Latest Post
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fiksi. Tampilkan semua postingan

KISAH HERCULES VS. CERBERUS

Written By Regina Kim on Sabtu, 12 April 2014 | 00.01


Di antara kisah-kisah kerajaan yunani kuno.Herculeslah cerita yang selalu melegenda. Ia adalah 1/2 manusia 1/2 Dewa. Ibunya adalah seorang manusia sedangkan ayahnya adalah pimpinan dari para dewa,yaitu dewa petir Zeus.Walupun Hercules lahir sebagai manusia,dia juga mewarisi kekuatan para dewa karena darah keturunan ayahnya,dia mempunyai kelebihan yaitu mempunyai kekuatan yang sangat besar diatas manusia normal.

Karena kesalahannya di masa lalu,Hercules di hukum para dewa untuk melaksanakan tugas yang di berikan oleh raja Eurytheus,yaitu pamannya sendiri.

Raja Eurytheus sangat membenci Hercules karena takut Hercules akan merebut tahtanya. Maka raja Euretheus memanfaatkan hukuman Hercules dengan memberi nya tugas-tugas yang sangat berat dan berbahaya,dengan harapan Hercules akan binasa.

Tapi raja Eurytheus harus selalu menelan kekecewaan,sudah 9 tugas yang di laksanakan Hercules semua berhasil dengan baik.
Dari menangkap babi hutan Erymanthus yang berukuran raksasa dan hobi memakan manusia.
Menangkap Ceryneia rusa bertanduk emas dan berkuku perak yang dapat lari secepat angin.
Mengusir burung raksasa yang memiliki paruh,sayap,serta bulu dari tembaga yang tajam seperti anak panah.
Dan masih banyak petualangan yang telah di lalui Hercules,hingga pada ahirnya tinggal satu tugas terahir.

"Hercules keponakanku,kau telah berhasil memenuhi semua permintaanku.Ikat pinggang Hyppolita dan apel emas jupiter yang di jaga oleh para Hesperides pun telah berhasil kau persembahkan padaku. Sekarang tinggal tugas terahir dariku yang harus kau lakukan..".Kata raja Eurytheus pada Hercules.

"Sekarang tugas apa yang harus aku lakukan paman?".Tanya Hercules.

"Aku ingin sekali melihat anjing penjaga gerbang neraka,Cerberus yang di miliki pluto.

Aku ingin kau menangkap dan membawa anjing Cerberus itu dan membawanya ke hadapanku".Kata Eurytheus.Dia tahu bahwa ini adalah tugas yang sangat mustahil dan Hercules pasti akan binasa.

Sedang Cerberus sendiri adalah anjing raksasa berkepala tiga dan dapat menyemburkan api,jika satu kepala di potong maka akan tumbuh dua kepala dari bekas potongan tadi.Maka tak heran jika anjing ini layak di jadikan penjaga gerbang neraka,kerajaan Dewa Pluto.

Tapi hercules menyanggupi permintaan pamanya yang mustahil ini.
Hercules pun pergi ke kerajaan Dewa Pluto untuk meminta izin meminjam dan membawa Cerberus bersamanya.Karena tak pantas tentunya jika dia mengambil peliharaan seorang dewa tanpa meminta izin,itu adalah suatu hal yang sangat lancang.

Karena sikap Hercules yang rendah hati,Dewa Pluto pun memberi izin pada Hercules.

Tapi syaratnya Hercules harus menangkapnya sendiri tanpa membawa senjata apapun alias tangan kosong.Dan Hercules menyanggupinya.

Hercules pun pergi menuju gerbang neraka di mana Cerberus berada.

Pertarungan sengit terjadi.Cerberus yang berukuran raksasa dan selalu menyemburkan lidah api membuat Hercules kewaalahan,apa lagi dia harus melawannya dengan tangan kosong.

Hingga pada suatu waktu Hercules dapat melompat menaiki punggung Cerberus dan menangkap pangkal leher ketiga kapala Cerberus,tentu saja Cerberus meronta dan berusaha melepaskan diri.

Tapi cengkeraman Hercules yang sangat kuat membuat perlawanan Cerberus sia-sia dan ahirnya menyerah pada Hercules.
Lalu Cerberus pun mengikuti Hercules dengan patuh dan pergi menghadap raja Eurytheus.

Melihat Cerberus yang datang bersama Hercules,raja Eurytheus pun menjadi sangat ketakutan dan bersembunyi di balik kursi tahtanya.

"Bawa pergi binatang itu Hercules..!! Pergilah..kini kau bebas,tugas mu telah usai.Segera singkirkan binatang menyeramkan itu dari hadapan ku..!!".Teriak raja Eurytheus ketakutan.

Ahirnya tugas Hercules pun usai,dia mengembalikan Cerberus pada Pluto.
Kemudian setelah itu Hercules pergi mengembara,berkeliling dunia melakukan petualangan-petualangan yang mengagumkan dan menyelamatkan siapa pun yang butuh pertolongan...

RENUNGAN:
Jadilah orang yang rendah hati,karena sifat rendah hati akan membuat orang lain menghargaimu. Contohlah sifat rendah hati Hercules,meski dia memiliki kekuatan yang luar biasa,dia selalu rendah hati dan menolong pada sesama..

KISAH KEBAIKAN POHON KAKTUS

Written By Regina Kim on Rabu, 29 Mei 2013 | 02.57


Sebatang pohon kaktus tumbuh di tengah-tengah gurun pasir yang luas. Tak ada kaktus lain yang tumbuh di sana. Ia satu-satunya kaktus yang berdiri entah di mana di gurun yang gersang itu. Kaktus itu merasa heran, untuk apa ia tumbuh di tempat itu.

"Aku tak melakukan apa-apa selain berdiri di sini sepanjang hari," keluhnya.
"Lalu, apa gunanya aku ada di sini. Sepertinya aku adalah tanaman terburuk yang tumbuh di gurun ini. Lihatlah, batang-batangku kurus dan berduri.
Daun-daunku kenyal seperti karet dan kasar. Kulitku tipis dan berbenjol-benjol. Aku tak dapat memberikan apa-apa. Aku tak bisa menjadi tempat berteduh ataupun buah yang segar bagi pengelana yang melintasi gurun ini. Sepertinya aku ini sungguh tak berguna."

Memang, apa yang dilakukannya sepanjang hari hanyalah berdiri di bawah terik matahari. Setiap hari ia tumbuh semakin tinggi dan gemuk. Kini duri-durinya tumbuh semakin panjang, daun-daunnya semakin sana-sini. Benar-benar kelihatan aneh sekali.

"Aku harap setidaknya aku bisa melakukan sesuatu yang berguna," bisiknya sedih.

Pada siang hari seekor elang berputar-putar di ketinggian gurun dengan gagahnya.

"Apa yang bisa aku lakukan dengan hidupku ini?" teriak kaktus pada elang. Entah terdengar atau tidak, elang lalu terbang meninggalkannya.

Pada malam hari, bulan melayang di atas langit dan memancarkan sinar pucatnya ke seluruh penjuru gurun.

"Hal baik apa yang bisa aku lakukan dalam hidupku in?" teriak kaktus pada bulan. Tetapi bulan tetap menggantung di langit sepanjang malam.

Seekor kadal merayap di dekatnya meninggalkan jejak-jejak indah di atas pasir.

"Hai kadal," seru kaktus. "Menurutmu manfaat apa yang bisa aku berikan dalam hidupku ini?"

"Kau?" kadal terkekeh-kekeh. Ia diam sejenak. "Manfaat darimu? Tanyalah sendiri mengapa kau tak bisa melakukan apa-apa. Lihatlah, elang bisa melayang dengan indah di udara. Kita semua bisa mengagumi kemampuannya meliuk-liuk di sana. Lihatlah, bulan tergantung di langit seperti lentera di malam hari. Cahayanya menerangi kita agar bisa kembali pulang ke rumah. Bahkan, aku, kadal tanah masih bisa melakukan sesuatu yang berguna. Jejak-jejakku menghiasi pasir gurun ini. Tapi kau? Kau tak melakukan apa-apa selain berdiri dengan buruknya di situ setiap hari."

Begitulah terus hingga bertahun-tahun. Pada akhirnya, ketika sang kaktus telah menjadi tua. Usianya mungkin tinggal sebentar lagi. Ia merasa sesuatu terjadi pada tubuhnya. "Oh Tuhan," jeritnya. "Aku telah berusaha dengan keras bertahun-tahun agar menjadi sesuatu yang berguna. Maafkan aku bila aku
gagal melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi gurun ini. Aku takut aku telah terlambat."

Tapi pada saat itu, tubuhnya terguncang dan bergetar dengan hebat. Dari dalam tubuhnya muncul dan mekarlah sebongkah bunga yang indah, bagaikan mahkota cantik di atas kerumunan kelopak bunga. Belum pernah gurun itu melihat bunga yang cantik seperti itu. Angin yang mencium wewangian aroma
bunga itu terkagum-kagum dan segera menyebarkannya agar bisa dinikmati oleh seluruh penjuru gurun. Kupu-kupu yang selama ini tidak menjauh, kini mengerubungi mengagumi kecantikan bunga kaktus. Di malam hari bulan sengaja memayungi bunga kaktus sehingga menciptakan bayangan yang anggun.

Keindahan bunga itu kini melenyapkan seluruh keputus-asaan sang kaktus selama ini. Pada akhirnya ia bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi gurun ini, bagi kehidupan ini.

Seorang pengelana yang melintasi berbisik padanya, "Kaktus, kau telah menunggu sekian lama. Kini menjelang hayatmu, akhirnya kau berhasil mempersembahkan sesuatu bagi kita semua. Tahukah kau, bahwa hati yang senantiasa mencari kebaikan pada akhirnya akan memberikan kebaikan pula. Tak peduli bagaimana wujud dan kerasnya kerjamu. Karena hanya kebaikanlah yang dapat memberikan kebahagiaan, meski hanya sejenak." Ketika sang kaktus menatap wajah pengelana itu, tiba-tiba pengelana itu lenyap menjadi asap dan membumbung tinggi ke langit.

KISAH UANG RP.100.000,- & RP.1.000,-

Written By Regina Kim on Senin, 25 Maret 2013 | 00.54


Uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dikeluarkan dari Bank Indonesia dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari Bank Indonesia, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari Bank Indonesia, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :
“Ya, ampuunnnn. ……… darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan….. bau!
Padahal waktu kita sama-sama keluar dari Bank Indonesia, kita sama-sama keren kan….
Ada apa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
“Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari Bank Indonesia, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih e kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke ‘baluang’ (all : tau kan baluang…?) Inang-inang.

Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ……”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:
“Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas
selebritis.

Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus. Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. ”

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :
“Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.

Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!”

“Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.
“Aku sering bertemu teman-temanku di kantong-kantong kolekte di gereja dan di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..”

KISAH ALPUKAT DAN BENALU

Written By Regina Kim on Selasa, 12 Maret 2013 | 00.21


Suatu hari, sebatang pohon alpukat menikmati sejuknya udara sore. Tiba-tiba keasyikannya terusik oleh sapaan dari sebutir biji benalu yang sedang diterbangkan angin kian kemari. "Selamat sore Kat", sapa benalu. "Oh, kamu Lu, selamat sore juga", balas alpukat. "Wah Kat, sekarang kamu sudah besar,ranting-rantingmu banyak, daunmu lebat, buahmu besar-besar", puji benalu. "Iya Lu, itu karena akar-akar saya banyak dan rajin menghisap sari-sari makanan dari dalam tanah", kata alpukat dengan bangga. Kemudian benalu melanjutkan, "Hampir sepanjang hari saya diterbangkan angin, rasanya badan saya capek sekali, boleh tidak saya beristirahat di salah satu rantingmu, satu malam saja?". Tanpa berpikir panjang alpukat langsung mengabulkan permohonan sang benalu, "Jangankan satu benalu kecil, lima puluhpun saya masih tidak terasa,' pikir alpukat.

Maka sejak itu benalu tinggal di pohon alpukat dan tanpa disadari oleh alpukat, benalu makin hari makin besar dan beranak banyak. Suatu hari alpukat melihat tubuhnya sudah kurus kering, saat itulah alpukat sadar bahwa benalu sudah merugikan dirinya. Lalu alpukat memutuskan untuk menyuruh benalu meninggalkan tubuhnya. "Kat, semua akar-akar saya sudah tertancap dalam tubuhmu jadi jangan pernah bermimpi kalau saya akan memenuhi permintaanmu", kata benalu sambil tertawa. Semakin
hari Alpukat makin kurus dan akhirnya mati karena benalu terus menghisap makanan dari tubuh alpukat tanpa belas kasihan.

RENUNGAN:
Banyak orang yang bertindak seperti alpukat ini, waktu dosa-dosa kecil datang menggoda, dan hadir dengan segala daya tariknya, mereka tidak langsung menolaknya, mereka pikir, 'Ah itu hanya dosa kecil saja, tidak akan memengaruhi keimanan saya'. Saya akan tetap rajin berdoa. Terbukti bahwa setiap orang yang meremehkan dosa, yang kecil sekalipun, akan terjerat oleh dosa yang lebih besar lagi. Satu hal yang harus kita ingat, kalau hari ini kita melakukan satu dosa kecil, dosa kecil tersebut makin lama akan menjadi besar dan melahirkan dosa-dosa lain karena salah satu sifat dosa adalah melahirkan dosa. "Jauhilah nafsu orang muda. Jangan merasa diri kuat iman sehingga Anda bebas bermain-main dengan dosa. Setiap perbuatan dosa, harus kita jauhi dan hindari."

KISAH DAUN YANG BESAR

Written By Regina Kim on Senin, 18 Februari 2013 | 02.18


Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Di antara daun-daun tersebut terdapat sebuah daun yang sangat besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan karena kekuatannya.Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang terik, dan bahaya lainnya.

Suatu ketika datanglah musim kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu karena tidak mendapat air dan makanan. Daun besar yang tadinya kuat dan besar mulai terlihat keriput. Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun2 sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi. Hari berganti hari, daun besar itu sudah sampai pada puncak usahanya. Ia mulai sobek-sobek sehingga sinar matahari mulai menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya karena ia tidak kuat lagi seperti dulu.

Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada teman-temannya : Teman-teman aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melindungi kalian, aku akan gugur. Selamat tinggal. Setelah berkata demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah. Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup. Mereka sama sekali sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga mereka dapat bertahan sampai sekarang.

Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan.

Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati. Di saat mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah. Mereka terheran-heran akan adanya keajaiban itu. Setelah lama mencari-cari, mereka menyadarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah membusuk dan menghasilkan air dan sari makanan bagi mereka. Akhirnya dengan air dan sari makanan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu berhasil bertahan sampai musim hujan datang.

Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal karena telah melupakan daun besar itu. Padahal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi pahlawan bagi daun-daun lainnya.

Renungan:
Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya.

KISAH PERTENGKARAN WARNA WARNI

Written By Regina Kim on Senin, 04 Februari 2013 | 03.25


Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar. Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat dan yang paling disukai.

HIJAU berkata:"Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."

BIRU menginterupsi: "Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan: "Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."

ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya: "Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya.

Aku tidak ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak: "Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu: Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para

Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara lebih pelan dari yang lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama: "Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya.

Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku, bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara: "WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yang lain. Tidakkah kalian tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yang kemudian berkata:

"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian. Pelangi adalah pertanda harapan hari esok."

KISAH PERSAHABATAN LILIN KECIL DAN KOREK API

Written By Regina Kim on Jumat, 07 Desember 2012 | 01.44


Disebuah rumah mungil dipinggir hutan, tinggal sebatang lilin kecil. Ketika hari menjelang malam pemilik rumah tersebut menyalakan lilin kecil itu. Tiba-tiba datang angin besar menerobos masuk ke jendela rumah itu. Wusshh! Si Lilin Kecil ini merasakan apinya telah padam. “Aduh, aku harus segera mencari cahaya, hari sudah semakin gelap”, kata Lilin Kecil dengan panik.

Si Lilin Kecil lalu keluar dari rumah itu dan berteriak kepada Paman Matahari, “Paman, bolehkah aku meminta sedikit cahayamu?”

“O o! Mana mungkin Nak, jarak kita kan terlalu jauh! Lagipula Paman harus segera pulang, karena malam akan tiba. Daah”, kata Paman Matahari dengan terburu-buru.

Hari sudah beranjak malam, si Lilin Kecil terus berjalan mencari cahaya. Tiba-tiba dia melihat kilatan lampu mobil, dengan terburu-buru dia mengejar cahaya lampu mobil itu.

“Tunggu! Tunggu! Lampu mobil, tolonglah aku!”, teriak Lilin Kecil sambil berlari-lari.

“Aduh!”, jerit Lilin Kecil, rupanya dia berlari dengan menggebu-gebu sehingga tidak melihat jalan dan menabrak tiang listrik.

“Lilin Kecil hati-hatilah kalau berjalan,” kata Paman Tiang Listrik.

“Oh, maafkan saya, sebenarnya saya hanya ingin meminta sedikit cahaya, tetapi tidak ada yang menghiraukan saya,” kata Lilin Kecil tertunduk sedih.

“Sudahlah jangan bersedih hati,” kata Paman Tiang Listrik. “Paman punya teman kecil bernama Lampu Meja. Dia tinggal diseberang jalan itu. Cobalah menemuinya, mungkin dia bisa membantu masalahmu.”

Seketika itu wajah Lilin Kecil berubah gembira, setelah mengucapkan terima kasih kepada Paman Tiang Listrik. Lilin kecil pergi menemui si Lampu Meja.

“Cobalah masukkan sumbumu kedalam saklar itu, saya mendapatkan cahaya juga berasal dari sana”, saran si Lampu Meja. Si Lilin Kecil itu dengan tidak sabar menancapkan sumbunya kedalam saklar tersebut. Tetapi kok tidak terjadi reaksi apa-apa ya. Berulang kali dicobanya, namun tetap tidak berhasil. De-ngan hati kecewa siLilin Kecil meninggalkan tempat itu.

Si Lilin Kecil pulang dengan menundukkan kepala dan langkah gontai. Dia merasa benar-benar putus asa. Ketika pikirannya sedang berkecamuk sedih, tiba-tiba dia mendengar jeritan mengaduh. Oh, rupanya si Lilin Kecil lagi-lagi menabrak sesuatu.

“Aduh! Maafkan saya Korek Api, saya tidak melihatmu karena saya sibuk memikirkan kemana lagi mencari cahaya,” kata Lilin Kecil.

“Oh, kamu sedang mencari cahaya? Cepatlah julurkan sumbumu kesini, aku punya cahaya,” kata si Korek Api.

“Waah, benarkah? Baiklah kalau begitu”, kata si Lilin Kecil penuh semangat.

“Aduh Korek Api, Engkau baik hati sekali mau membantuku. Maukah engkau menjadi temanku?”

“Aku senang menjadi temanmu, Lilin Kecil. Ttt…tapi aku akan segera mati”, kata Korek Api dengan lemas.

“Tidak, tidak, aku tidak mau begini! Janganlah mati,” kata Lilin Kecil sambil menangis tersedu-sedu.

“Jjj…jangan sedih Lilin Kecil. Meskipun aku sudah tiada, tetapi cahayaku senantiasa berada di tubuhmu.”

Dan akhirnya si Korek Api itu benar-benar telah mati, namun cahaya Lilin Kecil telah menerangi rumah mungil itu sepanjang malam.

RENUNGAN:
Lilin Kecil ini menggambarkan sebuah perjuangan dan ketulusan hati demi penerangan disekelilingnya, sedangkan si Korek api menggambarkan sebuah pengorbanan sampai akhir hayatnya juga demi orang lain.

Persahabatan antara Lilin Kecil dan Korek Api walaupun sekejap, namun kerukunan dan ketulusan mereka telah memberikan manfaat yang besar kepada lingkungan sekitar.

Kisah Tiga Budak Hitam

Written By Regina Kim on Senin, 03 Desember 2012 | 02.31


Tiga orang budak hitam berjalan-jalan di atas pasir di persisiran sebuah pantai. Tiba-tiba seorang dari mereka terantuk sebuah botol. Dia pun mengambil botol tersebut. Botol tersebut tertutup rapat dengan penutup gabus. Mereka semua keheranan dan tertanya-tanya apa yang ada di dalam botol tersebut. Lalu salah seorang dari mereka pun membukanya. Setelah botol tersebut terbuka, keluarlah jin yang amat besar.

Jin tersebut ketawa-terbahak-bahak lalu berkata ” Siapakah engkau hai manusia yang telah membebaskan aku? Aku telah terkurung dalam botol ini selama 100 tahun. Dalam masa terkurung aku telah bersumpah akan memberikan 3 permintaan bagi siapa yang telah membebaskan aku dari botol ini.. Nah! Sekarang kamu semua mintalah sesuatu, akan aku tunaikan permintaanmu”


Ketiga budak hitam itu mulanya terkejut tetapi bergembira karena jin tersebut berjanji untuk menunaikan permintaan mereka.

Jin pun berkata kepada budak yang pertama, ” Mintalah!”

Budak hitam pertama pun berkata . “Tukarkanlah aku menjadi putih supaya aku kelihatan lebih gagah”

Jin pun menunaikan permintaannya. Lalu budak itu pun menjadi putih.

Jin pun berkata kepada budak hitam kedua,”Mintalah!”.

Budak hitam kedua pun berkata .” Tukarkanlah aku menjadi putih dan kelihatan gagah, lebih putih dan gagah daripada budak yang pertama”. Jin pun menunaikan permintaannya. Lalu budak itu pun menjadi putih dan gagah lebih dari pada budak yang pertama.

Jin pun berkata kepada budak hitam ketiga, “Mintalah!”. Budak hitam ketiga pun berkata .”Tukarkanlah aku menjadi putih dan kelihatan gagah, lebih putih dan gagah daripada budak yang pertama dan kedua”.

Jin pun berkata. ” Tidak, permintaan itu tidak dapat aku perkenankan. Mintalah yang lain…” Budak hitam ketiga keheranan dan terfikir-fikir apa yang mau dimintanya.

Setelah lama berfikir, budak hitam ketiga pun berkata ” Kalau begitu, aku minta kau hitamkan kembali rekan aku yang dua orang itu” Lalu jin pun tunaikan permintaannya. Kembalilah asal hitam kedua-duanya. Jin pun berlalu dari situ dan ketiga budak tersebut tercengang-cengang dan tidak memperolehi sesuatu apa pun.

RENUNGAN:
Sikap dengki, cemburu dan iri hati seringkali bersarang di hati manusia. Manusia tidak suka melihat orang lain lebih dari mereka dan mengharapkan mereka lebih dari orang lain. Mereka juga suka melihat nikmat orang lain hilang. Sikap ini sebenarnya pada akhirnya merugikan manusia sendiri.

KISAH PERDEBATAN SEPASANG SEPATU

Written By Regina Kim on Jumat, 16 November 2012 | 04.28


Malam sudah cukup larut. Namun terjadi perdebatan antara sepatu kiri dan sepatu kanan disudut ruangan suatu rumah, tepatnya di rak sepatu. Padahal mereka baru saja melepas lelah setelah seharian penuh mene
mani tuannya pergi ke pegunugan.

"Enak benar kamu hari ini. Pulang-pulang langsung mau tidur,padahal seharian udah tidur" gerutu sepatu kanan ketika melihat sepatu kiri sudah mau tidur.

"Kamu lihat sendiri, sudah jam berapa sekarang? Masa aku ga boleh tidur?" Jawab si sepatu kiri dengan kesal

"Bukannya kamu sudah ngorok seharian?" Tanya sepatu kanan dengan ketus

"Enak saja! Mana berani di depan bos ngorok?" jawab sepatu kiri sama ketusnya.

"Ya sudah kalau tidak mau mengaku. Yang jelas hari ini kamu santai-santai kan? UENAAKKK TENAN!" Kata sepatu kanan dengan sinis.

"Kamu ini salah makan atau apa? Tanpa alasan marah-marah melulu?" sahut sepatu kiri

"Aku ini tidak marah. Cuma kesal!"

"Apa bedanya marah dan kesal?!"

"Marah setingkat lebih tinggi. Tapi kesal ada gemasnya juga!"

"Hahaha dapat definisi dari mana sobat?"tanya sepatu kiri

"Yah masa bodohlah. Dapat definisi dari mana kek tidak perlu tahu. Yang jelas kamu egois tanpa perasaan. Mengaku sobat, tapi tidak punya empati. Kalau emang seorang sahabat, seharusnya mau membantu!"

"Lho lho lho?aku jadi bingung. Kita ini bukan sekedar sahabat bung! Lebih dari itu. Tidur berdampingan pergi bareng kemana mana. Berbecek ria bersama, dsb. Meski ditakdirkan mempunyai dua tubuh, tetapi kita selalu ditakdirkan hidup berdampingan. Bahkan salah satu di antara kita bagaikan bayangan di cermin. kamu seperti bayanganku, aku seperti bayanganmu. Jadi apa lagi yang perlu dipersoalkan." Jawab si sepatu kiri

"Kamu memang paling pintar bersilat lidah, Berbusa-busa, tapi kenyataannya berbeda!"

"Sudahlah, ini sudah malam. Besok pagi-pagi kita harus sudah siap menemani bos lagi. Aku tidak paham apa yang kamu maksudkan. Coba bicara dengan jelas. Setelah itu kita tidur, "Jawab si sepatu kiri sambil menguap

"Oke, aku mau bicara dengan jujur, gamblang, terang,blak-blakan. Mengapa seharian kamu tidak mau membantu aku? Sepanjang hari, naik turun bukit kamu diam membayu. Sementara aku dibiarkan bekerja keras sendirian?!"

"Lho kamu ini gimana? Bos kan menggunakan mobil barunya! Mobil otomatis. Kaki kirinya sama sekali tidak bekerja. Sementara kaki kanannya menginjak gas dan rem bergantian. Bukannya aku tidak mau membantu. Aku memang tidak bisa berperan karena kaki kiri bos kita juga tidak berperan. Masa aku harus minta-minta dipakai di kaki kanan bos menggantikanmu?! "jawab si kaki kiri panjang lebar

"Jadi besok2 kamu akan bersantai?!"

"Memangnya bos kita seharian menyetir mobil melulu? Apa dia tidak jalan kaki? Kalau jalan kaki apa hanya menggunakan kaki kanan saja? Kamu ini jangan seperti anak kecil hitung-hitungan sama teman. Coba kamu ingat, sebelum beli mobil baru yang otomatis, aku kan yang lebih capai ketimbang kamu? Kalau naik turun pegunungan, aku harus menahan kopling terus-terusan. Apa selama ini aku menggerutu dan jengkel sama kamu? Kan Tidak?!" sahut sepatu kiri berapi-api.

Mendengar penjelasan sepatu kiri, sepatu kanan hanya diam dan menghela napas.

"Sudahlah sobat, kita ini ditakdirkan menjadi pasangan sehidup semati, tak akan pernah berpisah sekejap pun. Abadi. Bahkan lebih abadi ketimbang pasangan suami istri di zaman sekarang, yang sebentar-sebentar kawin cerai. Seandainya aku rusak dan tubuhmu masih utuh pasti kita berdua dibuang. Demikian juga sebaliknya. Tak ada sejarahmya sepatu kiri rusak lalu bos membeli sepatu kiri baru untuk menamani sepatu kanan! Ya kan?" kata si sepatu kiri beragumentasi.

"Kamu memang benar sobat. Hari ini aku terlalu lelah dan gampang emosi. Maafkan aku. Aku telah mengaku salah" Akhirnya sepatu kanan memohon maaf.

Lalu keduanya pun tidur dengan lelap, wajah keduanya tampak ceria dan penuh kedamaian.
Esok harinya mereka saling akrab dan bahu membahu. Saat si bos mengendari mobil, sepatu kiri istirahat sejenak. Namun ketika si bos bermain bola dengan semangat, giliran sepatu kiri yang bekerja keras karena si bos adalah pemain sayap kiri yang menggunakan kaki kirinya.

RENUNGAN:
Cerita yang begitu menyentuh ini kita dapat mengambil sebuah kesimpulan yaitu bahwa hidup harus bisa saling menunjang, saling berbagi, saling bekerja sama. Kita tidak akan bisa hidup hanya sendiri saja. Kita perlu tema, perlu partner untuk menjalani hidup ini. Betapa bahagianya apabila hidup akan selalu berdampingan dengan bahagia. Alangkah indahnya bila suami istri, Ketua Umum - Sek Jen, Presiden dan wakilnya mencontoh kerja sama sepasang sepatu.

KISAH KAPAK, GERGAJI, PALU DAN API

Written By Regina Kim on Senin, 29 Oktober 2012 | 05.16


Alkisah suatau ketika kapak, gergaji, palu dan nyala api sedang melakukan perjalanan bersama2. Disuatu tempat perjalanan mereka terhenti karena terdapat sepotong besi baja yang tergeletak menghalangi jala
n. Mereka berusaha menyingkirkan baja tersebut dengan kekuatan mereka masing2.

"Itu bisa aku singkirkan" kata kapak. Pukulan2nya keras sekali menghantam baja yang kuat & keras juga itu. Tapi tiap bacokan hanya membuat kapak itu semakin tumpul sendiri sehingga sampai ia berhenti.

"Sini biar aku yg urus" kata gergaji. Dengan gigi2 yang tajam tanpa perasaan, iapun mulai menggergaji. Tapi alangkah kaget & kecewa ia, semua giginya jadi tumpul dan rontok.

"Apa kubilang" kata palu. Kan aku dah ngomong, kalian takan bisa. Sini, sini kutunjukan caranya" Tapi baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri, dan baja tetap tak berubah.
"Boleh aku coba?" tanya nyala api. Dan iapun melingkarkan diri, dengan lembut menggeluti, memeluk dan mendekapnya erat2 tanpa mau melepaskannya. Baja yang keras itupun meleleh dan cair.

RENUNGAN :

Ada banyak hati cukup keras untuk melawan kemurkaan dan amukan kemarahan demi harga diri. Tapi jarang ada hati yang tahan melawan api cinta kasih yang hangat.

Betapa arif dan bijak ada dalam sebuah kelembutan dan kehangatan, seperti api mencairkan hati yang dingin. Ah.... tak ada yang tahan menampik cinta dan kasih sayang...

Mengutip kata-kata Pak Mario Teguh :

Hatimu yang mudah merasa kasihan itu
tidak lemah, tetapi justru tanda
bahwa engkau adalah jiwa yang disiapkan
bagi peran pelayanan yang besar.

Hati yang kasar dan kejam
tidak akan mampu mengemban tugas
untuk membahagiakan sesama.

Hatimu yang mudah pedih
melihat penderitaan sesama itu
adalah rahmat Tuhan.

Bersyukurlah,
dan segeralah gunakan rahmat itu
dalam pekerjaan yang membaikkan
hidup banyak orang.

KISAH BESI DAN AIR


Ada 2 benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri.
Ia sering menyombong kepada sahabatnya :

"Lihat ini aku, kuat dan keras. Aku tidak seperti kamu yang lemah dan lunak"
Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.
Suatu hari besi menantang air berlomba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana.


Aturannya : " Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang"

Besi dan airpun mulai berlomba :

Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi karena kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini karena melawan batu-batuan itu.
Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyadarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya.


Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini.

Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di dasar gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.
Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan karena bentuknya yang bisa berubah ia bisa dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat didasar gua.


Score air dan besi 2 : 0

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua.
Besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : "Score kita 2 : 0, aku akan mengakui kehebatanmu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !"
Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan.
Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0

RENUNGAN

Jadikanlah hidupmu seperti air

Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan karena dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras.
Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku karena itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.
Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa.
Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap.

KISAH MATAHARI DAN BULAN

Written By Regina Kim on Senin, 17 September 2012 | 05.21


Zaman dahulu kala, ada dua matahari dan sungguh sangat panas. Kedua matahari tersebut bertugas secara bergiliran, di saat matahari yang satu bersinar, yang lainnya tidur. Begitu juga sebaliknya.

Semua mahkluk di bumi sangat mengeluh tentang rasa panas dari kedua matahari ini.

Suatu hari, diselenggarakan pertemuan dan salah satu mahkluk mengusulkan menghilangkan salah satu matahari. Tanpa ragu-ragu semua mahkluk setuju. Tetapi pertanyaannya adalah siapa yang mau melaksanakan tugas tersebut ? dan bagaimana tugas tersebut dilakukan ?

Setelah beberapa lama, pertemuan itu memutuskan untuk memilih semut sebagai eksekutornya. Saat itu semut sangat terkenal dengan keahliannya memanah yang luar biasa. Mulai saat itu, semut berusaha membidik matahari.

Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya semut tersebut pun berhasil memanah satu matahari. Tetapi ternyata matahari yang lain mengetahui tentang hal ini, dan entah mengapa kedua matahari itu tiba-tiba tidak tampak lagi. Kesedihan pun melanda seluruh bumi, karena kedua matahari menghilang, maka seluruh alam semesta menjadi gelap gulita.

Semua mahkluk menjadi sadar, mereka tidak dapat melakukan apapun tanpa cahaya matahari. Mereka sadar, bahwa telah melakukan kesalahan fatal dengan meminta semut memanah matahari. Lalu semua mahkluk mengadakan pertemuan lagi. Tema diskusi kali ini adalah bagaimana cara membuat matahari-matahari itu mau menampakkan diri. Akhirnya, setelah melalui perdebatan yang panjang dan melelahkan, mereka memutuskan untuk meminta maaf dan memohon para matahari untuk kembali ke bumi. Sebagai utusan, manusialah yang diminta untuk mengemban misi ini. Karena saat itu manusia terkenal cerdik dan pandai mengolah kata.

Dengan harapan tinggi, manusia pun menengadahkan diri di langit, dan mulai berteriak-teriak meminta maaf kepada para matahari, dan ternyata gagal. Berikutnya, mahkluk-mahkluk meminta kepada burung gagak untuk meminta maaf, tetapi gagal lagi. Akhirnya berbagai mahkluk pun bergiliran satu-persatu meminta maaf kepada matahari, tetapi semuanya tetap juga gagal.

Setelah beberapa lama, mahkluk-mahkluk tersebut mendapatkan ide baru. Mahkluk-mahkluk tersebut berpikir mungkin saat ini kedua matahari sedang tidur bersama, sehingga tidak mendengar permintaan maaf para mahkluk. Lalu mereka memutuskan untuk meminta semua ayam jago berkokok untuk membangunkan kedua matahari tersebut.

Lalu semua ayam jago berkokok, tetapi tidak terjadi apa-apa. Semua ayam jago pun berkokok lagi untuk kedua kalinya, kali ini lebih keras lagi. Dan semua mahkluk merasakan mulai ada udara hangat mengalir di bumi, tetapi mereka belum melihat matahari muncul.

Ayam-ayam pun makin bersemangat, mereka berkokok dan melengking lebih keras lagi untuk ketiga kalinya. Dan perlahan-lahan, salah satu matahari muncul di ufuk timur, kemudian makin bersinar dan bersinar. Bumi pun kembali terang. Seluruh mahkluk pun bersorak dan berteriak kegirangan menyambut datangnya matahari.

Lalu bagaimana dengan nasib matahari yang lain ? ternyata ia masih tertidur, dan ia baru terbangun saat matahari yang lain mulai tidur. Dan ternyata, setelah matahari kedua tersebut terbangun, para mahkluk melihat bahwa dia telah buta, dia tidak mampu lagi bersinar terang dan panas seperti dulu lagi. Rupanya hasil bidikan semut beberapa waktu lalu telah berhasil, semut telah berhasil membutakan mata matahari. Matahari yang buta tersebut kemudian dinamai ‘bulan’ oleh para mahkluk.

Inilah mengapa ayam jago selalu berkokok tiga kali sebelum matahari terbit. Dan hingga saat ini penduduk Myanmar masih sering bersorak-sorak menyambut matahari di pagi hari.

Beberapa hal yang bisa dipetik dari cerita ini :

Semut, hewan yang sangat kecil, tetapi berhasil ‘memanah’ matahari
Manusia yang cerdik dan pandai mengolah kata ternyata gagal ‘meminta maaf’ kepada alam.
Ayam jago harus berusaha ‘tiga kali’ untuk membangunkan matahari.

Kisah Batman Dan Mbah Gendeng

Written By Regina Kim on Selasa, 11 September 2012 | 00.24


“Huh, sial, masa’ bocor lagi sih”, ujar Batman gemas sambil menendang pintu BatMobile-nya perlahan. Meskipun kesal, ia masih cukup sadar untuk tidak melampiaskannya kepada kendaraan tercintanya, yang cicilannya belum lunas itu. Dengan susah payah, ia mendorong mobilnya ke pinggir, ke sebuah tambal Ban yang kebetulan berada tidak jauh dari situ.

“Mbah Gendeng – Nambal Ban Sejak 1911”

Begitu tulisan yang tertera di atas “bengkel” kecil yang didirikan seadanya di bawah sebuah pohon beringin besar.

“Bannya bocor ya, nak?”, tanya seorang kakek tua yang tiba-tiba muncul dari balik pohon.

“Iya, mbah”, jawab Batman lesu, “sudah kedua kalinya nih. Padahal baru sekitar 5km lalu bocor dan ditambal.”

“Hmmm…”, mbah Gendeng mengangguk-anggukan kepalanya dan mulai mempersiapkan peralatannya. Bak air sabun untuk memeriksa bagian ban yang bocor, dongkrak, pompa angin, dan sebagainya. “Silahkan duduk dulu aja di kursi kayu itu, nak. Biar mbah kerjakan dulu bannya.”

45 menit berlalu, Batman mulai gak sabar. Maklum, ia lagi semangat-semangatnya untuk Bangkit kembali dari keterpurukannya dan ingin segera sampai ke WTC untuk membuka gerai HP. Ditambah lagi, seekor kura-kura berseragam “Bukan Express” yang tadi disalipnya kini sudah berjalan melewati tempat ia duduk. “Masa’ Batman kalah cepet ama kura-kura”, pikir Batman dalam hati. Penasaran, ia mendekati Mbah Gendeng dan mengintip kerjanya.

“Pantesan aja lama!”, sergah Batman kasar. “Lha wong kerjanya lambat banget gini! Apa gak bisa lebih cepet lagi, mbah?!”

Mbah Gendeng meletakkan ban dalam BatMobile yang sedang ia pegang dan menoleh ke arah Batman. Tatapannya yang tajam membuat Batman secara tidak sadar mundur selangkah ke belakang. Tanpa disangka, dengan tidak kalah kerasnya, Mbah Gendeng balik bertanya, “Memangnya kamu pikir pekerjaan ini tidak penting sehingga harus dikerjakan dengan terburu-buru?”

“Memang begitu, kan? Cuman nambal ban ini, apa pentingnya? Jauh lebih penting pekerjaanku yang ke sana kemari buat nyelamatin dunia dari orang jahat! Mbah tahu kan kalo aku ini Batman?!”

“Iye, terus so what gitu loh, mau situ Superman kek, Batman kek, Barack Obama kek, SBY kek, tetep aja, jangan pernah ngeremehin pekerjaan saya!”

Batman sudah akan membuka mulutnya lagi untuk menjawab, namun kakek tua itu tidak mau kalah cepat dan melanjutkan kata-katanya.

“Dengarkan baik-baik, anak muda. Coba pikir. Seandainya tadi kamu dalam perjalanan untuk menyelamatkan ribuan orang dan banmu bocor, apa bukan berarti yang saya kerjakan ini tidak sama pentingnya dengan pekerjaanmu? Dengan memperbaiki ban bocormu dengan baik dan teliti, secara tidak langsung saya suda membantu kamu menyelamatkan mereka — ribuan orang itu.”

“Tidak usah muluk-muluk. Setiap ban bocor yang saya perbaiki pasti berhasil membawa pengemudinya tiba dengan selamat sampai di rumah. Coba bayangkan apabila saya melakukannya dengan asal-asalan. Bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, bukan?”

“Lihat ban dalammu ini”, Mbah Gendeng menyodorkan dua buah ban dalam BatMobile yang sedang ia kerjakan. “Perhatikan ini, bekas tambalan yang dilakukan oleh penambal ban sebelumnya. Kasar dan kurang kuat rekatannya. Itu sebabnya tadi ban mobilmu bocor lagi. Masih untung tidak terjadi apa-apa. Dan ini, yang ada di kanan, adalah hasil tambalan ban yang aku lakukan. Bandingkan!”

Batman tercenung. Ia memperhatikan ban dalam pada bagian yang ditunjukkan oleh Mbah Gendeng dan ternyata memang benar, pekerjaannya kurang baik. Bahkan jauh dibandingkan hasil pekerjaan Mbah Gendeng. Padahal tadi ia cukup senang dan memberi tips lebih kepada penambal ban sebelumnya karena kerjanya hanya butuh waktu 5 menit saja.

Dengan menunduk, Batman mohon maaf kepada Mbah Gendeng dan beringsut kembali ke kursi kayu untuk menunggu. Di satu sisi, ia malu terhadap apa yang telah ia lakukan, namun di sisi lain, ia gembira karena mendapat pelajaran baru tentang hidup dan juga tentang bisnis.

“Aku pasti tidak akan kalah oleh Peter Parker”, ujar Batman dalam hati sembari tersenyum.

Salon Spiderman

Written By Regina Kim on Jumat, 25 Mei 2012 | 04.54

Peter Parker (Spiderman) kegirangan. Nomer togel yang ia pasang tembus. Gak tanggung-tanggung, 4 angka sekaligus. Dalam perjalanan ke tempat bandar untuk mengambil uang, ia terus berpikir mau dipakai untuk apa uang tersebut nantinya. Yang jelas, berhubung selama ini hidupnya serba pas-pas-an, kemungkinan besar ia akan menggunakannya untuk membuka usaha.

Setelah memutar otak, akhirnya Peter memutuskan, ia akan membuka usaha salon! Ya, salon potong rambut. Kebetulan saat ini sudah mendekati musim panas. Pasti banyak orang yang akan potong rambut agar tidak gerah, pikirnya.

Begitulah.

Sebutir Pasir

Written By Regina Kim on Kamis, 10 Mei 2012 | 01.02

Aku adalah sebutir pasir yang menetap di sebuah pantai yang sepi tak berpenghuni, tiada satu pun orang yang datang untuk bermain, memancing di tepian laut atau bersenda gurau dengan ombak yang bergulung-gulung tanpa henti dan belas kasih menerpa, menyeret teman teman serta sanak familiku yang sedang bermain di tepiannya, yang kemudian dihempaskannya mereka ke dasar biru.

Tenggelam. Tak mudah kembali ketepian untuk melaksanakan kewajiban, tugas tugas apalagi untuk mengambil hak hak mereka yang telah hilang bersama mereka. Terseret. Masuk kedalam dunia penuh keindahan dalam kerajaan laut yang abadi sampai lautan itu berubah menjadi api.

Kalian semua dapat mencari aku dengan mudah karena aku adalah sebutir pasir yang berwarna abu abu yang ada diantara pasir putih yang menghampar luas di pinggiran laut yang biru. Tetapi kadang kau bisa jumpai aku di antara pasir hitam.

Pelangi

Written By Regina Kim on Kamis, 15 Maret 2012 | 01.00

Di suatu masa warna-warna di dunia mulai bertengkar. Semua menganggap dirinyalah yang terbaik yang paling penting, yang paling bermanfaat dan yang paling disukai.

HIJAU berkata: "Jelas akulah yang terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."

BIRU menginterupsi: "Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa."

DEWI KUNANG KUNANG

Written By Regina Kim on Jumat, 10 Februari 2012 | 03.41

Peristiwa ini terjadi sudah sangat lama sekali, di pinggiran sebidang hutan yang luas bermukim satu keluarga petani, seorang petani dan istrinya. Mereka adalah orang-orang yang baik hati juga rajin. Maka itu, dalam sekian tahun ini mereka tidak pernah kekurangan sandang pangan, selalu dalam kehidupan tanpa rasa khawatir sedikit pun, tetapi dalam hidup mereka selalu merasakan seperti kekurangan sesuatu, membuat mereka merasa hati kurang mantap.

Ternyata, mereka sampai saat itu masih belum mempunyai satu orang anak pun. Cita-cita mereka yang paling besar saat itu adalah mempunyai seorang anak, supaya bisa mencurahkan seluruh hatinya untuk mencintai si kecil ini.

Zeus

Written By Regina Kim on Selasa, 24 Januari 2012 | 21.51

Pada awal jaman, menurut cerita Yunani, dewa Zeus menciptakan bumi, langit, darat, dan lautan. Zeus menciptakan tumbuhan, hewan dan manusia. Jaman yang penuh dengan para dewa, Athena, Artemis, Hades, Hera, Poseidon, dan lainnya.

Pada suatu saat Zeus ingin menghadiahkan sesuatu untuk manusia, sesuatu yang berharga dan berguna: "Sesuatu yang dapat dipakai manusia untuk melakukan apa saja."

Maka Zeus pun pergi bertapa 40 hari lamanya di pusat Matahari. Sukses dan kembali dari pertapaannya, Zeus membawa hadiah itu kembali kebumi.

KASIH itu...

Written By Regina Kim on Selasa, 22 November 2011 | 16.43

Jangan seperti NOBITA,
Gampang nangis & putus asa.

Jangan seperti GIANT,
Penuh emosi...

Jangan seperti SHIZUKA,
Lemah...

Jangan seperti SUNEO, yg sombong.
Tetapi...

KASIH itu seperti DORAEMON,
yg penuh keajaiban.

FALSAFAH LIMA JARI

Written By Regina Kim on Jumat, 12 Agustus 2011 | 00.13

1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung.

2. Ada telunjuk yang suka menunjuk dan memerintah.

3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong , paling panjang dan suka menghasut jari telunjuk.

4. Ada jari manis yang selalu menjadi teladan, baik, dan sabar sehingga diberi hadiah cincin.

5. Dan ada kelingking yang lemah dan penurut.

Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari, mereka bersatu untuk mencapai 1 tujuan ( saling melengkapi).

Pernahkah kita bayangkan bila tangan kita hanya terdiri dari jempol semua?
Falsafah ini sederhana namun sangat berarti.

Kita terlahir dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu:
*saling menyayangi
*saling menolong
*saling membantu
*saling mengisi

Bukan untuk
*saling menuduh
*menunjuk atau merusak.

Semua perbedaan dari kita adalah keindahan yang terjadi agar kita rendah hati utk menghargai orang lain, tidak ada satupun pekerjaan yang dapat kita kerjakan sendiri.

Mungkin kelebihan kita adalah kekurangan orang lain, sebaliknya kelebihan orang lain bisa jadi kekurangan kita.

Tidak ada yang lebih bodoh atau lebih pintar, bodoh atau pintar itu relatif sesuai dgn bidang/talenta yang kita syukuri masing2 menuju impian kita.

Keseluruhan yang dimiliki menjadi sempurna, bukan individualis yang sempurna.

Orang pintar bisa gagal,
Orang hebat bisa jatuh,

tetapi,

Orang yang mengandalkan kerendahan hati dalam segala hal akan selalu mendapat kemuliaan.
Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Creating Website | Kisah Motivasi Hidup | Kisah Motivasi Hidup
Copyright © 2011. Kisah Motivasi Hidup - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Kisah Motivasi Hidup
Proudly powered by Blogger