Home » » Bagaimana untuk menangani hinaan dan mempertahankan cinta kasih. (Buddhist side story)

Bagaimana untuk menangani hinaan dan mempertahankan cinta kasih. (Buddhist side story)

Written By Regina Kim on Jumat, 17 Februari 2012 | 04.18


Anda tidak perlu menjadi. seorang buddhis untuk menghargai logika dan keindahan kutipan cerita di bawah ini..
*Sang Buddha menjelaskan bagaimana untuk menangani hinaan dan mempertahankan cinta kasih..

Suatu hari sang Buddha berjalan melintasi sebuah desa. Seorang pemuda kasar yang sangat marah muncul dan mulai menghinanya
*"Anda tidak berhak mengajari orang lain..!!!" Dia berteriak. " Kamu sama bodohnya dengan orang lain. Kamu bukanlah apa apa selain munafik.


**Buddha tidak marah dengan hinaan ini. Sebaliknya, Beliau bertanya kepada sang pemuda. "Katakanlah padaku jika kamu membeli hadiah untuk seseorang, dan seseorang itu tidak mengambilnya, Siapakah pemilik hadiah itu?
*Sang Pemuda terkejut diberi pertanyaan yang aneh. Kemudian dia menjawab " Hadiah itu akan menjadi milik saya karena saya yang membeli hadiah itu"

*Sang Buddha tersenyum dan berkata: "Hal itu benar, dan sama saja dengan kemarahan. Jika kamu menjadi marah dengan ku dan saya tidak merasa terhina, maka kemarahan itu akan kembali padamu. Anda kemudian menjadi satu2nya yang tidak bahagia, bukan saya. Semua yang anda lakukan akan menyakiti diri anda sendiri."

*"Jika anda ingin berhenti menyakiti diri sendiri maka anda harus menyingkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih. Ketika kamu membenci orang lain, diri andalah yang akan menjadi tidak bahagia. Tetapi ketika anda mencintai orang lain, semua orang menjadi bahagia..
Maaf utk yg non Buddhis. ⌣τhиkýφu⌣ ..
Share this article :

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger