Latest Post

BAGAIMANA TUHAN BERBICARA PADA KITA?

Written By Regina Kim on Rabu, 29 Mei 2013 | 03.39


Seorang Manusia berbisik, “Tuhan, bicaralah padaku.”
Dan burung kutilang pun bernyanyi.
Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.

Maka, Manusia itu berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku !”
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.

MAnusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,
“Tuhan, biarkan aku melihat Engkau.”
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.

Dan, Manusia berteriak lagi, “Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!” Mu”
Dan seorang bayi pun lahirlah.
Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.

Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, “Jamahlah aku, Tuhan!”
Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.
Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.

Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita
bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk
sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini …

Karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:
Manusia itu berseru, “Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!”
Dan datanglah e-mail, sms dengan berita-berita baik dan menguatkan.Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah.Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain !

RENUNGAN:
Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita

RENUNGAN HARI INI


Jangan melihat dari wajah, itu bisa menipu. Jangan melihat kekayaan, itu bisa menghilang.

Datanglah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum karena sebuah senyuman dapat membuat hari yang gelap menjadi cerah. Berharaplah kamu dapat menemukan seseorang yang dapat membuatmu tersenyum.

Ada saat di dalam kehidupanmu dimana kamu sangat merindukan seseorang, kamu ingin mengambil mereka dari mimpimu dan benar-benar memeluk dia. Berharaplah bahwa kamu dapat bermimpi tentang dia, yang berarti mimpilah apa yang ingin kamu mimpikan, pergilah kemana kamu ingin pergi, jadilah sesuai dengan keinginan kamu, karena kamu hanya hidup sekali dan satu kesempatan untuk melakukan apa yang kamu inginkan.

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk mmbuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu bahagia.

Selalu letakkan dirimu pada posisi orang lain. Jika kamu merasa bahwa itu menyakitkan kamu, mungkin itu menyakitkan orang itu juga.

Kata-kata yang ceroboh dapat mengakibatkan perselisihan, kata-kata yang kasar bisa membuat celaka, kata-kata yang tepat waktu dapat mengurangi ketegangan, kata-kata cinta dapat menyembuhkan dan menyenangkan.

Permulaan cinta adalah dengan membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak membentuk mereka menjadi sesuai keinginan kita. Dengan kata lain kita mencintai bayangan kita yang ada pada diri mereka.

Orang yang bahagia tidak perlu memiliki yang terbaik dari segala hal. Mereka hanya membuat segala hal yang datang dalam hidup mereka.

Kebahagiaan adalah bohong bagi mereka yang menangis, mereka yang terluka, mereka yang mencari, mereka yang mencoba. Mereka hanya bisa menghargai orang-orang yang penting yang telah menyentuh hidup mereka.

Cinta mulai dengan senyuman, tumbuh dengan ciuman dan berakhir dengan air mata.

Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.

Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.

Ketika kamu lahir, kamu menangis dan semua orang di sekeliling kamu tersenyum.

Hiduplah dengan hidupmu, jadi ketika kamu meninggal, kamu satu-satunya yang tersenyum dan semua orang di sekeliling kamu menangis.

APA ITU ARTI KELUARGA?


Hampir saja saya bertabrakan dengan seseorang di jalan, "Oh, maaf" kata saya. Orang itu berkata, "Maafkan saya juga; saya tidak melihat Anda." Kami berdua, orang itu dan saya, sama-sama bersikap sopan. Kami bahkan mengucapkan selamat tinggal sebelum berpisah. Namun keadaan menjadi berbeda ketika berada di rumah, bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, baik yang muda maupun yang tua.

Pada hari yang sama, pada saat saya sedang mempersiapkan makan malam, anak saya berdiri di samping saya. Ketika saya berbalik, hampir saja saya menabraknya. "Minggirlah," saya menggerutu. Anak saya segera meninggalkan tempat itu sambil bersedih hati. Saya tidak Menyadari betapa kasarnya kata-kata saya tadi.

Ketika saya berbaring di tempat tidur, saya mendengar suara Tuhan dengan lembut berkata, "Ketika berhadapan dengan orang yang tidak kau kenal, engkau bersopan santun, tetapi terhadap anak yang kaukasihi, engkau malah menyakitinya. Pergilah ke dapur dan lihatlah, engkau akan menemukan bunga di dekat pintu masuk dapur. Bunga-bunga tersebut dipetik khusus untukmu. Anakmu sendiri yang memilih warnanya: merah muda, kuning, dan biru. Sebenarnya ia bermaksud untuk memberimu kejutan, tetapi engkau tidak menyadarinya, dan bahkan tidak melihat bahwa ia hampir menangis." Pada saat itu, saya merasa begitu rendah, dan hampirmeneteskan airmata.

Perlahan-lahan saya menuju ke kamar anak saya dan berjongkok di dekat tempat tidurnya; "Bangun anakku, bangunlah," kata saya. "Apakah bunga-bunga ini untuk ibu?" Anak saya tersenyum sambil berkata, "Saya menemukannya di dekat pepohonan. Saya memetiknya karena mereka cantik seperti ibu. Saya tahu ibu pasti menyukainya, terutama yang berwarna biru." Saya berkata, "Maafkan sikap ibu hari ini, tidak seharusnya ibu berteriak seperti itu." Ia berkata, "Tidak apa-apa Bu. Saya tetap mencintai ibu." Kata saya, "Ibu mencintaimu juga, dan ibu menyukai bunga-bunga itu, terutama yang berwarna biru."

RENUNGAN:
Apakah Anda menyadari apabila besok kita meninggal dunia, perusahaan dimana kita bekerja akan begitu mudahnya menempatkan orang lain pada posisi atau jabatan kita. Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan selalu merasa kehilangan. Melihat kenyataan ini, jika kita lebih mementingkan pekerjaan daripada keluarga, merupakan suatu penanaman modal yang kurang bijaksana, bukan? Apakah arti di balik cerita ini?
Apakah Anda mengerti arti kata KELUARGA?

Everything we do will always turning back to ourselves (Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar ke diri kita kembali)


Bryan hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri dipinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mecedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.

Walaupun dengan wajah tersenyum wanita itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya.

Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?

Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata ” saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu didalam mobil bukankah disana lebih hangat? oh ya nama saya Bryan.

Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita itu untuk memperbaiki yang rusak.

Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari st louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Wanita itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya. Bryan hanya tersenyum.

Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu
pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari
nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.

Ia berkata kepada wanita itu ” Bila ia benar-benar ingin membalas jasanya, maka apabila suatu saat nanti
apabila ia melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut “…dan ingatlah pada saya”.

Bryan menunggu sampai wanita itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.

Setelah berjalan beberapa mil wanita itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Pelayan datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan

Setelah wanita itu selesai makan dan, sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita itu pergi keluar secara diam-diam.

Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita itu pergi, lalu ia menemukan
secarik kertas diatas meja dan uang $1000. Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita
itu:

“Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya, oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan:

“Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang”.

Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang di tulis oleh wanita itu.

Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran
bayinya?

Ia tau bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan ciuman yang lembut sambil berbisik :”semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan”

“Segala sesuatu yang kita lakukan akan selalu berputar ke diri kita kembali”, therefore, don’t ever to stop to do good things in your life..

KISAH KEBAIKAN POHON KAKTUS


Sebatang pohon kaktus tumbuh di tengah-tengah gurun pasir yang luas. Tak ada kaktus lain yang tumbuh di sana. Ia satu-satunya kaktus yang berdiri entah di mana di gurun yang gersang itu. Kaktus itu merasa heran, untuk apa ia tumbuh di tempat itu.

"Aku tak melakukan apa-apa selain berdiri di sini sepanjang hari," keluhnya.
"Lalu, apa gunanya aku ada di sini. Sepertinya aku adalah tanaman terburuk yang tumbuh di gurun ini. Lihatlah, batang-batangku kurus dan berduri.
Daun-daunku kenyal seperti karet dan kasar. Kulitku tipis dan berbenjol-benjol. Aku tak dapat memberikan apa-apa. Aku tak bisa menjadi tempat berteduh ataupun buah yang segar bagi pengelana yang melintasi gurun ini. Sepertinya aku ini sungguh tak berguna."

Memang, apa yang dilakukannya sepanjang hari hanyalah berdiri di bawah terik matahari. Setiap hari ia tumbuh semakin tinggi dan gemuk. Kini duri-durinya tumbuh semakin panjang, daun-daunnya semakin sana-sini. Benar-benar kelihatan aneh sekali.

"Aku harap setidaknya aku bisa melakukan sesuatu yang berguna," bisiknya sedih.

Pada siang hari seekor elang berputar-putar di ketinggian gurun dengan gagahnya.

"Apa yang bisa aku lakukan dengan hidupku ini?" teriak kaktus pada elang. Entah terdengar atau tidak, elang lalu terbang meninggalkannya.

Pada malam hari, bulan melayang di atas langit dan memancarkan sinar pucatnya ke seluruh penjuru gurun.

"Hal baik apa yang bisa aku lakukan dalam hidupku in?" teriak kaktus pada bulan. Tetapi bulan tetap menggantung di langit sepanjang malam.

Seekor kadal merayap di dekatnya meninggalkan jejak-jejak indah di atas pasir.

"Hai kadal," seru kaktus. "Menurutmu manfaat apa yang bisa aku berikan dalam hidupku ini?"

"Kau?" kadal terkekeh-kekeh. Ia diam sejenak. "Manfaat darimu? Tanyalah sendiri mengapa kau tak bisa melakukan apa-apa. Lihatlah, elang bisa melayang dengan indah di udara. Kita semua bisa mengagumi kemampuannya meliuk-liuk di sana. Lihatlah, bulan tergantung di langit seperti lentera di malam hari. Cahayanya menerangi kita agar bisa kembali pulang ke rumah. Bahkan, aku, kadal tanah masih bisa melakukan sesuatu yang berguna. Jejak-jejakku menghiasi pasir gurun ini. Tapi kau? Kau tak melakukan apa-apa selain berdiri dengan buruknya di situ setiap hari."

Begitulah terus hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya, ketika sang kaktus telah menjadi tua. Usianya mungkin tinggal sebentar lagi. Ia merasa sesuatu terjadi pada tubuhnya. "Oh Tuhan," jeritnya. "Aku telah berusaha dengan keras bertahun-tahun agar menjadi sesuatu yang berguna. Maafkan aku bila aku
gagal melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi gurun ini. Aku takut aku telah terlambat."

Tapi pada saat itu, tubuhnya terguncang dan bergetar dengan hebat. Dari dalam tubuhnya muncul dan mekarlah sebongkah bunga yang indah, bagaikan mahkota cantik di atas kerumunan kelopak bunga. Belum pernah gurun itu melihat bunga yang cantik seperti itu. Angin yang mencium wewangian aroma
bunga itu terkagum-kagum dan segera menyebarkannya agar bisa dinikmati oleh seluruh penjuru gurun. Kupu-kupu yang selama ini tidak menjauh, kini mengerubungi mengagumi kecantikan bunga kaktus. Di malam hari bulan sengaja memayungi bunga kaktus sehingga menciptakan bayangan yang anggun.

Keindahan bunga itu kini melenyapkan seluruh keputus-asaan sang kaktus selama ini. Pada akhirnya ia bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi gurun ini, bagi kehidupan ini.

Seorang pengelana yang melintasi berbisik padanya, "Kaktus, kau telah menunggu sekian lama. Kini menjelang hayatmu, akhirnya kau berhasil mempersembahkan sesuatu bagi kita semua. Tahukah kau, bahwa hati yang senantiasa mencari kebaikan pada akhirnya akan memberikan kebaikan pula. Tak peduli bagaimana wujud dan kerasnya kerjamu. Karena hanya kebaikanlah yang dapat memberikan kebahagiaan, meski hanya sejenak." Ketika sang kaktus menatap wajah pengelana itu, tiba-tiba pengelana itu lenyap menjadi asap dan membumbung tinggi ke langit.

KISAH SEBUAH SITAR


Alkisah, hiduplah seorang yang baik hati yang sedang berada di dalam pencariaannya menuju kebahagiaan, mencari jalan menuju kebenaran. Pada suatu hari, dia pergi mencari seorang tua yang bijaksana, yang diyakininya dapat menunjukkan jalan kepadanya untuk mencapai tujuan tersebut.

Orang tua yang bijaksana itu menerima kedatangannya dengan hangat. Ketika itu dia sedang duduk di muka pintu tendanya. Sambil menjamu tamunya dengan segelas teh hangat rasa menthol, orang tua itu menjelaskan rahasia menuju kebahagiaan dan kebenaran.

"Itu merupakan perjalanan yang jauh," kata orang tua itu, "tapi kamu pasti dapat menemukannya. Kamu harus mendatangi sebuah desa yang akan saya jelaskan nanti, disana rahasia itu akan kamu temukan. "Memang itu perjalanan yang jauh. Si pencari melewati banyak lembah dan menyeberangi banyak sungai. Pada akhirnya dia sampai juga di desa itu. Katanya dalam hati, "Ini tempatnya. Pasti ini tempatnya".

Dia yakin bahwa ini tempatnya. Dia menemukan tiga toko kecil. Ketika dia masuk ke dalam toko-toko tersebut si pencari sangat kecewa. Di toko yang pertama, dia hanya menemukan gulungan kabel. Di toko kedua dia menemukan tak lebih dari beberapa keping kayu. Dan di toko ketiga, hanya ada beberapa besi yang bentuknya tidak beraturan.

Lebih dari putus asa, dia meninggalkan desa itu dan menemukan tempat istirahat malam itu. Sebuah daerah terbuka yang tidak terlalu jauh dari desa. Ketika malam tiba, bulan purnama menyinari tempat itu dengan cahayanya yang lembut. Sesaat sebelum dia tertidur, terdengarlah olehnya suara indah berasal dari desa. Alat musik apakah yang sanggup melahirkan sebuah harmoni yang sempurna. Segera dia berdiri dan berjalan menuju dimana kemungkinan si musisi berada. Dia terpukau ketika menemukan bahwa suara indah itu berasal dari sebuah sitar. Sitar yang sederhana yang terbuat dari kawat, kayu dan kepingan besi yang dia remehkan sebelumnya. Saat itu juga dia menyadari dan mengerti bahwa kebahagiaan adalah gabungan dari hal-hal yang telah ada di dalam diri kita selama ini.
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger