Latest Post

Inspirasi Hidup - Dimana Ada Kemauan Disitu Ada Jalan

Written By Regina Kim on Senin, 09 Juli 2012 | 04.54


Asal Usul Bakpao

Bakpao (Hanzi: ่‚‰ๅŒ…, hanyu pinyin: roubao) merupakan makanan tradisional Tionghoa. Dikenal sebagai bakpao di Indonesia karena diserap dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas orang Tionghoa di Indonesia.

Bakpao sendiri berarti harfiah adalah baozi yang berisi daging. Baozi sendiri dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, kacang azuki, kacang hijau,dan sebagainya, sesuai selera. Bakpao yang berisi daging ayam dinamakan kehpao.

Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, lalu dikukus sampai mengembang dan matang. Pao itu berati “bungkusan”, Bakpao berarti “Bungkusan-bak” , bak itu artinya daging.

TAK PERLU RAGU MASA DEPAN

Ada sepasang suami istri muda. Mereka ragu-ragu untuk melahirkan keturunan atau anak-anak. Alasannya, mereka merasa bahwa dunia ini semakin jelek, gersang, keras, dan penuh malapetaka. Mereka tidak mau menyiksa dan menyakiti anak-anak mereka, karena masa depan lingkungan hidup semakin suram.

Pasangan itu mulai sibuk mengejar karier, kekayaan, dan sukses. Mereka berdua amat sibuk dengan menjamin masa depan dan barangkali masa tua mereka. Tidak ada waktu untuk berdoa, untuk kegiatan sosial atau membantu sesama.

Mereka terbelenggu oleh kesibukan, karya dan rencana mereka. Untuk soal itu mereka berhasil. Setiap tahun mobil mereka berganti dan rumah menjadi makin indah. Tetapi masing-masing, baik istri, maupun suami sebenarnya tidak bahagia, walaupun bicara bersama juga jarang.

CINTA TULUS SEORANG ISTRI TERHADAP SUAMINYA

Cerita ini diilhami dari kisah nyata. Dimana perjalanan hidup ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya. Bacalah, semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran bagi kita semua.

Cinta itu butuh kesabaran…
Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???
Hari itu.. aku dengannya berkomitmen untuk menjaga cinta kita..
Aku menjadi perempuan yg paling bahagia…..
Pernikahan kami sederhana namun meriah…..
Ia menjadi pria yang sangat romantis pada waktu itu.
Aku bersyukur menikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan & mapan pula.
Ketika kami berpacaran dia sudah sukses dalam karirnya.
Kami akan berbulan madu di tanah suci, itu janjinya ketika kami berpacaran dulu..
Dan setelah menikah, aku mengajaknya untuk umroh ke tanah suci….

Aku sangat bahagia dengannya, dan dianya juga sangat memanjakan aku… sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.
Banyak orang yang bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat terlihat sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia menikah dengannya.

***

Karena Punya Niat

Written By Regina Kim on Minggu, 08 Juli 2012 | 23.29

Dalam kehidupan setiap orang, banyak menjumpai tantangan. Ada sebagian tantangan bisa dilewati dengan mudah, ada yang sangat sulit dilewati.

Mungkin menghabiskan seumur hidupnya juga tidak bisa ditanggulangi atau tidak bisa membebaskan diri dari tantangan itu.

Bagi yang sepasang kaki tidak bisa berjalan, walaupun berjarak sangat dekat serasa jauhnya ribuan kilo. Bagi yang sepasang telinganya kehilangan pendengaran, walaupun suara halilintar menggelegar juga tidak mendengar apa-apa. Bagi yang sepasang matanya buta, walaupun berada di depan mata, juga tidak melihat apa-apa.
Bagi yang cacat tubuhnya, tantangan hidup mereka adalah sebelum tantangan itu hadir mereka sudah memulai. Tantangan yang mereka jumpai dalam kehidupan, beratnya pasti berlipat ganda jika dibandingkan dengan orang normal. Lebih-lebih mereka bukan hanya memikul beban sendiri, masih harus memikul tanggung jawab terhadap orang lain, jika tidak ada niatan yang teguh dan ulet, tidak mungkin bisa melewati kehidupan seperti ini.

Sepasang mata buta tak melihat apa-apa
Dian dalam hati membuat kaki melangkah
Tubuh cacat membuat putus asa
Keteguhan niat hati mendapatkan kehidupan baru.
Pada suatu Minggu sore, ada sebuah panggung pertunjukan kecil. Empat orang penyanyi kuartet, melantunkan lagu dengan saling menyelaraskan nada yang begitu harmonis, sedangkan ketika bernyanyi tunggal, kadang terasa sangat anggun, kadang pula terasa agung, lagu yang sangat indah, membuat orang mau tak mau mendengarkan dengan penuh konsentrasi.

Keempat orang tersebut, mempunyai empat pasang mata, tetapi mereka buta. Diantaranya, ada seorang tenor yang juga sebagai pianis, alat musik pengiring utama.

Mungkin karena mereka buta, sehingga dapat berkonsentrasi, karena tidak bisa melihat ekspresi wajah dari para pendengar, tidak bisa mengetahui mimik wajah yang mereka ekspresikan, maka satu-satunya cara adalah mendengar lagu dengan seksama, membuat para pendengar merasakan “suara hati” mereka.

Suara mereka sangat indah, mereka menyanyikan dengan sangat baik, tetapi yang membuat saya sangat terharu bukanlah suara mereka....

Orang buta menggunakan telinga untuk mendengarkan lagu, menggunakan mulut untuk bernyanyi, bisa karena buta membuat indera mereka yang lain lebih peka dan lebih dapat berkonsentrasi daripada orang pada umumnya, maka dalam bidang seni musik mereka bisa mencapai prestasi yang demikian, dalam perasaan tidak ada bedanya dibandingkan dengan orang normal.

Yang membuat saya benar-benar terharu adalah, dalam kuartet itu ada seorang soprano dalam pertunjukannya dia menyanyikan lagu yang menuturkan bahwa dia sudah menikah, sangat sengsara mendidik dan membesarkan anak. Suaminya juga buta. Dia hanya mengatakan “sangat sengsara”, tidak menggambarkan lebih rinci.

Dalam keadaan buta, mau mendidik dan memelihara, bayi kecil yang baru lahir, pasti mengalami kesulitan yang tidak bisa dibayangkan oleh yang normal.

Saya tidak tahu dua orang yang buta, bagaimana mereka memelihara dan mendidik anak-anak mereka? Terbayang dalam benak saya, paling sulit bagaimana memasak dan menyeduh susu. Karena mata tidak bisa melihat api dan uap air, dan kedua benda itu sangat berbahaya sekali. Boleh dikatakan merupakan proses yang sangat rumit sekali. Walaupun mempergunakan alat-alat seperti microwave, kompor listrik dan lain sebagainya, tidak menggunakan LPG untuk pengapian, tetapi karena tidak bisa melihat, terhadap makanan yang harus ditangani memakai api, tidak dapat dihindari sering terkena luka bakar, seperti suatu hal yang tidak bisa dihindari.

Karena tidak bisa melihat anaknya, mereka sangat peka sekali terhadap suara tangisan bayi, mereka bisa mendengarkan dengan tepat, apakah anak itu sudah lapar, popok anak itu basah atau anak itu sedang sakit, mereka segera bisa memberikan reaksi yang sangat tepat.

Pikiran dan tenaga yang dicurahkan untuk menjaga anak mereka adalah beberapa kali lipat jika dibandingkan dengan orang normal, yang membuat orang terharu adalah hati mereka yang tidak takut dengan kesengsaraan. Dan semua ini hanyalah tantangan hidup sehari-hari yang berada dalam rumah.Keluar dari rumah, mereka akan menghadapi tantangan yang lebih sulit lagi, karena yang berkompetisi dengan mereka bukanlah orang-orang yang tidak bisa melihat. Jika tidak ada usaha yang lebih keras lagi, tidak ada pengorbanan yang berlipat ganda, mereka sama sekali tidak mempunyai ke-sempatan untuk berdikari.

Sore hari ini, seusai mendengarkan lagu yang indah, dan setelah mendengarkan kesengsaraan dalam hidup seorang tuna netra, saya telah mempelajari satu hal, walaupun dalam kehidupan ini acapkali ada air mata, menderita karena terluka, namun asalkan memiliki suatu keteguhan hati untuk menghadapi tantangan, maka dalam kegelapan akan muncul cahaya terang yang gemilang, dalam kekecewaan akan timbul kegembiraan berlimpah-limpah yang mengenal kepuasan, dalam kehidupan yang berliku-liku ini akan penuh dengan syukur dan pujian.

Ketenangan Jiwa Dalam Kehidupan

Dalam kehidupan ini, kita perlu memberikan dan menyisakan sedikit celah kepada jiwa kita sendiri, ibaratnya seperti jarak yang aman diantara dua mobil.

Sehingga kita mempunyai sedikit kelonggaran untuk ruang gerak, yang bisa setiap saat menyesuaikan diri, bisa maju dan mundur dengan leluasa.

Kita harus menggunakan kesempatan untuk membersihkan serta mengalihkan atau mengurangi kepadatan ruang kehidupan itu sehingga dapat tercipta ruang gerak yang cukup, yaitu ruang bagi jiwa, di mana melalui pemikiran yang panjang maka akan mencapai suatu kesadaran untuk dikembangkan.
Kehidupan juga harus begitu, yang penting bukan masalah apa yang telah terjadi, melainkan cara dan sikap kita ketika menyelesaikan masalah itu. Jika kita membalikkan tubuh kita menghadap ke arah mentari, kita tidak mungkin terjerumus ke dalam bayangan.

Ketika kita membawa bunga untuk diberikan kepada orang lain, yang pertama-tama menghirup keharuman bunga-bunga itu adalah kita sendiri. Ketika kita mengambil tanah yang hendak dilemparkan kepada orang lain, maka pertama-tama yang menjadi kotor adalah tangan kita sendiri.

Ucapan perkataan yang menghangatkan hati, adalah ibarat kita menyiram minyak wangi ke tubuh orang lain, kita sendiri juga bisa terkena dua atau tiga tetes minyak wangi. Oleh karena itu, diri kita harus selalu menyimpan kebaikan hati, kaki melangkah dengan baik, dan tubuh melakukan hal-hal yang baik.

Kecerahan membuat kita bisa melihat banyak sekali hal-hal, sekaligus juga membuat kita tidak bisa melihat banyak sekali hal-hal. Jika tidak ada kegelapan malam hari, kita tidak akan dapat melihat bintang-bintang yang germerlapan.

Meskipun kita pernah menderita kesengsaraan yang membuat kita hampir saja tidak bisa bertahan, tetapi hal itu sendiri bukan tidak berarti sama sekali. Dia bisa membuat tekad kita semakin teguh, dan menjadikan pikiran dan martabat manusia lebih matang. Karena itu, ketika kesulitan dan kegagalan itu menghampiri, maka harus dihadapi dengan tenang, diselesaikan dengan riang dan penuh harapan.

Anda tidak bisa memastikan seberapa panjang kehidupan kita, tetapi Anda bisa mengembangkan lebarnya.Anda tidak bisa mengubah paras Anda yang alami, tetapi Anda bisa setiap saat menunjukkan wajah Anda yang penuh senyum.

Anda tidak mungkin bisa mengendalikan seseorang, tetapi Anda bisa selalu menguasai diri Anda dengan baik. Anda tidak bisa secara jelas meramalkan keadaan esok hari, tetapi Anda bisa sepenuhnya menggunakan hari ini. Anda tidak bisa menuntut kelancaran untuk setiap hal, tetapi Anda bisa melakukan setiap hal dengan segenap kemampuan Anda.

Di dalam kehidupan, kita harus membuat diri kita berpandangan luas dan lapang dada, karena pandangan luas dan kelapangan dada tidak akan sampai membuat diri kita menyusup ke ujung tanduk lembu, juga baru bisa membuat kita berusaha keras untuk maju dengan riang dan penuh harapan.

Masih harus optimis dan berlapang dada, karena dengan diri kita yang berlapang dada dan punya pikiran yang optimis barulah bisa memungkinkan kita membawakan kegembiraan kepada orang lain, membiarkan suasana dalam kehidupan nampak lebih menyenangkan.

Jika dalam hati Anda selalu mempertahankan kegembiraan, harus bisa tidak menganggap urusan remeh antara manusia dengan manusia sebagai permasalahan. Ada orang yang sering merasa jengkel, hanya karena perkataan orang lain yang bukan sengaja hendak menyakiti, tetapi dia malah menerimanya dengan berbagai macam pikiran, serta ditumpuknya di dalam hati.

Kegembiraan seseorang, bukan karena dia memiliki sesuatu yang berlimpah melainkan karena dia tidak terlalu perhitungan. Banyak itu merupakan suatu beban, adalah semacam bentuk lain dari kehilangan. Kurang itu bukan berarti tidak mencukupi, tetapi ia merupakan semacam kelebihan dalam bentuk yang lain. Membuang juga belum tentu adalah suatu kehilangan, adalah semacam memiliki dalam bentuk yang lebih luas.

Kehidupan yang indah dan baik seharusnya memiliki sebuah hati yang santai dan nyaman setiap saat, tidak peduli dunia di luar sana mengalami perubahan apapun, di dalam diri kita sendiri harus bisa memiliki dunia yang tenang dan damai.

Tenang dan damai itu tidak berada dalam keramaian dan kerumitan, lebih-lebih bukan berada di dalam hati yang menuntut terlalu banyak permintaan, ia harus dapat melepaskan segala halangan, berlapang dada, dengan sendirinya di dalam hati Anda akan tenang damai tidak ada kerisauan.

Kegembiraan membuat jiwa kita bisa memelihara ketenangan hati, serta penuh dengan ketenangan yang nyata dan abadi. Pikiran dan suasana hati kita, jika bisa selalu mempertahankan kecerahan dan kelapangan dada, maka yang tampak pada lingkungan di sekitar kita, akan selalu indah dan baik.
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger