Latest Post
00.48
Ibu Gajah yang Buta
Written By Regina Kim on Kamis, 22 September 2011 | 00.48
Dahulu kala, di sebuah kaki bukit di pegunungan Himalaya, di dekat sebuah kolam teratai, lahirlah seekor bayi gajah. Bayi gajah ini luar biasa indah menawan, putih bersih seperti salju dengan wajah yang sedikit bersemu kemerahan seperti warna batu karang. Belalainya berkilau indah bagaikan utas tali yang berwarna keperakan, gadingnya yang kuat dan kokoh membentuk sedikit lengkungan yang manis.
Ia selalu mengikuti ibunya ke manapun. Ibu Gajah memetik daun terlembut dan buah mangga termanis dari pohon-pohon yang tinggi dan kemudian memberikannya. “Kamu dulu, baru Ibu,” Ibu Gajah berkata. Ia kemudian dimandikan oleh ibunya di kolam teratai yang sejuk diantara semerbak keharuman bunga. Dengan belalainya, Ibu Gajah menghisap air lalu menyemprotkannya ke kepala dan punggung anaknya hingga bersih mengkilap. Kemudian Anak Gajah ini diam-diam mengisi belalainya, dan dengan hati-hati menyemprotkan tepat ke dahi ibunya. Tanpa berkedip, Ibu Gajah balas menyemprotkan air. Balas membalas menyemprot, mereka dengan gembira saling membasahi satu sama lain. Splish! Splash!
Setelah lelah bermain, mereka kemudian beristirahat di atas tanah yang lembut dengan kedua belalai melengkung dan saling membelit satu sama lain. Di bawah bayang-bayang sore hari, Ibu Gajah beristirahat di balik keteduhan pohon jambu air, sambil melihat putranya bermain dengan penuh keriangan bersama anak-anak gajah lainnya.
Gajah kecil tumbuh dan tumbuh hingga ia menjadi gajah tergagah dan terkuat dalam kawanannya. Pada saat yang bersamaan, Ibu Gajah pun menjadi semakin tua. Gadingnya mulai retak dan menguning, dan tidak lama kemudian Ibu Gajah menjadi buta. Anak Gajah yang telah tumbuh dewasa dan kuat ini kemudian memetik daun terlembut dan buah mangga termanis dari pohon-pohon yang tinggi dan memberikannya kepada ibunya yang telah tua dan buta yang amat ia sayangi. “Ibu dulu, baru Aku,” ia berkata.
Ia memandikan ibunya di kolam teratai yang sejuk diantara semerbak keharuman bunga. Dengan belalainya, ia menyemprotkan air ke kepala dan punggung ibunya hingga bersih mengkilap. Setelah itu, mereka kemudian beristirahat di atas tanah yang lembut dengan kedua belalai saling membelit satu sama lain. Di bawah bayang-bayang sore hari, Anak Gajah menuntun ibunya untuk beristirahat di balik keteduhan pohon jambu air. Ia kemudian pergi bersama gajah-gajah yang lain.
Suatu hari seorang raja pergi berburu dan melihat seekor gajah putih yang begitu indah. “Luar biasa indah! Aku harus memilikinya sebagai peliharaan untuk ditunggangi!” Raja lalu menangkap gajah tersebut dan membawanya ke kandang istana. Raja memberikan kain sutra dan permata yang indah serta untaian kalung bunga teratai kepada gajah tersebut. Raja juga memberikannya rumput manis dan buah-buahan yang lezat serta air murni yang segar untuk diminum.
Akan tetapi, gajah tersebut tidak mau makan ataupun minum. Ia terus menerus menangis, dan menjadi semakin kurus dari hari ke hari. “Gajah yang mulia,” Raja berkata, “Aku menyayangimu dan memberimu sutra dan permata. Aku juga memberikan makanan terbaik dan air termurni, namun Engkau tidak juga mau makan dan minum. Lalu apa yang bisa membuatmu bahagia?” Gajah tersebut menjawab, “Sutra dan permata, makanan dan minuman tidak membuatku bahagia. Ibuku yang sudah tua dan buta sedang sendirian di hutan tanpa ada seorangpun yang merawatnya. Walaupun aku akan mati, aku tidak akan makan dan minum sebelum aku memberikannya terlebih dahulu kepada Ibu.”
Raja terharu dan berkata, “Tidak pernah aku menyaksikan kebaikan yang sedemikian rupa, bahkan diantara manusia. Tidaklah benar untuk mengurung gajah ini.” Setelah dilepaskan, gajah tersebut segera berlari diantara bebukitan mencari ibunya. Ia menemukan ibunya di tepi kolam teratai. Ibu Gajah berbaring di atas lumpur, terlalu lemah untuk bergerak. Dengan air mata yang membasahi pelupuk matanya, Anak Gajah tersebut mengisi belalainya dengan air dan menyemprotkan ke kepala dan punggung ibunya hingga bersih mengkilap. “Apakah hujan?” Ibu Gajah bertanya-tanya, “atau anakku telah kembali?” “Ini anakmu, Ibu!” ia berseru, “Raja telah membebaskan aku!” Ketika ia membersihkan mata ibunya, terjadi keajaiban. Penglihatan ibunya pulih kembali. “Semoga Raja hari ini berbahagia sebagaimana kebahagiaanku bisa melihat anakku kembali!” Ibu Gajah berkata.
Anak Gajah kemudian memetik daun terlembut dan buah mangga termanis dari sebuah pohon dan memberikannya kepada ibunya, “Ibu dulu, baru Aku.”
Ia selalu mengikuti ibunya ke manapun. Ibu Gajah memetik daun terlembut dan buah mangga termanis dari pohon-pohon yang tinggi dan kemudian memberikannya. “Kamu dulu, baru Ibu,” Ibu Gajah berkata. Ia kemudian dimandikan oleh ibunya di kolam teratai yang sejuk diantara semerbak keharuman bunga. Dengan belalainya, Ibu Gajah menghisap air lalu menyemprotkannya ke kepala dan punggung anaknya hingga bersih mengkilap. Kemudian Anak Gajah ini diam-diam mengisi belalainya, dan dengan hati-hati menyemprotkan tepat ke dahi ibunya. Tanpa berkedip, Ibu Gajah balas menyemprotkan air. Balas membalas menyemprot, mereka dengan gembira saling membasahi satu sama lain. Splish! Splash!
Setelah lelah bermain, mereka kemudian beristirahat di atas tanah yang lembut dengan kedua belalai melengkung dan saling membelit satu sama lain. Di bawah bayang-bayang sore hari, Ibu Gajah beristirahat di balik keteduhan pohon jambu air, sambil melihat putranya bermain dengan penuh keriangan bersama anak-anak gajah lainnya.
Gajah kecil tumbuh dan tumbuh hingga ia menjadi gajah tergagah dan terkuat dalam kawanannya. Pada saat yang bersamaan, Ibu Gajah pun menjadi semakin tua. Gadingnya mulai retak dan menguning, dan tidak lama kemudian Ibu Gajah menjadi buta. Anak Gajah yang telah tumbuh dewasa dan kuat ini kemudian memetik daun terlembut dan buah mangga termanis dari pohon-pohon yang tinggi dan memberikannya kepada ibunya yang telah tua dan buta yang amat ia sayangi. “Ibu dulu, baru Aku,” ia berkata.
Ia memandikan ibunya di kolam teratai yang sejuk diantara semerbak keharuman bunga. Dengan belalainya, ia menyemprotkan air ke kepala dan punggung ibunya hingga bersih mengkilap. Setelah itu, mereka kemudian beristirahat di atas tanah yang lembut dengan kedua belalai saling membelit satu sama lain. Di bawah bayang-bayang sore hari, Anak Gajah menuntun ibunya untuk beristirahat di balik keteduhan pohon jambu air. Ia kemudian pergi bersama gajah-gajah yang lain.
Suatu hari seorang raja pergi berburu dan melihat seekor gajah putih yang begitu indah. “Luar biasa indah! Aku harus memilikinya sebagai peliharaan untuk ditunggangi!” Raja lalu menangkap gajah tersebut dan membawanya ke kandang istana. Raja memberikan kain sutra dan permata yang indah serta untaian kalung bunga teratai kepada gajah tersebut. Raja juga memberikannya rumput manis dan buah-buahan yang lezat serta air murni yang segar untuk diminum.
Akan tetapi, gajah tersebut tidak mau makan ataupun minum. Ia terus menerus menangis, dan menjadi semakin kurus dari hari ke hari. “Gajah yang mulia,” Raja berkata, “Aku menyayangimu dan memberimu sutra dan permata. Aku juga memberikan makanan terbaik dan air termurni, namun Engkau tidak juga mau makan dan minum. Lalu apa yang bisa membuatmu bahagia?” Gajah tersebut menjawab, “Sutra dan permata, makanan dan minuman tidak membuatku bahagia. Ibuku yang sudah tua dan buta sedang sendirian di hutan tanpa ada seorangpun yang merawatnya. Walaupun aku akan mati, aku tidak akan makan dan minum sebelum aku memberikannya terlebih dahulu kepada Ibu.”
Raja terharu dan berkata, “Tidak pernah aku menyaksikan kebaikan yang sedemikian rupa, bahkan diantara manusia. Tidaklah benar untuk mengurung gajah ini.” Setelah dilepaskan, gajah tersebut segera berlari diantara bebukitan mencari ibunya. Ia menemukan ibunya di tepi kolam teratai. Ibu Gajah berbaring di atas lumpur, terlalu lemah untuk bergerak. Dengan air mata yang membasahi pelupuk matanya, Anak Gajah tersebut mengisi belalainya dengan air dan menyemprotkan ke kepala dan punggung ibunya hingga bersih mengkilap. “Apakah hujan?” Ibu Gajah bertanya-tanya, “atau anakku telah kembali?” “Ini anakmu, Ibu!” ia berseru, “Raja telah membebaskan aku!” Ketika ia membersihkan mata ibunya, terjadi keajaiban. Penglihatan ibunya pulih kembali. “Semoga Raja hari ini berbahagia sebagaimana kebahagiaanku bisa melihat anakku kembali!” Ibu Gajah berkata.
Anak Gajah kemudian memetik daun terlembut dan buah mangga termanis dari sebuah pohon dan memberikannya kepada ibunya, “Ibu dulu, baru Aku.”
00.45
Tas Pundak
Setelah istirahat semalam, kini aku bangun dengan kekuatan baru. Kembali kugendong tas di pundakku, Tas ini selalu membebaniku, tas ini berisi:
-PEKERJAAN
-KELUARGA
-PELAYANAN
Memang tas ini setiap hari terasa berat bagiku dan saat ku berdoa sblm memulai aktifitas Tuhan berkata dlm hatiku:
"Letakan dahulu tas-mu, anak-Ku".
"Tuhan mana bisa ku letakkan tasku ini, semua sudah kewajibanku menanggungnya" jawabku.
"Memang semua isi tas itu adalah tugasmu, namun percayalah pada-Ku, letakan dahulu tas-mu" Tuhan meyakinkanku, lalu suara itu kembali berkata:
"Bahan tas yg engkau pakai sekarang adalah 'KETERPAKSAAN' sbg rutinitas sehingga engkau merasa berat. Serahkan pada-Ku dan aku akan mengganti tas-mu dengan bahan 'KASIH' sehingga bebanmu pun akan ringan"
Aku menerima tas baruku dari tanganNya, lalu memindahkan semua isi tas lamaku ke dalam tas yg berbahan KASIH itu. Aku mencoba mengangkatnya. Ternyata Tuhanku benar. Tas itu kini terasa ringan dan sungguh nyaman di pundakku.
"Terima kasih Bapa. Aku sungguh mengasihi-Mu. Terima kasih untuk pelajaran-Mu hari ini"
-PEKERJAAN
-KELUARGA
-PELAYANAN
Memang tas ini setiap hari terasa berat bagiku dan saat ku berdoa sblm memulai aktifitas Tuhan berkata dlm hatiku:
"Letakan dahulu tas-mu, anak-Ku".
"Tuhan mana bisa ku letakkan tasku ini, semua sudah kewajibanku menanggungnya" jawabku.
"Memang semua isi tas itu adalah tugasmu, namun percayalah pada-Ku, letakan dahulu tas-mu" Tuhan meyakinkanku, lalu suara itu kembali berkata:
"Bahan tas yg engkau pakai sekarang adalah 'KETERPAKSAAN' sbg rutinitas sehingga engkau merasa berat. Serahkan pada-Ku dan aku akan mengganti tas-mu dengan bahan 'KASIH' sehingga bebanmu pun akan ringan"
Aku menerima tas baruku dari tanganNya, lalu memindahkan semua isi tas lamaku ke dalam tas yg berbahan KASIH itu. Aku mencoba mengangkatnya. Ternyata Tuhanku benar. Tas itu kini terasa ringan dan sungguh nyaman di pundakku.
"Terima kasih Bapa. Aku sungguh mengasihi-Mu. Terima kasih untuk pelajaran-Mu hari ini"
Label:
motivasi diri
03.24
Doa by Mario Teguh
Written By Regina Kim on Rabu, 21 September 2011 | 03.24
Bagi yang harus segera memutuskan,bisikkanlah...
Tuhanku Yang Maha Adil,
tugasku bukanlah untuk berhasil,
tapi untuk mencoba...
karena di dalam mencoba itulah
... aku akan belajar dan menemukan
kesempatan untuk berhasil...
tapi hati ini terkoyak antara dua
kebaikan yang saling menuntut
pengutamaan dariku...
Tuhan,aku akan tegas memilih
yang satu,walau sulit...
karena lebih sulit bagiku
jika aku tidak memilih...
kuatkanlah aku dan lindungilah aku
dalam pilihanku...Amin
Tuhanku Yang Maha Adil,
tugasku bukanlah untuk berhasil,
tapi untuk mencoba...
karena di dalam mencoba itulah
... aku akan belajar dan menemukan
kesempatan untuk berhasil...
tapi hati ini terkoyak antara dua
kebaikan yang saling menuntut
pengutamaan dariku...
Tuhan,aku akan tegas memilih
yang satu,walau sulit...
karena lebih sulit bagiku
jika aku tidak memilih...
kuatkanlah aku dan lindungilah aku
dalam pilihanku...Amin
Label:
motivasi diri
03.17
GUNAKAN
≈Gunakan SENYUM≈
Tatkala kau terluka...
≈Gunakan SYUKUR≈
Untuk apapun yang kau hadapi. ..
≈Gunakan KASIH≈
Untuk menjalani Hidupmu...
≈Walaupun seperti air diujung daun talas...≈
≈Tuhan Pasti akan menadahkan tanganNya untuk menyelamatkanmu.≈
≈ (◦'⌣'◦ ) Tersenyumlah utk pagi yg sdh membuka matamu. ≈
≈ ( '•̃⌣•̃') Tersenyumlah utk cinta yg sdh membuka hatimu ≈
≈ \(^0^)/ Hanya bersyukurlah yg membuat segalanya jadi indah...≈ ......
********(¨`♥´¨)*******
Tatkala kau terluka...
≈Gunakan SYUKUR≈
Untuk apapun yang kau hadapi. ..
≈Gunakan KASIH≈
Untuk menjalani Hidupmu...
≈Walaupun seperti air diujung daun talas...≈
≈Tuhan Pasti akan menadahkan tanganNya untuk menyelamatkanmu.≈
≈ (◦'⌣'◦ ) Tersenyumlah utk pagi yg sdh membuka matamu. ≈
≈ ( '•̃⌣•̃') Tersenyumlah utk cinta yg sdh membuka hatimu ≈
≈ \(^0^)/ Hanya bersyukurlah yg membuat segalanya jadi indah...≈ ......
********(¨`♥´¨)*******
Label:
motivasi diri
03.08
HIDUP itu - Life is :
butuh "BATU KERIKIL" supaya qt berhati-hati,
butuh "SEMAK BELUKAR" supaya qt waspada,
butuh "PERSIMPANGAN" supaya qt bijaksana memilih,
butuh "PETUNJUK JALAN" supaya qt memiliki arahan utk masa depan,
butuh "MASALAH" supaya qt tahu kalo qt punya kekuatan,
butuh "PENGORBANAN" supaya qt tahu cara bekerja keras,
butuh "AIR MATA" supaya qt tahu merendahkan hati,
butuh "DICELA" supaya qt tahu bagaimana menghargai,
butuh "TERTAWA" supaya qt tahu mengucap syukur,
butuh "SENYUM" supaya qt tahu apa itu bahagia,
butuh "DITINGGALKAN" supaya qt mengerti arti dari kebersamaan,
butuh "ORANG LAIN" supaya qt tahu apa itu cinta...
Hidup itu INDAH,jika qt tahu harus bagaimana menjalaninya...
in every good or bad times....be Satisfied....be Glad..
butuh "SEMAK BELUKAR" supaya qt waspada,
butuh "PERSIMPANGAN" supaya qt bijaksana memilih,
butuh "PETUNJUK JALAN" supaya qt memiliki arahan utk masa depan,
butuh "MASALAH" supaya qt tahu kalo qt punya kekuatan,
butuh "PENGORBANAN" supaya qt tahu cara bekerja keras,
butuh "AIR MATA" supaya qt tahu merendahkan hati,
butuh "DICELA" supaya qt tahu bagaimana menghargai,
butuh "TERTAWA" supaya qt tahu mengucap syukur,
butuh "SENYUM" supaya qt tahu apa itu bahagia,
butuh "DITINGGALKAN" supaya qt mengerti arti dari kebersamaan,
butuh "ORANG LAIN" supaya qt tahu apa itu cinta...
Hidup itu INDAH,jika qt tahu harus bagaimana menjalaninya...
in every good or bad times....be Satisfied....be Glad..
Label:
motivasi diri
03.06
SAAT BANGUN PAGI
SaaT Kau baNGUN Pagi iNi..bELaJarLaH u/ LeBih DewaSa..
SaaT Kau BuKa maTa pagi ini..beLaJarLaH u/ LeBih mNciNTai orG2 yG meNciNTaiMu..
SaaT Kau HiruP uDaRa paGi iNi..
BeLaJarLah u/ TDk meNguLanGi kesaLaHan2 keMarin..
SaaT Kau B'raNJak Dr t4 tiDurmu..
iNgatLah Hari iNi aDa k'Rna TUHAN mNGasiHimu..
"Jk" Ciñtå-peñüh Årti, Jañgañlåh di hìañåti-Åplågi-di kàlahkåñ oleh-måteri.
"Jk" Ciñtå-peñüh måkñä-hàrgailah $perti-ñyäwå- kitå.
"Jk" Ciñtå-Ådaläh hidüpmü-måka biårkañläh-Çiñtå-itù meñjadi-bagiån "ÑåfåsmU"
Kitå-päntàs memLikiñyä,,
"Krñä $suåtù-yg _$üÇi & Åbådi didüñiå-ìñi täk læñ ådalåh kåsih Çhäyåñg.
slåmåt Mñjåläni häri -yg dipeñuhi ďgň "Çiñtå"
( "Rumåh pàris terbųät- ðařį kàcå §aläm- "mànis" bûåt yg Băcã_)
SaaT Kau BuKa maTa pagi ini..beLaJarLaH u/ LeBih mNciNTai orG2 yG meNciNTaiMu..
SaaT Kau HiruP uDaRa paGi iNi..
BeLaJarLah u/ TDk meNguLanGi kesaLaHan2 keMarin..
SaaT Kau B'raNJak Dr t4 tiDurmu..
iNgatLah Hari iNi aDa k'Rna TUHAN mNGasiHimu..
"Jk" Ciñtå-peñüh Årti, Jañgañlåh di hìañåti-Åplågi-di kàlahkåñ oleh-måteri.
"Jk" Ciñtå-peñüh måkñä-hàrgailah $perti-ñyäwå- kitå.
"Jk" Ciñtå-Ådaläh hidüpmü-måka biårkañläh-Çiñtå-itù meñjadi-bagiån "ÑåfåsmU"
Kitå-päntàs memLikiñyä,,
"Krñä $suåtù-yg _$üÇi & Åbådi didüñiå-ìñi täk læñ ådalåh kåsih Çhäyåñg.
slåmåt Mñjåläni häri -yg dipeñuhi ďgň "Çiñtå"
( "Rumåh pàris terbųät- ðařį kàcå §aläm- "mànis" bûåt yg Băcã_)
Label:
motivasi diri
Diberdayakan oleh Blogger.





