Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Pensil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pensil. Tampilkan semua postingan

5 Kualitas Pensil

Written By Regina Kim on Jumat, 24 Februari 2012 | 02.47

Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, "Nenek sedang menulis apa?"

Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."

PENSIL

Written By Regina Kim on Selasa, 02 Agustus 2011 | 18.37

Pembuat Pensil meletakkan sebuah pensil di samping, sesaat sebelum memasukkannya ke dalam kotak.“Ada lima hal yang perlu kau ketahui” katanya kepada pensil itu, “Sebelum Aku mengirimkanmu kepada dunia. Selalu ingat dan jangan lupakan, dan engkau akan menjadi pensil yang luar biasa.”

“Pertama, kau tidak akan bisa melakukan banyak hal luar biasa, kecuali bila kau mengijinkan dirimu dipegang di tangan Seseorang”

“Kedua, kau akan mengalami penajaman yang menyakitkan dari waktu ke waktu, tapi kau akan membutuhkannya untuk menjadi pensil yang lebih baik”

“Ketiga, kau harus rela jika suatu ketika jejak yang engkau buat harus dihapus.”

Dialog Kecil antara Pensil & penghapus

Pensil : Maafkan aku ya.
Penghapus : Maafkan untuk apa? Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa.

Pensil: Aku minta maaf karena telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu berada di sana untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat.

Penghapus : Hal itu benar. Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu. Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan menggantikan diriku dengan yang baru.
Aku sungguh bahagia dengan perananku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir.
Aku tidak suka melihat dirimu bersedih

Ini adalah kisah percakapan antara si pensil dan si penghapus sungguh inspiratif.

Pensil untuk Cecilia

Written By Regina Kim on Kamis, 28 Juli 2011 | 18.37

 Aku paling senang melihat senyuman manisnya. Senyuman khas anak kecil yang polos dan lucu. Senyuman yang bisa membuat semua lelahku langsung hilang dan berganti dengan sejuta sukacita. Namanya Anastasia Cecilia. Aku sering memanggilnya dengan nama Cecil.
Kalo saja sore itu aku ngga nganterin pacarku ke salah satu Rumah Sakit yang ada di daerah Tangerang, mungkin aku ngga akan kenal dia. Mengenal Cecil merupakan salah satu anugerah bagi aku. Aku belajar banyak hal dari dia. Belajar tentang hidup! Meski usianya baru 7 tahun. Pacarku pernah cemburu karena aku keasyikan ngobrol dan bercanda dengannya. Anaknya menyenangkan dan beda dari anak lainnya yang seusia dengannya.
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger