Latest Post

SEORANG KAWAN BERNAMA YATIMAN

Written By Regina Kim on Rabu, 29 Februari 2012 | 22.02

Tahun 1997 adalah tahun yang luar biasa berat untuk saya. Sebuah tragedi besar terjadi dalam hidup saya oleh sebuah pengkhianatan dan fitnah yang dilakukan teman dekat saya. Tahun itu, saya baru saja terkena PHK akibat krisis moneter yang memorak porandakan perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya. Saya terdampar di sebuah pabrik bakery yang manajemennya masih tradisional.

Saya tak hendak berkisah tentang siapa dia dan apa yang dilakukannya. Permasalahannya telah membaur dan berkelindan dengan masalah-masalah lain yang membuat keadaan bertambah keruh.

KEJUJURAN

Written By Regina Kim on Selasa, 28 Februari 2012 | 21.34

Dipinggiran kota besar Taipeh, berdiamlah sepasang suami istri LIEN. Mereka tidak dikarunia seorang anak pun, karena itu mereka merasa hidupnya kurang bahagia. Setiap hari mereka tidak pernah lupa berdoa kepada Thian, Tuhan Yang Maha Esa agar dikarunia seorang anak.

Suatu pagi ketika mereka sedang tidur, mereka dikejutkan oleh tangisan seorang bayi.

TENTANG KEBAHAGIAAN

Hidup bahagia tidak terikat dan melekat dengan sesuatu ! Keenakan menimbulkan rasa sayang, dan rasa sayang menumbuhkan ‘kemelekatan’ atau keterikatan. Sekali hatimu terikat atau melekat pada sesuatu, berarti engkau telah membebani dirimu sendiri dan duka mulai membayangi dirimu.

Sebenarnya tidak ada salahnya menyayang. Tapi menyayang di sini adalah menyayang tanpa melekat pada yang disayang, karena yang menimbulkan duka adalah kemelakatan itulah. Tak ada satu pun di dunia ini yang abadi. Perpisahan akan selalu terjadi menyusul kebersamaan, dan kalau tiba saatnya berpisah, kemelekatan dengan sesuatu yang terpisah dari kita akan melukai perasaan kita dan menimbulkan duka. Walaupun kita boleh mempunyai apapun juga dalam kehidupan ini, akan tetapi jangan memiliki apapun juga di dunia ini. Bahkan badan kita sendiri inipun bukan milik kita. Yang dimaksud memiliki di sini adalah apabila yang kita punyai itu melekat ke dalam batin kita, menjadi milik batin kita sehingga kita tidak mau atau enggan berpisah dengannya, karena perpisahan mendatangkan rasa sakit di dalam batin kita. Karena itu kita harus belajar hidup tanpa memiliki apapun juga. Kalau apa yang kita punyai itu hilang atau mengecewakan kita hal itu tidak berbekas apa-apa karena tidak ada kemelekatan dengan batin kita. Yang memiliki segalanya itu hanyalah Tuhan Yang Maha Esa yang juga menjadi pencipta dan Pemberi segalanya kepada kita. Kita hanya sekedar meminjam saja dan pada saatnya yang telah ditentukan oleh-Nya, Dia akan mengambilnya kembali apa yang dipinjamkan-Nya kepada kita. Inilah yang dinamakan hidup bebas, bebas dari pada kemelekatan berarti pula bebas dari pengaruh nafsu-nafsu daya rendah yang selalu ingin mempengaruhi kita.

FILSAFAT SUN GO KONG

Film Tong Sam Chong atau lbh Populer di sebut Film Sun Go Kong, yg banyak menarik semua kalangan termasuk umat agama lain pun menyukainya.

Dlm Film tsb yg menjadi Peran Penting: Tong Sam Chong sebagai Guru Bhikshu, bersama 3 muridnya yaitu: Sun Go Kong sebagai Kera Sakti, Cu Pat Kai berwajah (sebagai) babi, dan Mu Cing sebagai orang biasa serta Kuda Putihnya.

Rombongan Guru Tong Sam Chong, Sun Go Kong, Cu Pat Kai, dan Mu Cing, serta Kuda Putihnya, menuju ke Barat untuk mengambil buku Tipitaka (kitab Suci).

Bagaimana Film Sun Go Kong (SGK)menurut Anda?
Teman2 tlg ks komen yg benar dan berguna sadhu.

Jawab: Teman2 maaf kl komen dari Sang Guru salah. Inilah KUNCI Film Sun Go Kong menurut Sang Guru.

Terlepas dari kisah fiktifnya, Sang Guru hanya mengambil arti Kiasan dari Filsafat film SGK tsb. Yaitu: Guru Tong, SGK, CPK, Mu Cing dan Kuda Putih, empat faktor ini melambangkan seorang (tubuh) manusia yg berjuang mengumpulkan Paramita berbuat Kebaikkan dan Kebajikan melalui Gemar Berdana, menjaga Moralitas (Sila) dan Meditasi dg penuh semangat, ulet, teguh, sabar untuk meraih Kebahagiaan Nibbana (Kebahagiaan Tertinggi/ Abadi).

Guru Tong di ibaratkan KESADARAN, Sun Go Kong ialah PIKIRAN, Cu Pat Kai ialah PERASAAN, Mu Cing ialah PENCERAPAN, sedangkan Kuda Putih ialah Tubuh Manusia yg digunakan oleh kita sebagai KENDARAAN.

Guru Tong simbol Kesadaran yg teguh berjuang dan selalu Tenang, terkendali dan menasihati Pikiran (SGK) yg sangat Lincah, super aktif, suka mengembara.

Cu Pat Kai simbol Perasaan yg selalu ingin (Tanha) tdk merasa puas dan maunya dipuaskan, mudah Emosi, Malas, maunya Enak, dsb. Mu Cing simbol Pencerapan yg hanya ikut2an apa yg dtg sebagai penerima objek. Kuda Putih simbol Tubuh Manusia yg dijadikan sebagai Kendaraan, digunakan sebagai tunggangan dlm perjalanan menuju ke Barat. Kitab Suci simbul Nibbana yaitu Kebahagiaan Tertinggi (abadi) hasil dari tujuan Umat Buddha. Andai telah sampai ke barat dan Kitab Suci sdh diambil ini artinya Nibbana sdh di peroleh atau sdh mencapai Nibbana.

Perjalanan ke Barat adalah tujuan tiap umat Buddha untuk meraih Kebahagiaan Tertinggi. Namun, tdk semudah yg dibayangkan krn selain perjalanannya jauh hingga ber-tahun2. Juga hrs melawan Rintangan (berbagai macam Siluman), dan Godaan (Harta, Tahta dan Wanita) hambatannya turun naik gunung, lembah, hutan dsb, hingga menimbulkan berbagai masalah.

Tiap orang yg berjuang ingin mencapai Sukses dlm hal apapun pasti akan mengahadapi Rintangan, Godaan dan Hambatan tsb, yg di simbulkan Siluman, harta Tahta dan Wanita, Kemalasan, Emosi, Gelisah, Keraguan, dsb.

Semoga pembahasan Film Sun Go Kong ini dpt dijadikan Pedoman dan Pegangan bagi kita untuk berjuang mengumpulkan Paramita (Kesempurnaan Kebajikan) dg penuh semangat, ulet, sabar hingga dpt meraih cita2 dan Kebahagiaan.

Filsafat Tom and Jerry

 Kucing besar yang tak cerdas akan berlelah-lelah mengejar tikus-tikus kecil gesit yang muncul di ruang tamu dari lubang-lubang kecil di bawah dinding.

Kucing besar ini akan kalah, bahkan akan dipermainkan oleh tikus-tikus kecil itu.

Tikus-tikus kecil itu akan bisa ditangkap hanya oleh tikus-tikus yang lebih kecil tapi lebih gesit.

Begitu juga halnya kalau orang sedang mengejar enlightenment, pencerahan.


Enlightenment hanya bisa diperoleh jika tubuh anda ringkas, gerak anda gesit, tak ada beban yang menekan akal.

Semakin bebas dan ringan pikiran anda, bak tikus-tikus yang lebih kecil, semakin cepat pencerahan anda dapatkan.

Jadilah selalu tikus-tikus yang lebih kecil dan lebih gesit!

Jika anda bisa, ingatlah, jangan suka mencuri potongan keju di atas meja!



jadikanlah pikiranmu seringan dan segesit tikut-tikus kecil yg lebih kecil lagi. Sudah pernah belum, memiliki pikiran yg ringan?


TERIMAKASIH TUHAN, TELAH MENGINGATKANKU

Sore, pulang kantor, seperti biasa aku menunggu bis didepan Chase Plaza, untuk membawaku pulang, bertemu dengan kedua anak-anakku yang masih berusia 2 tahun dan 9 bulan. Mikhail dan Fara namanya. Cuaca menggerahkan tubuhku.

Penat seharian kerja, dengan segala masalah yang ada selama bekerja. Sudah seminggu ini aku selalu lupa menanyakan keadaan kedua anakku Entah menanyakan sudah makan siang atau belum, bagaimana keseharian mereka, atau hanya sekedar memainkan telfon untuk mendengarkan suara sang buah hatiku, si sulung Mikhail yang sudah banyak bicara. Bahkan aku juga lupa bahwa saat ini kedua buah hati tercinta sedang sakit flu. Aku terlalu sibuk sehingga sempat melupakan mereka. Tapi ah, aku pikir aku meninggalkan buah hati bersama orangtuaku dan pengasuhnya. Jadi, untuk apa aku pusingkan akan hal itu? Jahatkah aku?

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger