sering tidak memakai pakaian atas sebagai bentuk pamer dan kesombongan. Pemuda itu memiliki hati yang bersih, mulus, tanpa cacat sedikitpun. Baginya, hal itu adalah hal yang membanggakan. Dia akan memamerkan pada semua orang yang ditemui mengenai hati yang bersih tanpa satu goresan.
Lalu pada suatu hari, mereka bertemu. Si pemuda tertawa terbahak-bahak dengan angkuh. Dia menepuk dadanya dan sesumbar mengatakan, "Hai, kakek yang malang, coba kau lihat hatiku! Tidak ada cacatnya, aku menjaga dengan baik benda berharga ini. Sedangkan milikmu... Astaga, kau pasti tidak bisa menjaganya dengan baik,"
Sang kakek yang sudah renta itu hanya tersenyum, tidak ada guratan marah di dalam matanya. Dia menatap hatinya yang penuh luka, sangat berbeda dengan milik sang pemuda. Lalu kakek itu berkata, "Wahai pemuda, kenapa kau sangat menjaga hatimu?"
Pemuda sombong itu mengangkat sebelah alisnya, "Tentu saja, karena hati adalah benda yang sangat berharga, seharusnya kau tahu itu," Si kakek menjawab, "Tentu saja aku tahu, wahai anak muda. Aku tahu bahwa hati adalah sesuatu yang berharga. Kenapa dia berharga? Karena selama hidup, kau harus membaginya dengan orang lain,"
Sang pemuda terdiam lama, suara sang kakek yang bijaksana membuatnya berniat untuk mendengarkan kalimat sang kakek hingga habis. "Kau boleh saja sangat menjaga hatimu, tetapi apakah kau bahagia hanya dengan memamerkannya dan tidak membaginya dengan orang lain? Wahai pemuda, aku membiarkan hatiku dilukai orang lain, termasuk wanita. Aku juga memberikan beberapa potong hatiku untuk orang lain, bahkan orang-orang yang tidak aku kenal, dan aku bahagia karenanya, karena hatiku bisa membahagiakan orang lain. Sekalipun hatiku penuh luka dan berlubang, itulah hati yang seharusnya kau bagi dengan orang lain,"
Sang pemuda akhirnya menyadari bahwa makna dari hati adalah untuk dibagikan dengan orang lain, sekalipun hatinya harus rusak dan berlubang. Akhirnya dia mencongkel sedikit bagian hatinya dan diberikan untuk sang kakek untuk menambal sedikit bagian yang berlubang. Sang kakek berterima kasih atas pemberian itu. Dan sang pemuda, sejak hari itu mulai membagi hatinya pada orang lain. Tidak hanya itu, ada beberapa orang yang menambal hatinya yang berlubang. Dia berbahagia karena hal itu.
RENUNGAN :Tidak selamanya Anda harus meratapi hati Anda yang terluka, patah, atau hancur. Percayalah, akan ada orang lain yang bisa menambal hati Anda. Berbahagialah karena Anda telah berani membagikan hati Anda pada orang lain.
Label:
Kisah tentang Cinta
23.36
Seperti yang dilansir dari shanghaist.com, bahwa sepasang suami istri yang berada di Guangxi China ini menunjukan arti cinta sejati dan cinta yang tulus. Meskipun kita tahu keduanya diselimuti oleh cobaan hidup yang berat dan kekurangan yang ada pada diri masing-masing tetapi pasangan yang bernama Huang Funeng yang kini berusia 80 tahun dan istrinya Wei Guiyi berusia 76 tahun tersebut tetap setiap dan tulus menerima apapun serta bagaimana pun kondisi pasangannya masing-masing.
Diketahui mereka berdua sudah menikah kurang lebih 55 tahun. Dalam waktu yang tidak singkat tersebut mereka berdua selalu hidup berdampingan dan bahagia. Mereka berdua selalu mengisi kekosongan masing-masing dan berusaha untuk memberikan semua yang terbaik untuk pasangannnya.
Hingga suatu ketika tepatnya pada 1985 keadaan yang mengkhawatirkan menimpa keduanya, dimana Huang sang suami menderita sakit mata yang menyebabkan dirinya mengalami kebutaan. Sedangkan istrinya Wei mengalami osteoporosis hingga membuat tubuhnya tidak normal dimana tubuhnya tersebut menjadi bungkuk. Namun, meskipun begitu Wei tetap bersyukur karena ia masih bisa berjalan dan melakukan tugasnya sebagai seorang istri.
Meskipun Sama-Sama Memiliki Kekurangan Tetapi Mereka Saling Membantu dan Saling Menyempurnakan
Meskipun keduanya tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan, tetapi mereka tidak pernah mengeluh akan kondisi dirinya sendiri ataupun kondisi pasangannya. Sebagai bentuk pengabdian kepada suaminya sang istri setiap harinya selalu menuntun sang suami yang buta ketika mereka hendak pergi kemanapun. Sang istri yang sudah berumur tidak muda tersebut menuntun suaminya dengan menggunakan tongkat.
Pasangan yang sangat menginspirasi ini sendiri menikah sejak 55 tahun dimana sejak usianya 20 tahun dan 24 tahun. Tetapi yang paling menyedihkan, meskipun mereka sudah lama menikah tetapi mereka tidak dikarunia seorang anak pun, sehingga ketika keduanya sudah tua mereka harus bertahan hidup sendiri dan mengurus diri mereka sendiri tanpa ada seorang anak atau keluargapun di sisinya. Namun meskipun begitu pasangan ini tetap saling mencintai dan menyayangi dengan tulus.
Huang Funeng pernah mengatakan bahwa meskipun kini dirinya tidak bisa melihat tetapi dirinya selalu bisa melihat bayangan istrinya. Istrinya tersebut adalah orang yang paling istimewa dan ia cintai. Sedangkan sang itsri pun mengatakan, bahwa mereka berdua sangat senang dengan kehidupan mereka saat ini. Apapun dan bagaimapaun kondisi keduanya tetapi sang itsri mengatakan bahwa mereka akan selalu ada di sisi satu sama lain. Sejak beberapa foto keduanya ini beredar di media sosial, maka saat itu jugalah ke duanya menjadi inspirasi semua orang terlebih lagi bagi setiap pasangan agar bisa menyadari bahwa cinta yang tulus dan cinta sejati itu seperti apa.
RENUNGAN :
Kisah Sang Istri Bungkuk yang Setia Menuntun Suaminya yang Tuna Netra
Written By Regina Kim on Senin, 25 Juli 2016 | 23.36
Seperti yang dilansir dari shanghaist.com, bahwa sepasang suami istri yang berada di Guangxi China ini menunjukan arti cinta sejati dan cinta yang tulus. Meskipun kita tahu keduanya diselimuti oleh cobaan hidup yang berat dan kekurangan yang ada pada diri masing-masing tetapi pasangan yang bernama Huang Funeng yang kini berusia 80 tahun dan istrinya Wei Guiyi berusia 76 tahun tersebut tetap setiap dan tulus menerima apapun serta bagaimana pun kondisi pasangannya masing-masing.
Diketahui mereka berdua sudah menikah kurang lebih 55 tahun. Dalam waktu yang tidak singkat tersebut mereka berdua selalu hidup berdampingan dan bahagia. Mereka berdua selalu mengisi kekosongan masing-masing dan berusaha untuk memberikan semua yang terbaik untuk pasangannnya.
Hingga suatu ketika tepatnya pada 1985 keadaan yang mengkhawatirkan menimpa keduanya, dimana Huang sang suami menderita sakit mata yang menyebabkan dirinya mengalami kebutaan. Sedangkan istrinya Wei mengalami osteoporosis hingga membuat tubuhnya tidak normal dimana tubuhnya tersebut menjadi bungkuk. Namun, meskipun begitu Wei tetap bersyukur karena ia masih bisa berjalan dan melakukan tugasnya sebagai seorang istri.
Meskipun Sama-Sama Memiliki Kekurangan Tetapi Mereka Saling Membantu dan Saling Menyempurnakan
Meskipun keduanya tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan, tetapi mereka tidak pernah mengeluh akan kondisi dirinya sendiri ataupun kondisi pasangannya. Sebagai bentuk pengabdian kepada suaminya sang istri setiap harinya selalu menuntun sang suami yang buta ketika mereka hendak pergi kemanapun. Sang istri yang sudah berumur tidak muda tersebut menuntun suaminya dengan menggunakan tongkat.
Pasangan yang sangat menginspirasi ini sendiri menikah sejak 55 tahun dimana sejak usianya 20 tahun dan 24 tahun. Tetapi yang paling menyedihkan, meskipun mereka sudah lama menikah tetapi mereka tidak dikarunia seorang anak pun, sehingga ketika keduanya sudah tua mereka harus bertahan hidup sendiri dan mengurus diri mereka sendiri tanpa ada seorang anak atau keluargapun di sisinya. Namun meskipun begitu pasangan ini tetap saling mencintai dan menyayangi dengan tulus.
Huang Funeng pernah mengatakan bahwa meskipun kini dirinya tidak bisa melihat tetapi dirinya selalu bisa melihat bayangan istrinya. Istrinya tersebut adalah orang yang paling istimewa dan ia cintai. Sedangkan sang itsri pun mengatakan, bahwa mereka berdua sangat senang dengan kehidupan mereka saat ini. Apapun dan bagaimapaun kondisi keduanya tetapi sang itsri mengatakan bahwa mereka akan selalu ada di sisi satu sama lain. Sejak beberapa foto keduanya ini beredar di media sosial, maka saat itu jugalah ke duanya menjadi inspirasi semua orang terlebih lagi bagi setiap pasangan agar bisa menyadari bahwa cinta yang tulus dan cinta sejati itu seperti apa.
RENUNGAN :
Nah, sahabat di tengah kasus-kasus perceraian yang selalu kita saksikan entah itu di media sosial ataupun televisi dan kasus perselingkuhan yang semakin hari semakin marak. Maka dengan adanya kisah yang suci dari keduanya ini setidaknya kita bisa belajar banyak bahwa betapa indahnya saling menerima dan memberi bersama orang yang kita sayangi.
Janganlah pernah menuntut pasangan kita untuk selalu sempurna dan janganlah pernah kesempuraan menjadi penghambat cinta tulus yang kita miliki. Semoga kita semua mendapatkan pasangan yang bisa tulus mencintai kita apa adanya, dan kita do’akan semoga Huang Funeng dan Wei Guiyi selalu disatukan dan mendapatkan kebahagiaan.
Janganlah pernah menuntut pasangan kita untuk selalu sempurna dan janganlah pernah kesempuraan menjadi penghambat cinta tulus yang kita miliki. Semoga kita semua mendapatkan pasangan yang bisa tulus mencintai kita apa adanya, dan kita do’akan semoga Huang Funeng dan Wei Guiyi selalu disatukan dan mendapatkan kebahagiaan.
Label:
Kisah tentang Cinta
03.57
Alkisah, hiduplah seorang kakek dan seorang pemuda. Pada masa itu, semua manusia bisa memamerkan hatinya, setiap hati bisa diperlihatkan pada orang lain, karena tubuh di bagian dada tidak tertutup daging, sehingga bila pakaian dibuka, hati terlihat, tidak seperti sekarang di mana hati tidak tampak dan harus diperlihatkan dengan suara, tulisan, pandangan dan sentuhan.
Sang kakek dan sang pemuda jelas berbeda umur, berbeda pemikiran dan memiliki hati yang sangat berbeda. Sang kakek yang bekerja sebagai penebang kayu sering tidak memakai pakaian atas karena panasnya cuaca, sehingga hatinya terlihat. Hati sang kakek penuh dengan bekas luka dan berlubang. Hati kakek itu lebih mengerikan daripada keriput pada kulitnya.
Sedangkan sang pemuda yang masih gagah dan tampan, dia sering tidak memakai pakaian atas sebagai bentuk pamer dan kesombongan. Pemuda itu memiliki hati yang bersih, mulus, tanpa cacat sedikitpun. Baginya, hal itu adalah hal yang membanggakan. Dia akan memamerkan pada semua orang yang ditemui mengenai hati yang bersih tanpa satu goresan.
Lalu pada suatu hari, mereka bertemu. Si pemuda tertawa terbahak-bahak dengan angkuh. Dia menepuk dadanya dan sesumbar mengatakan, "Hai, kakek yang malang, coba kau lihat hatiku! Tidak ada cacatnya, aku menjaga dengan baik benda berharga ini. Sedangkan milikmu... Astaga, kau pasti tidak bisa menjaganya dengan baik,"
Sang kakek yang sudah renta itu hanya tersenyum, tidak ada guratan marah di dalam matanya. Dia menatap hatinya yang penuh luka, sangat berbeda dengan milik sang pemuda. Lalu kakek itu berkata, "Wahai pemuda, kenapa kau sangat menjaga hatimu?"
Pemuda sombong itu mengangkat sebelah alisnya, "Tentu saja, karena hati adalah benda yang sangat berharga, seharusnya kau tahu itu," Si kakek menjawab, "Tentu saja aku tahu, wahai anak muda. Aku tahu bahwa hati adalah sesuatu yang berharga. Kenapa dia berharga? Karena selama hidup, kau harus membaginya dengan orang lain,"
Sang pemuda terdiam lama, suara sang kakek yang bijaksana membuatnya berniat untuk mendengarkan kalimat sang kakek hingga habis. "Kau boleh saja sangat menjaga hatimu, tetapi apakah kau bahagia hanya dengan memamerkannya dan tidak membaginya dengan orang lain? Wahai pemuda, aku membiarkan hatiku dilukai orang lain, termasuk wanita. Aku juga memberikan beberapa potong hatiku untuk orang lain, bahkan orang-orang yang tidak aku kenal, dan aku bahagia karenanya, karena hatiku bisa membahagiakan orang lain. Sekalipun hatiku penuh luka dan berlubang, itulah hati yang seharusnya kau bagi dengan orang lain,"
Sang pemuda akhirnya menyadari bahwa makna dari hati adalah untuk dibagikan dengan orang lain, sekalipun hatinya harus rusak dan berlubang. Akhirnya dia mencongkel sedikit bagian hatinya dan diberikan untuk sang kakek untuk menambal sedikit bagian yang berlubang. Sang kakek berterima kasih atas pemberian itu. Dan sang pemuda, sejak hari itu mulai membagi hatinya pada orang lain. Tidak hanya itu, ada beberapa orang yang menambal hatinya yang berlubang. Dia berbahagia karena hal itu.
RENUNGAN:
Tidak selamanya Anda harus meratapi hati Anda yang terluka, patah, atau hancur. Percayalah, akan ada orang lain yang bisa menambal hati Anda. Berbahagialah karena Anda telah berani membagikan hati Anda pada orang lain.
KISAH KEBAHAGIAAN DENGAN HATI YANG RUSAK
Written By Regina Kim on Senin, 18 Agustus 2014 | 03.57
Sang kakek dan sang pemuda jelas berbeda umur, berbeda pemikiran dan memiliki hati yang sangat berbeda. Sang kakek yang bekerja sebagai penebang kayu sering tidak memakai pakaian atas karena panasnya cuaca, sehingga hatinya terlihat. Hati sang kakek penuh dengan bekas luka dan berlubang. Hati kakek itu lebih mengerikan daripada keriput pada kulitnya.
Sedangkan sang pemuda yang masih gagah dan tampan, dia sering tidak memakai pakaian atas sebagai bentuk pamer dan kesombongan. Pemuda itu memiliki hati yang bersih, mulus, tanpa cacat sedikitpun. Baginya, hal itu adalah hal yang membanggakan. Dia akan memamerkan pada semua orang yang ditemui mengenai hati yang bersih tanpa satu goresan.
Lalu pada suatu hari, mereka bertemu. Si pemuda tertawa terbahak-bahak dengan angkuh. Dia menepuk dadanya dan sesumbar mengatakan, "Hai, kakek yang malang, coba kau lihat hatiku! Tidak ada cacatnya, aku menjaga dengan baik benda berharga ini. Sedangkan milikmu... Astaga, kau pasti tidak bisa menjaganya dengan baik,"
Sang kakek yang sudah renta itu hanya tersenyum, tidak ada guratan marah di dalam matanya. Dia menatap hatinya yang penuh luka, sangat berbeda dengan milik sang pemuda. Lalu kakek itu berkata, "Wahai pemuda, kenapa kau sangat menjaga hatimu?"
Pemuda sombong itu mengangkat sebelah alisnya, "Tentu saja, karena hati adalah benda yang sangat berharga, seharusnya kau tahu itu," Si kakek menjawab, "Tentu saja aku tahu, wahai anak muda. Aku tahu bahwa hati adalah sesuatu yang berharga. Kenapa dia berharga? Karena selama hidup, kau harus membaginya dengan orang lain,"
Sang pemuda terdiam lama, suara sang kakek yang bijaksana membuatnya berniat untuk mendengarkan kalimat sang kakek hingga habis. "Kau boleh saja sangat menjaga hatimu, tetapi apakah kau bahagia hanya dengan memamerkannya dan tidak membaginya dengan orang lain? Wahai pemuda, aku membiarkan hatiku dilukai orang lain, termasuk wanita. Aku juga memberikan beberapa potong hatiku untuk orang lain, bahkan orang-orang yang tidak aku kenal, dan aku bahagia karenanya, karena hatiku bisa membahagiakan orang lain. Sekalipun hatiku penuh luka dan berlubang, itulah hati yang seharusnya kau bagi dengan orang lain,"
Sang pemuda akhirnya menyadari bahwa makna dari hati adalah untuk dibagikan dengan orang lain, sekalipun hatinya harus rusak dan berlubang. Akhirnya dia mencongkel sedikit bagian hatinya dan diberikan untuk sang kakek untuk menambal sedikit bagian yang berlubang. Sang kakek berterima kasih atas pemberian itu. Dan sang pemuda, sejak hari itu mulai membagi hatinya pada orang lain. Tidak hanya itu, ada beberapa orang yang menambal hatinya yang berlubang. Dia berbahagia karena hal itu.
RENUNGAN:
Tidak selamanya Anda harus meratapi hati Anda yang terluka, patah, atau hancur. Percayalah, akan ada orang lain yang bisa menambal hati Anda. Berbahagialah karena Anda telah berani membagikan hati Anda pada orang lain.
Label:
Kisah tentang Cinta
20.31
Dikisahkan tentang pernikahan dan kisah ini dimulai dengan ratapan seorang istri dan ucapannya saktinya adalah aku membencinya. Itulah sumpah serapah yang selalu ia bisikkan dalam hatinya hampir sepanjang kebersamaan dengan suami "tercinta”. Meskipun telah resmi menikah, sang istri tak pernah benar-benar mau menyerahkan hatinya pada suaminya kecuali fisik semata. Menikah karena keterpaksaan orangtua, hanya membuat sang istri membenci suaminya sendiri dalam hidup dan pernikahannya.
Walaupun menikah dengan keterpaksaan, sang istri tak pernah menunjukkan sikap benci pada suaminya, semua terbungkus kepalsuan dan kepura-puraan. Meskipun membencinya, setiap hari Sang Istri tetap melayaninya sebagaimana tugas istri. Sang Istri merasa terpaksa melakukan semuanya karena ia tak punya pilihan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi sang istri tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuanya dari Sang Istri pun sangat menyayangi sang mantu pria karena menurut mereka, sang mantu pria tersebut adalah sosok suami sempurna untuk putri mereka yang satu-satunya.
Ketika menikah, sang istri menjadi istri yang teramat manja. Ia melakukan segala hal sesuka hatinya. Suaminya ternyata juga memanjakannya sedemikian rupa. Sang istri tak pernah benar-benar menjalani tugasnya sebagai seorang istri. Sang istri selalu bergantung pada suaminya karena sang istri menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang suaminya lakukan padanya. Sang istri merasa telah menyerahkan hidupnya pada suaminya sehingga sudah tugas suaminyalah membuatnya bahagia dengan menuruti semua keinginannya.
Di rumah, akulah ratunya, demikian kata sang istri. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, sang istri selalu menyalahkan suaminya. Sang istri tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, sang istri sebal melihat suaminya meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, sang istri benci ketika suaminya memakai komputernya meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Sang istri marah kalau suaminya menggantung bajunya di kapstock baju Sang Istri, Sang Istri juga marah kalau Sang Suami memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, Sang Istri marah kalau Sang Suami menghubunginya hingga berkali-kali ketika ia sedang bersenang-senang dengan teman-temannya. Marah melulu...
Tadinya ia (Sang Istri) memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi ia tak mau mengurus anak. Awalnya Sang Suami mendukung dan ia-pun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya Dia (Sang Suami) menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari Sang Istri lupa minum pil KB dan meskipun Dia tahu Dia membiarkannya. Sang Istri pun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahan Sang Istri terbesar pada Suaminya. Kemarahan semakin bertambah dan menjadi-jadi ketika ternyata Sang Istri mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Sang Istri memaksanya melakukan tindakan sterilisasi agar tidak hamil lagi. Dengan patuh Sang Suami melakukan semua keinginan Sang Istri karena Sang Istri mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu dengan cepat hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Sang Istri bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menunggunya di meja makan. Seperti biasa, Sang suami lah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, Sang Suami mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibunda Mertua. Sang Istri hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu Sang istri lebih memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibundanya. Yaah, sekali lagi karena merasa terjebak dan tersesat dengan perkawinannya, Sang Istri juga membenci kedua orangtuanya.
Sebelum ke kantor, biasanya Sang Suami mencium pipi Sang Istri saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, Dia juga memeluk Sang Istri sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan suara berisik. Sang Istri berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Sang Suami kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, Sang Istri pun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobinya. Sang Istri tiba di salon langganannya beberapa saat kemudian. Di salon Sang Istri bertemu salah satu temannya sekaligus orang yang tidak disukainya. Mereka mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan mereka. Tiba waktunya Sang Istri harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya Sang Istri ketika menyadari bahwa dompetnya tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasnya hingga bagian terdalam ia tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetnya tak bisa ia temukan, segera saja Sang Istri menelepon suaminya dan bertanya.
"Maaf sayang, kemarin anak kita meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku." Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan penuh emosi, Sang Istri mengomelinya dengan kasar. Ditutup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphonenya kembali berbunyi dan meski masih kesal, Sang Istri pun mengangkatnya dengan setengah membentak. "Apalagi??"
"Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?" tanya suaminya cepat , kuatir Sang Istri menutup telepon kembali. Sang Istri menyebut nama salonnya dan tanpa menunggu jawabannya lagi, Sang Istri kembali menutup telepon. Sang Istri berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiknya akan datang membayarkan tagihannya. Si empunya Salon yang sahabat Sang Istri sebenarnya sudah membolehkan Sang Istri pergi dan mengatakan ia bisa membayarnya nanti kalau ia kembali lagi. Tapi rasa malu karena "musuh"nya juga ikut mendengar Sang Istri ketinggalan dompet membuatnya gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika Sang Istri melihat keluar dan berharap mobil suaminya segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, Sang Istri semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suaminya. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali ditelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering telepon Sang Istri sudah diangkatnya. Sang Istri mulai merasa tidak enak dan marahnya kambuh.
Telepon Sang Istri baru diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakan Sang Istri belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suaminya. Sang Istri terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, "selamat sore, ibu. Apakah ibu istri dari bapak Gunawan (Bukan nama sebenarnya)?" dijawab pertanyaan itu segera dengan kata Benar. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suami ibu telah mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu Sang Istri hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, Sang Istri berjongkok dengan bingung. Tangannya menggenggam erat handphone yang dipegangnya dan beberapa pegawai salon mendekatinya dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahnya menjadi pucat-pasi seputih kertas polos.
Entah bagaimana akhirnya Sang Istri, akhirnya sampai di rumah sakit. Entah bagaimana pula tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusul dan berkumpul. Sang Istri yang hanya diam seribu bahasa menunggu suaminya di depan ruang gawat darurat. Sang Istri tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah (Sang Suami) yang melakukan segalanya untuk istrinya. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita duka itu. Suami Ibu telah tiada. Dia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, Sang Istri malah sibuk menguatkan kedua orangtuanya dan orangtua Sang Suami yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mata Sang Istri. Sang Istri hanya sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuanya. Anak-anak yang terpukul memeluk ibunya dengan erat tetapi kesedihan mendalam mereka sama sekali tak mampu membuat Sang Istri menangis.
Ketika jenazah dibawa pulang ke rumah dan Sang Istri duduk di hadapannya, Sang Istri hanya termangu menatap wajah itu. Disadari baru kali inilah Sang Istri benar-benar menatap wajah suaminya yang tampak tertidur pulas. Sang Istri mendekati wajahnya dan memandanginya dengan seksama. Saat itulah dada Sang Istri menjadi sesak teringat apa yang telah Sang Suami berikan padanya selama sepuluh tahun kebersamaan dalam pernikahaan tersebut. Sang Istri menyentuh perlahan wajah mendiang sang Suaminya yang telah dingin dan Sang istri baru menyadari inilah kali pertama kali Sang Istri menyentuh wajah suaminya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimata Sang Istri, mengaburkan pandangannya. Sang Istri terkesiap berusaha mengusap airmatanya agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirnya pada suaminya, Sang Istri ingin mengingat semua bagian wajah suaminya agar kenangan manis tentang suaminya tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmata Sang Istri semakin deras membanjiri kedua pipinya. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuat Sang Istri berhenti menangis. Sang Istri berusaha menahannya, tapi dadanya sesak mengingat apa yang telah diperbuat pada suaminya terakhir kali saat berbicara di salon.
Sang teringat betapa ia tak pernah memperhatikan kesehatan suaminya. Sang istri hampir tak pernah mengatur makan suaminya. Padahal suaminya selalu mengatur apa yang dimakan Sang istri. Sang Suami selalu memperhatikan vitamin dan obat yang harus dikonsumsi Sang Istri terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Sang Suami tak pernah absen mengingatkan Sang Istri makan yang teratur, bahkan terkadang menyuapi Sang Istri kalau Sang Istri sedang malas makan. Sang istri tak pernah tahu apa yang suaminya makan karena Sang Istri tak pernah bertanya. Bahkan Sang Istri tak tahu apa yang Sang Suami sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suaminya adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dada Sang Istri sesak mendengarnya, karena Sang Istri tahu Sang Suami mungkin terpaksa makan mie instant karena Sang Istri hampir tak pernah memasak untuknya. Sang Istri hanya memasak untuk anak-anak dan dirinya sendiri. Sang Istri tak perduli dengan Sang Suami sudah makan atau belum ketika pulang kerja dan sampai di rumah. Sang Suami bisa makan masakan Sang Istri hanya kalau ada yang bersisa. Sang Suamipun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Sang Istri tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya hanya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temannya.
Saat pemakaman, Sang Istri tak mampu menahan diri lagi. Sang Istri pingsan ketika melihat tubuh suaminya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Sang Istri tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarnya. Sang Istri terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadanya. Keluarga besarnya membujuknya dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa ia (Sang Istri) begitu terluka dengan kehilangan suaminya.
Hari-hari yang dijalani Sang Istri setelah kepergian suaminya, ternyata bukanlah kebebasan seperti yang selama ini diinginkan tetapi malah membuatnya jadi terjebak sekaligus tersesat di dalam keinginan untuk bersama suaminya. Di hari-hari awal kepergian suaminya, Sang Istri duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuanya membujuknya makan. Tetapi yang diingat hanyalah saat suaminya membujuknya makan kalau ia sedang mengambek dulu. Ketika ia (Sang Istri) lupa membawa handuk saat mandi, ia berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibunya yang datang, Sang Istri berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap suaminya yang datang. Kebiasaann Sang Istri yang menelepon suaminya setiap kali Sang Istri tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerja suaminya kebingungan menjawab telepon Sang Istri. Setiap malam Sang Istri menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi ia terbangun dengan sosok suaminya di sebelahnya.
Dulu Sang Istri begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkuran suaminya, tapi sekarang Sang Istri bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu Sang Istri kesal karena Sang Suami sering berantakan di kamar tidur mereka, tetapi kini Sang Istri merasa kamar tidurnya terasa kosong dan hampa. Dulu Sang Istri begitu kesal jika Dia (Sang Suami) melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptop Sang Istri tanpa me-log out, sekarang Sang Istri memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jari suaminya masih tertinggal di sana. Dulu Sang Istri paling tidak suka saat sang Suami membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau dihapus sang Istri. Remote televisi yang biasa disembunyikan Sang istri, sekarang dengan mudah ditemukan meski Sang istri berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu dilakukan Sang Istri karena Sang Istri baru menyadari bahwa Sang Suami begitu mencintainya dan Sang Istri sudah terkena panah cinta dari suaminya.
Sang Istri juga marah pada dirinya sendiri, ia marah ketika melihat semua kelihatan normal meskipun Sang Suami sudah tidak ada. Sang Istri marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatnya rindu. Sang Istri marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalannya. Sang Istri marah karena tak ada lagi yang membujuknya agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkannya sembahyang meskipun kini dilakukan Sang Istri dengan ikhlas. Sang Istri sembahyang karena Sang Istri ingin memohon maaf pada suami “Tercinta”, memohon maaf pada “Gusti Allah” karena telah menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padanya, memohon ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sembahyanglah yang mampu menebus dukanya sedikit demi sedikit. Cinta “Gusti Allah” pada Sang Istri ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untuknya dan anak-anak. Teman-teman Sang Istri yang selama ini dibela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian Sang Suami yang selama-lamanya.
Empat puluh hari setelah kematian Sang Suami, keluarga mengingatkannya untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menunggunya dan harus dihidupi. Kembali rasa bingung merasuki Sang Istri. Selama ini Sang Istri hanya tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suaminya. Berapa besar pendapatannya selama ini Sang Istri tak pernah peduli, yang dipedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningnya untuk dipakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, Sang Istri memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya Sang Istri terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gaji suaminya ditransfer ke rekening Istri Tercinta selama ini. Padahal Sang Istri tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana Sang Suami memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena Sang Istri tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang ia (Sang Istri) tahu sekarang ia harus bekerja atau anak-anaknya takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonus suaminya takkan cukup untuk menghidupi mereka bertiga. Tapi bekerja di mana? Ia hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh suaminya.
Kebingungannya terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahnya datang bersama seorang notaris. Mereka membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya pada Istri dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuat Sang Istri tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untuk Istri Tercinta.
Istriku Liliana (Nama Samaran) tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Gusti Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu Bahagia dan waktu tidak terbuang percuma. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga “Gusti Allah” memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk anakku, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan putraku, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan adikmu. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke Papa!
Sang Istri terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suaminya kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suaminya memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suaminya membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Sang Istri hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada mereka, sehingga ketika ajal menjemputnya Dia (Sang Suami) tetap membanjiri mereka dengan cintanya yang tulus.
Sejak itu Sang Istri tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosok suaminya yang masih begitu hidup di dalam hatinya. Hari demi hari hanya diabdikan untuk anak-anaknya dan menebus segala salah dan dosa pada suaminya. Ketika orangtuanya dan mertuanya pergi satu persatu meninggalkannya selama-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan yang begitu dalam seperti saat kesedihannya ditinggal suami Tercinta selamanya.
Kini kedua putra-putri nya berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putri nya akan menikahi seorang pemuda dari kota lain. Putri nya bertanya, "Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?"
Aku merangkulnya sambil berkata "Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima keterbatasannya (Bukan kekurangan atau kelemahannya), akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta."
Putri nya menatap ibundanya, "seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?"
Ibunda menggeleng, "bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua."
Sang Istri mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cinta kasihnya pada suaminya. Sang Istri bukan hanya telah menghabiskan sepuluh tahun untuk membenci suaminya, tetapi menghabiskan sepanjang sisa hidupnya untuk selalu mencintai suaminya. Sang Istri bebas dari suaminya karena kematian, tapi Sang Istri tak akan pernah bisa bebas dari cinta suaminya yang begitu tulus.
RENUNGAN:
Idealnya "Pria ingin menjadi cinta pertama seorang wanita. Wanita ingin menjadi cinta terakhir seorang pria." Betul, atau Benar?! Dan air mata adalah satu-satunyanya (kalau bukan salah satunya) cara bagaimana mata berbicara ketika bibir sudah tidak mampu lagi untuk menjelaskan apa yang telah membuat perasaan diri terluka. Akhir kata...
Sepi bukan berati hilang.
Diam bukan berati lupa.
Jauh bukan berati putus.
Suami atau Istri masing-masing punya 2 mata yang tidak selalu melihat..., punya 2 tangan yang tidak selalu bisa menyentuh..., punya 2 kaki yang tidak selamanya bisa berjalan bersama..., namun Suami atau Istri punya 1 Hati yang selalu mengerti dan memberi... Cintanya dengan ikhlas.
KISAH ISTRI YANG TERPAKSA DAN TIDAK PERNAH BERSYUKUR TERHADAP SUAMINYA
Written By Regina Kim on Selasa, 07 Januari 2014 | 20.31
Walaupun menikah dengan keterpaksaan, sang istri tak pernah menunjukkan sikap benci pada suaminya, semua terbungkus kepalsuan dan kepura-puraan. Meskipun membencinya, setiap hari Sang Istri tetap melayaninya sebagaimana tugas istri. Sang Istri merasa terpaksa melakukan semuanya karena ia tak punya pilihan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi sang istri tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuanya dari Sang Istri pun sangat menyayangi sang mantu pria karena menurut mereka, sang mantu pria tersebut adalah sosok suami sempurna untuk putri mereka yang satu-satunya.
Ketika menikah, sang istri menjadi istri yang teramat manja. Ia melakukan segala hal sesuka hatinya. Suaminya ternyata juga memanjakannya sedemikian rupa. Sang istri tak pernah benar-benar menjalani tugasnya sebagai seorang istri. Sang istri selalu bergantung pada suaminya karena sang istri menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang suaminya lakukan padanya. Sang istri merasa telah menyerahkan hidupnya pada suaminya sehingga sudah tugas suaminyalah membuatnya bahagia dengan menuruti semua keinginannya.
Di rumah, akulah ratunya, demikian kata sang istri. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, sang istri selalu menyalahkan suaminya. Sang istri tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, sang istri sebal melihat suaminya meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, sang istri benci ketika suaminya memakai komputernya meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Sang istri marah kalau suaminya menggantung bajunya di kapstock baju Sang Istri, Sang Istri juga marah kalau Sang Suami memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, Sang Istri marah kalau Sang Suami menghubunginya hingga berkali-kali ketika ia sedang bersenang-senang dengan teman-temannya. Marah melulu...
Tadinya ia (Sang Istri) memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi ia tak mau mengurus anak. Awalnya Sang Suami mendukung dan ia-pun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya Dia (Sang Suami) menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari Sang Istri lupa minum pil KB dan meskipun Dia tahu Dia membiarkannya. Sang Istri pun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahan Sang Istri terbesar pada Suaminya. Kemarahan semakin bertambah dan menjadi-jadi ketika ternyata Sang Istri mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Sang Istri memaksanya melakukan tindakan sterilisasi agar tidak hamil lagi. Dengan patuh Sang Suami melakukan semua keinginan Sang Istri karena Sang Istri mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu dengan cepat hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Sang Istri bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menunggunya di meja makan. Seperti biasa, Sang suami lah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, Sang Suami mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibunda Mertua. Sang Istri hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu Sang istri lebih memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibundanya. Yaah, sekali lagi karena merasa terjebak dan tersesat dengan perkawinannya, Sang Istri juga membenci kedua orangtuanya.
Sebelum ke kantor, biasanya Sang Suami mencium pipi Sang Istri saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, Dia juga memeluk Sang Istri sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan suara berisik. Sang Istri berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Sang Suami kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, Sang Istri pun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobinya. Sang Istri tiba di salon langganannya beberapa saat kemudian. Di salon Sang Istri bertemu salah satu temannya sekaligus orang yang tidak disukainya. Mereka mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan mereka. Tiba waktunya Sang Istri harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya Sang Istri ketika menyadari bahwa dompetnya tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasnya hingga bagian terdalam ia tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetnya tak bisa ia temukan, segera saja Sang Istri menelepon suaminya dan bertanya.
"Maaf sayang, kemarin anak kita meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku." Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan penuh emosi, Sang Istri mengomelinya dengan kasar. Ditutup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphonenya kembali berbunyi dan meski masih kesal, Sang Istri pun mengangkatnya dengan setengah membentak. "Apalagi??"
"Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?" tanya suaminya cepat , kuatir Sang Istri menutup telepon kembali. Sang Istri menyebut nama salonnya dan tanpa menunggu jawabannya lagi, Sang Istri kembali menutup telepon. Sang Istri berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiknya akan datang membayarkan tagihannya. Si empunya Salon yang sahabat Sang Istri sebenarnya sudah membolehkan Sang Istri pergi dan mengatakan ia bisa membayarnya nanti kalau ia kembali lagi. Tapi rasa malu karena "musuh"nya juga ikut mendengar Sang Istri ketinggalan dompet membuatnya gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika Sang Istri melihat keluar dan berharap mobil suaminya segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, Sang Istri semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suaminya. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali ditelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering telepon Sang Istri sudah diangkatnya. Sang Istri mulai merasa tidak enak dan marahnya kambuh.
Telepon Sang Istri baru diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakan Sang Istri belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suaminya. Sang Istri terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, "selamat sore, ibu. Apakah ibu istri dari bapak Gunawan (Bukan nama sebenarnya)?" dijawab pertanyaan itu segera dengan kata Benar. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suami ibu telah mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu Sang Istri hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, Sang Istri berjongkok dengan bingung. Tangannya menggenggam erat handphone yang dipegangnya dan beberapa pegawai salon mendekatinya dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahnya menjadi pucat-pasi seputih kertas polos.
Entah bagaimana akhirnya Sang Istri, akhirnya sampai di rumah sakit. Entah bagaimana pula tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusul dan berkumpul. Sang Istri yang hanya diam seribu bahasa menunggu suaminya di depan ruang gawat darurat. Sang Istri tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah (Sang Suami) yang melakukan segalanya untuk istrinya. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita duka itu. Suami Ibu telah tiada. Dia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, Sang Istri malah sibuk menguatkan kedua orangtuanya dan orangtua Sang Suami yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mata Sang Istri. Sang Istri hanya sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuanya. Anak-anak yang terpukul memeluk ibunya dengan erat tetapi kesedihan mendalam mereka sama sekali tak mampu membuat Sang Istri menangis.
Ketika jenazah dibawa pulang ke rumah dan Sang Istri duduk di hadapannya, Sang Istri hanya termangu menatap wajah itu. Disadari baru kali inilah Sang Istri benar-benar menatap wajah suaminya yang tampak tertidur pulas. Sang Istri mendekati wajahnya dan memandanginya dengan seksama. Saat itulah dada Sang Istri menjadi sesak teringat apa yang telah Sang Suami berikan padanya selama sepuluh tahun kebersamaan dalam pernikahaan tersebut. Sang Istri menyentuh perlahan wajah mendiang sang Suaminya yang telah dingin dan Sang istri baru menyadari inilah kali pertama kali Sang Istri menyentuh wajah suaminya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimata Sang Istri, mengaburkan pandangannya. Sang Istri terkesiap berusaha mengusap airmatanya agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirnya pada suaminya, Sang Istri ingin mengingat semua bagian wajah suaminya agar kenangan manis tentang suaminya tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmata Sang Istri semakin deras membanjiri kedua pipinya. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuat Sang Istri berhenti menangis. Sang Istri berusaha menahannya, tapi dadanya sesak mengingat apa yang telah diperbuat pada suaminya terakhir kali saat berbicara di salon.
Sang teringat betapa ia tak pernah memperhatikan kesehatan suaminya. Sang istri hampir tak pernah mengatur makan suaminya. Padahal suaminya selalu mengatur apa yang dimakan Sang istri. Sang Suami selalu memperhatikan vitamin dan obat yang harus dikonsumsi Sang Istri terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Sang Suami tak pernah absen mengingatkan Sang Istri makan yang teratur, bahkan terkadang menyuapi Sang Istri kalau Sang Istri sedang malas makan. Sang istri tak pernah tahu apa yang suaminya makan karena Sang Istri tak pernah bertanya. Bahkan Sang Istri tak tahu apa yang Sang Suami sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suaminya adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dada Sang Istri sesak mendengarnya, karena Sang Istri tahu Sang Suami mungkin terpaksa makan mie instant karena Sang Istri hampir tak pernah memasak untuknya. Sang Istri hanya memasak untuk anak-anak dan dirinya sendiri. Sang Istri tak perduli dengan Sang Suami sudah makan atau belum ketika pulang kerja dan sampai di rumah. Sang Suami bisa makan masakan Sang Istri hanya kalau ada yang bersisa. Sang Suamipun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Sang Istri tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya hanya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temannya.
Saat pemakaman, Sang Istri tak mampu menahan diri lagi. Sang Istri pingsan ketika melihat tubuh suaminya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Sang Istri tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarnya. Sang Istri terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadanya. Keluarga besarnya membujuknya dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa ia (Sang Istri) begitu terluka dengan kehilangan suaminya.
Hari-hari yang dijalani Sang Istri setelah kepergian suaminya, ternyata bukanlah kebebasan seperti yang selama ini diinginkan tetapi malah membuatnya jadi terjebak sekaligus tersesat di dalam keinginan untuk bersama suaminya. Di hari-hari awal kepergian suaminya, Sang Istri duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuanya membujuknya makan. Tetapi yang diingat hanyalah saat suaminya membujuknya makan kalau ia sedang mengambek dulu. Ketika ia (Sang Istri) lupa membawa handuk saat mandi, ia berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibunya yang datang, Sang Istri berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap suaminya yang datang. Kebiasaann Sang Istri yang menelepon suaminya setiap kali Sang Istri tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerja suaminya kebingungan menjawab telepon Sang Istri. Setiap malam Sang Istri menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi ia terbangun dengan sosok suaminya di sebelahnya.
Dulu Sang Istri begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkuran suaminya, tapi sekarang Sang Istri bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu Sang Istri kesal karena Sang Suami sering berantakan di kamar tidur mereka, tetapi kini Sang Istri merasa kamar tidurnya terasa kosong dan hampa. Dulu Sang Istri begitu kesal jika Dia (Sang Suami) melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptop Sang Istri tanpa me-log out, sekarang Sang Istri memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jari suaminya masih tertinggal di sana. Dulu Sang Istri paling tidak suka saat sang Suami membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau dihapus sang Istri. Remote televisi yang biasa disembunyikan Sang istri, sekarang dengan mudah ditemukan meski Sang istri berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu dilakukan Sang Istri karena Sang Istri baru menyadari bahwa Sang Suami begitu mencintainya dan Sang Istri sudah terkena panah cinta dari suaminya.
Sang Istri juga marah pada dirinya sendiri, ia marah ketika melihat semua kelihatan normal meskipun Sang Suami sudah tidak ada. Sang Istri marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatnya rindu. Sang Istri marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalannya. Sang Istri marah karena tak ada lagi yang membujuknya agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkannya sembahyang meskipun kini dilakukan Sang Istri dengan ikhlas. Sang Istri sembahyang karena Sang Istri ingin memohon maaf pada suami “Tercinta”, memohon maaf pada “Gusti Allah” karena telah menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padanya, memohon ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sembahyanglah yang mampu menebus dukanya sedikit demi sedikit. Cinta “Gusti Allah” pada Sang Istri ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untuknya dan anak-anak. Teman-teman Sang Istri yang selama ini dibela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian Sang Suami yang selama-lamanya.
Empat puluh hari setelah kematian Sang Suami, keluarga mengingatkannya untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menunggunya dan harus dihidupi. Kembali rasa bingung merasuki Sang Istri. Selama ini Sang Istri hanya tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suaminya. Berapa besar pendapatannya selama ini Sang Istri tak pernah peduli, yang dipedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningnya untuk dipakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, Sang Istri memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya Sang Istri terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gaji suaminya ditransfer ke rekening Istri Tercinta selama ini. Padahal Sang Istri tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana Sang Suami memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena Sang Istri tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang ia (Sang Istri) tahu sekarang ia harus bekerja atau anak-anaknya takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonus suaminya takkan cukup untuk menghidupi mereka bertiga. Tapi bekerja di mana? Ia hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh suaminya.
Kebingungannya terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahnya datang bersama seorang notaris. Mereka membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya pada Istri dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuat Sang Istri tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untuk Istri Tercinta.
Istriku Liliana (Nama Samaran) tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Gusti Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu Bahagia dan waktu tidak terbuang percuma. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga “Gusti Allah” memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk anakku, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan putraku, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan adikmu. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke Papa!
Sang Istri terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suaminya kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suaminya memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suaminya membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Sang Istri hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada mereka, sehingga ketika ajal menjemputnya Dia (Sang Suami) tetap membanjiri mereka dengan cintanya yang tulus.
Sejak itu Sang Istri tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosok suaminya yang masih begitu hidup di dalam hatinya. Hari demi hari hanya diabdikan untuk anak-anaknya dan menebus segala salah dan dosa pada suaminya. Ketika orangtuanya dan mertuanya pergi satu persatu meninggalkannya selama-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan yang begitu dalam seperti saat kesedihannya ditinggal suami Tercinta selamanya.
Kini kedua putra-putri nya berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putri nya akan menikahi seorang pemuda dari kota lain. Putri nya bertanya, "Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?"
Aku merangkulnya sambil berkata "Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima keterbatasannya (Bukan kekurangan atau kelemahannya), akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta."
Putri nya menatap ibundanya, "seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?"
Ibunda menggeleng, "bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua."
Sang Istri mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cinta kasihnya pada suaminya. Sang Istri bukan hanya telah menghabiskan sepuluh tahun untuk membenci suaminya, tetapi menghabiskan sepanjang sisa hidupnya untuk selalu mencintai suaminya. Sang Istri bebas dari suaminya karena kematian, tapi Sang Istri tak akan pernah bisa bebas dari cinta suaminya yang begitu tulus.
RENUNGAN:
Idealnya "Pria ingin menjadi cinta pertama seorang wanita. Wanita ingin menjadi cinta terakhir seorang pria." Betul, atau Benar?! Dan air mata adalah satu-satunyanya (kalau bukan salah satunya) cara bagaimana mata berbicara ketika bibir sudah tidak mampu lagi untuk menjelaskan apa yang telah membuat perasaan diri terluka. Akhir kata...
Sepi bukan berati hilang.
Diam bukan berati lupa.
Jauh bukan berati putus.
Suami atau Istri masing-masing punya 2 mata yang tidak selalu melihat..., punya 2 tangan yang tidak selalu bisa menyentuh..., punya 2 kaki yang tidak selamanya bisa berjalan bersama..., namun Suami atau Istri punya 1 Hati yang selalu mengerti dan memberi... Cintanya dengan ikhlas.
Label:
Kisah tentang Cinta
22.49
Alkisah di sebuah rumah mewah yang terletak dipinggiran sebuah kota, hiduplah sepasang suami istri. Dari sekilas orang yang memandang, mereka adalah pasangan yang sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana usaha mereka dalam meraih kehidupan mapan yang seperti saat ini. Sayang, pasangan itu belum lengkap. Dalam kurun waktu sepuluh tahun pernikahan mereka, pasangan itu belum juga dikaruniai seorang anak pun yang mereka harapkan.
Karenanya walaupun masih saling mencinta, si suami berkeinginan menceraikan istrinya karena dianggap tak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasinya. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sedih dan duka yang mendalam, si istri akhirnya menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.
Dengan perasaan tidak menentu, suami istri itu menyampaikan rencana perceraian kepada orang tua mereka. Meskipun orang tua mereka tidak setuju, tapi tampaknya keputusan bulat sudah diambil si suami. Setelah berbincang-bincang cukup lama dan alot, kedua orang tua pasangan itu dengan berat hati menyetujui perceraian tersebut. Tetapi, mereka mengajukan syarat, yakni agar perceraian pasangan suami istri itu diselenggarakan dalam sebuah sebuah pesta yang sama besarnya seperti pesta saat mereka menikah dulu.
Agar tidak mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan mengadakan pesta perceraian itu pun disetujui. Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Sungguh, itu merupakan pesta yang tidak membahagiakan bagi siapa saja yang hadir dalam pesta itu. Si suami tampak tertekan dan terus meminum arak sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara sang istri tampak terus melamun dan sesekali mengusap air matanya di pipinya. Di sela mabuknya si suami berkata lantang, “Istriku, saat kau pergi nanti. semua barang berharga atau apapun yang kamu suka dan kamu sayangi, Ambillah dan Bawalah !!“. Setelah berkata seperti itu, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.
Keesokan harinya, setelah pesta usai, si suami terbangun dari tidur dengan kepala berdenyut-denyut. Dia merasa tidak mengenali keadaan disekelilingnya selain sosok yang sudah dikenalnya bertahun-tahun yaitu sang istri yang ia cintai. Maka, dia pun bertanya “Ada dimakah aku ? Kenapa ini bukan di kamar kita ? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi ? tolong jelaskan.”
Si istri menatap penuh cinta pada suaminya dengan mata berkaca-kaca dan menjawab, “Suamiku, ini karena dirumah orang tuaku. Kemaren kau bilang didepan semua orang bahwa engkau berkata kepadaku, bahwa aku boleh membawa apa saja yang aku mau dan aku sayangi. Di dunia ini tidak ada satu barang yang berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati selain kamu. karena itu kamu sekarang kubawa serta ke rumah orang tuaku. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu.”
Dengan perasaan terkejut setelah sesaat tersadar, si suami bangun dan memeluk istrinya, “Maafkan aku Istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa dalamnya cintamu padaku. Walaupun aku telah menyakitimu, dan berniat menceraikanmu, tetapi engkau masih mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun“.
KISAH SEBUAH KETULUSAN DALAM KELUARGA
Written By Regina Kim on Selasa, 19 November 2013 | 22.49
Karenanya walaupun masih saling mencinta, si suami berkeinginan menceraikan istrinya karena dianggap tak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasinya. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sedih dan duka yang mendalam, si istri akhirnya menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.
Dengan perasaan tidak menentu, suami istri itu menyampaikan rencana perceraian kepada orang tua mereka. Meskipun orang tua mereka tidak setuju, tapi tampaknya keputusan bulat sudah diambil si suami. Setelah berbincang-bincang cukup lama dan alot, kedua orang tua pasangan itu dengan berat hati menyetujui perceraian tersebut. Tetapi, mereka mengajukan syarat, yakni agar perceraian pasangan suami istri itu diselenggarakan dalam sebuah sebuah pesta yang sama besarnya seperti pesta saat mereka menikah dulu.
Agar tidak mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan mengadakan pesta perceraian itu pun disetujui. Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Sungguh, itu merupakan pesta yang tidak membahagiakan bagi siapa saja yang hadir dalam pesta itu. Si suami tampak tertekan dan terus meminum arak sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara sang istri tampak terus melamun dan sesekali mengusap air matanya di pipinya. Di sela mabuknya si suami berkata lantang, “Istriku, saat kau pergi nanti. semua barang berharga atau apapun yang kamu suka dan kamu sayangi, Ambillah dan Bawalah !!“. Setelah berkata seperti itu, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.
Keesokan harinya, setelah pesta usai, si suami terbangun dari tidur dengan kepala berdenyut-denyut. Dia merasa tidak mengenali keadaan disekelilingnya selain sosok yang sudah dikenalnya bertahun-tahun yaitu sang istri yang ia cintai. Maka, dia pun bertanya “Ada dimakah aku ? Kenapa ini bukan di kamar kita ? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi ? tolong jelaskan.”
Si istri menatap penuh cinta pada suaminya dengan mata berkaca-kaca dan menjawab, “Suamiku, ini karena dirumah orang tuaku. Kemaren kau bilang didepan semua orang bahwa engkau berkata kepadaku, bahwa aku boleh membawa apa saja yang aku mau dan aku sayangi. Di dunia ini tidak ada satu barang yang berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati selain kamu. karena itu kamu sekarang kubawa serta ke rumah orang tuaku. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu.”
Dengan perasaan terkejut setelah sesaat tersadar, si suami bangun dan memeluk istrinya, “Maafkan aku Istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa dalamnya cintamu padaku. Walaupun aku telah menyakitimu, dan berniat menceraikanmu, tetapi engkau masih mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun“.
Label:
Kisah tentang Cinta
21.37
Pada suatu siang, sebuah peluru mortir mendarat di sebuah panti asuhan di sebuah perkampungan kecil Vietnam. Seorang petugas panti asuhan dan dua orang anak langsung tewas, beberapa anak lainnya terluka, termasuk seorang gadis kecil yang berusia sekitar 8 tahun.
Orang-orang dari kampung tersebut segera meminta pertolongan medis dari kota terdekat. Akhirnya, seorang dokter Angkatan Laut Amerika dan seorang perawat dari Perancis yang kebetulan berada di kota itu bersedia menolong. Dengan membawa Jeep yang berisi obat-obatan dan perlengkapan medis mereka berangkat menuju panti asuhan tersebut.
Setelah melihat keadaan gadis kecil itu, dokter menyimpulkan bahwa anak tersebut sudah dalam keadaan yang sangat kritis. Tanpa tindakan cepat, anak itu akan segera meninggal kehabisan darah. Transfusi darah adalah jalan terbaik untuk keluar dari masa kritis ini.
Dokter dan perawat tersebut segera mengadakan pengujian singkat kepada orang-orang di panti asuhan - termasuk anak-anak, untuk menemukan golongan darah yang cocok dengan gadis kecil itu. Dari pengujian tersebut ditemukan beberapa orang anak yang memiliki kecocokan darah dengan gadis kecil tersebut.
Sang dokter, yang tidak begitu lancar berberbahasa Vietnam - berusaha keras menerangkan kepada anak-anak tersebut - bahwa gadis kecil itu hanya bisa ditolong dengan menggunakan darah salah satu anak-anak itu. Kemudian, dengan berbagai bahasa isyarat, tim medis menanyakan apakah ada di antara anak-anak itu yang bersedia menyumbangkan darahnya bagi si gadis kecil yang terluka parah.
Permintaan itu ditanggapi dengan diam seribu bahasa. Setelah agak lama, seorang anak mengacungkan tangannya perlahan-lahan, tetapi dalam keraguan ia menurunkan tangannya lagi, walaupun sesaat kemudian ia mengacungkan tangannya lagi.
“Oh, terima kasih,” kata perawat itu terpatah-patah. “Siapa namamu ?”
“Heng,” jawab anak itu.
Heng kemudian dibaringkan ke tandu, lengannya diusap dengan alkohol, dan kemudian sebatang jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darahnya. Selama proses ini, Heng terbaring kaku, tidak bergerak sama sekali.
Namun, beberapa saat kemudian ia menangis terisak-isak, dan dengan cepat menutupi wajahnya dengan tangannya yang bebas.
“Apakah engkau kesakitan, Heng ?” tanya dokter itu. Heng menggelengkan kepalanya, tetapi tidak lama kemudian Heng menangis lagi, kali ini lebih keras. Sekali lagi dokter bertanya, apakah jarum yang menusuknya tersebut membuatnya sakit, dan Heng menggelengkan kepalanya lagi.
Tetapi tangisan itu tidak juga berhenti, malah makin memilukan. Mata Heng terpejam rapat, sedangkan tangannya berusaha menutup mulutnya untuk menahan isakan tangis.
Tim medis itu menjadi khawatir, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Untunglah seorang perawat Vietnam segera datang. Melihat anak kecil itu yang tampak tertekan - ia berbicara cepat dalam bahasa Vietnam. Perawat Vietnam itu mendengarkan jawaban anak itu dengan penuh perhatian, dan kemudian perawat itu menjelaskan sesuatu pada Heng dengan nada suara yang menghibur.
Anak itu mulai berhenti menangis - dan menatap lembut mata perawat Vietnam itu beberapa saat. Ketika perawat Vietnam itu mengangguk - tampak sinar kelegaan menyinari wajah Heng.
Sambil melihat ke atas, perawat itu berkata lirih kepada dokter Amerika tersebut, “Ia mengira bahwa ia akan mati. Ia salah paham. Ia mengira anda memintanya untuk memberikan seluruh darahnya agar gadis kecil itu tetap hidup.”
“Tetapi kenapa ia tetap mau melakukannya ?” tanya sang perawat Perancis dengan heran.
Perawat Vietnam itu kembali bertanya kepada Heng.. dan Heng pun menjawab dengan singkat :
“Ia sahabat saya..”
KISAH KASIH TERBESAR KORBAN PERANG VIETNAM
Orang-orang dari kampung tersebut segera meminta pertolongan medis dari kota terdekat. Akhirnya, seorang dokter Angkatan Laut Amerika dan seorang perawat dari Perancis yang kebetulan berada di kota itu bersedia menolong. Dengan membawa Jeep yang berisi obat-obatan dan perlengkapan medis mereka berangkat menuju panti asuhan tersebut.
Setelah melihat keadaan gadis kecil itu, dokter menyimpulkan bahwa anak tersebut sudah dalam keadaan yang sangat kritis. Tanpa tindakan cepat, anak itu akan segera meninggal kehabisan darah. Transfusi darah adalah jalan terbaik untuk keluar dari masa kritis ini.
Dokter dan perawat tersebut segera mengadakan pengujian singkat kepada orang-orang di panti asuhan - termasuk anak-anak, untuk menemukan golongan darah yang cocok dengan gadis kecil itu. Dari pengujian tersebut ditemukan beberapa orang anak yang memiliki kecocokan darah dengan gadis kecil tersebut.
Sang dokter, yang tidak begitu lancar berberbahasa Vietnam - berusaha keras menerangkan kepada anak-anak tersebut - bahwa gadis kecil itu hanya bisa ditolong dengan menggunakan darah salah satu anak-anak itu. Kemudian, dengan berbagai bahasa isyarat, tim medis menanyakan apakah ada di antara anak-anak itu yang bersedia menyumbangkan darahnya bagi si gadis kecil yang terluka parah.
Permintaan itu ditanggapi dengan diam seribu bahasa. Setelah agak lama, seorang anak mengacungkan tangannya perlahan-lahan, tetapi dalam keraguan ia menurunkan tangannya lagi, walaupun sesaat kemudian ia mengacungkan tangannya lagi.
“Oh, terima kasih,” kata perawat itu terpatah-patah. “Siapa namamu ?”
“Heng,” jawab anak itu.
Heng kemudian dibaringkan ke tandu, lengannya diusap dengan alkohol, dan kemudian sebatang jarum dimasukkan ke dalam pembuluh darahnya. Selama proses ini, Heng terbaring kaku, tidak bergerak sama sekali.
Namun, beberapa saat kemudian ia menangis terisak-isak, dan dengan cepat menutupi wajahnya dengan tangannya yang bebas.
“Apakah engkau kesakitan, Heng ?” tanya dokter itu. Heng menggelengkan kepalanya, tetapi tidak lama kemudian Heng menangis lagi, kali ini lebih keras. Sekali lagi dokter bertanya, apakah jarum yang menusuknya tersebut membuatnya sakit, dan Heng menggelengkan kepalanya lagi.
Tetapi tangisan itu tidak juga berhenti, malah makin memilukan. Mata Heng terpejam rapat, sedangkan tangannya berusaha menutup mulutnya untuk menahan isakan tangis.
Tim medis itu menjadi khawatir, pasti ada sesuatu yang tidak beres. Untunglah seorang perawat Vietnam segera datang. Melihat anak kecil itu yang tampak tertekan - ia berbicara cepat dalam bahasa Vietnam. Perawat Vietnam itu mendengarkan jawaban anak itu dengan penuh perhatian, dan kemudian perawat itu menjelaskan sesuatu pada Heng dengan nada suara yang menghibur.
Anak itu mulai berhenti menangis - dan menatap lembut mata perawat Vietnam itu beberapa saat. Ketika perawat Vietnam itu mengangguk - tampak sinar kelegaan menyinari wajah Heng.
Sambil melihat ke atas, perawat itu berkata lirih kepada dokter Amerika tersebut, “Ia mengira bahwa ia akan mati. Ia salah paham. Ia mengira anda memintanya untuk memberikan seluruh darahnya agar gadis kecil itu tetap hidup.”
“Tetapi kenapa ia tetap mau melakukannya ?” tanya sang perawat Perancis dengan heran.
Perawat Vietnam itu kembali bertanya kepada Heng.. dan Heng pun menjawab dengan singkat :
“Ia sahabat saya..”
Label:
Kisah tentang Cinta
02.51
Jaman dahulu kala, ada dua orang pendekar yg sangat ahli bela diri. Yg satu seorang pria dgn kemahiran berpedang yg tiada tandingan. Seorang lagi adalah wanita tercantik dgn ilmu bela diri yg hebat serta memiliki hati yg baik. Keduanya adalah pasangan yg sangat cocok satu sama lain. Hanya ada satu masalah....
Mereka tidak pernah menyatakan perasaan masing-masing.
Keduanya saling menghargai, menyukasi serta mencintai satu
sama lainnya. Hanya karena keduanya berasal dari perguruan yg saling bermusuhan, serta karena sang pria telah berjanji menganggap sang wanita sebagai adik karena sahabatnya, yg dahulu hampir menikah dgn sang gadis, sebelum meninggal memintanya menjaga sang gadis.
keduanya menjaga & menahan perasaan mereka selama puluhan tahun, sementara mereka bersama membasmi kejahatan, berpetualang ke tempat berbahaya & mengadu nyawa bersama.
Keduanya menyimpan perasaan walaupun keduanya tahu perasaan masing-masing.
hingga suatu hari, ketika bertarung, sang pria terkena pisau & tak akan tertolong lagi karena lukanya terlalu parah.
sang gadis menagis menemuinya, tak mampu berkata apa-apa...
sang pria hanya memiliki beberapa waktu lagi didunia. nafasnya hanya tinggal beberapa hembusan saja.
Dan disaat sebelum menghembuskan nafasmua yg terakhir, akhirnya sang pria menyatakan cintanya pada sang gadis. 'aku mencintaimu. Hanya kamu, dari dulu."
Dan sang gadis hanya mampu meratapi kepergian sang pria yg dicintainya sejak dulu.
RENUNGAN:
Terkadang kita memiliki kesempatan untuk menyatakan perasaan pada seseorang yg kita sayangi. Namun karena perasaan takut, malu, takut ditolak, ataupun hal-hal yg bermacam lainnya, kadang kita malah menguburkan perasaan itu.
Hati manusia adalah organ tubuh satu satunya yg diberkati tuhan untuk merasakan kapan waktunya kita untuk menyimpan sesuatu... kapan saatnya kita jujur dgn perasaan kita.
jangan tunggu waktunya berlalu & kita hanya berteman dgn kenyataan kesempatan berlalu dari depan mata, seperti kedua pasangan pendekar diatas.
KISAH SINGKAT: TENTANG KISAH CINTA 2 PENDEKAR YANG TERPENDAM
Written By Regina Kim on Sabtu, 27 Juli 2013 | 02.51
Mereka tidak pernah menyatakan perasaan masing-masing.
Keduanya saling menghargai, menyukasi serta mencintai satu
sama lainnya. Hanya karena keduanya berasal dari perguruan yg saling bermusuhan, serta karena sang pria telah berjanji menganggap sang wanita sebagai adik karena sahabatnya, yg dahulu hampir menikah dgn sang gadis, sebelum meninggal memintanya menjaga sang gadis.
keduanya menjaga & menahan perasaan mereka selama puluhan tahun, sementara mereka bersama membasmi kejahatan, berpetualang ke tempat berbahaya & mengadu nyawa bersama.
Keduanya menyimpan perasaan walaupun keduanya tahu perasaan masing-masing.
hingga suatu hari, ketika bertarung, sang pria terkena pisau & tak akan tertolong lagi karena lukanya terlalu parah.
sang gadis menagis menemuinya, tak mampu berkata apa-apa...
sang pria hanya memiliki beberapa waktu lagi didunia. nafasnya hanya tinggal beberapa hembusan saja.
Dan disaat sebelum menghembuskan nafasmua yg terakhir, akhirnya sang pria menyatakan cintanya pada sang gadis. 'aku mencintaimu. Hanya kamu, dari dulu."
Dan sang gadis hanya mampu meratapi kepergian sang pria yg dicintainya sejak dulu.
RENUNGAN:
Terkadang kita memiliki kesempatan untuk menyatakan perasaan pada seseorang yg kita sayangi. Namun karena perasaan takut, malu, takut ditolak, ataupun hal-hal yg bermacam lainnya, kadang kita malah menguburkan perasaan itu.
Hati manusia adalah organ tubuh satu satunya yg diberkati tuhan untuk merasakan kapan waktunya kita untuk menyimpan sesuatu... kapan saatnya kita jujur dgn perasaan kita.
jangan tunggu waktunya berlalu & kita hanya berteman dgn kenyataan kesempatan berlalu dari depan mata, seperti kedua pasangan pendekar diatas.
Label:
kisah singkat,
Kisah tentang Cinta
03.11
Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.
"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..."
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.
"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir...
"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".
Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..."
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis...
RENUNGAN:
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?
Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk...
IS TOO GOOD TO BE TRUE
Written By Regina Kim on Rabu, 03 April 2013 | 03.11
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.
"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..."
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.
"Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir...
"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.
"Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia.
"Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".
Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..."
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis...
RENUNGAN:
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita?
Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk...
Label:
Kisah tentang Cinta
02.42
Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.
Setahun sudah lewat sejak Susan, 34, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar kedunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustrasi dan rasa kasihan pada diri sendiri.Sebagai wanita yang independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikanyang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya dan menjadi beban bagi semua orang disekelilingnya.
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku?" dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapapun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu penglihatannya takkan pernah pulih lagi.
Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustrasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus.
Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekad untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi.
Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.
Akhirnya Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa kekantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak dipinggir kota yang berseberangan.
Mula - mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak.
Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana Reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi.
"Aku buta!" tukasnya dengan pahit. "Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku" Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus
dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri.
Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya.
Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal.
Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya, wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak
akan pernah menyerah.
Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya 1 bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-kaca,penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark.
Dia mengucapkan selamat berpisah.
Untuk pertama kalinya mereka pergi kearah yang berlawanan.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis ... Setiap hari dijalaninya dengan sempurna.Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil ! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal. Pada hari Jum'at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja.
Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata :"wah, aku iri padamu". Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untk menjalani hidup?
Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir, "Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?" Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu". Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya."Apa maksudmu?" Kau tahu minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah
itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung". kata sopir itu.
Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung,sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk meyakinkan diri, hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan.
STORY ABOUT BLIND GIRL WITH HER LOVE
Written By Regina Kim on Kamis, 28 Maret 2013 | 02.42
Setahun sudah lewat sejak Susan, 34, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar kedunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustrasi dan rasa kasihan pada diri sendiri.Sebagai wanita yang independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikanyang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya dan menjadi beban bagi semua orang disekelilingnya.
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku?" dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi, betapapun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu penglihatannya takkan pernah pulih lagi.
Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustrasi. Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus.
Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekad untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi.
Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.
Akhirnya Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa kekantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak dipinggir kota yang berseberangan.
Mula - mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak.
Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana Reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi.
"Aku buta!" tukasnya dengan pahit. "Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku" Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus
dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri.
Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama-sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya.
Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal.
Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya, wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak
akan pernah menyerah.
Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya 1 bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-kaca,penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark.
Dia mengucapkan selamat berpisah.
Untuk pertama kalinya mereka pergi kearah yang berlawanan.
Senin, Selasa, Rabu, Kamis ... Setiap hari dijalaninya dengan sempurna.Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil ! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal. Pada hari Jum'at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja.
Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata :"wah, aku iri padamu". Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untk menjalani hidup?
Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir, "Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?" Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu". Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya."Apa maksudmu?" Kau tahu minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus. Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah
itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung". kata sopir itu.
Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung,sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk meyakinkan diri, hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan.
Label:
Kisah tentang Cinta
01.04
Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, "bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?"
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab "Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?"
Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"
"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini."
Inilah jawabannya!
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan "jatuh" cinta!
Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta"
Bayangkan ekspresi tersebut!
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.
Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..
Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.
Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..Nah Lho!
Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.
Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.
Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik.
Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).
Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.
Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.
Itu adalah siklus...
Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!
Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.
Benar juga ungkapan "diperbudak cinta"
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik .
Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI
Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.
Ini merupakan reaksi sebab akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa "MEMBUAT" cinta bukan "JATUH".
Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba memenangi..
jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiaannya.
Did i marry the right person? (Apakah Saya Menikah Dengan Orang Yang Tepat?)
Written By Regina Kim on Senin, 25 Maret 2013 | 01.04
Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab "Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?"
Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"
"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini."
Inilah jawabannya!
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun. Makanya dikatakan "jatuh" cinta!
Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta"
Bayangkan ekspresi tersebut!
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.
Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang besemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..
Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda, anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.
Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..Nah Lho!
Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.
Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TV sampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.
Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik.
Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).
Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.
Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.
Itu adalah siklus...
Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT, NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!
Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.
Benar juga ungkapan "diperbudak cinta"
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik .
Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI
Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.
Ini merupakan reaksi sebab akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa "MEMBUAT" cinta bukan "JATUH".
Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION, dan bukan cuma PERASAAN..!
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan hati..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar mata..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba memenangi..
jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...
jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan..
Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiaannya.
Label:
Kisah tentang Cinta
00.38
Kakek-nenekku sudah lebih dari setengah abad menikah, namun tetap memainkan permainan istimewa itu sejak mereka bertemu pertama kali. Tujuan permainan mereka adalah menulis kata "shmily" di tempat yang secara tak terduga akan ditemukan oleh orang lain. Mereka bergantian menulis "shmily" di mana saja di dalam rumah. Begitu yang lain menemukannya, maka yang menemukan sekali lagi mendapat giliran menulis kata itu di tempat tersembunyi. Dengan jari mereka menorehkan "shmily" di dalam wadah gula atau wadah tepung, untuk ditemukan oleh siapapun yang mendapat giliran menyiapkan makanan. Mereka membuatnya dengan embun yang menempel pada jendela yang menghadap ke beranda belakang, tempat nenekku selalu menyuguhkan puding warna biru yang hangat, buatannya sendiri.
"Shmily" dituliskan pada uap yang menempel pada kaca kamar mandi setelah seseorang mandi air panas; kata itu akan muncul berulang-ulang setiap kali ada yang selesai mandi. Nenekku bahkan pernah membuka gulungan tissue toilet d! an menulis "shmily" di ujung gulungan tissue itu. "Shmily" bisa muncul di mana saja. Pesan-pesan singkat dengan "shmily" yang ditulis tergesa-gesa bisa ditemukan di dasbor atau jok mobil, atau direkatkan pada kemudi. Catatan-catatan kecil itu diselipkan ke dalam sepatu atau diletakkan di bawah bantal.
"Shmily" digoreskan pada lapisan debu di atas penutup perapian atau pada timbunan abu di perapian. Dirumah kakek-nenekku, kata yang misterius itu merupakan sesuatu yang penting, sama pentingnya dengan perabotan. Aku memerlukan waktu yang lama sekali sebelum benar-benar bisa memahami dan menghargai permainan kakek-nenekku. Sikap skeptis membuatku tidak percaya bahwa cinta sejati itu ada-cinta yang murni yang mengatasi segala suka dan duka. Meski begitu, aku tak pernah meragukan hubungan kakek-nenekku. Mereka sungguh saling mencintai. Dengan cinta yang lebih mendalam daripada kemesraan yang mereka tunjukkan; cinta adalah cara dan pedoman hidup mereka. Hubungan mereka di dasarkan pada pengabdian dan kasih yang tulus, yang tidak semua orang ! cukup beruntung untuk mengalaminya. Kakek dan nenek selalu bergandengan tangan kapan saja kesempatan memungkinkan. Mereka berciuman sekilas bila bertabrakan di dapur mereka yang mungil. Mereka saling menyelesaikan kalimat pasangannya.
Setiap hari mereka bersama-sama mengisi teka-teki silang atau permainan acak kata. Nenekku membisikkan kepadaku bahwa kakekku sangat menarik, dan bahwa semakin tua kakek semakin tampan. Menurut nenek, dia tahu "bagaimana membuat kakek bahagia." Sebelum makan mereka selalu menundukkan kepala dan mengucap syukur dan rakhmat yang mereka terima: keluarga yang bahagia, rejeki yang cukup, dan pasangan mereka. Tetapi, dalam kehidupan kakek-nenekku ada satu sisi kelam: nenekku menderita kanker payudara. Penyakit itu pertama kali diketahui sepuluh tahun sebelumnya. Seperti yang selalu dilakukannya, kakek mendampingi nenek menjalani setiap tahap pengobatan. Dia menghibur nenek di kamar kuning mereka, yang sengaja dicat dengan warna itu agar nenek selalu di! kelilingi sinar matahari, bahkan ketika dia terlalu sakit untuk keluar rumah.
Sekali lagi kanker menyerang tubuh nenek. Dengan bantuan sebatang tongkat dan tangan kakekku yang kukuh, mereka tetap pergi ke gereja setiap pagi. Tetapi nenekku dengan cepat menjadi lemah sampai, akhirnya, dia tak bisa lagi keluar rumah, Kakek pergi ke gereja sendirian berdoa agar Tuhan menjaga istrinya. Sampai pada suatu hari, apa yang kami takutkan terjadi. Nenek meninggal.
"Shmily." Kata itu ditulis dengan tinta kuning pada pita-pita merah jambu yang menghias buket bunga duka untuk nenekku. Setelah para pelayat semakin berkurang dan yang terakhir beranjak pergi, para paman dan bibiku, sepupu-sepupuku, dan anggota keluarga lainnya maju mengelilingi nenek untuk terakhir kali. Kakek melangkah mendekati peti mati nenekku lalu, dengan suara bergetar, dia menyanyi untuk nenek. Bersama air mata dan kesedihannya, lagu itu dia nyanyikan lagu 'ninabobo' dalam alunan suara yang dalam dan parau. Tergetar oleh kesedihanku sendiri, aku takkan pernah melupakan saat itu! . Karena saat itulah, meskipun aku belum dapat mengukur dalamnya cinta mereka, aku mendapat kehormatan menjadi saksi keindahannya yang abadi.
*) S-h-m-i-l-y : See How Much I Love You (Lihat, betapa aku mencintaimu)
TULISAN : SHMILY
Written By Regina Kim on Selasa, 12 Maret 2013 | 00.38
"Shmily" dituliskan pada uap yang menempel pada kaca kamar mandi setelah seseorang mandi air panas; kata itu akan muncul berulang-ulang setiap kali ada yang selesai mandi. Nenekku bahkan pernah membuka gulungan tissue toilet d! an menulis "shmily" di ujung gulungan tissue itu. "Shmily" bisa muncul di mana saja. Pesan-pesan singkat dengan "shmily" yang ditulis tergesa-gesa bisa ditemukan di dasbor atau jok mobil, atau direkatkan pada kemudi. Catatan-catatan kecil itu diselipkan ke dalam sepatu atau diletakkan di bawah bantal.
"Shmily" digoreskan pada lapisan debu di atas penutup perapian atau pada timbunan abu di perapian. Dirumah kakek-nenekku, kata yang misterius itu merupakan sesuatu yang penting, sama pentingnya dengan perabotan. Aku memerlukan waktu yang lama sekali sebelum benar-benar bisa memahami dan menghargai permainan kakek-nenekku. Sikap skeptis membuatku tidak percaya bahwa cinta sejati itu ada-cinta yang murni yang mengatasi segala suka dan duka. Meski begitu, aku tak pernah meragukan hubungan kakek-nenekku. Mereka sungguh saling mencintai. Dengan cinta yang lebih mendalam daripada kemesraan yang mereka tunjukkan; cinta adalah cara dan pedoman hidup mereka. Hubungan mereka di dasarkan pada pengabdian dan kasih yang tulus, yang tidak semua orang ! cukup beruntung untuk mengalaminya. Kakek dan nenek selalu bergandengan tangan kapan saja kesempatan memungkinkan. Mereka berciuman sekilas bila bertabrakan di dapur mereka yang mungil. Mereka saling menyelesaikan kalimat pasangannya.
Setiap hari mereka bersama-sama mengisi teka-teki silang atau permainan acak kata. Nenekku membisikkan kepadaku bahwa kakekku sangat menarik, dan bahwa semakin tua kakek semakin tampan. Menurut nenek, dia tahu "bagaimana membuat kakek bahagia." Sebelum makan mereka selalu menundukkan kepala dan mengucap syukur dan rakhmat yang mereka terima: keluarga yang bahagia, rejeki yang cukup, dan pasangan mereka. Tetapi, dalam kehidupan kakek-nenekku ada satu sisi kelam: nenekku menderita kanker payudara. Penyakit itu pertama kali diketahui sepuluh tahun sebelumnya. Seperti yang selalu dilakukannya, kakek mendampingi nenek menjalani setiap tahap pengobatan. Dia menghibur nenek di kamar kuning mereka, yang sengaja dicat dengan warna itu agar nenek selalu di! kelilingi sinar matahari, bahkan ketika dia terlalu sakit untuk keluar rumah.
Sekali lagi kanker menyerang tubuh nenek. Dengan bantuan sebatang tongkat dan tangan kakekku yang kukuh, mereka tetap pergi ke gereja setiap pagi. Tetapi nenekku dengan cepat menjadi lemah sampai, akhirnya, dia tak bisa lagi keluar rumah, Kakek pergi ke gereja sendirian berdoa agar Tuhan menjaga istrinya. Sampai pada suatu hari, apa yang kami takutkan terjadi. Nenek meninggal.
"Shmily." Kata itu ditulis dengan tinta kuning pada pita-pita merah jambu yang menghias buket bunga duka untuk nenekku. Setelah para pelayat semakin berkurang dan yang terakhir beranjak pergi, para paman dan bibiku, sepupu-sepupuku, dan anggota keluarga lainnya maju mengelilingi nenek untuk terakhir kali. Kakek melangkah mendekati peti mati nenekku lalu, dengan suara bergetar, dia menyanyi untuk nenek. Bersama air mata dan kesedihannya, lagu itu dia nyanyikan lagu 'ninabobo' dalam alunan suara yang dalam dan parau. Tergetar oleh kesedihanku sendiri, aku takkan pernah melupakan saat itu! . Karena saat itulah, meskipun aku belum dapat mengukur dalamnya cinta mereka, aku mendapat kehormatan menjadi saksi keindahannya yang abadi.
*) S-h-m-i-l-y : See How Much I Love You (Lihat, betapa aku mencintaimu)
Label:
Kisah tentang Cinta
22.46
Mencari pengobatan patah hati, terdengar tidaklah lucu. Tetapi anda bisa menghindari terlibat dalam ketakutan patah hati hanya dengan membutuhkan hal-hal biasa. Jangan takut terlibat, tetaplah pijakkan kaki di tanah dan gunakan hal biasa berikut sebagai petunjuk mencintai tanpa takut
disakiti.
Mengetahui dimana anda berdiri :
Jika anda tidak mengetahui dimana berdiri dalam suatu hubungan, ini akan mendorong anda menjadi orang aneh. Anda akan mulai meragukan diri sendiri dan ketakutan akan merusak hubungan. Mulai membaca situasi dan Jadilah diri sendiri.
Jangan mempermainkan :
Tak seorangpun senang tertekan secara psikologi sehingga cobalah jangan mempermainkkan hubungan. Ini adalah suatu cara meyakinkan untuk memiliki hubungan baik. Jika anda berpikir untuk mempermainkan, anda tidak dapat memiliki hormat apapaun dari seseorang sehingga untuk apa anda
memikirkan hubungan kalau hanya untuk dipermainkan?
Jujur dan apa adanya :
Jujur tentang segala hal dan mengharapkan hal yang sama dari pasangan adalah poin dari sebuah hubungan. Jika anda mengatahui berbohong terus menerus, berhentilah mencari-cari alasan. Jika terasa sulit untuk berpisah dengan seseorang yang anda sayangi, lebih baik sakit hati sekarang dari pada kemudian karena mereka tidak benar-benar menyayangi anda dan tidak jujur pada waktu yang sama. Dalam jangka panjang, kebohongan akan menghancurkan suatu hubungan.
Mencari kesempatan kedua bila diperlukan :
Jika anda mengetahui orang tersebut tidak cocok bagi anda, berhenti menemui mereka terkecuali anda memberikan mereka kesempatan untuk berubah. Anda boleh memberikannya waku dan membantu apa yang ia lakukan itu tidak tepat. Tetapi jika kemudian tidak menunjukkan perubahan, sudah tentu anda tidak ingin bertahan tanpa ada perubahan.
Hubungan adalah kesepakatan 50/50 :
Tak seorangpun yang selalu berada dalam kesalahan. Suatu hubungan dapat berjalan dengan baik tergantung pada kedua orang tersebut dan saling berbagi tanggung jawab setengah-setengah. Jika anda menemukan lebih banyak menginvestasikan dalam suatu hubungan dibanding pasangan anda, lebih bijak untuk memperhatikan hubungan tersebut. Jangan takut untuk berpisah sekarang. Ini menyangkut soal hati, jangan ijinkan seseorang memisahkan dengan ijin anda
- Karena patah hati adalah sakit -
TIPS MENCINTAI TANPA PATAH HATI
Written By Regina Kim on Senin, 04 Maret 2013 | 22.46
disakiti.
Mengetahui dimana anda berdiri :
Jika anda tidak mengetahui dimana berdiri dalam suatu hubungan, ini akan mendorong anda menjadi orang aneh. Anda akan mulai meragukan diri sendiri dan ketakutan akan merusak hubungan. Mulai membaca situasi dan Jadilah diri sendiri.
Jangan mempermainkan :
Tak seorangpun senang tertekan secara psikologi sehingga cobalah jangan mempermainkkan hubungan. Ini adalah suatu cara meyakinkan untuk memiliki hubungan baik. Jika anda berpikir untuk mempermainkan, anda tidak dapat memiliki hormat apapaun dari seseorang sehingga untuk apa anda
memikirkan hubungan kalau hanya untuk dipermainkan?
Jujur dan apa adanya :
Jujur tentang segala hal dan mengharapkan hal yang sama dari pasangan adalah poin dari sebuah hubungan. Jika anda mengatahui berbohong terus menerus, berhentilah mencari-cari alasan. Jika terasa sulit untuk berpisah dengan seseorang yang anda sayangi, lebih baik sakit hati sekarang dari pada kemudian karena mereka tidak benar-benar menyayangi anda dan tidak jujur pada waktu yang sama. Dalam jangka panjang, kebohongan akan menghancurkan suatu hubungan.
Mencari kesempatan kedua bila diperlukan :
Jika anda mengetahui orang tersebut tidak cocok bagi anda, berhenti menemui mereka terkecuali anda memberikan mereka kesempatan untuk berubah. Anda boleh memberikannya waku dan membantu apa yang ia lakukan itu tidak tepat. Tetapi jika kemudian tidak menunjukkan perubahan, sudah tentu anda tidak ingin bertahan tanpa ada perubahan.
Hubungan adalah kesepakatan 50/50 :
Tak seorangpun yang selalu berada dalam kesalahan. Suatu hubungan dapat berjalan dengan baik tergantung pada kedua orang tersebut dan saling berbagi tanggung jawab setengah-setengah. Jika anda menemukan lebih banyak menginvestasikan dalam suatu hubungan dibanding pasangan anda, lebih bijak untuk memperhatikan hubungan tersebut. Jangan takut untuk berpisah sekarang. Ini menyangkut soal hati, jangan ijinkan seseorang memisahkan dengan ijin anda
- Karena patah hati adalah sakit -
Label:
Kisah tentang Cinta
22.27
Robertson McQuilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai rektor diUniversitas Internasional Columbia dengan alasan merawat istrinya Muriel yang sakit alzheimer yaitu gangguan fungsi otak.Muriel sudah seperti bayi,tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk makan,mandi dan buang airpun ia harus dibantu. Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dgn tangannya sendiri,karena Muriel adalah wanita yg sangat istimewa baginya.
Pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran, Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, sehingga Robertson kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya. Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya, "Apa gunanya saya memukulnya,walaupun tidak keras, tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah,saya belum pernah menyentuhnya karena marah, namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya,saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan." Tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.
Pada tanggal 14 Februari 1995, hari itu adalah hari istimewa untuk Robertson dan Muriel, karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel.Menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, "Tuhan yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah
ia mendengar nyanyian malaikatMu. Amin."
Pagi harinya, ketika Robertson berolahraga dengan menggunakan sepeda statisnya,Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robertson. Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel tidak pernah berbicara, memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening, "Sayangku ... sayangku ..."
Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu. "Sayangku, kau benar2 mencintaiku bukan ?" tanya Muriel. Setelah melihat anggukan dan senyum diwajah Robertson, Muriel berbisik, "Aku bahagia !" Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson.
THE STORY OF UNFORGETABLE LOVE
Pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran, Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, sehingga Robertson kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya. Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya, "Apa gunanya saya memukulnya,walaupun tidak keras, tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah,saya belum pernah menyentuhnya karena marah, namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya,saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan." Tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.
Pada tanggal 14 Februari 1995, hari itu adalah hari istimewa untuk Robertson dan Muriel, karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel.Menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, "Tuhan yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah
ia mendengar nyanyian malaikatMu. Amin."
Pagi harinya, ketika Robertson berolahraga dengan menggunakan sepeda statisnya,Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robertson. Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel tidak pernah berbicara, memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening, "Sayangku ... sayangku ..."
Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu. "Sayangku, kau benar2 mencintaiku bukan ?" tanya Muriel. Setelah melihat anggukan dan senyum diwajah Robertson, Muriel berbisik, "Aku bahagia !" Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson.
Label:
Kisah tentang Cinta
02.26
Dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan emosional, spiritual dan fisik antara keduanya. Hanya dengan menatap matanya, kita akan merasakan getaran dan seolah ingin terus bersamanya. Benarkah seperti itu? Lalu, apakah ada penanda lainnya agar seseorang bisa merasakan bahwa si dia jodoh kita atau bukan? Nah, agar Anda tak terus penasaran, berikut ini pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soul Mate, Arian Sarris memberikan rahasianya:
Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!
Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.
Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan...
Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.
Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit.........Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya...
Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya..Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..
Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk' di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.
Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!
Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya?
BAGAIMANA MENGETAHUI BAHWA DIA PERTANDA JODOH KITA?
Written By Regina Kim on Kamis, 07 Februari 2013 | 02.26
Dua manusia yang merasa saling berjodoh pasti memiliki ikatan emosional, spiritual dan fisik antara keduanya. Hanya dengan menatap matanya, kita akan merasakan getaran dan seolah ingin terus bersamanya. Benarkah seperti itu? Lalu, apakah ada penanda lainnya agar seseorang bisa merasakan bahwa si dia jodoh kita atau bukan? Nah, agar Anda tak terus penasaran, berikut ini pakar relationship sekaligus penulis buku 21 Ways to Attract Your Soul Mate, Arian Sarris memberikan rahasianya:
Pertanda 1
Rahasia sepasang kekasih agar bisa memiliki umur hubungan yang panjang adalah adanya saling berbagi. Anda dan dia selalu bisa saling membantu, entah itu pekerjaan sepele atau besar. Paling penting adalah Anda berdua selalu bisa menikmati segala aspek kehidupan secara bersama-sama. Dan semuanya terasa amat menyenangkan meskipun tanpa harus melibatkan orang lain. Nah, apakah Anda sudah merasakan hal tersebut? Jika ya, selamat berarti ada harapan bahwa dia adalah calon pendamping hidup Anda!
Pertanda 2
Salah satu kriteria yang menentukan cocok tidaknya dia itu jodoh Anda atau bukan adalah kemampuannya bersikap santai di depan Anda. Coba sekarang perhatikan, apakah gerak geriknya, caranya berpakaian, gaya rambutnya, caranya berbicara serta tertawanya mengesankan apa adanya? Apakah setiap ucapannya selalu tampak spontan dan tidak dibuat-buat? Jika tidak, (maaf) kemungkinan besar dia bukan jodoh Anda.
Pertanda 3
Adanya kontak bathin membuat hati Anda berdua bisa selalu saling tahu. Dan bila Anda atau si dia bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi serta perasaanya satu sama lainnya pada situasi tertentu. Selamat! Mungkin sebenarnya dialah belahan jiwa Anda yang tersimpan...
Pertanda 4
Bersamanya bisa membuat perasaan Anda menjadi santai, nyaman tanpa perasaan tertekan. Berjam-jam bersamanya, setiap waktu dan setiap hari tak membuat Anda merasa bosan.. Ini bisa sebagai pertanda bahwa Anda berdua kelak bisa saling terikat.
Pertanda 5
Dia selalu ada untuk Anda dalam situasi apapun. Dan dia selalu bisa memahami cuaca dalam hati Anda baik dalam suka dan duka. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut saat bersama. Sekarang, ingat-ingat kembali. Apakah dia orang pertama yang datang memberi bantuan tatkala Anda dirundung musibah? Dia selalu paham saat PMS Anda datang menyerang? Dia tau keadaan waktu anda sakit.........Jika ya, tak salah lagi. Dialah orangnya...
Pertanda 6
Dia tak terlalu peduli dengan masa lalu keluarga Anda, dia tak peduli dengan masa lalu Anda saat bersama kekasih terdahulu. Dia juga tak malu-malu menceritakan masa lalunya..Nah, kalau begitu ini bisa berarti dia sudah siap menerima Anda apa adanya..
Pertanda 7
Setiap orang pasti memiliki kekurangan, dan Anda tak malu-malu memperlihatkannya pada si dia. Bahkan pada saat Anda tampil 'buruk' di depannya sekalipun, misalnya saat Anda bangun tidur atau saat Anda sakit dan tak mandi selama dua hari.
Pertanda 8
Bila Anda merasa rahasia Anda bisa lebih aman di tangannya daripada di tangan sahabat-sahabat Anda. Atau Anda merasa sudah tak bisa lagi menyimpan rahasia apapun darinya, maka berbahagialah! Karena ini bisa berarti pasangan sejati telah Anda temukan!
Apakah kedelapan pertanda di atas telah Anda temukan padanya?
Label:
Kisah tentang Cinta
04.41
Suatu hari, Mulla Nasruddin jalan-jalan dengan seorang teman sambil ngobrol.
“Besok saya menikah, Mulla,” kata temannya dengan nada gembira.
“Bukankah perkawinan itu menyenangkan? Apakah Mulla pernah berfikir untuk menikah?” tanyanya.
Nasruddin tersenyum dan berkata, “Di masa muda, tiada yang saya pikirkan selain menikah. Pada kenyataannya, begitu inginnya mendapatkan istri sempurna sampai saya keliling dunia untuk mencarinya.
“Di Damaskus, saya bertemu dengan seorang wanita cantik yang spiritual, baik, dan menyenangkan. Tapi dia tak punya pengetahuan umum dan pengetahuan tentang dunia.
Di Isphahan, saya bertemu dengan perempuan yang baik, cantik,dan berpengetahuan luas, tapi dia tidak tertarik pada kehidupan spiritual.”
“ Mulla selanjutnya pergi kemana saja?” tanya temannya. Nasruddin kembali tersenyum
“Saya lupa kemana saya, tapi saya bertemu dengan seseorang perempuan yang benar-benar cantik, spiritual, baik, dan berpengetahuan luas tapi dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik.
Akhirnya saya ke Kairo dan disana sesudah mencari kesana sini, saya menemukan calon sempurna. Dia memiliki segala sesuatu. Dia memiliki segala sesuatu yang saya inginkan dalam diri seorang istri.
Dia benar-benar sempurna. “Lalu kenapa Mulla tidak menikah dengannya?”
“Itulah,”kata Nasruddin sambil menggeleng-gelengkan kepada.
“Dia juga mencari suami sempurna.”
KISAH MULLA NASRUDDIN : PERFECT COUPLE
Written By Regina Kim on Jumat, 04 Januari 2013 | 04.41
“Besok saya menikah, Mulla,” kata temannya dengan nada gembira.
“Bukankah perkawinan itu menyenangkan? Apakah Mulla pernah berfikir untuk menikah?” tanyanya.
Nasruddin tersenyum dan berkata, “Di masa muda, tiada yang saya pikirkan selain menikah. Pada kenyataannya, begitu inginnya mendapatkan istri sempurna sampai saya keliling dunia untuk mencarinya.
“Di Damaskus, saya bertemu dengan seorang wanita cantik yang spiritual, baik, dan menyenangkan. Tapi dia tak punya pengetahuan umum dan pengetahuan tentang dunia.
Di Isphahan, saya bertemu dengan perempuan yang baik, cantik,dan berpengetahuan luas, tapi dia tidak tertarik pada kehidupan spiritual.”
“ Mulla selanjutnya pergi kemana saja?” tanya temannya. Nasruddin kembali tersenyum
“Saya lupa kemana saya, tapi saya bertemu dengan seseorang perempuan yang benar-benar cantik, spiritual, baik, dan berpengetahuan luas tapi dia tidak bisa berkomunikasi dengan baik.
Akhirnya saya ke Kairo dan disana sesudah mencari kesana sini, saya menemukan calon sempurna. Dia memiliki segala sesuatu. Dia memiliki segala sesuatu yang saya inginkan dalam diri seorang istri.
Dia benar-benar sempurna. “Lalu kenapa Mulla tidak menikah dengannya?”
“Itulah,”kata Nasruddin sambil menggeleng-gelengkan kepada.
“Dia juga mencari suami sempurna.”
Label:
Kisah tentang Cinta
04.01
Dihadapan orang yang kita cintai,musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kita sukai,musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit
Dihadapan orang yang kita cintai,jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kita sukai,kita hanya merasa senang dan gembira sajaApabila engkau melihat kepada mata orang yang kita cintai, matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kita sukai, engkau hanya tersenyum saja
Dihadapan orang yang kita cintai,kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kita sukai,kata kata hanya keluar dari pikiran saja
Jika orang yang kita cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kita sukai menangis,engkau hanya menghibur saja
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga Jadi jika kita mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kita mencoba menutup matamu dari orang yang kita cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada perasaan yang lebih mendalam. Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kita sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.. walaupun harus kehilangan. Tandanya kamu sedang jatuh cinta....
Ketika kamu sdg bersama dia, kau berlagak mengacuhkannya. Tapi ketika dia tidak ada, kamu berusaha mencarinya. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.
Walaupun ada orang lain yg selalu membuatmu tertawa, mata dan perhatianmu hanya tertuju pada si dia. Maka, kamu sedang jatuh cinta.
Walaupun seharusnya dia sudah meneleponmu untuk memberitahu kabarnya, tapi teleponmu tak berdering. Dan kau terus menunggu telepon itu. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.
Jika kamu lebih tertarik dengan e-mail pendek darinya daripada e-mail yg panjang dari orang lain, kamu sedang jatuh cinta.
Jika kamu tak bisa menghapus smua sms dlm HPmu karena ada 1 sms dari dia, maka kamu sedang jatuh cinta.
Ketika kamu mendapat sepasang tiket gratis menonton film, kamu tidak akan pusing2 untuk langsung mengajak dia. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta.
Kamu selalu bilang pada dirimu,"dia hanyalah temanku", tapi kamu menyadari kamu tidak bisa menghindari daya tariknya.
Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.Jika kamu sedang membaca postingan ini dan seseorang muncul dalam pikiranmu, maka kamu sedang jatuh cinta pada orang itu.
Perbedaan dari rasa Cinta,Suka, dan Sayang

Dihadapan orang yang kita sukai,musim dingin tetap saja musim dingin hanya suasananya lebih indah sedikit
Dihadapan orang yang kita cintai,jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kita sukai,kita hanya merasa senang dan gembira sajaApabila engkau melihat kepada mata orang yang kita cintai, matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kita sukai, engkau hanya tersenyum saja
Dihadapan orang yang kita cintai,kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kita sukai,kata kata hanya keluar dari pikiran saja
Jika orang yang kita cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kita sukai menangis,engkau hanya menghibur saja
Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga Jadi jika kita mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga.
Tapi apabila kita mencoba menutup matamu dari orang yang kita cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.
Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada perasaan yang lebih mendalam. Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kita sayangi. Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia.. walaupun harus kehilangan. Tandanya kamu sedang jatuh cinta....
Ketika kamu sdg bersama dia, kau berlagak mengacuhkannya. Tapi ketika dia tidak ada, kamu berusaha mencarinya. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.
Walaupun ada orang lain yg selalu membuatmu tertawa, mata dan perhatianmu hanya tertuju pada si dia. Maka, kamu sedang jatuh cinta.
Walaupun seharusnya dia sudah meneleponmu untuk memberitahu kabarnya, tapi teleponmu tak berdering. Dan kau terus menunggu telepon itu. Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.
Jika kamu lebih tertarik dengan e-mail pendek darinya daripada e-mail yg panjang dari orang lain, kamu sedang jatuh cinta.
Jika kamu tak bisa menghapus smua sms dlm HPmu karena ada 1 sms dari dia, maka kamu sedang jatuh cinta.
Ketika kamu mendapat sepasang tiket gratis menonton film, kamu tidak akan pusing2 untuk langsung mengajak dia. Pada saat itu kamu sedang jatuh cinta.
Kamu selalu bilang pada dirimu,"dia hanyalah temanku", tapi kamu menyadari kamu tidak bisa menghindari daya tariknya.
Pada saat itu, kamu sedang jatuh cinta.Jika kamu sedang membaca postingan ini dan seseorang muncul dalam pikiranmu, maka kamu sedang jatuh cinta pada orang itu.
Label:
Kisah tentang Cinta
22.37
Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu maka sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit. Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari semua penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?", jawab orang itu "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya, sedangkan waktumu sangat terbatas?", jawab orang itu lagi "Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".
Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "Hai orang kaya, apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?", jawab orang kaya itu "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah kekayaanku". Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "Mengapa engkau diam disini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?", mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?", sambilmenatap prajurit, orang itu menjawab "Tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu", "Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajurit itu lagi.
"Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubahkuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran "Mengapa bisa begitu?", "Bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas, tuan" prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil", "Tidakkah engkau dapat mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi, "Saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni", tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka.
Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkanmenukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya, raja ingin memberitahu tentang satu hal "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya".
Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
RENUNGAN:
Kisah di atas dapat direfleksikan dalam mencari pasangan hidup:
1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar, Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna.
2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat, ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu kalau kita melepaskannya kita akan mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara obyektif siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya.
Begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak, "cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda.
Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin), Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda.Yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.
3. Bagi yang telah menikah, Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puasdengan diri pasangan Anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.
KISAH TENTANG EMAS ATAU KUNINGAN ?
Written By Regina Kim on Kamis, 27 Desember 2012 | 22.37
Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik. Ia mempunyai banyak sekali emas dan kuningan sehingga antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu maka sulit sekali di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit. Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang dari semua penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "Apa yang kau amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?", jawab orang itu "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi "Seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya, sedangkan waktumu sangat terbatas?", jawab orang itu lagi "Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".
Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "Hai orang kaya, apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?", jawab orang kaya itu "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah kekayaanku". Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "Mengapa engkau diam disini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?", mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?", sambilmenatap prajurit, orang itu menjawab "Tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu", "Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajurit itu lagi.
"Tuan emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubahkuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran "Mengapa bisa begitu?", "Bagi saya berapapun kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas, tuan" prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas yang sudah saya ambil", "Tidakkah engkau dapat mengambil emas-emas yang lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit lagi, "Saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini dengan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini, untuk menjadikannya emas yang murni", tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan mereka.
Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak seorangpun diperbolehkanmenukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu, jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia tidak menghargai raja" kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya, raja ingin memberitahu tentang satu hal "Dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang kepadaku untuk menanyakannya".
Demikianlah raja yang baik hati dan bijaksana itu mengajar rakyatnya, dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
RENUNGAN:
Kisah di atas dapat direfleksikan dalam mencari pasangan hidup:
1. Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar, Memilih memang boleh tapi manusia tidak ada yang sempurna.
2. Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat, ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan banyak pilihan, sama dengan rakyat yang memilih emas tadi, akan tetapi pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu kalau kita melepaskannya kita akan mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara obyektif siapa dia (karena itu keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan hati Anda bersamanya.
Begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau tidak, "cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda.
Justru jika dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar mungkin), Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda.Yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan, sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.
3. Bagi yang telah menikah, Dalam tahap ini, siapapun dia berarti anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda tidak pernah puasdengan diri pasangan Anda, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan Anda sendiri, jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan menambah kadar karat pada emasnya.
Label:
Kisah tentang Cinta
23.13
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapipada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.
Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?".Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?"
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut kedalam kopinya dan meminumnya.Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?"Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana."Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.Mereka akhirnya berpacaran.
Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli ...betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin! Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah,sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia Membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin."Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu,sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman,jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis."
RENUNGAN:
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukanseperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.
KISAH CINTA DALAM SECANGKIR MANISNYA KOPI ASIN
Written By Regina Kim on Rabu, 19 Desember 2012 | 23.13
Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapipada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.
Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?".Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?"
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali! Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut kedalam kopinya dan meminumnya.Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?"Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana."Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.
Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.Mereka akhirnya berpacaran.
Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli ...betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada kopi asin! Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah,sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia Membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.
Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin."Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu,sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman,jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.
Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis."
RENUNGAN:
Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukanseperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.
Label:
Kisah tentang Cinta
Diberdayakan oleh Blogger.
















